
[ Othor harap ini last war beneran... Otak othor rasa ingin meledak. Di saat semangat pas-pasan karena pamor novel ini turun tapi adegan lagi baku hantam. Semoga kalian bisa merasakan ketegangan dan baku hantamnya... Sepertinya othor butuh banyak belajar lagi menjabarkan lebih detail dan lebih memiliki jiwa hehe ]
[ Btw, lemes tsaaaaay apresiasi novel ini makin kesini beneran turuuuun banget!! ]
[ Like tambah dikit, komen aja ilang... seperti biasa... but it's okay i'm strong author like putra odin #ehh Demi kepuasan pembaca othor akan semakin bekerja keras memberikan pelayanan prima (apa sih thor sepertinya othor belum minum obat wkwkwkwwkk) ]
***
BTW othor kasih visual di akhir-akhir nih wkwkwkwk
Mereka emang team musuh tapi beningnya gak kuaaaaat othor... Othor pengen ngarungin Mr. Wei!!
Dari jutaan aktor dll ini yang paling sesuai, apalagi Tuan Wijaya aduh ya tuhaaaaaan tolong... wkwwkkwkwk kalau dah ngobrol gini kek pengen ngelantur cerita kemana-mana hahahaha
Kalian suka gak sih interuspi section ini ppffftt...
Ehm... Dan ini dia team avenger kitaaaa... Siapkan kresek awas mimisan hihi
Yakin kalian bisa milih di antara mereka? wkwkwkwk
Othor tuh kalau mau bikin cerita bab selanjutnya suka ngehaluin mereka pake backsound sesuai seolah othor sutradara nyuruh mereka beradegan ini itu bagus gak ya... Sometime ketawa sendiri ngebayangin si Ahn Jue di suruh-suruh Keenan terus dia ngedumel. Kayaknya kawaaiii sekaliii...
Atau pas adegan si sumbu pendek Ken... Muka mereka mewakilkan sekali karakter yang othor pengen...
Next-nya bakalan ada adegan di mana Ken ngegoda Sam pake nyanyi Ih Abang jahat Ecko show itu othor bayanginnya ngakak sendiri di katain gila ama ayang bebeb di rumah hahaha
Pantengin terus keseruan mereka ya, bayangin sesakit kepala gimana Keenan ngurus anak buah sengkleknya itu. Tampang elite ahlaq sulit wkwkwkwk
Semoga kalian selalu setia di buku ini, semoga othor punya kekuatan perbaikan typo yang berterbangan. Saranghae semuanya... Sehat selalu, bahagia dan murah rezekinya :)
--------Back to story...
Disclaimer : Mature Content
BBRRRAAAAKKK!!
Tumpukan reruntuhan itu terjatuh di atas tubuh Keenan, Mr. Wei berpikir Keenan sudah tidak bisa lagi menghindar. Tapi dia salah!!
"Heh... Ternyata kematian anak buahmu membuat kekuatanmu keluar sepenuhnya Mr. Wei!" Keenan bangkit dengan mengangkat balik bongkahan yang terbotong menutupi tubuhnya.
Saat tumpukan itu di atasnya Keenan sudah mengaktifkan Shield, saat ini Keenan mengendalikan dindingnya dan berbalik melemparkannya ke arah Mr. Wei.
Braaaakkk!!
Dengan lihai Mr. Wei menghindar, dia kembali menarik beberapa bongkahan reruntuhan an memadatkannya menjadi bagian yang menyatu dan jauh lebih besar.
"TERIMA INI!!"
Mr. Wei melemparkannya kembali ke arah Keenan. Keenan mulai lelah dengan permainan menguras energi ini. Dia bersiap melakukan serangan yang jauh lebih mematikan. Keenan kembali mengsinkronkan microbots dengan tubuhnya.
Keenan memberikan perintah pada microbotsnya untuk menjadi tentakel seperti dokter octopus dan menerjang tubuh Mr. Wei saat ini.
Krrrraaaakk!!
"Aaarrrkk!!"
BRAAAAAAKK!!
Saat reruntuhan jatuh asap tebal mengepung sekitaran membuat jarak pandang berkurang. Setelah memudar bertapa terkejutnya Keenan dan Mr. Wei bahwasanya Mr. Lee lah yang terkena hunusan tangan besi dari jutaan Microbots yang di kendalikan Keenan. Dengan kemampuan Sharingannya Mr. Lee mengetahui tuannya dalam bahaya dengan kecepatan yang dia punya dan bantuan sistemnya dia menghadang dan menjadi tameng.
"Lee..." lirih tuan Wei menjatuhkan air matanya.
"Heh, ini kah akhir peradaban kita sobat?" Mr. Lee masih bisa menjawab tuannya. "Wijaya, senang menjadi bagian dari perjalanan hidupmu... Terima kasih!"
"LEEEEEEEEE!!!"
[ Asli guys othor mewek.. selemah ini mental othor hiks maaf ya Mr Lee... hiks ]
"KEEENAAAANN MATI KAU!!"
Kraaak!!
"Aaarrrkk!!"
"Too late..."
Dengan tenang tanpa merasa iba pada keduanya Keenan kembali menjulurkan lengan octopusnya menuju jantung Mr. Wei. Tangan besi itu telah mengkoyak permukaan dada Mr. Wei. Pria itu terbelalak dengan senyuman yang seketika terbit di wajah tampannya.
Syuuutt!
Dengan cepat Keenan menarik tubuh Mr. Wei mendekatinya lewat tangan Octopusnya.
Bruk!
Tubuh Mr. Lee terjatuh dengan berceceran darah yang mengalir deras berasal dari jantungnya yang terlepas. Sam dan Ben terpaku sejenak, sejujurnya ini bukan yang pertama kalinya mereka melihat kekejaman Keenan tapi menggunakan cara seperti melepaskan jantung seseorang ini pertama kalinya.
"Aarkk!!"
Tuan Wei masih bernafas dan memekik tertahan saat tangan Keenan mencengkran dan mencekik lehernya.
"Bagaimana rasanya kehilangan seluruh harapan?" tukas Keenan dingin.
Tuan Wei tentu tidak mampu untuk menjawabnya, nyawanya tengah di ujung jurang.
"Kau mati sekalipun, tidak bisa menebus seluruh dosamu!"
"Aku berharap wanitaku yang akan menyiksamu selanjutnya!! Bersiaplah bertemu dengan malaikat pencabut nyawa saat ini juga!!"
Jleeebb!!
"AAARRRRKKKK!!"
Pekikan pilu keluar dari mulut tuan Wei saat tangan besi Keenan mengoyak dadanya dan meremas jantungnya. Dengan seringai iblisnya Keenan memainkan meremas kencang an perlahan berulang-ulang di jantung musuhnya. Darah keluar dari seluruh panca indera musuhnya. Bola mata tuan Wei bergulir memutih sepenuhnya, dengan satu kali hentakan Keenan menarik jantung Tuan Wei keluar dari tempatnya.
Keenan menjatuhkan air matanya saat sekilas bayangan Farah terlintas di hadapannya. Dia juga kembali memutar kejadian naas dimana Farah menjerit saat di beri injeksi virus XY.
"Jantungmu hanya pantas untuk menjadi makanan peliharaanku!" lirih Keenan penuh dendam.
__ADS_1
Bruug!!
Keenan melempar jantung itu di hadapan Sam. Reaksi Sam mual melihat jantung melompat begitu saja kehadapannya. Dia langsung memuntahkan isi perutnya. "HOOOEEEKK!!"
Bruukk!
Keenan melepaskan tubuh tuan Wei, tangannya berlumuran darah pekat. Hatinya tidak lega sama sekali. Sebelumnya dia mendengar tuan Wei mengatakan kata terakhirnya.
"Ha..ha.. Listen Keenan, kau memang menang dalam peperangan kekuasaan ini... Ta pi kenyataannya kau kalah... Kau kehilangan wanita dan anakmu selamanya. Mereka tidak akan pernah kembali di sisimu!!"
"Kau memang bisa membunuhku... Aku tidak mungkin mengubah takdir ini, kau pun demikian. Kau tidak bisa mengubah takdir bahwa kamu sendirian!!"
Keenan berjalan gontai dengan lelehan air matanya, dia meninggalkan anak buah dan kekacauan yang terjadi disana. Mr. Wei benar, dia tidak membawa piala kemenangan. Dia justru merasa kalah...
"AAAAAAAARRRRRRKKKKKKK!!!"
Keenan menjerit di luar dengan bersimpuh menggengam tanah, air matanya mulai bercucuran.
"Mengapa kamu tidak menjemputku Baby... I don't wanna be alone without you..."
[ Disini kembali kita suguhkan BACKSOUND wkwkwk ]
[ Silahkan buka Spotify dan cari Don't Leave by T-Ara... Othor kasih liriknya, selamat mengsedih... hehe btw ternyata nama judulnya hangul kalian boleh liat dulu youtube terus abis tau kalian buka lagi spotify T-Ara cari di album Day by Day nah pilih yang sesuai soalnya judulnya pake Hangul bahasa korea :( ]
Don't leave your love
Jangan tinggalkan cintamu
Itgien neomu saranghaennabwa
Aku terlalu mencintaimu untuk bisa melupakanmu
Ajikdo neol gidarineun naya
Aku masih menunggumu
Uriui siganeun meomchwonnabwa
Waktu kita telah terhenti
Niga gyeothe inneun geot gatha
Rasanya kau berada disisiku
Tteonajima tteonagajima
Jangan pergi, jangan tinggalkan aku
Nareul gaseume sangcheoman jugo
Kau hanya memberiku luka hati
Tteonajima ireon nalullijineun ma
Jangan pergi, jangan buatku menangis
Naege dorawajwo
Kembalilah padaku...
"Keenan..." lirih Sam mendekat mencoba menghibur hati sahabatnya.
"Dia bohong bukan? Si Degil ini selalu membuat aku sakit kepala... Dia tengah melakukan prank kan? Dia akan mengejutkanku di saat aku sudah sangat kesal dan marah. MANA DIAAA?!!" Dengan berderai air mata dan cercaan yang cepat Keenan menggoyang bahu Sam mempertanyakaan keberadaan kekasihnya.
"Bawa dia padaku... Aku akan menghukumnya.. Huh!!" Tubuh Keenan bergetar hebat, dia tidak kuasa lagi menjalani hidupnya.
Yeojikkeot sarawatdeon ilsaenge dan hanbeon Michidorok akkyeojwotdeon sarameun neorangeol
Satu-satunya orang yang sangat menyayangiku didalam hidupku hanya kamu
Ibyeoriran phaphyeone jugeun nae sarangi gayeowo gwirowo ibameun tto wirowo baby don't know why
Cintaku telah mati, tercabik-cabik, terasa sakit dan menyiksa. Malam ini aku merasa hanya sendiri sayang, entah mengapa...
Kkochiphi tteoreojin geot cheoreom ni momdo meoreojyeobeoryeo geoure bichin michin yeoja gatheun nae moseubeun machi
Seperti kelopak bunga yang terjatuh, tubuhmu terasa sangat jauh. Pantulan bayanganku di cermin terlihat seperti orang gila...
Buranhandeut momeul tteolgo itji
Bergetar seperti sedang gugup
Seulpheumui kheun giphi nunmul heulliji
Dalamnya kesedihanku membuat air mataku mengalir...
***
Seminggu kemudian di kediaman Lee Negara B.
[ Masih lanjut dong Backsoundnyaaa wkwkwk ]
Naerineun bie nunmul gamchumyeon Uri chueok modu gamchwojilkka
Bila aku menyembunyikan air mataku di bawah guyuran hujan, bisakah semua kenangan kita terpendam?
Geuriun ni ireumeul jiumyeon Neoui eolgul jiwojilkka
Bila aku menghapuskan namamu dari ingatanku, bisakah seluruh ingatan tentang wajahmu terhapuskan?
Tteonajima tteonagajima
Jangan pergi, jangan tinggalkan aku
Nareul gaseume sangcheoman jugo
Kau hanya memberiku luka hati
Tteonajima ireon nalullijineun ma
Jangan pergi, jangan buatku menangis
Naege dorawajwo
__ADS_1
Kembalilah padaku...
Keenan telah buntu keberadaan Farah benar-benar bak di telan bumi. Cepat atau lambat kabar duka ini akan di ketahui oleh keluarga Lee tepatnya ibunya Nyonya Marry dan adiknya Daniel Lee. Pada akhirnya dengan berat hati Kaviandra menerima bahwa Farah benar-benar meninggal, mereka bersujud meminta pengampunan pada keluarga Lee atas keteledoran mereka dalam menjaga putri sulungnya.
"Tu-an..." lirih nyonya Marry menghadang Keenan untuk bersujud di kakinya.
Seluruh keluarga besar Kaviandra menangis, tak luput dari Tuan Kaviandra yang ikut larut dalam kesedihan.
"Aku minta maaf sebesar-besarnya Tante, aku melanggar sumpahku menjaga Farah." tutuk Keenan tercekat. Air matanya menghiasi wajah pucat dan sayunya.
"Ini bukan salah anda, kami berterima kasih Kaviandra masih menyokong kehidupan keluarga Lee. Saya yakin ini kecelakaan, kami maklum... Huhu."
Tubuh nyonya Lee merosot dia pingsan mendapati putri kesayangannya menghadap sang pencipta di saat Daniel dalam kondisi berangsur pulih.
"Marry!!" pekik nyonya Lyn menghampiri wanita ringkih di hadapannya.
Dengan segera Keenan memindahkan tubuh Nyonya Lee memanggil dokter pribadi mereka. Taklama keluarga Kaviandra pamit kembali menuju Negara mereka.
Neoui utjarage neoheodo nae maeumeun
Hatiku mengiringimu
Jjitgeona beorigeona sumgigeona thaeundaero
Meskipun terasa hancur, teracuhkan, terpendam, atau terbakar
Hyangsu cheoreom nameo geurim cheoreom
Seperti parfum, seperti lukisan, terukir dengan indah
Boyeo nagin cheoreom saegyeojyeo beoryeosseumeul gieokhae don't wanna cry
Ingatlah itu, aku tak ingin menangis. Hari dimana kau adalah duniaku terasa menyiksaku
Niga nae sesangideon naldeuri nal gwirophyeo Niga nae beobieotdeon chueokdeuri samuchyeo
Ingatan dimana kau adalah segalanya bagiku terasa menusukku
Inyeonui kkeuneul noheulsuga eobseo
Aku tak bisa menolak benang takdir
Neol idaeroneun bonaelsuga eobseo
Aku tak bisa membiarkanmu pergi seperti ini...
***
Pemakaman pribadi keluarga Lee.
Walau tubuh Farah tidak di temukan, mereka sepakan membuat batu nisan di sebelah makam tuan Lee.
"Relakan lah nak..." Tuan Kaviandra merangkul bahu putranya. "Papa yakin dia engah tersenyum dari surga sana. Dia akan sangat sedih jika melihatmu seperti ini." bujuk tuan Kaviandra pada putranya.
"Aku telah gagal Pah, aku tidak pantas..." sesal Keenan tak bergairah.
"Nak... Tidak ada hari naas yang tercetak dalam kalendar kehidupan. Itu sebabnya, hari esok adalah misteri dan kemarin adalah sejarah. Sedangkan hari ini kita sebut anugerah, lakukan yang terbaik di hari ini untuk kehidupan yang jauh lebih baik di masa yang akan datang."
Sorichyeodo sorichyeo bulleobwado
Walaupun aku berteriak dan berteriak memanggilmu
Neon jigeum eodiinneuji
Aku tak tahu kau ada dimana
Tteonajima ireon nalullijineun ma
Jangan pergi, jangan buatku menangis
Naege dorawajwo
Kembalilah padaku
Neomuna apheun saram
Benar-benar orang yang menyakitkan
Ibyeoriran phaphyeone jugeun nae sarangi gayeowo gwirowo ibameun tto wirowo
Cintaku telah mati, tercabik-cabik, terasa sakit dan menyiksa. Malam ini aku merasa hanya sendiri
Kkochiphi tteoreojin geot cheoreom ni momdo meoreojyeobeoryeo
Seperti kelopak bunga yang terjatuh, tubuhmu terasa sangat jauh
Neoui utjarage neoheodun nae maeumeun
Hatiku mengiringimu
Hyangsu cheoreom nameo geurim cheoreom nameo
Seperti parfum, seperti lukisan
Ibyeoriran phaphyeone jugeun nae sarangi gayeowo gwirowo ibameun tto wirowo
Cintaku telah mati, tercabik-cabik, terasa sakit dan menyiksa. Malam ini aku merasa hanya sendiri
--- to be continued ---
[ credit of song T-Ara Dont Leave lirik by musikdanlyrics(.)blogspot(.)com ]
BTW kenapa lagunya dari T-Ara terus? Karena bagi othor lagu ballad mereka gak pernah gagal bikin othor mewek selama sebisanya wkwkwkwk
Walau lagu lawas tapi masih terasa fresh di telinga othor. Lagu ini keluar sekitar 10 tahun yang lalu tapi othor masih dengerin tiap hari ampe detik ini. Hahaha
Ketahuan banget ini umur othor berapa hiks
Setelah ini bakalan moving fast to 5 tahun kemudian dimana anak cebong menetas!!
Pinisirin???
Pantengin dong...
__ADS_1
DON'T FORGET KASIH LIKE, COMMENT, GIFT, AND VOTE...