Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 46 # Huru-hara


__ADS_3

"Berapa dana yang tersedia?!"


Tuan Wei memang sudah mengira, Keenan sedang menunggu waktu yang tepat untuk mem-bid dan membuat semua orang tidak bisa lagi menawarkan harga setelahnya.


"Maksimal dinilai dua puluh lima, Tuan!" Asisten Lee menunduk dan menekankan tuannya agar tidak mengambil keputusan yang terburu-buru.


"Jika kita tidak mendapatkan lahan ini, kamu bisa mendapatkan dimana lagi untuk membangun Lab HiTech?!" Mr. Wei menatap tajam asistennya. Pria itu mengerti keinginan tuannya, dia kembali membuat penawaran sebelum terlambat.


Ting!


"Dua puluh lima triliun!"


Keenan semakin mengembangkan senyumannya, dia menatap sekilas pada musuhnya. "Hanya segitu kemampuanmu?"


"Wow! Pelelangan kali ini membuat seluruh organ tubuhku bergetar semua!" Pembawa acara kembali tidak bisa berkata-kata lebih semua nilai ini tidak pernah terbayangkan sama sekali.


"Sepertinya sudah tidak ada lagi yang menawar? Mari kita hitung bersama..."


Tuan Wei terlalu awal mengembangkan senyumannya sampai Keenan bangkit dengan menyisakan tanya di benak para peserta.


Ting!


"Empat puluh triliun!"


"Deaaal!"


"Pemenangnya adalah Tuan dengan nomor ID 009! Selamaaat!!"


Braaak!


Tuan wei bangkit segera, dia menendang meja di hadapannya, salah satu tangannya mengisyaratkan kode pada eksekutor terbaiknya. Si pria kurus tinggi dengan wajah yang selalu dibuat tidak bersahabat itu menyeringai. Dia mengerti apa yang diinginkan tuannya.


Keenan keluar lebih dulu dari area pelelangan, seluruh anak buahnya tengah dimandatkan untuk mengurusi keperluan berkenaan pelelangan barusan. Keenan mengendarai Porsche miliknya, dia sedang dalam perjalanan pulang menuju salah satu penthouse miliknya.


"What are you doing, Baby?" Keenan terus memikirkan Farah dalam benaknya. "I hate to say, I really miss you!"


Pikiran pria itu tengah penuh oleh gadis kecil tengilnya, suara berisik yang sudah dihafalnya kembali terngiang, dia semakin ingin segera pulang sekarang.


Braaak!


"Shiiit!"


Keenan yang sedang dalam suasana hati yang lumayan, mendadak kembali kesal oleh ulah musuh yang bisa diprediksi siapa gerangan. "Heh, kamu sudah tidak sabar mengeksekusiku?"


Brooom!


"Activated!"


EYES Activated...


Welcome back Mr. K ... We'll check your medical ... Hold on ...


Mobilnya sudah berubah seluruhnya, panel pintar tersedia di depan matanya. Orang luar tentu saja tidak mengetahui mobil mewah itu adalah mobil yang sudah dimodifikasi dengan fungsi luar biasanya.


"Synchronize with Porsche 911 in NYC!"


Noted!


Dor!


Tanpa perlu waktu lama, letusan senjata api sudah terdengar dan menargetkan dirinya. Keenan menyeringai, dengan santai dia menekan salah satu tombol di kemudinya.


Kraaak!

__ADS_1


Dari bawah mobilnya muncul senapan laras panjang dengan lubang peluru yang banyak siap untuk mengeluarkan timah panasnya.


Dor... Dor... Dor... Dor...


Rentetan tembakan beruntun Keenan layangkan pada musuhnya.


Cekiiit!


Keenan menyeringai melihat dari kaca spion mobilnya. Seluruh mobil musuhnya ketar-ketir dan sebagian melakukan rem dadakan yang memekakkan telinga. "Apa kalian pikir bisa menangkapku dengan kemampuan seperti itu?"


"Cih, aku mungkin kalah jumlah, tapi seorang Mr. K setara dengan lima ribu pasukan sejenis kalian! Hahahaha..."


Baru bermain sebentar Keenan sudah merasa bosan, dia mulai serius dan mengakhiri tingkah layaknya Tom and Jerry ini. Keenan menaikan speed mobil cepatnya, dia melakukan gerakan manuver dan membalikkan posisi mobilnya di hadapan musuhnya.


Semua orang terlihat berlomba mendekatinya. "Sorry, I'm busy!"


DUAAAR!


Bruuum!


Keenan melayangkan basokanya, meledakkan seluruh musuh di hadapannya dalam satu kali menekan tombol persenjataan di kemudinya. Dengan kecepatan maksimal Keenan menghindari ledakan dengan kepuasan ganda, dia memenangkan lahan emasnya, dia juga akhirnya bisa menyalurkan hasrat membunuhnya setelah sebelumnya di buat begitu emosi oleh tingkah adik kesayangannya.


Dalam beberapa menit saja Keenan sudah berada di area mansionnya. Dia bergegas masuk dan membersihkan dirinya. Dia begitu lelah, butuh pemandian air panas untuk merilekskan tubuhnya. Energi Chi-nya juga sudah menurun drastis saat menggunakannya dalam pertempuran barusan.


"Aku sungguh gila, Baby!" Keenan sudah selesai berendam. Dia menyesap rokoknya, dia juga menenggak wine di area balkonnya.


Walau pemandangan kota begitu indah, dia justru begitu tertarik dengan pemandangan wallpaper gadis cantiknya. "Aku tidak bisa tidur tanpa kamu disampingku! Fu-ck!"


Keenan mengumpat juga bermonolog sendiri. Dia mencium ponselnya, rasanya dia baru merasa puber di usianya yang hampir mendekati kepala tiga.


"Selamat malam, Tuan!"


Braaak!


Keenan terkejut dengan kedatangan asisten pribadinya yang bagai hantu. Datang tidak di panggil, pulang harus dibentak!


"Samuel Park!!" maki Keenan berang menatap nyalang Sam.


'Haisssh, mampus Samuel. Udah tahu gak ada pawangnya, dia balik lagi ke setelan pabrik!' Sam merutuk pasrah. 'Tuan gue aneh bin ajaib, sejak kapan dia kagetan? Orang barusan dia baru bunuh orang!'


"M-maaf Tuan, saya mengagetkan anda... Saya perbaiki atau beli baru?" Sam mendelik pasran memberikan ponsel Keenan yang sejujurnya tahan banting bahkan tahan nuklir jika perlu.


"Tidak usah! Jangan sok peduli!"


Sam membuka mulutnya lebar, dia semakin yakin Keenan kerasukan. "Apa ada yang perlu saya banting? Eh, bantu maksudnya!"


"Enyah dari hadapanku sekarang juga!" Keenan semakin kesal dengan keberadaan Sam sekarang.


"Anda yakin mengusir saya? Padahal saya intel yang akan mengabarkan keadaan di kediaman besar." Sam semakin menjadi mengusili temannya.


"Kamu mulai kurang ajar. Potong bonus!"


Sam mengeraskan rahang dengan wajah menyedihkan, tahu begitu dia tidak mau mengusili tuannya yang ababil!


"Cepat katakan!"


"Mana satu?"


Keenan semakin kesal dibuat anak buahnya. "Orang tuaku bodoh!"


"Owh, kirain Ayang Farah!"


Bruk!

__ADS_1


"Aarkk!"


Keenan melempar ponselnya kembali membidik kening lebar Sam. Asistennya kembali memekik dan memegang keningnya setelah menangkap ponsel tuannya dengan sigap.


"Balikin!"


"Huhuhu, anda kejam sekali padaku... Apa anda lupa masa-masa indah kita berdua!"


"Samuel Park, enyah ke bermuda sana!"


Sam ngacir dari tempat tuannya, dia masih sayang akan nyawanya. Walau dia yakin 1000% Keenan tidak akan mampu membunuhnya.


***


Universitas S, 09.00 AM.


Beberapa hari kemudian...


"Akhirnya lu masuk juga!" Ceillyn menyambut kedatangan Farah yang diturunkan oleh pengurus Chen.


"Kenapa? Kangen ama gua?" Farah menyeringai menggoda sahabatnya.


"Dih, pede!" rutuk Meishya menghampiri keduanya.


"Ayang!"


Ketiga wanita itu sudah menunjukan wajah frustasi di pagi hari yang cerah ini.


"You back... You back... You back!!" pekik Axcel mendekati mereka.


"Najis banget gue ama dia!" Meishya bersedekap tangan mengolok pria yang tidak memiliki pendirian.


"Yes, sakit telinga gue!" Ceillyn menimpali dengan wajah ditekuknya.


"Bodmat, ngapain juga lu pada urusin urusan gue!" rutuk Axcel menghardik kata-kata sarkas teman gadis pujaannya.


"Ayang, kamu udah sembuh?"


Farah menghela nafas pasrah, dia dan ketiga temannya kembali berjalan menuju kelas mereka.


"Selamat pagi semuanya!" Dosen Victor menyapa kembali kelas yang diajar olehnya. Dia tersenyum pahit saat melihat Farah sudah kembali berada di mejanya.


Semua tatapan mata teman Farah selalu seperti mengintimidasinya semenjak kedatangannya. Farah berusaha bodo amat dengan atmosfer sekitarnya. 'Ada apa dengan mereka ini!'


Hal yang tidak diketahui Farah adalah ketidakhadiran dosennya yang ikut serta setelah anak didiknya itu absen. Meishya menatap Farah nyalang. 'Ada apa sebenarnya dengan dia? Bahkan Pak Victor harus ikut absen pas dia absen. Sungguh mencurigakan!!'


Suasana kelas kembali seperti semula, dosen Victor menerangkan mata kuliah mereka tanpa ingin membuang waktu. Saat telah selesai, dia menyuruh muridnya untuk menyelesaikan kasus soal. Semua anak didiknya patuh dan mengerjakan dengan tertib. Tanpa mereka sadari, pandangan dosen Victor mengarah pada salah satu anak didiknya. 'Aku memang harus menjaga jarak denganmu. Namun, bukan berarti aku tidak boleh menatapmu saat di kelas, bukan?'


Dosen Victor mengalami kecelakaan aneh, rem mobilnya tiba-tiba blong di saat dia seperti dibuntuti beberapa kelompok dengan mobil plat hitam mereka. Dia sempat menduga bahwa kelompok itu adalah bagian dari keamanan Kaviandra. Karena tepat sehari setelah Farah absen, dia mendapat beberapa ancaman dari surat kaleng yang dikirimkan melalui surel elektroniknya. Semua ancaman itu merujuk pada kedekatannya dengan Farah. Beruntung sekali nyawanya masih tertolong dan sekarang dia bisa kembali mengajar seperti sebelumnya.


Satu jam berlalu, kelas telah selesai Farah merapikan peralatan tulisnya begitu pula dengan kedua teman-temannya. Dengan tergesa Farah meninggalkan Meishya juga Ceillyn, dia menghadap dosennya sebelum pria itu pergi dari kelas.


"Pak!"


"Ya?"


Dosen Victor begitu senang saat Farah dengan inisiatif sendiri mendekatinya.


"Maaf, kemarin aku absen lumayan lama. Aku sudah siap melakukan test perbaikan nilai!"


Dengan wajah yang langsung murung dosen Victor mengulumkan senyuman getirnya. Bagi Farah, tentu saja dirinya bukan siapa-siapa. "Apa kamu mau langsung melakukannya saat ini juga?"


"Iya, lebih cepat lebih baik. Bapak tidak tahu bagaimana aku di hukum karena nilai jelek ini!" Farah merutuk kesal, dia masih ingat bagaimana Keenan mengejek kepintarannya tempo lalu.

__ADS_1


Deg!


--- to be continued ---


__ADS_2