
Keano memasang wajah kesal, dia menunggu kedua orang tuanya di depan ruangan presidir bersama Sam kemudian disusul dua anak buah inti ayahnya yang lain.
"Tuan Muda," Sam mecoba mendekati putra tuannya itu. "Apa benar, anda yang menghajar para penjahat yang ada di Zoo?" tanya Sam terbata.
Keano terpaku sejenak, dia harus berhati-hati pada anak buah ayahnya itu. Dia sudah mengetahui bahwa, Sam adalah kaki tangan kepercayaan Mr. K.
"Tidak," sahut Keano dengan tenang.
"Lalu, bagaimana anda berada bersama Jimmy?" timpal Ben tak kalah kepo.
"Aku tidak tahu, aku ikut dibawa oleh mereka juga," terang Keano datar dan dingin tanpa ekspresi yang berarti.
"Duh bapak ama anak ini, sama-sama gak ada ahlaq. Apalagi muka songongnya, beuuhh gak akan ada di toko sebelah." cicit Ken semakin kesini semakin kesana.
Plaak!
Ben memukul bahu rekannya, terkadang jika dibiarkan Ken bisa menjadi sumbu granat bagi ketiganya. Sedangkan Sam dia masih terus memindai lekat tuan mudanya. 'Tidak mungkin, peralatan keselamatan Keano termasuk peralatan tingkat atas. Mengapa dia menutupinya? Apa ini sesuatu yang perlu di waspadai kedepannya? Dia di bawah asuhan Klan tua Klan Naga, apa yang direncanakan mereka kita tidak mengetahui pasti.'
"Apa mereka masih lama?" tanya Keano mengalihkan perhatian. Akan sangat berbahaya jika anak buah Mr. K mencari tahu lebih akan dirinya.
Sam tersentak dari lamunannya, dia dan kedua rekannya saling bertatapan. Mereka semua kebingungan harus mengatakan apa pada bocah lima tahun di hadapan mereka. Terlebih, kedua orang tuanya tengah membelah duren setelah puasa lebih dari lima tahun lamanya. Pasti akan membutuhkan waktu lama untuk menyudahi tingkah cabul keduanya.
"Em... Ituu," Sam gugup untuk menjelaskan baiknya permasalahan mereka saat ini.
"AAAARRGHHH KAAAK!!"
Terdengar jeritan Farah di dalam ruang presidir yang melengking sampai di telinga mereka. Keano terbelalak dan segera bangkit dengan raut wajah yang gelisah. "Apa mereka baik-baik saja?"
"T-tentuu saja Tuan Muda... Mereka sangat baik-baik saja!" seru Sam ikut gelisah.
"Tuan Muda, bagaimana jika kita tunggu mereka di lobby bawah saja?" sambung Ben memberi saran.
"Di sini agak horor untuk seorang bocil!" timpal Ken cengengesan. Membiarkan bocah mendengarkan live streaming percintaan kedua orang tuanya mungkin akan berakibat buruk bagi perkembangan pola pikir tuan kecil mereka kedepannya.
Keano terlihat tidak senang dengan jawaban ambigu ketiganya. Dia semakin berang saat kembali jeritan ibunya terdengar di telinganya.
"Aaarghh... Kaak... Stoopp!!" rintih Farah meminta di lepaskan dari serangan brutal pria yang harusnya sudah menjadi suaminya sekarang ini. "Saaakiit Kak... Aaahh periih," racau Farah semakin berusaha keras mendorong tubuh Keenan agar melepaskan dirinya.
"Uughh, ini enak banget Sayang!" Keenan justru tidak peduli dengan rengekan atau kemungkinan apa yang bisa dilakukan putranya jika dia terlalu bersemangat menggagahi ibunya.
Di luar sana Keano telah emosi, dia bersiap menyerang ayahnya.
__ADS_1
"Tuan Muda tunggu!" Sam berusaha menghentikan langkah kaki Keano yang akan mendobrak kembali pintu ruang presidir.
"Pria tua cabul sialan!!" pekik Keano lantang bersiap mendobrak pintu. "Lepaskan Ibuku bajingan!!"
Braaak!
Sam meringis, dia tidak sempat menghentikan bocah yang ternyata selicin belut. Keenan menyeringai, dia telah selesai dengan hajatnya dan sedang menautkan gesper ikat pinggangnya. Tubuh polos Farah dia tutupi dengan jas dan kemejanya.
"Kenapa Sayang?" tanya Keenan lembut ke arah Keano yang tengah berwajah berang. "Sam, bawakan baju ganti Farah dan juga milikku!" titah Keenan pada Sam yang berada di belakang Keano dengan dingin. Namun, kembali menghangat saat menatap putranya.
"Baik Tuan," Sam menundukan tubuh dan beringsut mundur.
Farah meringis dan berusaha bangkit. Dia mengenakan kemeja Keenan menutupi tubuh polosnya segera agar Keano tidak melihatnya.
"Keano," Farah menggelengkan kepalanya memberikan isyarat pada putranya dengan tangan yang masih sibuk menautkan kancing kemejanya.
Keenan menghampiri Keano dan mengacak rambutnya perlahan. "Siap-siap saja, sebentar lagi kamu akan menjadi Kakak."
Otomatis Keano dan Farah membuka lebar kedua netra mereka dan juga mulut yang menganga lebar. Keenan begitu gemas dia ingin menggendong Keano namun di hardik cepat oleh putranya.
"Aku tidak ingin dipegang oleh pria kotor!" Keano beringsut mundur dan menolak disentuh oleh ayahnya.
"Kamu tunggu di luar sebentar ya, Ibumu harus membersihkan dirinya." tutur Keenan memberikan penjelasan.
Farah menutup wajahnya malu, dia sudah tidak memiliki muka lagi di hadapan putranya kali ini. Keano hanya bisa membuang nafas kasar dan berlalu begitu saja.
"Aku tahu kamu begitu mencintaiku Honey, sampai putraku benar-benar mirip denganku luar dan dalam." Keenan berbalik kembali mendekati wanitanya.
"Geer!" tepis Farah tidak mau mengakuinya.
"Terima kasih Sayang, kamu mengembalikan lagi hidupku seperti sebelumnya." Keenan memagut bibir wanitanya lembut.
Tidak ada penolakan dari Farah seperti sebelumnya. Justru Farah tengah merespon dengan menautkan kedua tangan di pundak Keenan.
Keenan segera menggendong Farah tanpa melepaskan pagutan mesra keduanta. Keenan membawa calon istrinya menuju ruang istirahat yang sangat sering digunakan mereka untuk memadu kasih di masa lalu.
"Mmmm... Mmmch..."
Terdengar bunyi decap yang berasal dari bibir keduanya. Keenan tidak rela melepaskan pagutan lembut namun menuntutnya, dia terus melesakkan lidah dan mengabsen tiap inci rongga mulut kekasihnya. Sesekali dia menggigit kecil tanpa melukai bibir bawah Farah yang menggoda. Senjata Keenan pun kembali menunjukkan eksistensinya. Dengan kembali lihai, Keenan telah membuat dirinya polos di kamar mandi. Dia juga melepas paksa pakaian yang melekat di tubuh Farah.
"Aarrghh Sayaang... Aaarghh!" rintih Farah saat pusat tubuhnya kembali dimasuki senjata tumpul prianya.
__ADS_1
Keduanya berusaha kembali memadamkan api gairah yang seolah tidak akan padam untuk beberapa hari kedepan.
"I love you My Farah Lee," bisik Keenan lembut dan berakhir menggigit daun telinga Farah.
"Aarghh... Ssshh!" Tubuh Farah meremamg dengan tindakan prianya. Dia membalikkan wajahnya menunjukan senyuman yang selalu di rindukan Keenan selama ini. "Love you too My Hero..," Farah mengecup sekilas bibir penuh prianya.
Semua kemesraan itu terpaksa harus dihentikan saat keduanya mendengar bunyi ketukan pintu yang berasal dari asisten khusus Sam.
Trak...
Keenan menaruh hair dryer setelah ia gunakan untuk mengeringkan rambut Farah. Tangannya beralih menyisir dan menata rambut panjang yang sedikit bergelombang kekasihnya.
Farah mengatupkan bibirnya erat, pada akhirnya dia tetap tidak ingin lepas dari Keenan.
"Sudah Ratu," bisik Keenan lirih dan mencium pipi Farah lekat.
"Thanks," puji Farah mengulumkan senyuman.
"Kita pulang sekarang ya, semua orang pasti akan bahagia dengan kedatanganmu sekarang!" tutur Keenan bersemangat dengan rayt wajah berserinya.
Deg!
Tapi tidak dengan Farah, raut wajahnya berubah pucat membuat Keenan juga merubah ekspresi wajahnya.
"Jangan bilang kamu tidak ingin pulang, Sayang?"
--- To be continue ---
[ Check... Check... Othor speaking đ¤ ]
Sedih kemaren gak up, hilang dah report per bulan othor. Huhu
BTW othor udah ada IG buat konten duo racun Keenan ⥠Farah... Jangan lupa mampir trus Follow ya... Nanti Othor Follback đ¤
IG : @sayang_aku_gak_
Udah rilis visual/video yang mewakili Keenan bunuh Mr. Lee yang ada Farah nangis disitu. Satu lagi yang Keenan terbayang-bayang Farah dengan hasrat terlarangnya đ¤Łđ¤
Ditunggu kehadirannya đ¤đ¤đ¤
Saranghae á°áŠ
__ADS_1