Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 62 # Opium + Endorphin


__ADS_3

Pintu kembali menutup, Farah segera memeluk Keenan dengan eratnya. "I love you Keenan... Love you... Love you!"


Keenan mengulumkan senyuman dan membala pelukan gadisnya. Dia mencium lekat ceruk leher Farah. "Love you too, Baby!"


"Aku sangat bahagia!" Farah melonggarkan pelukan, mengapit wajah Keenan dengan kedua tangannya. "Mrs. Keenan adalah aku?" Farah menjatuhkan air matanya, perasaannya sungguh membuncah.


Keenan tertegun sejenak, kedua tangan besarnya menyapu air mata Farah. "Kamu nangis jelek! Aku gimana bisa naf-su sekarang!"


Farah terkekeh, tubuhnya masih bergetar hebat. "Mengaku saja lah Keenan Kaviandra... Kamu sudah jatuh cinta padaku bukan?"


Giliran Keenan terkekeh, adiknya benar-benar tak gentar membuat dirinya mengakui akan perasaan sesungguhnya. 'Kamu memang bodoh, tanpa perlu aku beri tahu, seharusnya kamu mengerti!'


"Tidak, jam ini tidak hanya kamu yang memilikinya. Karen sudah lebih dulu aku berikan!"


"Syebal! Apa jam tangan Karen memanggil dirinya Mrs. Keenan juga?!"


"Tidak, tapi My love!"


"Aaarrkkk!!"


Farah kesal, dia memukul dada bidang kekasihnya membabi buta dengan teriakan melengkingnya. Keenan semakin terbahak. Mengerjai Farah ternyata semenyenangkan ini!


"Cukup!" Keenan menghentikan tingkah kekanak-kanakan Farah. "Makanya otaknya di pake buat mikir!"


"Maksud Kakak aku bodoh?"


Farah tidak terima, dia mengerucutkan bibirnya dan bersedekap tangan di hadapan Keenan. Pria itu begitu gemas dengan kelakuan Farah. Keenan memagut bibir Farah dan menggigit perlahan bibir bawahnya. "Meskipun kamu bodoh, aku tetap menginginkanmu!"


'Bajingaaan!' rutuk Farah dalam benaknya.

__ADS_1


"Baiklah, meskipun aku bodoh, tapi cinta tulusku tidak ada duanya!" Farah menarik tengkuk leher Keenan, gadis itu berinisiatif mencium prianya. Keenan semakin senang, dia kembali dengan gairah liarnya. Mereka kembali bersuara melengking membuat anak buah yang ada di sebelah ruangan mereka pasrah.


"Huh! Beginilah nasib rakyat biasaaa~" keluh Sam di hadapan Sandra. Wanita itu terkekeh atas tingkah rekan dua langkahnya.


"Ya mo gimana lagi, sebagai staf yang memiliki gaji dan bonus paling tinggi di KTech harusnya malu mengeluh kayak gitu!" ejek Sandra masih memeriksa beberapa berkas sebelum dia pulang setelahnya.


"Aaarrrghhh!!"


Mendengar jeritan Farah membuat tengkuk leher keduanya kembali meremang. Sandra dan Sam saling tatap, tak hanya sekali Farah menjerit kencang, sekarang bahkan terdengar dalam tempo yang teratur. Keduanya tidak mungkin tidak mengetahui apa yang dilakukan tuannya. Mereka pura-pura tidak mendengar dengan memakai earbuds masing-masing. Sam kembali ke meja kerjanya dan Sandra kembali dengan aktifitasnya.


Sedangkan di dalam ruang kerja tuannya, Keenan sudah menuntaskan hajat akan hasrat terlarangnya. Dia membuat adik kesayangannya terkulai lemas di atas meja kerja yang kini sudah porak-poranda. "Terima kasih Sayang, kamu selalu membuatku puas!"


Farah terengah, dia hanya menunjukan senyum sekilasnya. Tubuhnya seperti tak bertulang, dia begitu malas untuk terbangun dari sana. Tulangnya sepertinya patah oleh kelakuan bringas Keenan. "Sakiiit!"


Keenan mengenakan kembali pakaiannya, dia kembali mencium bibir Farah. "Salahkan tubuhmu yang terasa seperti opium!"


Keenan segera membunyikan saluran telepon bersiap memerintah asistennya.


"Sam, bawakan baju ganti untuk Farah!" titah Keenan segera.


Di meja kerja Sam, pria itu merengut dan mendengus kasar. "Gue lagi! Dia yang bercinta aku yang kena batunya~"


"Pppffttt... Sabar ya Brow... Hidup itu banyak cobaan, yang sedikit itu cobain! Hahaha" Dengan puas Sandra meledek Samuel. Pria itu mengacungkan jari tengahnya dan beranjak memenuhi kebutuhan tuannya.


Keenan menggendong Farah yang lemah, dia berniat membersihkan tubuh kekasihnya yang kotor. Farah sudah tidak peduli lagi atas apa yang sedang dilakukan kekasihnya. Keenan terus menatap pemandangan indah dari tubuh molek kekasihnya. Dia semakin takut, tidak boleh ada yang menyentuh gadisnya selain dirinya. Dengan telaten dan kembali menahan gejolak hasratnya Keenan membasuh dan membersihkan tubuh Farah.


"Kamu tidur saat mandi? Ckck..." Keenan takjub pada kelakuan gadis kecilnya yang sudah terlelap saking lelahnya.


Pria itu kembali menggendong Farah, membelitkan handuk dan juga menaruh di ranjang. "Hehe..."

__ADS_1


Keenan menutup tubuh gadisnya dengan selimut, dia menatap nanar pada gadis yang berwajah polos dengan dengkuran halus yang keluar dari bibirnya. "Bagaimana bisa, tubuhmu menjadi daya sembuh yang luar biasa untuk tubuhku!"


"Aku selalu menginginkanmu, lagi dan lagi... Akan sangat berbahaya jika kamu terus berada di sampingku!"


Keenan bermonolog lirih di samping tubuh kekasihnya. "Aku benci mengakui aku memang sudah mencintaimu, mantramu sungguh bekerja sempurna! Menyebalkan bukan?!!"


Keenan beranjak keluar, dia sudah mengantongi satu tube kecil darah Farah. Dia bergegas kembali menyuruh anak buahnya untuk datang.


Tuutt


"Sam!"


"M-maaf Tuan, Sam belum kembali... Apa ada hal lain yang harus saya persiapkan?" Sandra mengambil alih menjawab panggilan tuannya.


"Suruh Ben menghadap padaku sekarang juga! Tak lebih dari dua menit!"


Sandra terbelalak setelah sambungan tuannya dimatikan, dengan cepat Sandra menekan tombol panggilan terhubung dengan Ben yang merupakan salah satu anak buah terbaik milik KTech. Baru saja Sandra menaruh gagang teleponnya. Dia kembali terbelalak, pasalnya rekan kerjanya sudah berada di ruangan. Dengan kecepatan Ben dalam menghampiri langsung tuannya, membuat mulut Sandra terbuka selebar-lebarnya. Belum ada dua menit pria itu sudah berada di depan pintu bosnya. Sandra bahkan bergidik merasakan bahwa anak buah khusus tuannya itu sepertinya para ninja gabut yang mau diajak melakukan bisnis komersial. Terlebih Samuel Park!


Siapa yang tidak tahu kemampuan Samuel Park, pria itu bahkan merupakaan Co-Founder yang memiliki segudang posisi di KTech. Sam adalah asisten khusus, pasukan khusus, kaki tangan kepercayaan tuannya dalam bisnis, kang sopir, kang delivery, kang repair, kang office boy, dan kang-kang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-satu. Sam multi talent bahkan jika tuannya menghendaki dia bermanuver menjadi amoeba dia bisa saja melakukannya. Apapun yang diperintahkan tuannya, Sam dengan kekuatan supernya bisa mengatasi dan mewujudkannya.


"Permisi Tuan..."


Ben segera menghadap tuannya, setelah dipersilahkan masuk oleh Keenan, Ben dengan menundukkan tubuh lebih dulu menyapa tuannya.


"Kemarilah, aku ada tugas untukmu!" Keenan menunjukkan satu tube kecil sampel darah Farah pada anak buahnya. "Suruh bagian Lab memeriksa kandungan darah Farah. Mengapa rasanya dia seperti opium sekaligus endorfin terbaik untuk tubuhku!!" Keenan menerawang menatap nanar darah gadisnya.


Ben terbelalak sejenak, otak kecilnya yang biasanya menunjukan kepintaran kini mulai harus mereset ulang. 'Tunggu, ini ambigu sekali! Apa Tuan meminum darah Nona Farah selama ini? Bagaimana bisa dia mengatakan darah Nona Muda seperti opium dan endorfin?!' jerit batinnya polos.


Ben mendekat dan menundukkan tubuhnya seolah mengerti apa yang diinginkan tuannya. ‘Bener kata Ken, Bos gue sudah menyempurnakan ninjutsu-nya buat berubah jadi Vampire!’ batin Ben masih ingin bermonolog mencari jawaban dari setiap rasa penasarannya.

__ADS_1


--- To be continue ---


__ADS_2