Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 74 # It's a Vibe!


__ADS_3

Keesokan harinya Farah sudah merasa sedikit lebih fresh walaupun dia kembali dibuat kesal oleh prianya yang tidak ada di kediaman sedari pagi. Alhasil gadis itu diantar paman Tang menuju KTech.


"Eh, tau gak?" Meishya berbisik membuat kedua teman yang lain mendekat dan berbinar. Waktunya mereka mengghibah!


"Apa-apa?" sahut Farah dan Ceillyn berbarengan.


"Banyak cogan anjiiir!!"


Farah memutar bola matanya malas, tapi tidak dengan temannya yang lain yang sama antusiasnya. "Beneeer banget, tadi gue gak sengaja papasan sama salah satu ajudan Si Bos yang kemaren berdiri di posisi paling belakang!"


Farah mengernyit dengan ucapan Ceillyn yang menggebu. "Who?"


"Hm... Kalau tadi gak salah denger namanya Ken!"


"Mantaaaf, kemaren dong gue malah di anterin ama Ben soalnya jemputan gue mogok!"


"Daebaaak!!"


Ketiganya semakin bersemangat memulai hari mereka, mereka terlibat obrolan random sebelum jam efektif bekerja sebentar lagi di kantin perusahaan. Waktu bergulir cepat dan ketiganya menyudahi sesi ghibah mereka.


"Break siang, kumpul disini lagi okay!" tukas Meishya mengingatkan semuanya.


"Sip!"


Ketiganya berpisah, Farah kembali menuju lantai paling atas, sedangkan kedua temannya berada di lantai dimana divisi humas berada.


"Pagiii!" Farah menyapa sekretaris kekasihnya yang sepagi ini sudah begitu produktif.


"Pagi, Nona Muda..." Sadra bangkit dan menunduk menyambut tuannya.


"Jangan begitu lah jika tidak ada Kakak tidak perlu memperlakukanku seperti memperlakukan Kakak." Farah mendekat dan kembali duduk di kursi Sam.


"Saya mana berani Nona..." Sandra kembali pada posisinya dan tersenyum pada Farah.


'Cantiknya... Aku heran, bagaimana bisa Kakak tidak menyukai wanita seperti sekretarisnya ini?' Farah terus menatap Sandra dengan tatapan terkesimanya. Sandra sedikit mengernyit dengan kelakuan tuannya itu.


"Apa ada yang bisa saya bantu Nona?"


"Bukankah harusnya aku yang bertanya demikian?"


Sandra kembali terkekeh, memang benar Farah selalu bisa mengatur mood seseorang. "Maaf Nona, seperti sebelumnya... Saya tidak berani memberikan anda tugas jika bukan Tuan yang perintahkan!"


"Lalu, dimana CEO KTech itu, apa Kakak sudah datang?"


"Eh?" Sandra kembali mengernyit. "Saya pikir beliau akan datang bersama anda, ternyata tidak..."


Farah mendengus kesal, seperti sebelumnya. Kekasihnya ini memiliki keahlian menghilangkan jejak. "Baiklah, aku mungkin orang yang beruntung bisa mendapatkan gaji buta tanpa perlu susah bekerja!"


Sandra kembali terkekeh melihat sikap Farah saat ini, gadis itu tidak bisa melakukan apapun, bahkan sekedar membuka komputer Sam saja tidak bisa. "Maaf Nona, hanya Sam yang bisa membuka kode aksesnya."


"Aargghh!!" Farah sedikit memekik tidak senang.


"Ppfftt... Anda lupa, Sam merupakan co-founder KTech, komputer miliknya adalah nyawanya. Dimana seluruh database penting tersimpan aman di dalamnya."


"Kemarilah Nona, jika anda ingin tahu apa yang sedang aku lakukan. Tapi ingat, anda tidak boleh merekam dan menyebarluaskannya keluar!"


"Ayey Kapteeen!"


"Hahaha... Anda sungguh menggemaskan, wajar jika Tuan sangat memanjakan anda!"


DEG!


Farah tersentak mendengar pujian dari sekretaris kekasihnya yang terdengar berlebihan. Tepat setelahnya dia mendengar notifikasi chat masuk dari seseorang. Farah buru-buru membuka aplikasi chatnya, sayangnya ternyata bukan berasal dari seseorang yang ada dipikirannya.


[ King_Axcel : Ayaaang! Ketemuan yuk, kangen kamuuu... ]

__ADS_1


Farah mendadak gelisah setelah membaca pesan yang dikirimkan pria melambainya. 'Si Bodoh ini, enak bener manggil sayang kayak gini.. Dia gak tahu apa kalau ketahuan laki gue, nyawa gue bisa out!!'


[ Farah_Lee : Sorry Cel, gue sibuk... Lu tahu sendiri sekarang gue magang di KTech! ]


Tring!


Farah termangu, tanpa perlu menunggu waktu lama pria di seberang sana sudah kembali membalas pesannya dengan super cepat. Farah berubah sendu, sikap Axcel, tak ubah dirinya yang sedang mengejar cinta kakak sepupunya. Axcel tidak pernah sekalipun membuat Farah menunggu dalam membalas pesannya.


[ King_Axcel : Lu kerja disana diperbudak ya, Ay? ]


Farah merasa iba pada Axcel, memang benar, biasanya mereka tidak perlu berpikir panjang untuk melakukan apapun selama ini. Hanya saja, semenjak Farah terjerat dengan Keenan, tentu saja menjadi lain ceritanya.


"Ehm... Miss Sandra..."


"Iya, Nona?"


Sandra berbalik badan setelah mendengar tuannya memanggil dirinya. Farah terlihat gelisah sejenak, tapi dia ingin sekali mencobanya. "Maaf, bolehkah aku makan siang di luar? Aku memiliki janji dengan Mei dan Lyn..."


"Oh itu, hehehe..." Sandra terkekeh melihat ekspresi Farah yang begitu tegang saat ini. "Sejujurnya, boleh-boleh saja... Tidak ada aturan yang mengatakan karyawan tidak boleh makan siang di luar. Hanya saja, ini anda... Hihi!"


Sandra mengambil ponselnya dan terlihat sedang menghubungi seseorang, Farah hanya mampu menunjukan senyum canggungnya. "Nona..."


"Iya!" Farah segera menjawab dengan raut wajah yang masih terlihat tegang.


Sandra merasa terhibur dengan keberadaan nona kecilnya. Selama ini, dia selalu diliputi perasaan tegang sama seperti yang dialami Farah saat ini. "Barusan Sam mengantarkan pesannya padaku, dia mengatakan mengijinkan anda keluar. Dengan syarat, anda harus mengerti batasan akan larangan Tuan Muda."


Farah menelan salivanya, Sandra tersenyum miring. Dia sendiri tidak bisa membantu banyak, Farah mengangguk menanggapi dan berterima kasih sudah memberikannya jawaban.


[ Farah_Lee : Demi you, gue sanggupin kita maksi bareng di xxx... Tapi, kamu gak usah protes kalau gue bawa Mei sama Lyn!! ]


Di tempatnya Acel berbinar dan hatinya merasa berbunga melihat kata demi dirinya Farah menyetujui keluar makan siang bersama. "Farah, ijinkan aku menunjukan perasaanku padamu... Aku yakin, kamu mendapatkan paksaan yang tidak seharusnya dari keluarga angkatmu bukan? Tenang sayang, aku akan melindungimu!!"


[ King_Axcel : Aaarrrgh, ikan pari makan lemper... Anjir gue baper!! ]


Farah terpaku, dia menutup mulut dengan tangannya. Sungguh Axcel memang paling tahu caranya meleburkan kegelisahannya.


[ Farah_Lee : Cari uang sampe kaya, eh ada buayaaa... awokawok! ]


[ Farah_Lee : Gue kasih tambah lemper biar meriah, abis bikin baper gue tinggal ah!! ]


Tring!


[ King_Axcel : Kura-kura nyalip kepiting, ku kira kita something! ]


[ Farah_Lee : Awkarin makan bekicot, you banyak bacot! hahaha ]


Tring!


[ King_Axcel : Ikan hiu makan orang! I love you seorang... ]


[ King_Axcel : Sepuluh menit lagi aku datang ya kesayangan... ]


Farah mencoba menahan tawa sebelumnya. Dia bahkan sudan mengetukkan kepala di meja kerja Sam. Melihat pesan Axcel yang brutal dia buru-buru kembali menghapus history chat-nya sebelum Keenan bisa melacak apa yang sedang dia lakukan.


'Hehe, padahal ini bukan pertama kalinya Axcel menggombal padaku seperti ini... Mengapa rasanya, denyut jantungku tidak karuan... Aku sungguh takut Kakak mengetahuinya!!'


"Ehm, Miss Sandra, jadi saya sudah boleh keluar kan?"


Sandra berbalik kembali menatap nona kecil yang sebelumnya cukup menyita perhatiannya yang tengah menahan tawa saat bermain ponselnya. "Apa tidak sebaiknya anda mengirim pesan pada Tuan lebih dulu?"


"Ide bagus!"


Dengan cepat Farah mencari kontak chat kekasihnya. Sudut bibirnya terangkat saat melihat tampilan foto profil kekasihnya yang kaku seperti seorang calon anggota legislatif negara. 'Tapi mau diapain juga dia tetap ganteng paraaah!!'


Farah memiliki ide, setelah membalas chat dengan Axcel, tiba-tiba saja Farah berpikir untuk melakukannya ada Keenan.

__ADS_1


[ Farah_Lee : Rumput ilalang dipakein gelang, selamat siang menjelang sayaaang! ]


Meanwhile di kantor cabang KTech negara HK saat ini...


Keenan menghentikan rapat setelah bunyi ponselnya berdering dan menunjukkan chat masuk dari akun gadis tengilnya. Senyumnya mengembang setelah membacanya, setelah dia tidak peduli dan kembali menatap dingin beserta angkuh di hadapan seluruh anggota rapat.


"Lanjut!!"


Sisi lainnya, Farah menunggu balasan dengan mengerucutkan bibirnya kesal. Berbanding terbalik dengan Axcel yang akan membalas dalam hitungan detik, kekasihnya justru sebaliknya.


[ Farah_Lee : Awkarin makan kedondong, cuma di read dong!! ]


Keenan kembali membuka ponselnya dengan cepat, kali ini dia mencoba tidak mengeluarkan suara tawanya. Pria itu kembali menaruh ponselnya, dan sedetik kemudian kembali berbunyi. Keenan kembali membuka pesan singkat Farah dan sudah tidak tahan untuk tidak menahan tawanya.


"Pppfftt!!"


"Nani??" Terdengar rutukan lirih dari peserta rapat yang kebingungan dengan sikap tuannya yang benar-benar seperti kerasukan. Bagaimana bisa pria kejam itu menghentikan rapat penting mereka dan justru menahan tawa di kala pria itu sudah memaki habis-habisan anak buahnya.


Sedangkan Sam, dia menghela nafas panjangnya. 'Bahkan disaat paling penting seperti ini, kamu selalu memikirkannya...'


[ Farah_Lee : Dah lah, sayang sibuk ya? Jangan lupa makan siang, jangan terlalu cape dan beristirahatlah... Jangan lupa cinta aku, jangan lupa sayang sama aku, jangan lupa rindu sama aku! ]


[ Farah_Lee : Ikan hiu joget kayang, I love you, sayaaang! ]


Triiing!


[ Keenan_Kaviandra : Love you too, Baby! Don't disturb me now! ]


Farah membatu, matanya membulat. Dia tidak sedang salah membaca, dia benar... Kekasihnya membalas pesan singkatnya. "Aaarrkk..."


Sandra mendelik terkejut dengan pekikan nona kecilnya. "Nona, apa ada sesuatu?"


"Ah, maaf... Aku hanya sedang bahagia!"


Sandra tersenyum membalas senyuman hangat nona kecilnya. Sisi lain hati Sandra merasa iba, gadis kecil itu bisa terjerat dengan tuan muda mereka yang kasar dan keras.


[ Farah_Lee : Aaarhh, aku kasih cium semangat deh... Mmmuuaachh! ]


[ Farah_Lee : Sayang, aku makan siang di luar ya... Aku harus menutup mulut Meishya karena mencatut namanya semalam. ]


Keenan kembali membuka pesan dengan cepat, kali ini respon Keenan sedikit lebih panas. Pria itu melonggarkan dasinya, dia sudah membayangkan gadis tengilnya tengah mencium mesra pipinya. 'Shiiit!'


Keenan bangkit dan menjauh dari meja rapat untuk segera melakukan sambungan telepon dengan gadis tengilnya.


"Halo Sayaaang!!" sahut Farah segera dengan manja dan nyaring.


"Ck," Keenan berdecak sedikit kesal. "Makan dimana?"


"Huh, orang tuh tanya kabar ceweknya dulu baru nanya yang lain!" Farah merutuk dengan respon prianya.


"Aku sedang meeting!"


"Eh, maafkan aku..." Farah mengernyit heran, bagaimana mungkin kakaknya menghubunginya dikala dia sedang rapat bekerja.


"Jadi?"


"Ehm, aku akan pergi makan ke restoran paling terkenal paling mahal di kota S, karena aku akan mengirimkan tagihannya pada pria paling kaya di kota dan negara S!"


Keenan mengembangkan senyuman saat mendengar Farah berujar sedikit kesal. "Hm, be careful... Ingat, jangan macam-macam di belakangku!"


"Tenang Sayangnya aku, aku akan selalu hati-hati di jalan, untuk kamu yang di hati, ingat juga untuk menjaga hatimu untukku selalu, karena hatiku juga gak akan ikut jalan-jalan kali ini!"


Keenan menundukkan wajahnya, dia tersenyum mendengar ocehan gadisnya di seberang sana. 'Aku sepenuhnya dikalahkan olehmu, Degil! Aku semakin tidak ingin jauh darimu...'


--- To be continue ---

__ADS_1


__ADS_2