Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 111 # Kenangan Pahit


__ADS_3

Condo Royal Luxury, 08.00 PM.


"Aarrghh... Aarrghh... Aarrghh..."


Suara lenguhan Farah menggema di kamar utama mansion Keenan. Hasrat liar pria besar itu memang tidak bisa ditebak. Setiap saat dia selalu meminta penyatuan dengan gadis kecilnya. Farah sud terkulai lemas dengan aksi brutal kekasihnya. Tubuh Keenan ambruk merengkuh semakin erat tubuh calon istrinya.


“Sayang… Besok aku akan melakukan perjalanan bisnis.” bisik Keenan di tengah deru nafas yang masih memburu.


“Oh ya?” Farah membeliak, dia berbalik menatap kekasihnya. “Kakak mau kemana lagi?” tanya Farah merasa tidak senang ditinggalkan.


“Aku akan pergi ke Negeri Paman Sam, ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan disini.” tutur Keenan menjelaskan lembut menggigit cuping telinga gadisnya perlahan.


“Jaga dirimu disini ya… Jangan nakal!” Keenan kembali menggosok wajahnya di ceruk leher Farah. Mau tak mau gadis itu terkekeh geli dengan kelakuan kekasihnya.


“Aku tidak diajak?” goda Farah menghentikan aksi Keenan mengusilinya.


“Kamu berisik! Aku tidak bisa konsentrasi!” canda Keenan membuat gadisnya merenggut sebal.


“Hihi!” Keenan terkekeh menjentikan jari besar di hidung mancung Farah. “Kamu selalu memberikanku inspirasi tak terbatas, Baby!” Keenan menatap hangat pada gadisnya yang berusaha menatap tanpa berkedip.


“Tiba-tiba saja aku memiliki ide menciptakan teknologi laser yang bisa memperbesar dan memperkecil sesuatu. Terlebih dirimu!” Keenan menarik kepala Farah semakin menempel dengan tubuhnya. “Aku bisa membawamu kemanapun aku pergi, aku akan menaruhmu dalam saku kemejaku!”


“Hahaha!” Farah terbahak dengan imajinasi Keenan yang out of the box itu. “Aku sudah tidak sabar menggunakan teknologi itu!”


Keenan melebarkan senyumannya, keduanya benar-benar sedang sangat berbahagia saat ini. Selangkah lagi mereka akan mengikrarkan janji suci di depan Tuhan juga negara mereka.


“Berhati-hatilah… Akan ada orang yang selalu menjagamu kemanapun kamu pergi!” Tiba-tiba Keenan memiliki perasaan tidak nyaman saat ini. “Jangan membuat ulah lagi!”


Farah menundukkan wajah, menyembunyikan tawa yang sekaligus luka. Farah tidak ingin Keenan bisa membaca matanya.


“Sayang…” Keenan mengangkat wajah Farah. “Aku sangat mencintaimu… Maafkan atas tingkah lakuku sebelumnya… Aku…”


Farah sudah tidak tahan menjatuhkan air matanya. “Kak, terima kasih… Kamu selalu jadi orang pertama yang menjadi penjagaku!”


Keenan berkaca-kaca dengan penuturan gadisnya, percakapan sebelumnya dengan tuan besar Kaviandra cukup membuat Keenan takut. ‘Jika suatu hari kamu mengetahui kebenarannya. Apa kamu akan memaafkanku… Farah, aku sangat takut… Aku takut kehilanganmu, Sayang…’


“Kakak tenang saja, aku akan menjaga diriku dengan baik disini. Toh Karen disini, ada Paman Tang, ada Paman dan Bibi… Ada banyak orang yang Kakak tugaskan untuk melindungiku bukan?” Dengan sekuat hati Farah mencoba membesarkan hati Keenan. “Yang harus Kakak lakukan adalah mempercayaiku… Aku sangat mencintaimu, Keenan Kaviandra… Penyelamat keluarga besar Lee…”


Keenan tidak percaya dia sudah menjatuhkan air matanya di depan wajah Farah. Pria itu tidak bergeming dari tempatnya. “Kakak juga hati-hati disana, cepatlah pulang… Aku akan setia menunggumu disini…”

__ADS_1


“Aku janji, aku akan secepatnya menyelesaikan tugasku! Tunggu aku ya…”


Keduanya saling melemparkan tawa di tengah tangis mereka. Keenan kembali memeluk erat gadisnya. “Tidurlah… Besok akan jadi hari yang panjang!”


“Kak…”


“Hm…”


Farah tidak bisa tidur, ada hal yang mengganjal di benaknya saat ini. “Apa Kakak benar-benar tidak ingin melepaskan jaringan hitam Kakak sekarang juga?”


Keenan mencium erat pelipis gadisnya. “Aku pastikan semua dalam kendaliku…”


“Aku takut…” Farah berujar lirih, dia kembali mengeluarkan air matanya. Pelukannya semakin erat terasa di tubuh atletis Keenan. “Apa Kakak tidak risih dengan senjata yang selalu Kakak bawa di dalam jas itu?”


Keenan melonggarkan pelukan dan menatap langit-langit kamar. “Dalam jaringan hitam, namaku sudah tersebar luas. Baik sebagai pebisnis ataupun–” Keenan menghentikan kalimatnya, belum saatnya Farah tahu bahwa dia adalah pembunuh bayaran di jaringan hitam.


“Banyak yang mengincar nyawaku, aku lengah sedikit, dengan mudahnya mereka mengalahkanku…”


Farah mengepalkan tangannya, Keenan merasakan perubahan sikap Farah. Dia memeluk gadisnya, menyuar jemari tangan Farah dan menggenggamnya erat. “Aku berjanji, akan menjagamu dari orang-orang jahat!”


Farah menutup kedua matanya erat, bayangan masa lalunya terlintas begitu saja.


Dor!


“Papaaa!”


Suara tembakan yang begitu jelas memekakan telinga membuat tubuh seseorang tumbang. Jeritan seorang anak kecil membuat si penembak tertegun tidak bisa berkata apa-apa, bahkan untuk bergerak saja dia tidak bisa.


“Papaaa…” Anak kecil itu keluar dari bawah kolong meja kerja ayahnya. Dia menghambur mendekati ayahnya yang tertembak membuat tubuh besar pria itu jatuh di lantai.


“Fa rah…” Dengan tersenggal memegang dadanya pria besar itu berusaha mengucap kata pada putrinya.


“Papaaa…” Gadis itu terus menangis memegang tubuh ayahnya yang tidak bergerak. “Tolooong!” Gadis itu menjerit sebisanya, dia berharap ada yang mendengar suaranya dan membantu mereka. “Tolong… Seseorang tolong Papaaa… Papaaa!!”


“Fa rah… Ja ngan me nangis Sa yang…” Pria paruh baya itu berusaha menenangkan putrinya di sisa ajalnya. “Ce pat, per gi da ri si ni… Ca ri pa man… Da n…” Pria besar itu tak lain tuan besar Lee, dia mengusap air mata putri kesayangannya.


"Papaaa..." Hanya kata itu yang mampu Farah keluarkan dari mulutnya. Dia memeluk tubuh tuan Lee yang berlumuran darah segar.


Tuan Lee menyadari, mereka tidak sendirian. Ada seseorang yang masih berada disana terpaku melihat keduanya. “Tu an… To long… Ba wa per gi put riku… Se la mat kan dia!”

__ADS_1


#Flashback off.


Keesokan harinya…


Kedua pasangan itu tengah sama-sama membantu pasangan bersiap merapikan pakaian mereka. Farah berjinjit mencium bibir Keenan, pria itu begitu senang, dia mengangkat tubuh Farah tinggi dan memutarnya.


“Aaaarh, turunkan aku… Haha!”


Keduanya sungguh tengah meneguk manisnya hubungan asmara mereka saat ini. “Aku sungguh tidak ingin pergi!”’


Keenan menaruh perlahan tubuh gadisnya, dengan cepat Farah memeluk Keenan. “Dengan senang hati aku menyambutnya!” pekik Farah cekikikan.


“Dasaaar!” Keenan menjentikan jari besar di kening Farah. “Jangan nackal!” ucap Keenan kembali mengingatkan gadisnya.


“Kakak loh yang gak boleh nakal! Awas aja kalo ada cewek lain deketin Kakak… Aku ngambek!”


“Hahaha…” Keenan tertawa senang, dia memagut bibir segar gadisnya. “Senjataku tahu dimana sarangnya!”


“Aaaarrrh, mesuuum!” seru Farah malu menempelkan wajahnya di dada bidang Keenan.


“Hahaha, kamu yang mesum duluan!” goda Keenan kembali memagut bibir Farah. Dia harus menampung energi sebanyak-banyaknya dari Farah sekarang.


Tak lama keduanya keluar dari kamar dan bergegas menuju ruang makan untuk menyantap sarapan pagi mereka. Di tengah pelayanan paman Tang, Keenan kembali memberikan instruksi dan titahnya. “Paman Tang, ingat… Jaga Farah dengan segenap nyawa kalian. Aku tidak ingin kejadian sebelumnya terjadi lagi!”


“Dimengerti Tuan!” Paman Tang menunduk di hadapan Keenan, sedangkan Farah mengernyitkan keningnya.


‘Kejadian sebelumnya, memang ada kejadian apa?’ batin Farah merasa aneh.


Farah membuang pikiran yang tidak penting barusan, dengan cepat dia segera bertanya niatnya. “Kak… Semalam, Karen mengirimkan pesan. Dia minta ditemani pergi ke sektor K siang ini. Boleh ya?”


“Hm… Hati-hati ya… Kamu tahu harus membawa apa saja saat keluar kediaman?” Keenan mendekat dan kembali mengingatkan kekasih tengilnya itu.


“Sure!” Farah melengkungkan senyuman selebarnya. Keenan menyambutnya, dengan lembut juga Keenan mencium kedua tangan Farah. “I love you, Farah Lee…”


Farah tersipu atas tindakan Keenan saat ini. “Love you too, more and more…”


Semburat rona merah terpetakan jelas di wajah rupawan Keenan, dia memainkan hidung kekasihnya dengan hidungnya. Sungguh pemandangan manis yang membuat jantung paman Tang dan Sam membuncah luar biasa.


Tuannya yang bertingkah manis, kedua asisten mereka yang salting. Keduanya ikut merasakan kebahagian yang luar biasa tidak bisa dijelaskan oleh kata tersebut. ‘Apakah ini artinya aku juga harus menyusul mencari pasangan? Oh, Samuel… Otakmu sudah tidak beres rupanyaaa!!’

__ADS_1


--- To be continue ---


__ADS_2