Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 182 # Menyatakan Perasaan!


__ADS_3

Kantor Pusat K-Tech, 07.00 AM.


Keesokan harinya Keenan kembali absen, dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Dia sudah berjanji akan menemani putranya ke Exhibition Teknologi milik K-Tech. Daniel di turunkan di area lobby K-Tech yang sudah di sambut oleh beberapa anak buah Keenan.


"Nanti sore Kakak jemput lagi ya!" Pekik Farah sebelum Daniel pergi.


"Ish, gak perlu Kak, aku akan pulang sendiri!" Tolak Daniel merasa diperlakukan seperti anak kecil.


"Nye... Nye!" sungut Farah menutup kaca jendela, terlihat Keenan terkekeh dengan tingkah istrinya yang kadang tidak bisa di tebak.


Daniel bergegas memasuki gedung, tak di sangka dia melihat Sandra tengah menunggu di depan lift.


"Duh, masa depan! Jodoh itu pasti selalu tiba-tiba sering ketemu!" Daniel berucap lirih di samping tubuh Sandra.


Sandra tersentak sejenak, namun setelahnya menepuk bahu Daniel perlahan. "Kamu ini! Loh sendirian?"


"Ya! Kakak dan Kakak Ipar beserta putranya sedang kejar tayang dalam acara keluarga cemara."


"Hahaha!"


Sandra tidak menyangka setelah mengenal Daniel, harinya terasa menyenangkan. Tidak sesumpek masa lalu, saat pintu terbuka Daniel buru-buru mempersilahkan Sandra. "Ladies, first!"


Tiba-tiba saja Ken dan Ben berjalan dan menghentikan kembali lift.


"Dih Trio Ubur-ubur, tumben mana satu lagi, ilang ya?" Sandra mengejek kedatangan team hore.


"Kamu nanya, kamu bertanya-tanya~" Ken mulai bertingkah, semua orang pasti tidak percaya mengapa dia bisa diangkat Keenan menjadi pasukan inti dengan tingkahnya yang absurd!


"Nyesel gue nanya!" Sandra mengacungkan jari tengah pada Ken. Daniel begitu terhibur bisa melihat sisi Sandra yang ternyata tidak kaku orangnya.


"Daniel, kamu jangan dekat-dekat mereka. Dua orang itu belum suntik rabies!" Sandra lantas menarik tangan Daniel menuju samping tubuhnya. Sontak Daniel merasa ini adalah mimpi, jantungnya kembali berdebar tak karuan.


"Hih! Ente emang kadang-kadang ente... Eh, tunggu? Jangan bilang kalian?" Ken menunjuk Sandra dan Daniel bergantian.


"Iya San, lu tumben deket sama cowok?" timpal Ben curiga.


"Kepo!" sahut Sandra tidak ingin menanggapi.


"Pppfftt!" Daniel menutup mulutnya, dia sungguh tercerahkan ternyata anak buah kakak killernya somplak.


"Eh San, tahu bahasa inggrisnya orang tua?" Tiba-tiba Daniel bertanya mencairkan suasana.


"Tau lah, parents!" sahut Sanda mulai mengira bahwa Daniel tengah melawak.


"Cakeeep!" timpal Ken tidak tahu diri.


"Ish, apa sih gak jelas!" rutuk Sandra mendadak kesal.


"Ih, belum selesai, kalau kakak perempuan?" sambung Daniel segera.


"Sister lah, kamu lagi mau ngapain sih?"


"Kalau Bayi?"


"Baby!"


"Iya Sayang kenapa?"


"Buahahahaha!" Ken dan Ben tertawa dengan lawakan receh Daniel.


Sandra di buat merona oleh Daniel, dia segera memukul bahu Daniel segera. "Kamu ih!"

__ADS_1


"Aaarrhh..." Ken mengejek memukul bahu Ben seperti banci perempatan seolah dia dan Ben adalah Sandra dan Daniel.


Plak!


Sandra memukul tubuh Ken keras, Daniel begitu senang bukan kepalang.


"Duh godain cewek cantik jadi keinget meja aku tuh!" Daniel kembali berulah.


"Meja apaan?" Sandra kembali menyahut sesuai prediksi Daniel.


"Mejadi pacarmu~"


Sandra langsung menutup wajahnya malu.


"Ah somplak, makan cakwe mix wafer!" Ken tidak mau kalah dengan juniornya.


"Cakeep!" Ben dan Daniel menjawab bersamaan.


"Gue kok ikut baper!"


"Hahahaha!"


PLAK!


Sandra kembali memukul tubuh Ken yang memang berada di dekatnya. Daniel sudah senyum-senyum di tempatnya. 'Ini belum seberapa Sandra, aku yakin aku bisa membuat kamu jatuh cinta padaku cepat atau lambat.'


Sisa beberapa lantai lagi menuju lantai Daniel beserta duo ubur-ubur. Daniel kembali berulah, sampai Sandra kesengsem dia tidak akan berhenti membuat wanitanya tersenyum.


"Nanti makan siang bareng lagi ya?" ajak Daniel segera.


"Cie, sepertinya bau-bau skandal!"


"Skandal apa sih!" rutuk Sandra kesal pada Ken yang jadi perusak suasana. "Oke, nanti aku yang ke tempatmu saja ga perlu kamu yang jemput ke atas." sambung Sandra menatap Daniel dengan senyuman sumringahnya.


"Pin apa?" tanya Sandra, karena jaman sekarang tidak meminta ID Chat dengan Pin?


"Pin-dahin rasa suka kamu ke aku semua boleh gak?" lanjut Daniel datar dan menggoda.


"Aarrkk!" Sandra kembali menutup wajahnya, dia yakin saat ini wajahnya sudah seperti tomat masak!


"Cari uang sampai kaya, eh ada buaya!" Ken begitu senang memiliki junior yang bisa diajak becanda seperti ini.


"Hehe, lihat kebunku, penuh dengan bunga. Lihat senyummu hatiku berbunga-bunga..."


"Aaahh stop Danieeel! Aku ke UGD nanti!" Sandra menghentakkan kedua kakinya, dia teramat malu dan juga tersipu. Daniel ternyata pemain pro!


Daniel hanya menjawab dengan senyuman lebarnya, satu langkah dia sudah merebut perhatian Sandra padanya.


"Liat banteng naek odong-odong!" seru Ken masih memiliki waktu. "Godain kita juga dong!"


"Si Benny makan kue lapis, ich najis!" Sandra ikut serta dalam kopetisi berbalas pantun pendek ini.


"Lah kok bawa nama gue!" rutuk Ben tidak terima.


"Awkarin pacarnya Si Bagas, dih ngegas!" Ken menunjukkan jari tengahnya.


"Pak camat petik tomat, gue bodo amat!" Sandra kembali membalas Ken.


Keduanya bersiap baku hantam ke tahap lebih lanjut membuat Daniel memegang perutnya merasa terhibur di pagi yang cerah ini.


Tring!

__ADS_1


Pintu lift terbuka bersamaan dengan selesainya pentas pantun anak buah terbaik Keenan. Daniel bersiap berpamitan pada Sandra.


"San, ikan hiu joget kayang!" Daniel kembali membuat Sandra menutup wajahnya menutupi tawanya. "Aku tunggu nanti siang."


"Cakeep Bro! Gue suka gaya lo!!" Ken merangkul bahu Daniel, seperti menemukan teman lain yang satu frekuensi dengannya.


Sandra tengah merasa panas, selama tadi tertawa dia juga ikut melepaskan keringatnya. Dia tidak menyangka akan mengalami hari seperti ini.


"Resiko kalau punya cowoknya brondong, kayak gini kali ya?!" Sandra kembali terkekeh dan menuju ruangannya segera.


Waktu bergulir dengan cepat, Sandar merasa dia tidak fokus bekerja. Sebenta-sebentar dia memeriksa jam dinding apa sudah waktunya makan siang atau belum. Sam sampai mendengus tidak percaya bahwa rekannya sekarang terlihat berbeda dari biasanya.


Tok... Tok...


"Permisi?"


Sandra langsung mendongak dengan wajah sumringahnya. Daniel tersenyum, setelah melihat Sandra meresponnya dengan langsung mendekatinya.


"Ada tiang dipakein gelang, selamat siang menjelang sayang." sambut Daniel menggombal.


"Danieeel ich!" pekik Sandra manja menepuk bahu pria di depannya.


Sam kembali dibuat takjub dengan perubahan yang terjadi di K-Tech setelah kedatangan duo Lee. Selain atasannya yang tidak akan lagi berada di kantor sepenuhnya, rekannya ikut terkontaminasi oleh adik wanita tuannya.


Sandra pamit sekilas pada Sam, dia tidak menunggu jawaban dari rekannya langsung menarik tangan Daniel menuju lift dan bersiap keluar ruangan. Sepanjang perjalanan Sandra kembali dibuat terpesona dan juga tawanya tidak pernah lepas saat bersama Daniel.


"Berarti tahun ini kamu baru lulus ya?" tanya Sandra setelah makanan terhidang di hadapan mereka.


"Yups, harusnya aku lulus tahun lalu. Tapi, satu dua hal aku terlambat mendapatkan gelarku..." Daniel berujar sedikit sendu. "Untuk Kakak Ipar masih memberikanku kesempatan untuk bergabung di K-Tech."


Sandra terdiam, dia dibawa berpikir ke satu tahun sebelumnya. Sandra tahu pasti apa yang dilakukan tuannya untuk keluarga Lee. Sandra juga yang ikut andil dalam melakukan rekap data finansial yang dibutuhkan keluarga Lee, dan apa kebutuhan mereka termasuk data pendonor jantung Daniel, Sandra dan Sam adalah orang yang dipercaya Keenan untuk mengurus apapun mengenai keluarga Lee.


"Kamu semangat ya!" Sandra tidak sadar menggenggam tangan Daniel memberikan energi positif pada pria kecil di depannya.


DEG!


Perasaan Daniel semakin melayang tidak karuan. "Kamu tahu tidak?"


Sandra menggeleng perlahan dan melepaskan genggaman tangannya.


"Dulu, aku hanya memiliki satu cita-cita sederhana. Impianku adalah bisa berguna untuk Tuan Keenan dan keluargaku, Sekarang─" Daniel menatap lekat kedua netra bening milik wanita di hadapannya.


"Sekarang kenapa?" tanya Sandra tiba-tiba tertarik ingin mengetahuinya.


"Sekarang ternyata mimpiku bisa bertambah!"


"Oh ya? Bagus dong..."


Sandra tersenyum menatap Daniel, dia bahkan salah tingkah karena tatapan Daniel begitu tajam memperhatikannya.


"Apa kamu tidak ingin tahu apa mimpi baruku?"


Sandra terdiam sejenak kemudian setuju meminta Daniel membocorkan apa mimpi terbarunya.


"Janji jangan marah atau menghindariku." pinta Daniel serius pada Sandra.


"Off course, kenapa aku harus marah?" Sandra meyakinkan Daniel sikapnya tidak akan berubah.


"Ya, karena mimpiku adalah mempersuntingmu. Aku ingin menjadikanmu wanita satu-satunya yang pertama dan terakhir singgah di hidupku."


JEDEEER!

__ADS_1


Sandra terpaku dengan perkataan Daniel yang benar-benar terdengar serius di indra pendengarannya. Sandra tidak bisa mengatakan apapun, dia terlalu syok hari ini. Daniel mengerti, dia memang terlalu terburu-buru saat ini. Tanpa terasa waktu juga bergulir dengan cepat, mereka kembali ke kantor dengan sedikit mengheningkan cipta.


--- To be continued ---


__ADS_2