Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 87 # Wanita Gila


__ADS_3

⚠ Adult and Mature Konten ⚠


Kantor pusat KTech, markas bawah tanah, 05.00 PM.


Keenan menegaskan langkah kakinya, dia turun dengan sorot mata tajam sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya.


"Selamat malam, Tuan!" Sam menunduk menyambut kedatangan tuannya, diikuti seluruh anak buah yang lainnya.


"Mana dia?!" tanya Keenan dingin tanpa basa-basi.


"Di dalam Tuan, dia masih tidak mau mengakui dia bekerja untuk siapa!" sahut Ben mempersiapkan peralatan apa saja yang mungkin digunakan Keenan mengeksekusi targetnya. Jika dibanding Sam, Ben bertugas menyiapkan seluruh senjata yang akan digunakan tuannya.


Keenan melemaskan tulang leher dengan pandangan mata yang sudah penuh dengan kebencian dan amarahnya.


Brak!!


Pintu sel ruang bawah terbuka keras, terlihat si pendosa sudah bersimbah darah yang mengalir dari mulutnya. Keenan tersenyum miring dan segera mendekatinya.


“Bagaimana bisa Paman Tang meloloskanmu menjadi pelayanku di kediaman?” Keenan mencengkram erat wajah Jenny yang sudah hampir babak belur.


Tidak ada rasa takut terlihat di wajah Jenny. Gadis itu justru tengah menyeringai senang, akhirnya dia mendapatkan perhatian khusus dari pria yang diincarnya selama ini.


“Apa kamu baru menyadarinya? Haha” Jenny tertawa mengejek kearah Keenan.


Pria itu segera membanting wajah Jenny sekerasnya hingga berbalik dan mengeluarkan suara retak pada tulang lehernya.


“Kamu sungguh lancang!”


“Heh,” Jenny kembali menyeringai. “Aku sudah sangat lama berada di sampingmu. Aku bahkan bisa jatuh hati padamu. Aku bertahan dengan status pelayan demi bisa menjadi wanitamu!”


Keenan takjub dengan pernyataan wanita sial di depannya. “Haha… Wanitaku? Apa kamu tidak pernah bercermin?”


“Kamu hanya belum mengetahui performaku Sayang, aku akan jauh lebih baik melayanimu dibandingkan adik sepupu tengilmu yang cengeng itu!”


Plaaak!!


Secepatnya Keenan menampar keras wajah wanita gila di hadapannya. Tak berhenti disana, Keenan juga menjambak rambut panjang Jenny yang sudah begitu lengket oleh darah dan keringat.


“Jangan pernah ucapkan nama wanitaku dari mulut busukmu!” Keenan berbisik berang. “Jelas, kamu tidak akan pernah sebanding dengannya!!”


“Aaarrrkkk!!” Jenny menjerit kesakitan, rambutnya seolah dipaksa terlepas dari kepalanya.


“Apa tujuanmu, hah?!”


“Haha… Aku sudah katakan! Aku berdiri sendiri, aku terpikat oleh ketampanan, kekuasaan, juga harta yang melimpah dari seorang Mr. K!” kekeh Jenny yang masih terlihat kuat walau sudah tersiksa seperti itu.


“Heh, aku ingat wajahmu… Kamu berada di pelalangan itu!” Keenan melepaskan cengkraman tangannya dan beralih kembali menatap Jenny di hadapannya.


“Hahaha, akhirnya kamu tersadar juga!” Jenny sungguh wanita yang kuat. “Malam itu, harusnya aku yang ada di atas ranjangmu. Bukan gadis lemah yang jadi adik angkatmu itu!!”


Dor!!


Keenan sudah tidak tahan, dia melepaskan tembakan tepat di jantung Jenny. “Aku akan menghukum Paman Tang, dia lalai membawa masuk wanita gila sepertimu!”


"Aaarrrkk!" Jenny memuntahkan darahnya, sudah seperti itu saja dia masih bisa bicara di depan Keenan. “Apa kamu pikir kamu akan tenang dengan membunuhku?”

__ADS_1


“Listen, aku mati maka Farah Lee ikut serta sebentar lagi! Hahaha!!”


Dor!!


Keenan menembakkan kembali peluru timah panasnya. Jenny menyeringai, tak lama kedua bola matanya membulat dan nafasnya berhenti saat ini juga.


Keenan masih menatap mayat Jenny dengan sorot mata tajam penuh dendamnya. Tidak ada satu orangpun anak buah Keenan yang berani menyelanya. “Jadikan tubuhnya makanan pembuka, Crocho!”


Keenan mengambil kain lap yang disediakan Sam. Pria itu memberikan perintah pada anak buahnya. Dengan sigap Ben dan Ken mengerti, kedua pria itu membuka ikatan tali di tubuh Jenny dan menghempasnya kasar. Gadis naas itu akan menjadi hidangan aligator ganas yang menjadi peliharaan Keenan di dasar markasnya.


"Apa anda ingin membersihkan diri?" tawar Sam pada Keenan.


"Tidak, aku akan kembali ke rumah sakit!"


Keenan meninggalkan Sam tanpa lagi memberi titah tambahan. Sam menatap nanar mengamati tuannya yang sudah menghilang saat pintu lift tertutup.


"Ini baru pemulaan Keenan, semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang angin yang berhembus!"


Tanpa diketahui Keenan, Sam tengah menyembunyikan sesuatu atas hasil laboratorium milik Farah. Sam mengepalkan kedua tangannya erat, dia segera menyusul kepergian Keenan.


***


Keesokan harinya…


Farah mengerjap, dia tersenyum saat dia membuka matanya. Hanya ada kekasih hatinya yang sedang tertidur dalam posisi duduk di samping ranjangnya. “Kak…”


Keenan terperanjat saat mendengar Farah memanggilnya walau begitu lirih. “Kamu sudah bangun? Apa kamu menginginkan sesuatu?"


Farah terkekeh melihat respon Keenan, satu sisi hatinya sungguh terharu dengan perubahan sikap Keenan yang sudah berbeda jauh dari sebelumnya. Farah menggelengkan kepala perlahan. Dia mencium bau amis di sekitarnya. “Kakak terluka?”


Keenan menyadari bahwa bau amis darah Jenny masih membekas di bajunya. “Aku baik-baik saja…”


Farah terbelalak sejenak menyadari kesalahannya, dia terdiam tanpa ingin melanjutkan perkataannya. Keenan terdiam, dia terkekeh dengan respon Farah sekarang. "Demi menjagamu. Aku bahkan melewatkan membersihkan diri, melewatkan jadwal makan, dan juga mengabaikan pekerjaanku!"


Farah menunduk, dia tahu dia terlalu berani dengan spontan menolak didekati oleh kekasihnya. “Maafkan aku…”


Terdengar hembusan nafas berat keluar dari mulut Keenan, pria itu berbalik badan bersiap melangkah pergi.


“Kak!”


Keenan berhenti tanpa menatap wanitanya.


“Mau kemana?”


“Mandi!”


Farah tidak melanjutkan perkataannya, Keenan sudah melangkah pergi begitu saja. Farah membuang nafasnya berat. “Hampir aku keceplosan…”


“Selamat pagi, Nona!”


Farah mendongat, ternyata salah satu perawat mengunjunginya dengan membawa nampan yang berisi sarapan pagi untuknya.


“Bagaimana keadaan anda? Apa sudah tidak pusing lagi?” tanya perawat ramah mendekat dan menaruh makanan di nakas samping ranjang.


Farah menggelengkan kepala perlahan sebagai jawaban. Perawat itu kembali menawarkan jasanya, Farah akhirnya meminta dibantu untuk membersihkan dirinya. Dia juga tidak mungkin menemui kayak terkasihnya dalam keadaan kotor.

__ADS_1


Perawat telah selesai membantu semua kebutuhan Farah, setelahnya keluar ruangan dan mengingatkan Farah untuk segera memakan sarapan dan minum obatnya.


Farah merasa tidak berselera, dia mengusap perutnya yang rata. “Aku harus apa? Apa mereka tidak menyadari aku sedang hamil?” Farah bergumam lirih.


Dia menyadari satu hal, sepertinya Keenan belum mengetahui pasal kehamilannya. “Apa aku harus jujur? Tapi…”


Saat sedang berpikir, Keenan sudah kembali mengunjungi Farah. Gadis itu menatap tidak berkedip, prianya berpakaian non formal dengan kaos polos dan celana pendeknya. ‘Sumpah demi apapun juga, kenapa dia seperti terlihat seumuran denganku! Apa ini definisi seorang pria berdarah vampire?’


Keenan menyeringai. “Ilermu tumpah!”


“Hah? Hisssh…” Farah merengut sebal dengan perkataan kekasihnya.


Keenan mendekat dan duduk di samping ranjang. “Mengapa belum dimakan?”


“Tidak enak!”


“Kamu manja!”


“Aku tidak mau makan itu!” Farah bersikukuh menolak memakan makanan rumah sakit yang rupanya saja bukan yang disukai oleh gadis tengil itu. “Aku ingin pulang! Jika pulang, aku janji aku akan makan!”


Keenan menghela nafasnya, dia ingat Farah sudah diinjeksikan vaksin yang bisa mempengaruhi lonjakan emosinya. “Baiklah, tunggu disini!”


Farah melengkungkan senyuman selebarnya, dia yakin Keenan sudah bisa dalam kendalinya saat ini.


***


Farah sudah diperbolehkan pulang, kondisi gadis itu benar-benar sudah kembali normal. Keenan sempat tidak percaya. Dalam semalam kondisi Farah kembali normal, Sam yang dimandatkan mengurus hasil laboratorium Farah juga mengatakan bahwa kondisi Farah benar-benar kembali normal sama seperti sebelum dia diinjeksi virus.


Keenan melajukan mobilnya, sesekali menatap adik sepupunya yang terlihat kembali riang dan melakukan karaoke on the road seperti biasanya.


“Yeah, love is break it… You know my situation… Say goodbye~” Farah sudah melantunkan lirik lagunya dengan lirih.


Keenan tersenyum sekilas, dia kembali fokus menatap jalanan. Dia kembali menerawang mengenai kondisi tubuh Farah yang luar biasa untuknya. Diantara mereka bertiga di kediaman, Farah memang jarang sekali terserang sakit. Keenan menyimpulkan kemungkinan Farah memiliki imunitas yang baik dalam tubuhnya.


“Anajuji geuraesseo I baboya…” Farah kembali berantusias menyanyikan lagu kesukaannya, dia bahkan sudah menari mengikuti irama sedikit berlebihan. “Sarangeul ajikdo nan moreugesseo wae jakkuman naegeseo meoreojyeoman ganeunga…”


[ Kamu seharusnya memelukku, bodoh…]


[ Aku masih tak mengerti sayang kenapa kamu terus menjauh dariku… ]


Keenan kembali terganggu dengan suara pas-pasan Farah yang membuyarkan lamunannya. Ingin rasanya Keenan menyumpal mulut adik sepupunya itu dengan sesuatu agar terdiam sekarang.


“Saranghanda… An handa… Saranghanda… An handa… Doranda… An onda.. Gauripda…” Farah semakin menjadi dia berbalik menatap Keenan mengajak prianya ikut serta.


[ Aku mencintaimu… Aku tidak mencintaimu… Aku mencintaimu… Aku tidak mencintaimu… Kamu akan kembali… Kamu tidak akan datang… Aku merindukanmu… ]


“Haish…” Keenan membuang nafas pasrah, dia tidak mungkin mengumpat. Bisa jadi Farah kembali kambuh tanpa sepengetahuannya. Sungguh berat jika pria sudah terjerat cinta, karena mereka auto menjadi budak.


“Oh oh oh oh oh~ meoreojyeoman ganeunga~” Farah begitu puas, tanpa disadari keduanya mereka sudah mengitari kota sebanyak dua kali sampai Farah menyelesaikan karaokenya. “Oh oh oh oh oh~ seulpeun nae dwitmoseumman~”


[ Apakah kamu semakin menjauh? ]


[ Hanya bayanganku yang sedih dan berpaling… ]


--- To be continue ---

__ADS_1


Credit of song Fool by Bigbang lirik by lirik(.)kapanlagi(.)com


Asli ini enak banget lagunya… Di cari di spotify ya :))


__ADS_2