
Kediaman Besar Klan Long, 08.00 AM.
Keesokan harinya, tuan Wei Long atau Mr. Black sudah menerima kabar dari salah satu anak buahnya yang mengatakan bahwa misi mereka gagal semalam. “Kalian sekumpulan idiot!!”
Tanpa perlu waktu lama, seluruh anak buah yang ada di hadapannya mendapatkan siksaan yang tidak terduga hanya karena tuan mereka sedang dalam suasana hati yang buruk.
Braaak!
Tuan Wei membalikkan meja mengakhiri membuang energi negatifnya. Dia terengah dengan deru nafas yang memburu. “Lee, apa ini kualitas anak buah yang kita miliki?”
“Pantas saja, kita tidak pernah menang dari kekuatan musuh!!”
Asisten Lee menunduk dan mengucapkan permintaan maafnya. Semua orang menunduk merasa diri mereka tidak pantas berada disana.
“Azlan, mulai sekarang kumpulkan seluruh anak buah terbaik di garda depan. Berikan mereka pelatihan ganda. Perbaiki seluruh sistem keamanan! Apa tanpa perintahku kalian tidak pernah ingin meningkatkan kualitas diri kalian masing-masing, hah?!!” Tuan Wei begitu emosi, sejauh ini dia sudah begitu lelah, dia terus mengembangkan serum obat, dia tidak lagi mempunyai waktu mengkaji ulang kekuatan anak buahnya.
“Saya mengerti, Tuan!” Azlan menundukkan tubuhnya mengerti titah tuannya.
Tiba-tiba seorang anak buah yang bertugas berjaga di pelataran masuk kediaman lari tergopoh dengan mendorong keranjang yang berisikan sebuah barang misterius.
“Permisi, Tuan! Maaf saya menyela…” seru anak buah tersebut menunduk meminta ijin.
“Apa itu?” tanya tuan Wei menyelidik satu kotak persegi yang terbuat dari pallet kayu.
“Saya tidak tahu, Tuan. Paket ini diantarkan oleh kurir baru saja. Dia tidak mengatakan apapun, tidak ada juga nama dan alamat si pengirim…” tutur si penjaga gerbang polos.
“Kau bodoh!!” Azlan bergegas mendekat dan bersiap menatap peti dihadapannya. “Jangan pernah membawa masuk barang tidak diketahui identitasnya!!”
“M-maaf, Tuaaan… Saya hanya menjalankan tugas!” gagap si penjaga menundukkan tubuhnya.
Tuan Wei menggerakkan tangan menghentikan Azlan yang bersiap menembak mati si penjaga. “Buka sekarang!”
Dengan sigap Azlan menunduk patuh dan mulai meminta anak buahnya mengambilkan dirinya sebuah perkakas untuk membuka pallet kayu dihadapannya. Entah bagaimana, perasaan Azlan mendadak tidak nyaman. Berkali-kali dia memikirkan keberadaan Hyu yang masih abu-abu sampai saat ini.
Bau amis yang menyeruak saat Azlan mencoba membuka satu persatu kayu membuat tengkuk leher ke semua orang disana meremang. Tuan Wei sudah bisa mengira apa isi didalam box tersebut. Dengan hentakkan kasar Azlan bisa membuka seluruh kayu yang kini sudah bisa dilihat apa isi didalamnya.
Seluruh mata yang memandang membulat sempurna, terlebih Azlan sendiri. Bau anyir darah semakin pekat terasa di seluruh indra penciuman semua orang yang ada di ruangan itu. Tuan Wei sudah menduga, hanya saja dia tidak tahu siapa yang jadi korbannya. ‘Keenan, aku tidak menyangka kamu berani melanggar perjanjian kita!’
Mereka bisa melihat jelas potongan sempurna kepala Hyu, kedua matanya membulat mengalirkan darah hitam di wajahnya. Seluruh panca indra pria malang itu mengalirkan darah hitam pekat dengan wajah yang sudah membiru.
“Bajingan Keenan Kaviandraaa!!” pekik Azlan penuh emosi.
__ADS_1
Jantung pria itu berdetak lebih cepat dari biasanya, darahnya mendidih panas dengan deru nafas yang semakin memburu. Hyu adalah adik dari Azlan, dia juga salah satu anak buah paling berpotensi di Black Shadow.
“Aku turut berduka tentang Hyu!” tutur tuan Wei mendekat dan mencengkram bahu Azlan. “Tenangkan dirimu, kita akan membalaskan semua penghinaan ini!”
Azlan menunduk mengerti, meskipun hatinya tengah berkabung, tentu saja dia tidak ada waktu untuk menangisi kematian adiknya.
“Heh…” Tuan Wei menyeringai, dia sudah menyusun rencana di dalam benaknya. “Kalian tahu, ingatlah pepatah ini… Bahagia itu sewajarnya, karena bisa jadi kebahagian kalian mengantarkan kesedihan yang mendalam!”
Semua orang seolah mengerti apa yang sedang diutarakan tuannya. “Pria itu sedang berbahagia dengan mengumumkan wanitanya. Tanpa disadari olehnya, dia membuka lebar kelemahannya!”
“Azlan, tugasmu… Bawa padaku calon Nyonya Keenan dalam keadaan hidup tanpa cacat apapun… Sudah waktunya, kita akan melakukan prosesi injeksi vaksin tahap akhir!”
Azlan menyeringai puas, senyuman lebar terpetakan jelas di wajahnya yang sempat merah padam menahan amarahnya. Azlan menunduk mengerti menerima titah tuannya dengan senang hati. ‘Tenang saja Hyu, Kakak akan membalaskan dendammu… Aku akan menyiksa pria itu lebih baik dari dia menyiksamu… Tenanglah disana!’ Azlan bergegas melangkahkan kakinya, dia akan membawa pergi wanita yang jadi kelemahan musuhnya.
***
Kediaman Kaviandra Kamar Keenan, 09.00 AM.
"Morning Baby!" Keenan berbisik membangunkan kekasihnya yang masih erat memeluk tubuhnya.
Farah mengulat malas, dia kembali tidak ingin peduli dan meneruskan tidurnya. Tubuhnya sungguh teramat lelah. Setiap kali kekasihnya meminta hak biologisnya, dia seperti kejatuhan asteroid besar.
“Kamu sungguh manja!” cibir Keenan menciumi wajah kekasihnya yang polos.
“Aku tidak percaya, harum tubuhmu sungguh tahan lama… Kamu benar-benar terasa seperti opium!” puji Keenan kembali berbalik badan dan menindih tubuh kekasihnya.
“Aaaargghh!” Dengan sekuat tenaga Farah mendorong tubuh Keenan yang tengah mencoba melakukan serangan fajar.
Keenan terkekeh dengan sikap Farah yang mulai berani menolak dirinya. “Kamu pake parfum apa, Sayang?” Keenan kembali memeluk Farah dari belakang, berbisik lirih di cuping telinga gadis kecilnya.
“Emang kenapa?” Farah terjaga sempurna, walau kesal dia tetap menjawab pertanyaan kekasihnya.
“Aku sangat suka, aku akan membeli pabriknya!”
Dengan cepat Farah berbalik badan menatap wajah kekasihnya dengan membuka mulutnya lebar. Keenan teramat gemas, dia memagut bibir Farah lembut.
“Kayaknya cuma suami Farah Lee yang bilang suka parfum yang aku pake langsung beli pabriknya!”
“Hahaha… Bukankah kamu beruntung, Sayang?”
Farah tersipu malu, dia kembali merebahkan diri memeluk kekasihnya. “Aku kan cuma pake cologne baby aja…”
__ADS_1
“Aku pikir kamu juga punya parfum mahal lain seperti yang sering Karen gunakan!” Keenan mencium ceruk leher gadisnya kembali. “Apa uangmu kurang untuk membeli parfum itu?”
Farah mencibirkan bibirnya. “Cuma pake cologne aja nempelnya kayak hansaplas, gimana kalau pake Chyeneeel~”
“Hahaha!”
Keenan memeluk erat kekasihnya, sangat erat. Dia tidak ingin melepaskan Farah sejengkal saja. Perasaannya mendadak terus dihantui akan kehilangan gadisnya. “Kamu sungguh inspiratif, aku akan membangun sebuah pabrik parfum yang wanginya terinspirasi dari harum tubuhmu!”
Farah tertegun sejenak, dia tahu bahwa prianya adalah orang terkaya sejagat alam semesta. Hanya saja, sampai memiliki ide menjual wangi varian tubuhnya itu terlalu berlebihan.
“Nanti, banyak wanita yang memiliki harum tubuhku… Lantas, Kakak bisa memilih mereka menggantikanku…” Farah menggoda kekasihnya, Keenan mengulas senyuman.
“Kamu jangan terlalu bodoh, Sayang!” ejek Keenan terus saja menciumi bagian tubuh Farah. “Semua orang bisa menggunakan jenis parfum yang sama. Tapi, tidak ada satu orang pun yang akan memiliki harum yang sama saat parfum itu menempel di tubuh seseorang!”
“Tau ah gelap!”
Keenan tertawa, dia kembali menciumi gadisnya penuh kebahagian. “Daisy…”
“Hah?”
Keenan mengatakan sebuah kata tiba-tiba, Farah mengerutkan keningnya kebingungan. “Maksud Kakak?”
“Aku akan menamakan produknya, Daisy!”
Deg!
Bagaimana bisa prianya bisa menemukan kata yang sama dengan keinginannya. Farah cukup terharu pagi ini., perasaannya membuncah luar biasa.“Why?”
“Apa kamu tidak tahu?” Keenan mengangkat dagu kekasihnya, menatap lekat netra Farah yang sudah berkaca. "Daisy kerap kali dilambangkan sebagai ketulusan hati. Sama seperti kamu, yang memiliki ketulusan hati yang tidak dimiliki siapapun!”
“Karena ketulusan hatimu juga, aku benar-benar terjatuh dalam mantra cintamu… Aku sangat mencintaimu Farah Lee… Jangan coba-coba pergi menjauh dariku!”
Farah sudah menjatuhkan air matanya, dia tersenyum getir dan langsung berinisiatif mencium kekasihnya lebih dulu.
“Kamu tidak perlu menjadi wanita pintar, kamu juga tidak perlu menjadi wanita yang pandai bersolek, cantik dan sempurna. Kamu hanya perlu menjadi Farah Lee, aku sudah bertekuk lutut pada cintamu!”
Farah sudah tidak bisa lagi menjelaskan kondisi dirinya saat ini. Dia mengusap perlahan wajah kekasihnya yang teduh. “Percayalah, hanya ada namamu di dalam hatiku… Keenan Kaviandra, aku mencintaimu sampai jiwa ini lepas dari raganya!”
Keduanya berpelukan erat. “Jangan mengatakan hal seolah kamu akan meninggalkanku jauh, Sayang!”
Farah semakin deras menjatuhkan air matanya, dia mengira Keenan sudah mendapatkan firasat bahwa Farah memang akan pergi menjauh dari calon suaminya itu. ‘Maaf Kak, tapi ada nyawa anak kita di dalam tubuhku… Aku akan mempertahankannya, meskipun kamu tidak menyukainya. Tapi aku bersyukur, aku bisa memilikinya. Putra dari seorang pria yang sangat aku cintai di dunia ini!’
__ADS_1
--- to be continued —