Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 130 # Revenge


__ADS_3

Sam menundukan kepalanya, kedua tangannya mengepal menunjukan buku tangannya yang memutih mengalirkan emosi disana. Dia tidak mengerti bagaimana bisa sampai sekarang mereka tidak menemukan tubuh Farah. Jikapun Farah meninggal, harusnya jasadnya lebih mudah di temukan.


Sam bukannya berdiam diri, dia sudah mengerahkan seluruh tim SAR bahkan robot canggil PL milik KTech sekalipun sudah bergerak terus menelusuri seluruh perairan Samudra Hindia dan kemungkinan pulau yang akan jadi tujuan akhir tubuh Farah. Tapi hasilnya nihil!!


'Farah benar-benar seperti di telan bumi!! Aku mencurigai ada seseorang menyembunyikannya... Semuanya begitu rapi!!' batin Sam berkecamuk hebat.


Tak lama Karen kembali memerintahkan Sam untuk terus mencoba mencari Farah ke seluruh penjuru dunia jika perlu! Jika pun Farah telah meninggal, dia ingin tubuh Farah kembali kepada mereka saat ini.


Sam pamit undur diri dan meninggalkan Karen di sana. Karen kembali berbalik badan menatap ruangan kaca dimana kakaknya tengah mendapat perawatan. "Lihat Keenan... Ini ulahmu bedebah... Adik kesayanganku menghilang karenamu!!" Karen menjatuhkan air matanya kembali.


Karen melangkahkan kakinya, dia berencana menemui kakak kesayangannya. Karen sudah mengenakan seragam khusus untuk menemui pasien ICU. Air matanya semakin deras keluar dari sarangnya saar dia melihat kondisi kakaknya saat ini. Selang terurai dimana-mana tertancap di tubuh dingin kakaknya.


Ttuuut... Ttuuut... Ttuuut...


Karen hanya bisa di sambut dengan bunyi detak jantung Keenan. Hatinya sungguh sanagt rapuh saat ini.


Bruuukk!


"Huhu...Huhu..."


Karen tidak kuat, dia tersungkur jatuh di lantai tepat di samping ranjang rawat kakaknya.


"Ka u ber bo hong..." ucap Karen terbata di tengah isak tangisnya.


"Huhu... hiks..." Karen mencengkram erat di besi ranjang.


"Kakak bohong!" Karen terus meracau mencela kakaknya. "Kakak bilang akan selalu melindungiku, melindungi Farah... Kau bilang kami nyawamu! TAPI MANAAA... HUHU!"


Tubuh Karen bergetar hebat, sudah seminggu ini pikiran kalut, hatinya sakit, penyesalan terus menggerogotinya. Jika saja saat itu dia menghentikan Farah untuk pergi sendirian mungkin saat ini mereka masih bersama.


"BANGUNLAH KAAK!!" Karen tengah menjerit di dalam ruangan.


"Sudah cukup kamu tidur dalam sepekan ini!! FARAH BELUM JUGA DI TEMUKAN... KEMBALIKAN DIA, BAWA DIA PULANG KAKAAAAAK!! Aku moohoon... Huhu... Huhu!"


"Bawa dia kembali, dan jauhi dia seperti dulu... Dengan begitu dia akan selalu aman berada di tengah keluarga kita!" Karen sudah kacau sepenuhnya, dia seperti tengah gila saat sekarang.

__ADS_1


"Kita tidak pernah kehilangan dia lagi!! Huhuhu..."


Tanpa Karen sadari, jemari Keenan mulai terlihat bergerak merespon walau masih sangat lemah.


***


Flashback kejadian seminggu yang lalu saat ledakan terjadi.


"Tuan, mengapa kita kemari?" tanya salah satu anak buah Axcel.


"Aku merasakan firasat buruk tentang wanitaku!" sahut Axcel gelisah.


Axcel yang dalam keadaan koma setelah kejadian naas di habisi Keenan saat itu kini telah sembuh sepenuhnya. Dia di bawa oleh Kakeknya ke Negara J untuk melakukan pengobatan di bawah ahli medis Klan Naga! Hari dimana Farah bertemu dengan Karen untuk mencari tempat di Sektor Industri K, Axcel baru datang dari Negara J kembali ke negaranya dan berencana menuntut balas pada Keenan serta merebut Farah secara terang-terangan.


Axcel yang sangat peka terhadap sosok Farah begitu senang saat dia melihat Farah yang saat itu memasuki klinik ibu dan anak. Jantung Axcel bedebar tidak menentu, dia mengepalkan kedua tangan dan berencana menghampiri gadisnya.


Axcel yang ingin mengejutkan gadisnya sengaja tidak menampakan diri, dia juga membayar dokter disana agar Farah mendapatkan pelayanan terbaik. Betapa terpukulnya Axcel saat mengetahui bahwa gadisnya tengah mengandung.


"Aku ingin sekali membunuh pria itu!!" geram Axcel saat mengetahui kebenarannya.


Axcel juga mengetahui aksi kejar-kejaran Farah dengan komplotan black shadow. Dia juga yang tanpa di ketahui wanitanya memberikan akses jalan agar bisa dengan mudah keluar. Sialnya pihak musuh begitu banyak, dia tidak banyak membawa anak buah saat itu. Speed boat yang mendekat yang menyebabkan detektor bom aktif di kontainer itu adalah dirinya dan anak buahnya. Dia berencana menyelamatkan Farah!


Byuur!


"Tuan!"


Beberapa anak buah menolong tuannya naik ke kapal dan melesat cepat menuju daratan.


"Bangun Faraaaah!!!" Axcel tengah memberikan pertolongan pertama pada wanita yang di cintainya.


Farah masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Axcel segera memeluk erat tubuh gadisnya yang mulai dingin. Dia mulai melakukan skin ship, berharap cara ini bisa membuat tubuh Farah tetap hangat.


"Lihat Farah, pria yang kamu cintai mati-matian membuatmu hampir mati seperti ini!!" sungut Axcel emosi.


"Mulai saat ini... Ijinkan aku yang menjagamu selanjutnya... Aku akan pastikan, kamu akan bahagia denganku..."

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, tubuh Keenan muncul di perairan setelah shield yang dimilikinya mati seiring energi chinya yang habis total. Speedboat yang di tumpangi Sam terhempas ratusan meter, setelah keadaan cukup normal Sam meluncurkan 10 robot PL mencari tuan mereka.


Sinyal SOS menuntun robot PL menemukan tubuh Keenan dengan cepat, sialnya tidak dengan tubuh Farah. Mereka benar-benar kehilangan jejak wanita tuannya.


Kediaman Kaviandra.


BRAAAAK!!


"APA MAKSUD SEMUA INI SAMUELL!!!" pekik tuan besar Kaviandra menggebrak meja.


Brukk!


Sam segera bersimpuh di hadapan seluruh keluarga Kaviandra. "Ampuni kelalaian saya Tuan, saya siap menerima hukuman..."


"Faraaaaaah!! Dimana dia SAAM?!!" jerit Karen saat mendengar kondisi kakaknya dan juga hilangnya Farah. Dia dan nyonya Lyn berpelukan bersama.


Nyonya Lyn telah menangis dengan deras. "Bagaimana bisa seperti ini... Huhu!"


"SIAPA YANG BERANI MENYEMBUNYIKAN ADIKKU AKU AKAN MEMBUNUHNYA!!"


"KAREEN!!" hardik tuan Kaviandra merasa kepalanya di tusuk ribuan jarum dalam waktu bersamaan.


"Kalian berdua bisa pergi kerumah sakit mengurus Keenan, biar papa urus mengenai hilangnya Farah!"


"FARAAAAH!! HUHU..."


Sam masih bersimpuh di hadapan semua dengan tak luput membanjiri wajahnya dengan air mata penyesalannya.


"Maafkan saya nyonya, tuan dan nona muda... Saya akan menerima hukuman sekarang juga!"


Sesuai janji dan sumpahnya, Sam akan melakukan harakiri jika tugasnya gagal dalam melindungi tuannya.


Karen memeluk erat ibunya, dia sungguh sesak tidak bisa menerima kabar duka ini. Tuan Kaviandra berkacak pinggang, kedua netranya juga berkaca.


"Sudahlah, kami masih membutuhkanmu Sam!" pekik tuan Kaviandra mencabut hukuman bagi Sam. "Aku yakin Keenan akan mengerti!"

__ADS_1


"Terima kasih tuan..." Sam bersujud berkali kali di hadapan semuanya. "Saya bersumpah, akan mengabdikan hidupku selamanya untuk keluarga Kaviandra!" janji Sam kembali sujud dan baru bangkit saat tuan Kaviandra menyuruhnya.


--- To be continued ---


__ADS_2