
Farah mengerti setiap instruksi yang dikatakan oleh anak buah kekasihnya. Ron mengulumkan senyuman memberi kekuatan pada Farah yang tidak bisa menyembunyikan ketakutannya. “Anda tenang saja, saya yakin Tuan sedang dalam perjalanan menyelamatkan kita saat ini!”
Farah menganggukkan kepala mengerti, dia melakukan teknik pernafasan agar dirinya semakin rileks dan tidak membahayakan janin dalam perutnya.
‘Sayang, seperti sebelumnya… Tenanglah di perut Ibu ya… Ibu yakin, Papamu akan segera mengeluarkan kita dari situasi sulit ini seperti yang selalu dia lakukan melindungi Ibu selama ini!’
Ron mulai membaca situasi mereka, musuhnya mulai mendekat ke arah mereka. Dengan cepat Ron bangkit dan bersiap menjadi umpan serta mengulur waktu. “Wah, aku tidak menyangka… Ternyata, Tuan Azlan sendiri yang turun tangan walau tahu hanya aku, anak buah yang tidak penting ini yang hanya berada disini!”
Azlan menyeringai dengan melemaskan otot-otot lehernya. "Kamu sungguh tidak berguna sama sekali oleh Mr. K!"
Ron terdiam sejenak, dia mengerti bahwa komplotan musuhnya kali ini paling bisa mengatur strategi melawan dengan efektif dan efisien. Termasuk di dalamnya dengan mengontrol emosi dan kejiwaan musuh mereka.
"Tahu apa kamu tentang kami?!" sahut Ron menyeringai bergerak menjauh dari tempat Farah berada.
“Kamu bukan apa-apa dibandingkan yang lainnya yang selalu Mr. K bawa langsung ke medan pertempuran! Kamu selalu tersimpan rapi dalam bayangan hitam…” Azlan kembali memprovokasi musuhnya dan terus mengejeknya.
"Kau salah besar Tuan Azlan, aku di tempatkan menjaga Nona Muda itu menandakan Mr. K percaya akan kemampuanku... Maka aku tidak akan pernah mengecewakannya..."
Syuuutt!
Dor!
“Now!!” Ron memekik memberi perintah pada Farah agar keluar dari sana sekarang juga.
Pria itu menembak tumpukan palet dan drum untuk mengalihkan perhatian musuh juga menghambat mereka menangkap Farah.
Dengan cepat Farah sudah berlari, dia berusaha semampunya. Demi bayi dalam kandungannya, dia harus terus hidup!
Azlan menyeringai saat bisa memindai tubuh targetnya. Pria besar itu menunjukkan glock dimana targetnya adalah Farah.
"Lawanmu aku brengsek!" pekik Ron langsung menyerang Azlan dengan memukul kearah lawan.
Bug!
Azlan dan Ron terlibat duel satu lawan satu, Azlan memberikan kode pada anak buahnya untuk menyergap Farah saat ini juga sebelum Mr. K menyadari tanda bahaya dari sini dan mengacaukan rencana mereka.
Farah terus berlari dan tidak ingin menoleh sedikitpun kearah belakang. ‘Kamu bisa Farah Lee!!’
__ADS_1
Beberapa orang sudah mendekati dan bersiap menangkap buruan mereka. Dengan sigap Farah berusaha menyingkirkan mereka dengan peralatan yang diberikan Ron sebelumnya.
“Aarghh!” Farah terus menjerit saat beberapa musuh terkapar oleh alat kejut listrik di tangannya.
“Itu dia!” Farah sudah berada dimana mobil Ron terparkir. Dengan cepat dia berusaha membuka pintu mobilnya.
Brugg!
Sialnya, Farah tidak mengetahui salah satu anak buah Azlan sudah mengunci target mereka. Dia memukul tengkuk leher Farah hingga pingsan. "Lapor Tuan, gadis ini sudah di tangan kita!" tutur anak buah Azlan dengan handsfree-nya melaporkan status keberhasilan misi mereka pada atasannya.
Azlan menyeringai, dia tegah mencengkram erat leher Ron. Ron tengah bersimbah darah, dia sudah sangat tahu kemungkinan dia tidak akan menang melawan Azlan.
"See? Kamu tidak memiliki kemampuan melindungi wanita tuanmu... Loser!" Azlan menyeringai, mengejek penuh pada salah satu anak buah kepercayaan Mr. K.
Bruk!
Dor!
"Arrkk... N-nonaa... Ma-afkan a-ku, Tu-an..."
Sedangkan di waktu yang sama, Keenan tengah frustasi berada di dalam jet pribadi menuju kepulangannya.
“Samuel Park!” Keenan kembali memekik, kali ini dia menarik kerah baju asisten khususnya. “Aku tidak percaya jika kamu tidak bisa mengatasi ini semua, bedebah!!”
Emosi Keenan meluap-luap tidak tertahankan, sorot mata merah tajam seolah bersiap membunuh semua orang yang ada dalam jet pribadi mereka.
"Saya sedang berusaha, Tuan!” Sam berusaha menenangkan tuannya. “Tapi, kita sendiri sedang berada di cuaca yang buruk. Kita sendiri tengah menerobos badai! Bersyukur jika kita selamat, bagaimana justru kita terjebak disini sekarang?!"
Keenan terdiam dengan penuturan Sam, dia sungguh tengah dalam ketakutan luar biasa saat ini. Keenan kembali menjerit kencang, dia benar-benar terlihat seperti pria dengan gangguan jiwa.
“Aku tidak peduli! Aktifkan shields dalam skala besar! Aku tidak percaya jika kita tidak bisa menerobos badai ini sekarang!”
Semua orang terpaku dengan instruksi tuan mereka. Seluruh anak buah Keenan memang sudah sangat mengerti. Bahwasanya, hidup mereka tentu saja harus tetap menuruti perintah atasannya. Sekalipun mereka sedang mengantarkan nyawa mereka saat ini juga.
"Aku bersumpah, siapapun yang berani menyentuh gadisku, aku tidak akan segan menyeretnya menuju Neraka sekarang juga!" Keenan tengah menjatuhkan air matanya.
Dia sudah merasakan berjuta rasa yang menggerogoti jiwa dan raganya. "Jika sampai terjadi sesuatu pada Istriku, bahkan dia tergores sedikit saja. Kalian harus menukarnya dengan nyawa kalian!!"
__ADS_1
***
Di sebuah gedung tua yang sudah terbengkalai, lokasi mereka adalah di ujung negara S yang jauh dari jangkauan masyarakat. Tuan Wei tentu saja mencari tempat yang aman, baik dari penegak hukum pemerintahan, juga dari jangkauan musuhnya.
"Apa dia benar wanita Mr. K?"
Suara berat dari ketua kelompok Black Shadow terdengar menggelegar memasuki ruangan, beliau bertanya pada anak buahnya yang tak lain tuan Azlan.
"Benar Tuan, dia di jaga oleh salah satu anak buah khusus Mr. K, terlebih dia memiliki barang yang kita inginkan." Azlan menunjukan senyuman miring membuat tuannya mengerti arah pembicaraan orang kepercayaannya.
"Bagus... Waktu kita hanya sebentar. Persiapkan serum XY tahap akhir!” Tuan Wei duduk di kursi yang sudah disiapkan dan mulai sibuk memberikan perintah lainnya.
"Baik, Tuan!"
Azlan beringsut mundur mempersiapkan apa yang dibutuhkan tuannya barusan. Tuan Wei Long duduk memperhatikan Farah lekat. Farah di ikat di sebuah kursi usang, gadis itu masih tidak sadarkan diri. Farah Lee hanya digunakan sebagai umpan, karena mereka sedang memancing pemain utamanya. Gedung tua yang digunakan tuan Wei kali ini adalah gedung yang dulunya dipergunakan untuk laboratorium HG sebagai tempat melakukan uji coba senjata biologisnya.
"Kalian tidak melukai wanita ini bukan?" tanya tuan Wei memastikan. "Akan sangat berbahaya jika wanita ini cacat sebelumnya, kita tidak bisa menukarnya dengan apa yang kita inginkan!"
Azlan sudah kembali dengan barang yang diinginkan tuannya. “Tentu saja, Tuan! Lagipula, wanita ini sungguh lemah dan bodoh!”
Terdengar kekehan lirih dari mulut tuan Wei saat mendengar penuturan Azlan yang sangat kentara membenci apapun berkenaan dengan Mr. K. “Haha!”
“Justru aku bersyukur!” Tuan Wei menatap Azlan dan menggodanya. “Aku lega bahwa wanita Mr. K adalah wanita yang lemah yang bahkan melarikan diri dan menjaga dirinya sendiri saja tidak bisa!”
Azlan mengepalkan kedua tangannya, rasa bencinya begitu dalam. Keenan sudah membunuh adik kesayangannya.
“Jika wanita ini sepintar adiknya, aku tidak yakin kalian bisa membawanya sekarang!” Tuan Wei menyesap kuat cerutunya, dia mengepulkan asap tebal menatap Farah lekat.
“Lakukan injeksi sekarang!” Tuan Wei memberi perintah pada asisten khususnya, tuan Lee.
"Tapi, Tuan!” Asisten Lee tidak serta merta menuruti semua perintah tuannya. Semua anak buah Tuan Wei paling mengetahui, siapa yang berani menolak jika bukan asisten khususnya seorang. “Phase terakhir belum kita lakukan percobaan dengan manusia!"
"Justru itu tujuan utama kita!” Tuan Wei kembali menunjukkan senyuman culasnya. “Kita akan menjadikan wanita Mr. K sebagai kelinci percobaan serum terakhir vaksin XY!"
"Jika begitu saya akan mengambil sampel darahnya terlebih dahulu. Jika kita salah bertindak, bukan tidak mungkin dia akan langsung tewas di tempat seperti para kelinci percobaan kita sebelumnya." ujar asisten Lee tenang kembali mengingatkan tuannya akan prosedur menjalankan pengujian vaksin terbarunya yang tidak boleh salah dalam melakukannya. Jika tidak, maka semua hal itu akan terasa percuma.
--- To be continued ---
__ADS_1