Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 91 # Menyerah


__ADS_3

Keenan menyeret tangan Farah dengan kasar. Beberapa kali terdengar Farah mengaduh saat tubuhnya terbentur dengan dinding atau lantai. Keenan memacu kendaraannya menuju mansion milik Farah. Sesampainya disana, Farah diperlakukan dengan kasar. Farah menangis tersungkur di lantai samping ranjangnya. Keenan sibuk mencari alat yang pernah Sam berikan untuknya.


Trak!


"Pakai sekarang juga! Atau aku yang akan melakukannya!!"


Farah semakin menangis dengan derasnya. Dia sungguh ceroboh, dia merutuki sikapnya yang buru-buru saat di restoran. “Kak, aku tidak hamil!


“Pakai sekarang!!”


“Aaarrkkk!!”


Farah menjerit tersenggal saat tangan besar Keenan mencengkram erat wajahnya yang tirus. “Aku tidak percaya dengan hanya omongan!”


Keenan meninggalkan Farah, dia keluar ruangan dan membanting apapun di sana.


“Huhu…” Farah terisak pilu, dia memasuki kamar mandi dengan tertatih. “Apa yang harus aku lakukan?”


Farah mengusap perut dan kembali menjatuhkan air matanya. “Maafkan Ibu… Maafkan sikap Papamu ya…”


Di luar sana Keenan semakin gelisah, dia begitu takut jika Farah benar-benar hamil. Sebelumnya, Keenan memang sempat merasakan keanehan pada tubuh Farah. “Apa yang harus aku lakukan… Bagaimana jika Farah hamil?”


Segera Keenan kembali menuju kamar mencari gadis kecilnya.


Brak!


Farah terlonjak, dia menatap sendu kedatangan kekasih hatinya. Tanpa basa-basi Keenan merebut benda pipih yang ada di tangan Farah. “Kamu mencoba menipuku?”


“Aarrkk!!”


Keenan kembali mencekik Farah dengan sangat kuat. Gadisnya meronta, dia hampir kehabisan pasokan oksigennya. Keadaan Farah melemah, Keenan tersadar. “Sayang!”


Bruk!


Tubuh Farah merosot dan terjatuh, Keenan mencoba meraihnya. Namun, Farah segera beringsut ketakutan. Keenan serba salah, dia mengepalkan tangan dan memukul angin.


“Aku bisa gila!!”


Keenan kembali meninggalkan Farah, gadis itu terisak pilu menjauhi pria yang hampir melayangkan nyawanya. Keenan meminum birnya di tengah ruangan, pandangannya kosong kedepan.


Farah memberanikan diri keluar dari kamar, dia menatap sendu kearah Keenan.


"Kamu jangan coba-coba membohongiku Farah Lee!” Keenan menyadari kedatangan kekasihnya. “Ingat nyawa adikmu masih di tanganku!!"


Farah tersenyum getir, dia akhirnya sadar bahwa Keenan tidak benar-benar mencintainya.


“Aku tidak bohong, alat itu yang menunjukkannya…”


Keenan bangkit mendekati Farah, gadis itu beringsut mundur. Keenan mengusap lembut wajah dan leher yang sebelumnya telah dicelakainya.


“Maafkan aku…” Keenan berucap lirih. “Ingat, aku tidak pernah menginginkan seorang bayi hadir diantara kita!”

__ADS_1


“Hahaha…” Farah tertawa pilu. “Kamu tidak ingin bayi? Tapi kamu meniduriku setiap saat?!!”


“Itulah gunanya kontrasepsi Farah!! Jangan pernah berdebat denganku karena hal ini!!” Keenan berucap kasar di depan wajah Farah. “Aku akan berikan apapun yang kamu inginkan! Hanya satu yang tidak boleh!”


Farah kembali menjatuhkan air matanya, setiap perkataan Keenan menusuk jantungnya.


“Aku akan penuhi apapun permintaanmu, asalkan bukan memintaku menjadi seorang Ayah!”


“Kamu bukan manusia Keenan!!”


Plaaak!


Keenan terdiam, dia refleks menampar gadisnya cukup keras. “Jangan pernah bersikap kurang ajar di depanku!!”


“Haha…” Farah kembali tertawa pilu dengan lelehan air mata membasahi wajahnya. “Aku menyerah Keenan, lepaskan aku! Aku tidak akan lagi memperjuangkanmu menjadi milikku!”


Deg!


Pertama kalinya Keenan seperti merasakan patah hati di saat dia sudah mengakui perasaannya. Wanitanya justru melepaskannya begitu saja.


“Akan ada banyak wanita yang menggantikanku. Bahkan, Bibi sendiri mengatakan kamu sudah memiliki calon istrimu sendiri!”


“Aaarrkk!”


Keenan kembali mengapit wajah Farah erat. “Sudah tahu banyak yang menginginkanku, lalu kamu melepaskanku begitu saja, hah?!”


“Siapa yang selama ini selalu menggodaku tanpa kenal lelah membuatku terkena kutukan cintamu, siapa hah?!!”


Brug!


“Kau sudah berjanji padaku, aku pun demikian! Kamu hanya akan jadi milikku, camkan itu!!” Keenan kembali memaki Farah dan mengancamnya. “Aku menginginkanmu, bukan berarti aku mengijinkan bayiku tumbuh di rahimmu! Jika sampai itu terjadi… Aku sendiri yang akan mengeluarkan bayi itu dari perutmu!!”


Bagai disambar petir setelah jatuh tertimpa tangga. Keenan tidak hanya menyakiti fisik Farah, luka batin yang pria itu toreh semakin membekas dan dalam. Keenan telah gelap mata, dia menatap iba gadisnya. Secepatnya Keenan keluar mansion sebelum dia menyakiti Farah lebih jauh lagi. ‘Maafkan aku Farah…’


Farah terisak pilu memeluk kedua kakinya. Keenan memang bukan manusia biasa, dia seperti titisan iblis. “Bagaimana mungkin dia tega membunuh anaknya sendiri! Apa dia tidak bangga dengan anak ini kelak? Huhu…”


Farah menatap dirinya di dalam pantulan cermin besar kamar mandinya. Dia tersenyum menatap satu titik di tubuhnya. “Apa kamu sengaja hadir karena aku dan dia tidak akan pernah bersama?” Farah menjatuhkan air matanya, dia juga mengusap lembut perutnya yang masih terlihat rata, dia tidak menyangka di dalam perutnya sudah tumbuh benih cinta dari pria yang paling dia cintai yang tidak memiliki hati nuraninya itu. "Apa aku menyesal mencintaimu Kak?”


Farah mengembangkan senyuman menguatkan dirinya. Dia kembali bersemangat hanya demi nyawa mungil di dalam perutnya.


Selesai membersihkan diri, Farah perlahan membersihkan kekacauan yang Keenan tinggalkan. Farah mendengar notifikasi ponselnya. Gadis itu menaikan sudut bibirnya. “Mengapa setiap kali aku berduka, pria ini selalu datang membawa bahagia!”


[ King_Axcel : Makan samyang sambil kayang, selamat siang menjelang sayang Ayang! ]


Farah menilik kediamannya, dia begitu takut Keenan bisa memergokinya. Farah membawa hot chocolate menuju balkon kamarnya. Farah menghidupkan music player dan memasang earphone di telinganya. Dia sengaja mengabaikan pesan dari Axcel, bahkan gadis itu sudah menghapusnya.


Bila kutanya pada diriku, mengapa aku bertahan… Menerima keadaan yang tak baik saja, memaksakan segalanya…


Farah kembali meneteskan air matanya. Dia menatap nanar kedepan, pikirannya tengah campur aduk saat ini.


Sakit tak sanggup… Sadarkah kita terlalu hancur… Hilang habis tak bersisa, tapi tak mampu kumenyerah, tertawan hati...

__ADS_1


Tak mau kehilangan, tapi lelah berjuang… Bukankah rumah tempatku bersandar, sendiri ku tak bisa. Bersama kutersiksa, ini kenyataannya kita tak baik saja…


Sakit tak sanggup… Sadarkah kita terlalu hancur… Hilang habis tak bersisa, tapi tak mampu kumenyerah, tertawan hati...


Farah kembali menutup kedua matanya erat. Mengapa seluruh isi lagu sendu itu seperti perjalanan kisahnya. Farah yang menyumpal telinganya tidak menyadari bahwa Keenan sudah kembali ke rumah mereka.


Deg!


Farah tertegun, Keenan mengecup mesra keningnya. Keenan tersenyum dan berbalik menatap gadisnya yang termangu dengan tingkah kekasihnya.


“Jangan biasakan dirimu di luar dalam kondisi angin kencang seperti ini!”


Farah mengerutkan keningnya tidak paham. Keenan terkekeh gemas melihat tingkah laku gadis tengilnya. “Ayo masuk!”


“Kak…”


“Kamu jangan pernah membuat aku emosi lagi ya… Aku membelikanmu Mekdi!”


Farah mengatupkan bibirnya, sedetik sebelumnya Farah hampir menyerah. Lalu saat ini? Dia seperti dipermainkan takdir.


“Maafkan aku…” Farah berujar sendu.


Seharusnya Keenan yang meminta maaf padanya. Namun, hal itu tentu saja kemustahilan. “Aku janji, aku akan menuruti kemauan Kakak!”


Harusnya Keenan senang dengan respon patuh Farah. Namun, sisi lain hatinya merasa tidak nyaman. Gadis itu terlihat seperti boneka, jiwanya tidak disana.


Keenan tidak ingin kembali membangkitkan emosinya, sudah cukup dia mengalah dan kembali pada gadisnya saat ini.


Keenan begitu rindu, dia merengkuh tubuh Farah dan meminta ciuman padanya. Farah tidak menyangka. Untuk pertama kalinya Farah merasa jijik dan ingin mendorongnya. Entah karena terbawa suasana sebelumnya atau hal lain dia tidak tahu. “Aku lapar…”


Keenan tersentak, dia tahu Farah tidak menginginkannya. Rasanya mereka sedang melakukan perang dingin saat ini. “Aku sudah menyiapkannya di meja!”


Keenan melepaskan Farah begitu saja dan kembali meninggalkannya.


Braaak!


Farah mengepalkan kedua tangannya erat, air matanya kembali terjatuh melihat perlakuan Keenan yang seenaknya. Farah merogoh ponselnya dan membuka aplikasi chat sebelumnya.


[ Farah_Lee : Cel, aku lapaaar… Kamu wajib traktir aku di Pizza xxx! Aku tunggu… ]


Dengan cepat Farah juga mencari kontak bibi Lyn. “Halo, Bibi…”


“Farah minta maaf… Ibu menghubungiku, dia mengatakan rindu… Aku akan pulang ke Negara B sekarang…”


“Apa?! Bibi masih di HK, apa Keenan bisa mengantarmu?”


“Tidak perlu, Bi… Aku sudah mengatakan pada Kakak aku bersama temanku.”


Bergetar tubuh Farah saat ini, dia tidak pernah sekalipun berbohong seperti ini. Bahkan Farah tidak menyadari apa yang akan terjadi jika Keenan menyadarinya.


“Ibu akan melakukan apapun demi kamu hidup!” Farah terjatuh di lantai, dia menangis sejenak dan kembali bangkit meninggalkan mansionnya.

__ADS_1


--- To be continue ---


Credit of song : Tertawan Hati - Awdella.


__ADS_2