
Lima tahun kemudian...
Annyeonghaseyo 안녕하세요
Ngebut kan othorrr bikinnya tiba-tiba lima tahun kemudian wkwkwkw
Ini dia benih premium milik bapak Keenan wkwkwk
Apa perasaa othor aja atau kalian juga menyadarinya, sekilas dari beberapa sisi mirip banget ama Keenan apalagi pas foto awal bibirnya mirip beud sedangkan matanya mirip Farah. Sayangnya othor gak bisa dapet info juga ini bocil namanya siapa. Tapi dia adalah CAST Sejuta umat sepertinya, thor pilih dia murni karena ada kemiripan. Source othor tetep Pinterest ya...
-----Back to story...
Kediaman Klan Naga, Negara J.
"Keano... Kakek pulang!!" pekik seorang pria tua yang mulai terdengar di penjuru rumah yang kental dengan nuansa klasik khas rumah tradisional dari negeri sakura itu.
"Kakeeeeeek!!"
Tanpa di duga seorang anak kecil yang berusia lima tahun berlarian menghambur memeluk pria tua itu.
"You're so late!! I miss youu~" rengek manja pria kecil menghentak kakinya menggemaskan.
"Hahaha... I'm sorry... Sebagai penebusan dosa Kakek membawakan ini!"
Kakek tua itu sebelumnya menyembunyikan kotak besar di balik punggungnya. "Tadaa!!"
"Wuaaa!!" Menganga sudah mulut mungil pria kecil di hadapannya.
Dengan ekspresi yang menggemaskan, dia menerima hadiah dari Kakeknya yang baru pulang dari perjalanan bisnis ke Negara S.
"Kakek ingat kamu sangat suka dengan robot transformermu bukan?" Si kakek bersimpuh mensejajarkan dirinya. "Kebetulan di Negara S sangat terkenal dengan pusat teknologi KTech dan ini adalah produk terbarunya!"
"Waah Robot! The real robot!!" pekik si anak kecil dengan girangnya.
"Thank you Kakeeek... Arigatou gozaimasu!"
Si Kakek begitu menyayangi cicitnya, dia mengusap lembut kepala anak kecil itu dan bangkit dari tempatnya semula. "Mengapa terasa sepi? Dimana Papa kecilmu?"
"Owh, Papi bilang dia ada pekerjaan mendadak..." sahut si pria kecil yang tengah sibuk mencoba melakukan unboxing.
"Lalu ibumu?"
__ADS_1
"Seperti biasa, ibu berada di danau menangis dan termenung~"
"Hahaha, kau selalu menggoda ibumu seperti itu..." kekeh tuan Akeno kali ini seluruh pelayan menghadap melayani keperluan tuannya.
Tuan Akeno dan pria kecil berpindah menuju ruang tengah kediaman besar. Pria kecil itu tak lain dan tak bukan adalah putra dari hubungan gelap Farah dan Keenan. Ya, dia bernama Keano Lee. Farah menolak menyematkan gelar Luciano di belakang nama putranya. Itu sebabnya dia justru menyematkan nama yang di atur ulang dari Akeno menjadi Keano, terlebih dia akan memiliki inisial yang sama dengan ayah biologisnya.
Farah dan Keano memiliki riwayat medis yang panjang. Keduanya bersyukur mereka bisa hidup sampai detik ini di tengah gempuran virus XY yang menyatu dengan darah mereka. Bahkan sampai saat ini keduanya masih dalam pengawasan pengobatan Klan Naga.
"Wuuaaa!!"
Keano memekik girang saat dia telah selesai membuka bungkus robot yang di jadikan hadiah oleh kakeknya.
"Kamu menyukainya?" tanya si Kakek menyelidik.
"Absolutely!! Hi Friends?!" Keano membaca secarik kertas instruksi.
"Ya, nama robot itu adalah HiFriends, dia di ciptakan oleh orang hebat... Tidak semua orang bisa memesan barang mereka. Kebetulan Kakek memang sudah mengincarnya dan kemarin barang ini selesai di produksi."
Keano masih berwajahtakjub dan mulai melakukan pengoperasian menjalankan robotnya.
"Kakek sudah mengisi dayanya, sebelum mengantarkan padamu tentu saja Kakek harus mengujinya."
"Penciptanya jenius bukan?" giring si Kakek menatap sendu Keano.
"Ehm..." Keano mengangguk mengiyakan dengan antusias. Tangannya masih terus mengotak-atik tampilan robot terbarunya.
DEG!
Tiba-tiba perasaan Keano tidak nyaman dengan penuturan kakeknya itu. "Heh, aku pikir kita akan tinggal disini selamanya!"
"Mengapa aku harus bersaing dengannya?"
Sulit di percaya anak kecil seumuran Keano terkadang pemikirannya di dewasakan oleh keadaan.
"Ya, Kakek justru bahagia jika kamu memilih disini... Dengan Klan Nagamu..."
Senyum tuan Akeno mengembang saat mendengar penuturan cicit kesayangannya. Sedangkan di sebuah danau yang berada di halaman belakang kediaman Klan Naga terlihat seorang wanita yang selalu asik termenung menatap pemandangan indah dan tenang memanjakan penglihatannya.
Danau halaman belakang...
Grepp!!
"Aarkk!!" pekik Farah terkejut.
"Kamu sedang apa Sayang?" bisik Axcel di cuping telinga Farah, tidak hanya itu Axcel menutup kedua mata Farah dengan kedua tangannya secara perlahan yang memang berniat mengejutkan wanitanya.
__ADS_1
Plaaakk!!
"Kalau aku jantungan gimana hah?!" berang Farah emosi memukul bahu pria di belakang tubuhnya.
"Dih bini gue emosian aja kerjanya... Hiks untung stok sabar aku sekebon noh!"
Farah terkekeh, tak lama raut wajahnya kembali sendu membuang wajahnya.
"Kita masuk ya, aku yakin kamu sudah berada disini seharian." Axcel memakaikan coal miliknya menutupi tubuh Farah. "Sudah mulai musim dingin, anginnya tidak bagus!" Axcel membujuk wanitanya untuk memasuki kediaman.
Tanpa penolakan berarti bahkan seperti boneka tanpa memiliki keinginan sendiri Farah bangkit dan meninggalkan tempat yang menjadi pelarian resah hatinya. Axcel menatap sendu ke arah Farah yang semakin lama kesehatannya justru tidak begitu mengalami perubahan ke arah lebih baik.
"Sayang, sudah lima tahun berlalu..." cicit Axcel menghentikan langkah kaki Farah.
Tubuh Farah berbalik menatap Axcel yang sudah menampilkan raut wajah sendu. "Apa kamu masih terus memikirkannya?"
Axcel selalu saja cemburu karena sampai detik ini di hati Farah hanya ada Keenan. Cinta gadis itu tidak pernah berubah atau pun luntur walau waktu sudah bergulir bahkan banyak kejadian yang bisa membuka pemikiran Farah namun wanita itu tetap kukuh akan pendiriannya.
"Kamu tahu dengan pasti jawabannya Cel..." Farah tersenyum datar dan kembali berbalik meninggalkan pria yang sudah menolong hidupnya selama beberapa tahun kebelakang.
"Semalam Keano mengeluh padaku!!"
Farah kembali menghentikan langkah kakinya."
"Dia di bully di kelasnya, mereka mengatakan Keano memiliki ayah yang tidak mirip dengannya!"
DEEGG!!
Sungguh sakit mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Axcel. Tanpa menunggu lama air mata Farah jatuh begitu saja setelah sebelumnya dia coba untuk menahannya.
"Walaupun Keano mengatakan aku ayahnya di depan teman-temannya mereka tidak percaya!"
"Kapan kamu membuka hatimu padaku dan membut aku berstatus menjadi ayahnya?!"
"Kau bukan ayahnya Cel, ayahnya masih hidup... Aku akan berbincang pada Keano, dia tidak mengatakan apapun padaku mengenai hal ini."
"FARAAH!!!" bentak Axcel kecewa. "Apa kurangnya aku bagimu... Lima tahun aku menjaga kalian... Lima tahun aku bersabar dengan posisiku... Lima tahun lebih aku mencintaimu, tidak pernah sedikitpun rasaku berubah padamu Farah!!" cerca Axcel tidak lagi ingin bersabar rasanya.
"Tidak bisakah kamu melihat kesungguhan hatiku..."
Axcel mngepalkan kedua tangannya, menahan emosi untuk tidak menyakiti wanita di depannya. "Jika aku pria yang jahat, sudah sedari dulu aku mengikat dan memaksakan kehendakku Farah!!"
"Terima kasih Cel... Kamu benar-benar teman terbaikku."
Farah segera berbalik meninggalkan Axcel yang sudah ingin meledak karena emosinya. "Kau sangat jahat padaku Farah!!"
__ADS_1
---To be continued---