Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 82 # Bau Skandal...


__ADS_3

Keenan kembali menuju ruangan dimana Farah tengah beristirahat, dia membawa semangkuk bubur ditangannya. Setelah kepergian dokter Vero, Keenan menyuruh Sam menebus obat segera dan membawakan makanan yang direkomendasikan dokter untuk Farah makan sekarang.


"Bagaimana keadaanmu?" Keenan duduk di samping tubuh Farah, gadis itu bangkit dan melengkungkan senyuman. "Tante bilang lambungmu hanya boleh menerima makanan tawar. Sam membawakan bubur ini."


"Terima kasih Kak..." Farah segera menggelayut manja di tubuh Keenan. Demi mengusir rasa tidak nyaman dia harus melakukan akting yang sempurna agar Keenan tidak curiga padanya.


"Mau makan sekarang?" tawar Keenan menunduk menatap Farah yang masih terlihat pucat.


"Suapin ya!" Farah mendongak dengan merengek, tak lupa dia mencium pipi kekasihnya.


Keenan tersenyum membalas mencium pipi Farah sekilas. Dengan perlahan Keenan menyuapi adik kesayangan keluarganya. Hampir sepuluh menit Keenan memanjakan Farah, gadis itu telah menghabiskan makanan juga telah meminum obatnya. Keenan mengusap perlahan wajah gadisnya yang tengah terlelap.


"Kenapa tubuhmu panas begini!" Keenan tersadar, Farah tidak jauh lebih baik. Gadis itu justru terserang demam saat ini.


Tuutt!


"Siapkan mobilku segera, aku akan membawa Farah keluar!"


"Baik Tuan!!"


Gegas Keenan menggendong Farah dan membawanya turun menuju kediamannya di Condo. Perasaan Keenan berkecamuk hebat, baru sehari dia bertemu gadisnya tapi Farah sudah menunjukan gelagat aneh yang membuat kepalanya hampir pecah sehari ini.


Tanpa waktu yang lama Keenan sudah meluncur dan berada di Condominium kediaman pribadinya. Pengawal juga pengurus kediaman yaitu paman Tang sudah menyambut kedatangan mereka di depan pintu masuk.


"Selamat siang, Tuan!" Paman Tang menunduk menyambut kedatangan tuan mudanya, batin pria paruh baya itu bertanya-tanya. 'Ada apa dengan Farah?'


"Lekas buka pintu kamarku!" titah Keenan menggema membuat beberapa pelayan melakukan perintahnya.


Jenny yang memperhatikan kedatangan tuannya menatap dengan sorot mata sinis. Dia begitu kesal, semenjak kedatangan Farah, tuannya selalu mengutamakan gadis pembuat onar itu. 'Cih, ternyata banyak juga taktik wanita sialan itu! Kita lihat saja nanti...'


Sebelum meninggalkan ruangan pribadi tuannya, paman Tang sudah mengerti apa saja yang diminta Keenan untuk Farah. Akhirnya paman Tang mengetahui jika gadis mereka tengah sakit dan mengalami demam. Keenan menutupi tubuh Farah dengan selimut, tangannya menggenggam salah satu tangan Farah. Dia menggenggamnya dengan erat dan berucap begitu lirih memanggil gadisnya. "Farah..."


"Papaaa... Ibuuu... Farah rinduuu!"


Deg!


Hati Keenan mencelos, gadisnya tengah mengigau saat ini. Disaat bersamaan paman Tang sudah membawakan air hangat dalam wadah berikut handuk kecil di tangannya. "Maaf Tuan, air hangatnya sudah siap!"


"Taruh disini, bawakan beberapa pakaian Farah dan masukkan kemari. Suruh pelayan wanita mengganti pakaiannya." Keenan kembali memberi perintah, paman Tang mengerti dan meninggalkan ruangan.

__ADS_1


"Papaaa... Jangan tinggalkan Faraaah!!"


Keenan kembali berbalik menatap nanar kekasih kecilnya. Sekuat tenaga Keenan menahan air mata yang dia sendiri tidak mengerti mengapa berembun di bawah kelopak matanya sekarang ini. "Faraaah..."


Dengan telaten Keenan mengusap wajah gadisnya menggunakan handuk hangat, Keenan menatap bayangan gadis kecil di wajah Farah.


"Papaaa!!" Farah terbangun dengan jeritan melengkingnya, matanya terbelalak saat melihat Keenan. "Kakaaak!!" Secepatnya Farah memeluk Keenan dan menangis sejadi-jadinya.


"Tenang Sayang, Kakak disini... Apa kamu bermimpi buruk?" Keenan menepuk perlahan punggung gadisnya yang sudah basah oleh keringatnya.


"Hiks, aku bermimpi buruk... Aku takut! Aku takut kehilangan orang yang aku cintai lagi..." Farah mendorong tubuh Keenan perlahan. Dia berujar disela isak tangisnya, hati Keenan semakin nyeri melihat gadis ceria itu berubah dalam semalam.


"Aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu... Tidurlah kembali, kamu demam... Kamu harus banyak istirahat..."


Farah menggeleng, dia kembali memeluk Keenan dengan eratnya. "Aku takut, aku takut saat aku menutup mata aku kehilangan segalanya!"


Keenan mengulumkan senyumannya, ia kembali ingat dulu saat dia membawa gadis kecil kerumahnya. Gadis itu hanya mau tidur ditemani olehnya. "Kakak sudah bilang, Kakak akan menemanimu... Jangan takut, aku akan membunuh semua orang jahat itu..."


Farah mengangguk, dia kembali merebahkan dirinya menutup mata dan terpejam begitu saja. Tanpa Farah sadari, Keenan menyuntikkan obat penenang di tengkuk leher Farah. "Maafkan aku,"


Keenan mencium kening gadis kecilnya, dia kembali menaikan selimut setelah memperbaiki posisi tubuh Farah. Keenan bangkit dan menghubungi kembali asisten khususnya untuk membawakan berkas pekerjaan ke Condo.


Paman Tang sudah kembali dengan pelayan wanita yang akan menggantikan baju Farah dengan pakaian tidur. Keenan menghela nafas berat, setelahnya dia kembali memberikan perintah pada paman Tang membawakannya wine serta cerutu.


"Siapkan air panasku, aku ingin berendam!"


"Baik Tuan!"


***


Kantor KTech Pusat, 12.00 PM.


Disisi lain di kantor milik Keenan, pria itu tidak mengetahui bahwa ibunya datang. Sebuah mobil mewah berjenis Royce Royal Phantom terparkir di depan lobby KTech. Seluruh jajaran security dan staf bersiap di tempat menghormat pada nyonya besar Kaviandra yang tiba-tiba datang berkunjung ke salah satu perusahan milik putra sulungnya.


"Selamat Siang Nyonya... Mengapa anda tidak mengatakan lebih dulu, kami tidak mempersiapkan apapun!" Sandra bergegas menyambut kedatangan nyonya besar. Hal ini diketahui saat Sam memberitahukan padanya lewat kamera pengawas.


"Ah iya, kemarin Farah cerita, Keenan seminggu ini tugas keluar. Dia juga merengek bosan dan tidak mau makan karena tidak enak. Duh, anak itu memang sangat manja... Hahaha..." Nyonya Lyn menjawab dengan ramah, bahkan tak tanggung menjelaskan alasan kedatangannya. Dia menunjukkan kotak bekal yang khusus dia masak sendiri untuk putri kesayangannya.


"Apa Keenan sudah datang?"

__ADS_1


Sandra terlihat memucat, dia sendiri belum bisa memastikan apakah akan menjawab dengan jujur prihal kondisi Farah juga tuannya yang baru saja keluar atau mengarang.


Semua orang berkerumun, mereka juga terdengar saling berbisik. Kedatangan nyonya besar tentu menjadi kehebohan tersendiri, apalagi wanita paruh baya itu dengan jelas mengatakan mengantarkan makanan untuk Farah. Gadis kecil yang hanya seorang putri angkat saja mendapatkan perlakuan yang spesial oleh keluarga Kaviandra.


"Pantas aja Tuan Muda juga begitu memanjakan Nona Farah, Ibunya saja begitu..." cicit salah seorang pegawai mengomentari dan memilih berbincang dengan rekannya.


"Iya, enak bener jadi Nona Farah, mendapatkan seluruh perhatian Keluarga besar Kaviandra, apalagi Tuan Muda!" timpal rekannya menambahkan.


Disisi yang lain, Meishya dan Ceillyn mendadak kepo luar biasa. "Itu siapa? Kok perlakuannya kek kedatangan Ratu Elizabeth sih?!" cicit Ceillyn lirih ikut dalam barisan staf yang tengah menggosip.


"I don't know!" sahut Meishya tak kalah lirih, namun ikut antusias.


"Dia Nyonya Besar Kaviandra, beliau berkunjung. Dia bilang membawakan makan siang untuk anak angkatnya Farah." jawab seseorang yang tak lain adalah atasan keduanya.


Meishya juga Ceilllyn langsung membuka mulut mereka lebar, selama ini Farah tidak pernah menceritakan detail keluarga angkatnya. Tidak mereka sangka, apa yang dikatakan kakak angkatnya benar. Farah adalah anak kesayangan keluarga Kaviandra.


"Selama ini, Nona Farah tidak pernah ditunjukkan. Melihat kedekatan dia dan Tuan Muda, kami malah berpikir mereka seperti pasangan dibanding sodara... Ah, ga tahu deh!"


Mendengar penjelasan atasan mereka, Meishya serta Ceilllyn saling pandang seolah berkomunikasi lewat pikiran. Apa yang mereka lihat tadi pagi juga sebuah tanda tanya besar. Apa wajar seorang kakak mencium bibir adiknya mesra di depan umum?


"Em, maaf Nyonya... Baru saja Tuan pulang dan..." Sandra kembali melanjutkan pembicaraan sebelum nyonya besar mereka memasuki lift.


Nyonya Lyn mendadak tidak enak perasaan, dia menatap tajam Sandra. Wanita karir sejati itu menelan ludah dan kembali melanjutkan kalimatnya. "Tiba-tiba Nona demam dan langsung dibawa pulang oleh Tuan Muda."


"Apa?!" Nyonya Lyn memekik terkejut, hampir saja dia menjatuhkan kotak bekal untuk putri kesayangannya.


"Kalian sungguh keterlaluan!! Jika saja aku tidak kesini, apa kalian tidak akan memberitahukan berita ini ke kediaman besar, hah?"


Sandra menunduk, dia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Jelas tuannya tidak mengatakan atau memberi perintah apapun.


"Chen!" Nyonya Lyn segera memanggil pengurus kediaman besar. "Kita pergi ke Condo sekarang!!"


Beberapa orang yang bertahan dengan memperhatikan drama barusan semakin dibuat penasaran. Terlebih duo racun sahabat dekat Farah.


"Farah sakit? Jelas tadi pagi dia seger buger!"


Ceillyn menatap Meishya kebingungan, yang ditatap menaikan bahu tidak mengerti. Jelas, mereka mencium bau skandal besar.


--- To be continue ---

__ADS_1


__ADS_2