Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 28 # Aku & Cintaku, berpacu dengan peluru!


__ADS_3

Keenan mengaktifkan health function di EYES secepat yang bisa ia lakukan. Dia mendapatkan data racun apa yang sudah masuk di tubuhnya. Gabungan obat pelemah syaraf serta adanya tambahan bubuk Afrodisiak di dalam racun itu membuat Keenan merasa panas dan memicu gairahnya yang tiba-tiba mencuat ke permukaan.


DOOORR!!


Keenan tersentak, secepat ini musuhnya sudah menyadari keberadaannya. Keenan merutuk penuh emosi, dia tidak sempat melakukan detoksifikasi. Dengan cepat dia menekan tombol SOS meminta bantuan anak buahnya untuk menemukannya.


DOR!


"Itu dia!! Mr. K sudah melemah!!" pekik salah satu musuh menargetkan Keenan dari tempatnya.


Prang!


Beruntungkan Keenan masih bisa menghindar. "Sialaaan!!"


Dor!!


Keenan kembali menggunakan EYES menargetkan musuhnya dan melesakkan timah panasnya. Tanpa waktu lama semua musuhnya tumbang, hanya saja Keenan berada di sarang penyamun. Tentu saja jumlah musuhnya jauh lebih banyak dari sebelumnya.


"Sialaan!!"


Keenan memilih menghindar, dia harus menghemat energinya. Dengan susah payah Keenan menyeret tubuhnya yang sudah di hantam luar dan dalam.


Tak jauh dari tempatnya Farah merutuk kesal. Kakak sepupunya tidak menjawab panggilannya. "Ya Tuhaaan, please tolong aku sekali lagi... Jika tidak ada Team Avenger, boleh lah Tuhan seret Keenan Kaviandra dan jatuhkan di hadapanku dan menolongku sekarang seperti waktu itu!!"


Traak!


"Puji Tuhan!" Farah menjerit girang, lampu hotel kembali menyala, dia tidak ingin membuang waktu dan bergegas keluar dari toilet.


Bruuuk!!


Saking buru-burunya Farah tidak tahu ada seseorang di hadapannya.


"Maaf!" Farah segera menunduk meminta maaf pada seseorang yang tidak sengaja dia jatuhkan.


Pria yang ia tabrak tidak mengatakan apapun, pria itu tengah merintih menahan sakit yang dihasilkan dari racun di tubuhnya.


DOOORR!!


"Aaarrghh!!" Farah kembali menjerit kencang, dia sadar bahaya masih mengintainya.


Keenan mendongak, dia begitu hafal jeritan wanita barusan yang sama persis dengan gadis kecilnya yang selalu membuat pusing kepalanya.


"Farah Lee!" pekik Keenan benar akan dugaannya.


Farah ikut menatap pria yang barusan bertabrakan dengannya. "Kakak?!"


Denyut jantung Farah kembali menjadi, setelah sebelumnya jantungnya terasa melompat dari tempatnya. Farah menatap tidak berkedip pada kakak sepupunya yang masih memegang senjata laras pendeknya.


"Aaarrghh!" Farah kembali menjerit berusaha lari dari situasi sulit ini.

__ADS_1


DOOORR!!


"Menyerahlah Mr. K, kamu terkepung sekarang!! Hahaha"


"Shiit!" Keenan segera bangkit, entah dapat kekuatan dari mana Keenan menarik paksa Farah dan berlari semakin jauh dari sana.


"Aaarrghh tidaaak, lepaskan aku Kak!" Farah meronta berharap bisa melepaskan diri dari cengkraman tangan kakak sepupunya.


"Diam Farah Lee sialan!!" pekik Keenan emosi melihat adik sepupunya disana sekarang. "Melihatmu saja aku sudah sial! Jangan sampai aku kembali kalah! Setiap kali misiku gagal itu karena kamu!" bentaknya sarkas menatap tajam Farah yang masih meringis.


DOORR!!


"Aaarrghh, shiit!" Keenan kembali menarik tangan Farah kasar menuju salah satu lorong. Dengan sisa energi chi-nya Keenan memindai areanya, dia berhasil membuka salah satu kamar disana.


"Diam jangan bersuara!" Keenan memberikan perintah pada Farah dengan menutup mulut gadis kecilnya.


Sekujur tubuh Farah bergetar hebat. Dia sepertinya ingin beralih profesi menjadi penulis dan membuat sebuah karya berjudul Aku dan Cintaku Berpacu dengan Peluru!


Farah menelan salivanya, di tengah debar jantung yang berpacu dengan bunyi selongsong peluru yang terus berjatuhan, degub jantungnya juga bergetar karena Keenan merengkuh tubuhnya dengan begitu erat. Tangan Keenan melingkar di perut ratanya mengalirkan jutaan arus listrik pendek di tubuh Farah.


Farah bisa merasakan deru nafas yang memburu dari pria yang sudah mencuri seluruh ruang hatinya. Dia bahkan terus membulatkan matanya saat harum mint dan musk mulai menyeruak di indera penciumannya. Tubuhnya yang bergetar karena takut kini berubah menjadi meremang karena sentuhan prianya.


'Ya Lord... Apa ini namanya kesempitan dalam kesempatan?!' jerit Farah dalam batinnya.


"Tidak ada siapapun disini!" pekik salah satu anak buah Hyu yang ikut serta mengepung Keenan.


"Ck, dia memang benar seperti ular!" Hyu berdecak penuh emosi dengan wajah bringasnya. "Geledah seluruh kamar, dia sudah diberi racun. Dia tidak akan bertahan lama. Hahaha!" sambungnya dengan tawa yang terlalu dini mengolok musuhnya.


Tanpa membuang waktu, mereka telah berpencar dan menggeledah satu per satu kamar yang berada satu deret dengan keberadaan Keenan sekarang.


'Shiiit! Jika terus bersembunyi seperti ini, cepat atau lambat mereka akan menemukanmu!' Keenan memutar otaknya mencari jalan keluarnya. Dia sudah tidak bisa menggunakan teknologi EYES miliknya. Tenaga chi-nya sudah habis. Jika dipaksakan maka sistem syaraf di tubuhnya akan rusak.


Setidaknya Keenan sudah menekan tombol SOS sebelumnya. Hal yang menjadi bebannya saat ini adalah keberadaan adik sepupunya yang menghambat pergerakannya.


'Bagaimana bisa bocah sialan ini berada di Emperor selarut ini!' Tak sengaja Keenan justru tergoda mencium kepala Farah. Wangi semerbak rambut Farah membuat Keenan seperti mabuk kepayang rasanya. Gairahnya melesak tajam!


'Shiit Farah Lee, kamu adalah definisi kekalahanku! Jerk...' Sekuat tenaga Keenan menahan gejolak hasrat yang semakin meronta dengan kehadiran Farah.


Walau sudah menahan diri, tubuh Keenan seperti kehilangan kendali dari saraf pusat di otaknya. Tangannya yang melingkar di pinggang ramping Farah perlahan bergerak memutar menyentuh perut rata adik sepupunya, Keenan sedikit menyingkap coat yang menutupi tubuh Farah yang menggoda.


'OMG!! Apa-apaan ini... God help me please...' Ingin rasanya Farah menjerit, tapi dia tidak mengerti katanya tertahan di esofagusnya.


"Baby, apa yang kamu lakukan disini selarut ini, hm?!" Keenan bertanya dengan sangat lirih di cuping Farah, tubuhnya semakin di tekan semakin dalam di pelukan kakak sepupunya yang hampir di kuasai oleh racun afrodisiaknya.


"A-aku─" Farah menjawab dengan terbata, antara takut ketahuan apa yang dia lakukan, kondisi mereka sekarang juga tidak menguntungkan.


"Kamu harus aku hukum Sayang!"


Deg!

__ADS_1


Semakin kaku tubuh Farah saat ujung lidah Keenan menyentuh tengkuk lehernya. Farah mengatupkan erat bibirnya, ibu jari Keenan sudah bergerak membuka paksa bibir gadisnya.


"Aarrghh Farah Lee!" Keenan melenguh mencium dalam bahu wanitanya.


"Kak.. Aasshh!" rintih Farah perlahan saat salah satu tangan besar kakak ya menjalar menuju dadanya.


"Sisa kamar ini Bos!" pekik anak buah Hyu membuyarkan hasrat Keenan yang sudah mulai mengganggu akal sehatnya.


"Cepat dobrak sekarang juga!" titah Hyu menyeringai bersiap dengan senjatanya.


"Shiit!" Keenan tersadar segera menarik tubuh Farah ke dalam kamar. "Cepat bersembunyi di dalam sini!" Keenan membuka pintu lemari wardrobe hotel. "Jangan keluar sebelum aku atau Sam yang menyuruhmu keluar. Tutup mata dan telingamu!!" titah Keenan pada Farah untuk berlindung di dalam lemari.


Farah mengangguk mengerti, di tengah ketakutan mereka Farah melengkungkan senyuman manisnya. Kakaknya masih memikirkan keselamatannya. "Hati-hati Kak!"


Farah menarik cepat wajah Keenan dan mencium bibir pria terkasihnya sekilas. "Jemput aku segera!"


'Sialan Farah Lee, aku benar-benar bisa gila!'


Braak!


Keenan secepatnya menutup pintu lemari sebelum akal sehatnya kembali di ambil alih hasrat terkutuknya. "Di saat seperti ini saja kamu masih sempat menggodaku gadis tengil!"


BRAAAK!!


Pintu sudah terbuka dengan kasar. Keenan terbelalak, dengan cepat dia bersiap menodongkan revolver di tangannya.


Dorr!!


Dorr!!


Dorr!!


Suara tembakan beruntun membuat Keenan menepi di dinding menahan serangannya.


"Itu bala bantuan Mr. K! Munduuur!!" Suara nyaring Hyu terdengar jelas di telinga Keenan. Sudut bibir Keenan terangkat, dia berusaha memindai keadaan di luar.


Braaak!


"Tuan!" Sam sudah berada di hadapan tuannya. "Anda baik-baik saja?!" Sam bergegas menunu Keenan yang langsung luruh di lantai.


"Tentu saja tidak idiot!" maki Keenan sarkas. Padahal tanpa bantuan Sam, mungkin nyawanya sudah melayang sekarang.


"Mari Tuan!" Sam memapah Keenan dan mendudukkannya di atas ranjang kamar.


"Aku di racuni mereka, lekas ambilkan aku obat anti inflamasi di dashboard!" titah Keenan segera menekan jantungnya.


"Baik Tuan, anda tunggu sebentar saya akan mengambilnya segera!" Sam membantu Keenan merebahkan dirinya.


Kedua tangan Keenan menjambak rambutnya, rasa terbakar itu kembali menjalar di tubuh dan seluruh saraf tubuh Keenan. "Aaarrghh!"

__ADS_1


--- To be continue ---


__ADS_2