
Farah merentangkan tangannya ke udara. "Akhirnya selesai!"
Mata kuliah terakhir telah selesai, gadis itu buru-buru memeriksa kelengkapan data untuk mengajukan magang di perusahaan kekasihnya. 'Duh, nervous begini...'
"Ayok Ay, aku antar ya!" Axcel menghampiri menunjukan senyuman semangatnya.
"Hmm..." Farah menganggukan kepala menyetujui, dia memang tidak meminta paman Chen menjemputnya. "Kalian sudah melengkapi berkas persyaratannya kan?"
"Nih!"
Farah berbalik menatap kedua temannya, dengan antusias kedua sahabatnya menunjukan berkas yang sudah mereka masukkan dalam map besar agar terlihat rapi.
"Bagus... Yuk, Axcel mau anter kita!" Farah bergegas beranjak dan menggandeng tangan pria jadi-jadian disampingnya. Dengan senang hati Axcel mengikuti apapun kemauan gadis tercintanya.
"Hadeh, kayak gitu sih bukannya menghindar, malam tambah jatuh cintrong..." keluh Ceillyn lirih.
"Ya, mau gimana lagi... Yuk ah!" Meishya menimpali keluhan temannya dan bergegas mengikuti langkah kaki Farah yang sudah keluar dari ruangan.
Selama perjalanan keempatnya begitu senang, melupakan kesedihan atau ketegangan yang akan mendatangi mereka saat di KTech. Farah dan kawanannya melakukan karaoke on the road seperti biasa. Axcel menaikan sudut bibirnya, seperti itu saja dia sudah sangat bahagia. Dia tidak ingin kehilangan moment membuat Farah jatuh cinta dan nyaman dengannya. Dia ikut bersenandung riang bersama kawanan lainnya.
"I've never been enjoyin' my serenity... Even if I've got a lot of company, that makes me happy!" Farah bersenandung lirih menggerakkan kedua tangannya.
[ Aku tidak pernah menikmati ketenanganku, bahkan jika aku punya banyak teman, itu membuat saya bahagia. ]
Axcel tersenyum dan ikut bersenandung. "Soul try to figure it out, from where I've been escapin... Running to end all the sin, get away from the pressure..."
[Jiwa mencoba mencari tahu dari tempat aku melarikan diri. Berlari untuk mengakhiri semua dosa, menjauhlah dari tekanan. ]
"Wondering to get a love that is so pure, gotta have to always make sure, that I'm not just somebody's pleasure!" Farah kembali menyambung liriknya.
[ Ingin tahu untuk mendapatkan cinta yang begitu murni, harus selalu memastikan, bahwa aku bukan hanya kesenangan seseorang... ]
Kedua temannya yang lain terdiam, lirik lagu tersebut seolah jalan kisah keduanya. Mereka menghela nafas berat.
'Farah, padahal aku lihat kalian begitu cocok... Sayang sekali...' Meishya selalu diam-diam mengkhawatirkan sahabatnya itu.
Axcel menghentikan aston martinnya tepat di pelataran entrance kantor KTech yang megah. Dia berbalik badan menatap Farah sendu. "Kalau ada apa-apa kabarin, kalau mau aku jemput telpon aku ya..."
Farah tak kalah sendu menatap pria di sampingnya. "Thanks Cel, sepertinya aku pulang dengan Kakakku!"
"Yah... Baiklah! Have fun..."
Semua mata terbelalak saat Axcel dengan berani mencium tangan Farah. Gadis itu sendiri tiba-tiba terpaku sulit bergerak untuk menghindar atau menepis tindakan sahabatnya. "Cel!"
Axcel mengerlingkan matanya dan kembali menunjukkan sikap abnormalnya. Farah hanya bisa menghela nafas berat. Meishya dan Ceillyn menggelengkan kepala mereka bersama.
"Bye Ayang Axcel!" seru Ceillyn dan Meishya kompak.
Axcel hanya terkekeh pilu, tak berapa lama dia meninggalkan ketiganya. Farah masih menatap nanar sampai mobil sadboy itu hilang dari kedua netranya.
Aku tak mengejarmu saat kau pergi, bukan karna ku tak cinta lagi... Tapi ku ingin berhenti, kita saling menyakiti...
__ADS_1
Aku tak menahanmu tetap disini, bukan karna tak bahagia lagi... Tapi kini ku sadari, cinta tak harus saling memiliki...
"Yakin gak nyesel buang cowok yang kayak dia?" tanya Ceillyn mendekat.
"Ya... Yuk!" Farah kembali berbalik dan bersiap memasuki lobby perusahaan teknologi terbesar di Asia Pasific itu.
Ketiganya melongo dengan keajaiban teknologi yang diciptakan si jenius Mr. K. Walaupun Farah sudah pernah berada di KTech dan di ruangan orang nomor satu disana. Namun, dia sendiri baru pertama kali ini melihat tampilan dari gedung termegah di kotanya.
[ source : Pinterest by artstation-dot-com ]
"Mimpi apaaa coba kita bisa disini?!" pekik Ceillyn takjub.
Selamat datang di gedung utama kantor KTech... Perhatikan setiap langkah kalian... Bersama KTech, generasi cemerlang tercipta di mulai dari langkah pertama mereka─
"Waaah!"
Ketiganya tampak begitu norak, mereka bertiga benar-benar tidak mencerminkan berasal dari keluarga berada. "Demi penguasa bumi dan surga! Aku harus update story sekarang juga!" Meishya segera merogoh ponselnya, seperti biasa selebgram dengan jumlah pengikut pas-pasan itu mulai dengan aksinya seperti biasa.
"Halo gaes... Mei si cantik ini mau live, dan kalian tahu... Aku ada dimana cobaaa?!"
Farah dan Ceillyn mendengus berjamaah, keduanya kembali mencari bagian reception. Disana mereka bisa menemukan tidak hanya manusia, melainkan robot-robot juga dipekerjakan KTech. 'Jika keduanya tahu pria yang aku cintai adalah pemilik teknologi ini, aku yakin mereka akan pingsan dua hari dua malam... Hihihi!'
[ source : Pinterest by artstation-dot-com ]
'Kakak dimana ya? Gue ampe bingung kek mana ngasih berkasnya...' Farah terus menyelidik sekitar, dia pikir tidak begitu sulit untuk menaruh berkas. Ternyata oh ternyata....
"Ehm... Kalian sedang apa disini?!" seru salah satu staf keamanan menghampiri ketiganya. Meishya buru-buru memasukkan ponsel ke dalam tasnya dan bergabung dengan Farah dan Ceillyn.
Farah berbalik dan mengambangkan senyuman. "Maaf Pak, saya mau kasih proposal pengajuan magang disini!"
Kedua temannya mengangguk mengiyakan, tidak lupa dengan senyum ramah mereka yang terbit saat itu juga. Hanya saja si petugas keamanan tidak begitu bersahabat pada ketiganya. "Yang benar saja! KTech tidak pernah menerima mahasiswa magang disini! Kau pikir ini perusahan kecil yang membutuhkan tenaga abal-abal seperti kalian?"
"Apa kalian lupa, ini KTech, perusahaan teknologi terbesar di Negara S!" Si petugas berbicara lantang dan angkuh membuat ketiganya merasa tidak nyaman bahkan gemetar ketakutan.
"Ssst, Sis apa mereka gak tau siapa lu?" bisik Meishya bertanya.
"Sepertinya begitu, hehe!" Farah menjawab cengengesan dengan masih saling berbisik.
"Ada apa ini Pak?! Kok ribut-ribut?" tanya seorang wanita yang terlihat cantik dan masih begitu muda menghampiri mereka yang membuat keributan. Usut punya usut, ternyata gadis itu merupakan petugas resepsionis di KTech.
"Ini mereka bilang mau magang disini! Lucu..." sahut si petugas dengan mengolok ketiganya.
Si wanita tersenyum culas ke arah ketiganya. Dia sama saja dengan si pria, dengan bersedekap tangan wanita itu berkata lantang dan sombong. "Heh, apa kalian tidak tahu? KTech tidak pernah menerima mahasiswa magang! Aku yakin kalian kesini cuma bikin masalah buat liat Tuan Muda kami, kan?" Si wanita menyelidik tampilan ketiganya dengan tatapan mengolok dan meremehkan.
"Lebih baik kalian cepat pergi sebelum Tuan Muda kami datang. Jangan sampai kalian membuat onar dan Tuan sendiri yang mengusir kalian dengan kejam!"
Ketiganya meremang saat mendengar ancaman demi ancaman di lontarkan si wanita resepsionis yang terlihat seksi itu. Ketiganya memang sudah tahu seberapa kejam CEO KTech. Apalagi Farah yang sudah merasakan siksaannya. "Tapi aku hanya disuruh menyerahkan berkas ini untuk Nona Sandra!" ujar Farah datar.
__ADS_1
"Nona Sandra? Wah, kamu sampai tau sekretaris presdir? Apa kamu mau mencoba peruntungan lewat jalur dalam?!" Si wanita kini berkacak pinggang menatap satu per satu dengan jari telunjuk yang diarahkan pada masing-masing orang.
"Tuan tidak pernah mentolelir nepotisme, jadi... Kalian enyah lah dari sini!" Si wanita menyeringai puas mengolok ketiganya.
Farah mencibir, dia tidak menyangka staff KTech ada yang senorak wanita ini. 'Aku sih senang aja tidak jadi magang disini. Sayangnya, jika Kakak tahu kelakuan kamu... Aku berdoa nyawamu masih diampuni olehnya!'
Ceillyn dan Meishya merasa geram dengan tindakan arogan dari salah satu staff KTech. Mereka tidak terima sahabatnya terlihat tidak dianggap disana. Tiba-tiba keributan berhenti sejenak, beberapa orang yang sempat menonton juga melemparkan pandangan mereka pada kedatangan beberapa mobil mewah yang berhenti tepat di pintu masuk. Farah memicingkan kedua netranya, dia mengulumkan senyuman saat Sam keluar dan membukakan pintu limosin tuannya yang tak lain kekasihnya.
'Pantas dia sedang di luar kantor!' batin Farah mengulumkan senyuman.
"Kalian sebaiknya lekas keluar, Tuan kami sudah datang!" seru petugas keamanan. Dia dan wanita barusan bergegas menyambut kedatangan tuan mereka.
"Selamat sore Tuan!" sambut seluruh staff yang ada di area lobby dengan menundukkan tubuh mereka.
Keenan berjalan tegap di ikuti Sam, Ben dan Ken yang mengekor di belakangnya. Keenan menaikan sudut bibirnya saat melihat gadis kecilnya sudah berada di salah satu sudut kantornya. Farah dan kedua temannya mundur dan ikut serta menundukkan tubuhnya.
Keenan berhenti tepat dua meter dari jarak dia dan gadis kecilnya. Semua anak buahnya ikut menghentikan langkah kaki tuannya, tiba-tiba saja perasaan seluruh staff disana tidak nyaman. Bahkan kedua staff barusa menyadari dan berasumsi bahwa tuannya akan memarahi tiga orang yang bukan bagian dari staff kantor.
'Ck, dasar bebal... Kalian akan merasakan kekejaman Tuan Keenan!' batin si resepsionis mengejek pada Farah dan kedua temannya.
"Kamu lamban Farah Lee! Apa kamu tidak tahu waktu adalah uang?!"
Deg!
Semua orang mendongak serentak, ternyata!
'Apa?' Wajah si resepsionis seketika pucat.
Farah tersenyum, kedua temannya juga ikut merasa senang. Ini lah saat pembalasan mereka! "Aku kan kuliah dulu Kak..."
Farah segera bergerak dan menghampiri kakak terkasihnya. "Lagian, tadi aku di tolak untuk menaruh berkasku... Yah... Gimana lagi, kalau begini aku berbalik pergi ke kantor Paman deh!" Farah menggoda di depan kekasihnya.
Security dan juga resepsionis sudah membanjiri tubuh mereka dengan keringat dingin. 'Jadi... Dia Nona Muda Farah? Putri angkat keluarga Kaviandra...'
"Kamu berani melawanku!" Keenan mencengkram tangan Farah yang menunjukan berkas di hadapannya. "Siapa yang mempersulitmu, Baby?"
Sudah tidak bisa dijelaskan oleh kata keadaan semua orang saat ini. Termasuk kedua orang yang dimaksud Farah, mereka sudah menunduk tidak berani menatap keadaan di depan.
Farah tidak bersuara, dia hanya memberikan senyuman dengan menatap ke arah kedua tersangka. Keenan mengerti dan menegaskan rahangnya. "Aku tidak tahu mereka sangat berani padamu!"
"Samuel Park!"
Sam menghela nafas perlahan, dia segera menyahut tuannya. "Iya Tuan!"
"Singkirkan mereka!"
Tanpa banyak bicara Keenan memerintah asisten khususnya, Sam mengerti apa yang harus dilakukan. Dia menundukkan badan dan bersiap melakukan eksekusi.
Bruukkk!
--- To be continue ---
__ADS_1
Credit of song : Somebody's pleasure by Aziz Hedra, Trauma by Elsya.