Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 63 # Better together


__ADS_3

"Bagaimana kabar di bawah? Vaksin ku sudah siap?!" tanya Keenan kemudian mengajak Ben kembali berdiskusi pasal jaringan hitamnya.


"Ijin menjawab Tuan, inti dari antisera untuk virus XY sudah tersedia. Para farmasi mengatakan mereka akan melakukan beberapa tahap uji coba pada manusia."


Keenan menyeringai puas saat mendengar penjelasan yang dilontarkan Ben. Dengan begitu semakin cepat dia membuka rantai bisnis lainnya di pasar gelap jaringan hitam.


"Sam mengatakan bahwa kita butuh rangkaian uji coba yang berbeda. Di mulai dari yang sudah terinfeksi virus dan juga bagi yang belum terinfeksi virus." imbuh Ben menambahkan.


"Hm, lakukan seperti yang direncanakan Sam! Satu hal lagi, aku ingin kamu juga memisahkan dari mulai gender, golongan darah, penyakit bawaan, autoimun dan sejenisnya sampai hal spesifik lain secara personal kamu kelompokkan." ungkap Keenan serius menggerakkan sebuah hologram yang baru saja diaktifkan dan memetakan semua yang diperintahkan Keenan.


Dengan cepat Ben mengaktifkan EYES pada matanya dan merekam semua data yang disinkronkan dengan data milik tuannya. Dengan cepat Ben meng-copy semua data yang dibutuhkan.


"Sebagai tambahan, jika dirasa kalian kurang tenaga ahli dalam mempercepat proses terealisasinya pekerjaan ini maka jangan sampai menunggu turunnya titah dariku! Semua section berkenaan dengan Antisera XY aku mandatkan padamu. Sam akan membantumu sebagai penghubung denganku!" tukas Keenan panjang lebar terus mengedukasi anak buah kepercayaannya.


Ben mengerti, Keenan kembali menyuruhnya untuk keluar. Selang beberapa menit dari keluarnya Ben, Sam akhirnya datang membawa pesanan yang diperintahkan tuannya. Seperangkat pakaian ganti Farah beserta milik tuannya sekali.


"Permisi Tuan, maaf keterlambatan saya─" seru Sam segera. "Di store pakaian khusus wanita mengalami antrian panjaaang! Saya sampai harus menggunakan ketampanan agar bisa mendahului mereka!" cicit Sam menjelaskan.


Keenan mengeraskan rahangnya, untuk pertama kalinya asistennya itu banyak omong seperti barusan!


"Aku tidak peduli! Lagian emang kamu cukup tampan untuk menyela?!" ejek Keenan kesal.


'Duh salaaaah lagi! Di matanya aku selalu salah~' batin Sam merutuk dengan irama.


Keenan sudah menerima beberapa paper bag merk ternama. Dia berencana langsung memakaikan semua itu untuk gadisnya.


"Oh iya, sebentar lagi kami keluar. Kamu pastikan tidak ada orang lain yang tidak berkepentingan menghalangi jalanku!" titah Keenan dingin.


"Baik Tuan!" Sam menunduk mengerti, dia beringsut mundur dan bersiap menjalankan protokol keamanan saat tuannya siap keluar dari kantornya.


Keenan membuka pintu ruang istirahat, senyumnya mengembang. Gadisnya masih terlelap dengan cantik. Farah bak putri snow white, walau tertidur pulas kecantikannya terpancar menggetarkan hati siapapun yang melihatnya. Keenan mendekat dan mencium kening kekasihnya lembut. "Baby... Wake up!"

__ADS_1


Tidak ada tanda-tanda Farah merespon panggilan kekasihnya, Keenan terkekeh menggelengkan kepala. Dengan telaten Keenan memakaikan pakaian wanitanya. Dengan sesekali mengusap lembut permukaan kulit Farah yang langsung membuat darahnya mendesis merasakan gelenyar gairah yang membuatnya kembali turn on!


"Kita lakukan di rumah hmm, sabar!!" rutuk Keenan bermonolog menatap senjatanya yang tengah menggeliat dan berdiri tegak saat ini.


Ingin rasanya dia merutuk Tuhan yang membuatnya bisa terlihat secabul ini. Padahal, dahulu kala sebelum adik tengilnya menyerang hidupnya masih begitu tenang dan damai walau dengan menggunakan sabun dan kamar mandinya, dia sudah merasa puas. Sedangkan dengan gadis tengilnya, rasanya 24/7 tidak cukup untuk 365 hari!


Keenan mencium bibir merah alami kekasihnya, semakin lama semakin menuntut menyesapnya. "Ooughh, sialaaan Farah Lee... Aku kembali menginginkanmu!"


Keenan tidak peduli lagi dengan gengsi, dia melempar kemejanya dan bersiap menindih gadis kecilnya. Keenan menggerakkan tubuhnya membuat Farah merasakan ada beban kembali menimpa tubuh remuknya. "Aaargghh, Kak!"


'Si cabul ini bahkan dia tidak membiarkan aku tidur!!' rutuk Farah kesal mendorong sekuat tenaga tubuh kekasihnya.


"Akhirnya kamu bangun juga!" ujar Keenan berat mencari alasan.


Tak lama Keenan bangkit usai menindih tubuh Farah tepat seperti posisi mereka tengah melakukan gaya misionaris. Farah merasa linglung, dia meraba tubuhnya yang sudah berpakaian rapi. "Kakak yang melakukannya?"


"Hantu!"


"Pppffft!"


Wajah Keenan merona dengan respon Farah saat ini, dia mengusap perlahan punggung tangan Farah yang melingkar di tubuhnya. "Kamu mau pulang kemana?"


"Terserah Kakak," ucap Farah lirih masih memeluk kekasihnya.


"Kita pulang ke Pulau H dulu ya..." tutur Keenan melepaskan pelukan Farah dan berbalik menangkup wajah gadisnya.


"Kemanapun, asal bisa dekat dengan Kakak..."


"Mulutmu sungguh manis!"


Keenan kembali memagut bibir kekasihnya, mereka bertautan mesra selama beberapa menit kemudian bergegas pulang kembali ke kediaman besar.

__ADS_1


***


Kediaman Besar Kaviandra, 07.00 PM.


"Selamat malam Tuan dan Nona Muda!"


Seluruh maid menundukkan tubuh mereka menyambut tuannya. Farah mengembangkan senyuman menanggapi sapaan seluruh maid. Keenan berjalan dingin dan angkuh melewati semuanya.


"Bibi!!" Farah mendekati nyonya Lyn yang sudah berada di ruang makan.


"Loh, bukannya kamu minta pindah ke mansion Sayang? Kok masih kesini?!" sambut nyonya Lyn dengan wajah keheranannya.


"Kak Keenan sibuk, dia belum memberikanku mansion seperti janjinya." bual Farah mengada-ngada membuat Keenan mengeraskan rahangnya kesal.


"Keenan!!" pekik nyonya Lyn menyalahkan putranya.


"Huh!" Keenan terkekeh dengan akting Farah yang tidak mereka komunikasikan lebih dulu. "Aku sibuk, jika dia mau, dia bisa tinggal di Condo atau pilih lah sendiri nanti Sam yang akan mengurusnya." Keenan menarik kursi di samping tempat duduk Farah.


"Kamu sibuk tapi bisa pulang bersama Farah!" cibir tuan Kaviandra menggoda kedua pasangan yang hampir terciduk.


*Deg*!


Keduanya mendadak seperti terkena serangan jantung bersamaan. Keenan menaikan sudut bibirnya, bukan Keenan namanya jika tidak pandai mencari alasan. "Sore tadi Si Degil ini serahin proposal magangnya. Kayak gitu aja dia bikin keributan di KTech!"


Tuan Kaviandra terus memperhatikan gerak-gerik Keenan seolah ada sesuatu yang ingin dipastikan pria paruh baya itu. Farah kembali menuju tempat duduknya setelah menyapa bibi dan pamannya.


"Owh, jadi kamu akhirnya memilih KTech?" tanya nyonya Lyn memastikan.


"Ya, kedua temanku lebih antusias ke KTech, katanya dreams come true! Aku sebagai orang yang berbaik hati dan tidak sombong tentu saja menyenangkan orang adalah keahlianku!"


"Hahaha!"

__ADS_1


Semuanya tertawa kecuali Keenan saat gadis itu kembali membawa kehangatan di dalam keluarga besar Kaviandra. Para pelayan telah mempersiapkan makan malam mereka, semuanya khidmat menikmati makanan. Tak lama berselang Farah terbelalak, tangan besar kekasihnya menyapu lembut permukaan kulit pahanya. 'What the fu-ck Keenan!' Lagi dan lagi, Farah sepertinya ingin mengambil otak pria cabulnya dan mencucinya bersih agar tidak selalu berbuat mesum padanya.


--- To be continue ---


__ADS_2