Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 122 # My whole New World


__ADS_3

Mata Farah yang sudah sebesar kenari itu masih terus saja mengalirkan air matanya. Satu hari ini entah sudah berapa kubik dia membuang air matanya. Keenan mengusap wajah Farah yang basah dengan lembut, dia menunjukan senyuman terbaiknya agar kekasihnya berhenti menangis saat ini.


"Aku minta maaf sayang... Jika kamu ingin membalaskan dendammu, kamu bisa membunuhku sekarang juga." tukas Keenan serius dengan raut wajah sendu membuat Farah tersentak dengan penuturan prianya.


Farah menggelengkan kepala, Farah melakukan pernafasan perlahan merilekskan dirinya.


"Aku memang sempat mengutuk seseorang yang bertindak keji dengan menghilangkan nyawa Papa saat itu." Farah menatap lekat manik bening Keenan. "Aku sangat membenci orang yang membuat aku dan Daniel menjadi anak yatim!"


Keenan menutup matanya erat dengan emosi yang terlontar keluar dari mulut Farah.


"Tapi─" Farah menjeda kalimatnya. "Setelah aku bertemu dan mengenal siapa itu Kaviandra, aku akan jauh lebih kecewa jika aku menyia-nyiakanmu. Orang yang selalu ada untukku di separuh usiaku."


Keenan telah menjatuhkan air matanya dalam diam, giliran Farah mengusap lembut kedua pelupuk mata kekasihnya. Farah tidak menyangka Keenan si pria arogan bisa juga menangis pilu seperti sekarang.


"Aku ingat, kakaklah yang menenangkanku saat Papa jatuh tertembak... Kakak juga yang membawa Papa segera ke rumah sakit." Hati Farah perih kembali mengingat kejadian itu.


"Kakak jugalah yang mengurus segala keperluan kami dan proses pemakaman Papa." lirih Farah sama-sama menitikan air matanya.


"Kakak juga yang membantu kami keluar dari gangguan para lintah darat dan sekumpulan orang yang selalu berusaha menjatuhkan keluarga Lee setelah kematian Papa."


"Tidak ada lagi orang yang lebih tahu apa yang sudah kakak lakukan demi keluarga Lee selama ini selain kami kelaurga Lee sendiri, aku sangat tahu..."


Tubuh Keenan bergetar hebat mendengar semua penuturan kekasihnya.


"Aku juga tahu, diam-diam kakak selalu memastikan pengobatan Daniel. Memberikannya dokter terbaik demi keberlangsungan hidupnya." Pandangan Farah kabur dengan menahan air matanya.


"Kamu adalah pahlawanku, kamu pahlawan keluarga Lee." Farah mengusap lembut wajah Keenan.


"Aku ingat, ibuku pernah berkata. Jika saja berlutut padamu adalah harga tertinggi dari sebuah balas budi, maka kami akan berlutut sepanjang hidup kami atas apa yang sudah kakak lakukan untuk keberlangsungan hidup keluarga Lee selama ini."


Farah memeluk Keenan erat, akhirnya setelah beberapa tahun kebelakang dia memendam semuanya, saat ini beban itu mulai memudar dengan keduanya terbuka satu sama lain. Farah kembali melonggarkan pelukannya, Keenan masih diam terpaku sulit mempercayai keadaannya. Kebesaran hati Farah sungguh membuat dia tidak bisa berkata-kata. Semua itu tertahan di kerongkongannya.


"Aku selalu meyakini diriku sendiri setelah usiaku semakin beranjak." Farah masih melanjutkan mengeluarkan segala yang mengganjal hatinya sedari dulu.


"Aku yakin, Tuhan mengambil Papa tentu karena Tuhan sudah mempersiapkan penggantinya. Tuhan mengirimkanmu untuk menggantikan posisi papaku menjagaku dan keluarga Lee." Air mata Farah semakin deras membanjiri wajahnya yang justru memancarkan kebahagian.


"Kamu adalah pilihan Tuhan untukku," Farah mendekatkan kepala Keenan di dadanya.

__ADS_1


"Bisakah kakak dengar, jantungku berdetak hanya untukmu, nafasku adalah kepunyaanmu. Tidak ada lagi yang aku inginkan di dunia ini selain berada di sampingmu Keenan Kaviandra."


Keenan memeluk erat gadisnya, gadis kecil yang dia bawa delapan tahun lalu sudah beranjak dewasa dan menggetarkan hatinya.


"Kematian Papa adalah masa laluku, dan kehadiranmu adalah masa depanku." cicit Farah berencana mengakhiri seluruh adegan termehek-mehek kali ini. "When people get hurt, they learn to hate... When people hurt others, they become hated and racked with guilt. But knowing that pain allows people to be kind. Pain allows people to grow, and how you grow is up to you." sambung Farah dengan wajah sumringahnya.


[ Saat orang terluka, mereka belajar untuk membenci... Saat orang menyakiti orang lain, mereka menjadi dibenci dan disiksa dengan rasa bersalah. Tetapi mengetahui bahwa rasa sakit memungkinkan orang untuk menjadi baik. Rasa sakit memungkinkan orang untuk tumbuh... dan bagaimana Anda tumbuh terserah Anda. ]


"Mulutmu sungguh sangat manis Baby..." puji Keenan semakin mencintai dan bangga pada gadis kecilnya.


"Mulutku memang manis, kakak saja ketagihan. Lagian ungkapan yang terakhir itu aku kutip dari petapa genit (Jiraiya, Ero-Sennin) bukan aku~" cicit Farah cengengesan.


Farah merupakan penggemar salah satu serial Anime jepang yang sangat terkenal. Keenan terkekeh menggelengkan kepala takjub pada gadisnya yang benar-benar menjadi mood booster seluruh keluarga Kaviandra dengan keceriaan dan ketulusan hati Farah Lee.


"Aku tidak tahu caranya mengatakan bahwa aku lebih dari sekedar mencintaimu Farah Lee." lirih Keenan di depan wajah Farah.


Keduanya kembali berciuman mesra menutup semua masalah pasal masa lalu mereka. Keenan beruntung wanitanya memiliki hati yang besar untuk mengampuninya.


Keenan kembali ingat pada kejadian yang menjadi tahun terberat dirinya. Saat itu keadaan Keenan memang tidak menguntungkan dirinya. Sampai dia harus salah sasaran, pasalnya peluru itu di tujukan untuk kelompok Black Jack. Karena hal ini lah Keenan semakin gencar mengembangkan teknologi yang bisa membuat dia tidak lagi salah membunuh orang, maka lahirlah EYES. Jika di artikan maknanya adalah mata, dimana kita harus jelas melihat dengan mata kita.


EYES memang prototype bukan murni dari ide Keenan. Semua tercetus dari gurunya, tapi karena alasan kesalahannya membunuh ayah gadis kecilnya itu dia mengorbankan segalanya untuk mewujudkan teknologi yang akan membantunya menjadi seseorang yang jauh lebih hebat.


"Ini..." Keenan menyentuhnya perlahan, degub jantung Farah mendadak berdenyut lebih cepat dari sebelum. Ada rasa was-was kembali menggelayut di hati Farah. Dia takut Keenan masih tidak mau menerima penerusnya hadir di dalam rahim Farah.


"Terima kasih Sayang... Terima kasih selalu rela bertahan denganku." tutur Keenan menatap haru kearah calon istrinya. "Terima kasih sudah berani mengambil keputusan mempertahankan bayi kita Sayang..." Keenan mengusap lembut perut Farah dan meneteskan air matanya.


DEEGG!!


"Maafkan Papa sayaang..." Keenan turun mencium perut Farah lembut.


Tubuh Farah bergetar hebat atas perlakuan Keenan yang di luar ekspektasinya.


Keenan kembali bangkit, kemudian menaruh kepala di bahu wanitanya. "Setelah mengira kehamilanmu aku sungguh teramat takut... Aku sangat takut!"


Farah tersenyum disela isak tangisnya. Keenan terlihat begitu lemah saat ini di hadapannya.


"Aku selalu merasa berdosa saat aku pikir aku berhasil membunuh anak kita... Hidupku jelas bertambah tidak tenang setelahnya. Aku berharap aku memiliki tombol pemutar waktu!" Keenan terisak di bahu Farah, tubuhnya lemas.

__ADS_1


"Semua tangisan bayi itu selalu menari di kepalaku setiap malam saat aku berusaha memejamkan mataku."


"Mereka mengejarku, mereka mengancam dan mencaciku... Aku sungguh takut Sayaang, aku pikir dia adalah bayi kita yang menuntut balas. "


Keenan mengeratkan pelukan, Farah sungguh merasa iba dan terharu dalam waktu bersamaan.


"Terima kasih sayang... Terima kasih!" Keenan bangkit menangkupkan kedua tangan di wajah Farah dan mencium bibirnya sekilas.


Keenan tersenyum menatap perut Farah kembali, ada berjuta rasa kebanggaan mengalir di dalam nadi Keenan saat ini.


"Nak, kelak kamu adalah Raja KTech selanjutnya..." tukas Keenan menegaakan penerusnya.


"Aku yakin, putra kita akan sangat bangga dan beruntung memiliki papa sehebat Keenan Kaviandra Raja Bisnis Negara S." Farah menangkupkan salah satu tangan di wajah Keenan.


Keenan menggenggam dan menciumnya. "Aku sangat mencintaimu Farah Lee, kalian dunia baruku!"


Farah memeluk Keenan erat, terbayar sudah segala pengorbanan Farah selama ini mati-matian mempertahankan bayi dalam kandungannya.


Keenan menghirup lekat harum tubuh Farah. "Baby..."


Keduanya melonggarkan pelukan menatap mesra satu sama lain.


"Honey, energiku terkuras habis..." tutur Keenan di hadapan Farah yang mengerutkan keningnya.


"Terus?!" sahut Farah bingung.


Seringai Keenan membuat Farah menelan salivanya. Apalagi saat tangan Keenan mulai menanggalkan pakaiannya.


"Anda adalah pria tercabul di muka bumi ini Mr. K!!" umpat Farah sarkas. "Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini otak Kakak masih bisa berpikir cabuuull!!" cibir Farah terus merutuk dengan wajah takjubnya.


"Oh ayolah Baby... Tidak ada siapa-siapa disini! Lagian─" Keenan mulai menyelusupkan tangan besar di bawah terusan Farah. "Memakanmu adalah jalan tercepat memulihkan energi chi ku. Setelahnya kita akan keluar dari sini..." Keenan mencium bibir Farah lembut menyesap lidah mungil kekasihnya.


"Mmm... Aaarrghh... Ssshh!" lenguh Farah setelah Keenan sepenuhnya dalam kuasa kabut gairahnya.


"Aaarrghh!!" pekik Farah merintih saat senjata tumpul kekasihnya menerjang pusat tubuhnya.


"Oh shiiitt... Kamu segalanya sayang!" lenguh Keenan tengah merasakan penetrasi yang cukup dan bersiap menggempur calon istri dan ibu dari putranya.

__ADS_1


--- To be continue ---


__ADS_2