Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 94 # Sakit Hati


__ADS_3

Axcel menyeringai melihat respon gelisah Keenan sekarang. Axcel kembali memekik lantang menyuruh gadisnya pergi sekarang juga. “Pergi Farah Lee!!”


Jeritan Axcel menyadarkan Keenan, dia segera merentangkan tangannya.


Brooom!!


“Aaarkkk!!” Axcel memegang lehernya yang tercekik seperti tengah di sumpal sesuatu. Keenan mengepalkan tangannya dan menyeringai penuh makna.


Cekiiit!


Farah kembali menghentikan mobil yang ditumpanginya. “Axceeel!!”


“Aaarkk!!”


Keenan menyeringai penuh kemenangan. Pria itu kembali ke kantor untuk mengambil senjata terbarunya. Meskipun masih dalam tahap uji coba, Keenan bersyukur dia memiliki korban yang tepat menjadi sarana uji coba senjata barunya.


Ktech sudah selesai mengeluarkan produk berjenis selongsong peluru dengan bahan tipis yang bisa dimasukkan apapun kedalamnya dan bisa menembus jaringan kulit serta melebur dalam darah seseorang seperti penggunaan kapsul dalam dunia farmasi.


Keenan mengisi selongsong pelurunya yang hanya berjumlah tiga dengan serbuk pasir magnetik khusus. Daya magnet dalam pasir itu bisa dikendalikan Keenan melalui transmitter yang sudah disinkronkan di tangannya.


Dengan kata lain, Keenan sudah bisa mengendalikan tubuh Axcel melalui magnet di dalam tubuhnya korbannya.


“Farah Lee, apa kamu tega membuat pria kecil ini mati karena ulahmu, hm?!!”


Farah terbelalah, suara Keenan begitu jelas di gendang telingannya. Farah sudah tidak bisa lagi menjatuhkan air matanya, seolah pasokan air mata gadis itu sudah mengering saat ini.


“Aaarrkk!!”


Axcel berusaha melawan, dia berniat membantah ucapan Keenan dan menghalangi Farah untuk menghentikan tindakannya kali ini. ‘Tidak Farah, jangan pedulikan aku… Kamu harus pergi dari sini. Dia bukan manusia!!’


Wajah pria kecil itu mulai membiru, aliran darah dan oksigennya terhenti di tenggorokannya. Satu kali lagi Keenan mencengkram tangannya, maka sudah bisa dipastikan Axcel mati saat ini juga.


Farah keluar dari dalam mobil dengan tatapan penuh kebenciannya. “Lepaskan dia Kak, aku yang memiliki ide gila ini!”


Axcel menutup erat matanya, dia merutuk dalam benaknya. ‘Kau bebal Farah, jangan pedulikan aku. Lari Faraaah!’


“Wow, aku tidak pernah menyangka kamu memiliki ide gila seperti ini! Hehehe…” Keenan mengejek gadisnya. Hati Farah sungguh nyeri mendengarnya, sudah dipastikan bahwa Keenan tidak mencintainya sama sekali.


“Apa kamu kasihan padanya?”


Sam dan rombongan lainnya baru sampai tempat kejadian perkara. Mereka tertegun dengan apa yang dilakukan Keenan pada gadis kecil kesayangan keluarga besarnya. “Keenan…”


“Lepaskan dia, aku yang akan menggantikan posisinya… Aku yang pantas kamu hukum, aku membujuknya agar mau mengikuti ideku ini!”


Tanpa Farah ketahui, Keenan juga merasa sakit di ulu hatinya. Gadisnya membela pria lain dan berbohong padanya.


“Uuhhhuukk!!” Axcel tersungkur, Keenan benar-benar melepaskan tawanannya.

__ADS_1


“Axcel!!” Farah mencoba mendekat, sayangnya pria itu memuntahkan darah yang cukup banyak berikut serpihan besi magnet yang ikut keluar.


“Hoeeek!!” Farah berbalik arah dan memuntahkan isi perutnya yang kosong. “Hooeekk!!”


“Bawa mereka berdua ke markas. Kamu yang memintaku menghukummu Farah!!”


Keenan memberikan titah pada anak buahnya, setelahnya dengan cepat dia berbalik badan dan meninggalkan kawasan lebih dulu.


Semua anak buahnya mengerti, Sam mengambil alih menyuruh Ben dan Ken membawa Axcel. Sedangnya yang lain membawakan mobilnya, Sam sendiri yang akan membawa Farah.


“Minumlah…” Sam menyodorkan satu botol air mineral yang selalu tersedia dimobilnya.


“Apa dia akan membunuhku?”


“Menurut Nona?”


“Dia bukan manusia, bukan?”


“Heh… Kamu lucu…” Sam duduk di samping Farah yang masih bersimpuh. “Jika bukan karena dia masih seorang manusia yang memiliki perasaan cinta padamu. Kamu tidak perlu menunggu nanti. Mungkin sebelum aku datang kalian sudah tewas sekarang!”


Farah kembali memuntahkan isi perutnya mendengar perkataan Sam yang begitu sarkas. Sam merasa iba dengan kondisi mereka.


“Dengar Farah, apa kamu tidak menyadari perubahan sikapnya padamu?”


Farah terdiam, dia telah menenggak habis satu botol air mineral di tangannya.


“Tidak… Dia tidak mencintaiku… Dia hanya terobsesi dengan tubuhku!!” Farah jelas menyangkal perkataan asisten khusus yang selalu membela tuannya itu.


Sam menerbitkan senyum tipisnya. “Kamu tidak mengerti, pada mulanya aku pun demikian…”


“Kita akan membahasnya di mobil. Jangan biarkan Keenan menunggu!”


Keduanya sudah berada dalam satu mobil, Sam mulai menjalankan pagani miliknya dan memecah jalanan dengan kecepatan sedang.


“Kamu tahu, aku sedang menyelidiki kandungan darahmu!”


“Hah?”


“Ternyata, kamu adalah gadis dengan kondisi fisik yin murni…”


Farah seperti di bawa berkelana menuju komik kolosal kesukaannya. Gadis itu hanya terdiam mencoba memahami ditengah kondisi keterbatasan kepintarannya.


“Apa kamu pikir pria seperti Keenan senang berhubungan badan begitu saja?”


“Ya!” Dengan cepat Farah merespon bagian yang dia mengerti membuat Sam terkekeh.


“Kamu salah, dia melakukannya tak lain untuk menghisap energi spiritualmu.” Sam berbalik menatap Farah dengan wajah teduhnya. “Apa kamu tidak merasa? Setelah berhubungan dengan Keenan, fisikmu justru menurun drastis dari sebelumnya bukan? Sedangkan Keenan? Dia semakin bertenaga…”

__ADS_1


“Owh!” Farah pura-pura paham.


“Sepertinya aku melewatkan bagian terbaik barusan, bukan? Jika benar, Keenan sudah menghabiskan 70% energinya untuk menggunakan teknologi yang dia tanam sendiri di tubuhnya sekarang.” Sam sudah memasuki kawasan basement KTech.


“Kamu juga tidak tahu, jika dia itu manusia setengah robot. Jadi wajar jika dia butuh power bank sepertimu! Hahaha…” Sam berkelakar membuat Farah melongo tidak percaya.


“Apa aku masih bisa kabur jika Kakak sedang lemah?”


“Jadi kamu masih berniat untuk kabur?” Sam menghentikan mobilnya. “Dengar Farah, di dunia ini… Tidak ada tempat yang tidak bisa Keenan susuri… Dia memiliki sistem kacamata dunia. Apalagi sebatas Negara S dan B, walaupun kamu terlihat seperti biji kacang… Keenan akan menemukanmu!”


Farah menelan salivanya, Sam memang pandai mengancam. Tanpa perlu kalimat kasar, pria itu sudah membuat Farah kembali mengalami ketakutannya.


Di dalam ruang istirahat Keenan, pria itu benar-benar sedang mengembalikan energi spiritualnya. Hanya saja, tanpa berhubungan dengan Farah, rasanya berjalan begitu lambat. Emosi Keenan sendiri sedang naik dan turun tidak jelas. “Kamu tega mengkhianatiku, Farah… Kamu sungguh berani… Sangat berani!”


Keenan menjatuhkan air matanya, dia tidak menyangka. Sehebat apapun dia, ternyata gadisnya berani memilih pria lain dibanding dirinya.


Braaak!


Keenan sudah mendapatkan energinya walau hanya setengahnya saja. Dia sudah melihat Farah dan Axcel di tempat yang sama. Pria kecil itu pingsan setelah mengeluarkan darah yang banyak.


“Kak…” lirih Farah menatap sendu kakak sepupunya. ‘Jika saja aku bisa membencimu, ah… Sial!’


“Ini yang kamu inginkan Farah?” Keenan mendekati gadisnya, ingin rasanya dia memastikan keadaan Farah saat ini.


Wajah pucat Farah menjelaskan segalanya. “Kakak paling tahu apa yang aku inginkan, aku ingin kita hidup bersama saling mencintai satu sama lain. Tapi, aku sadar… Aku hanya cinta sendiri!”


Deg!


“Siapkan Vaksin XY!” Keenan tidak merespon ucapan Farah sebelumnya.


“Kak… Lepaskan dia…”


“Kamu melindunginya?!!” Keenan kembali menunjukan wajah merah padamnya di depan Farah. “Apa dia jauh lebih baik dariku?” Keenan seolah tengah menunjukkan perasaan cemburunya saat ini. “Apa kamu jauh lebih menyayanginya dibanding aku?”


“Kak!”


“Jawab Farah Lee!!”


“Iya, aku sangat mencintaimu lebih dari siapapun… Bahkan aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri!! Apa Kakak tidak bisa merasakannya?!!”


Semua anak buah Keenan merasa salah server sekarang. Biasanya mereka hanya menyaksikan baku hantam, kini rasanya mereka sedang menonton kisah drama yang dibintangi tuannya.


Keenan terdiam, ingin dia menyangkal. Namun, dia tetap saja angkuh tidak ingin mengakuinya.


“Lepaskan dia… Berhenti menyakiti orang lain yang tak berdosa… Jika Kakak mencintaiku seperti yang sering Kakak ucapkan, maka… Keluarkan dia!”


--- To be continue ---

__ADS_1


__ADS_2