
Setelah kepergian prianya, Farah mulai mencoba menyusun rencana untuk keluar dari kediaman Condo. Kebetulan yang tidak disangka olehnya, hari ini Karen meminta Farah menemaninya untuk melihat lokasi yang cocok dalam rangka pemindahan kantor Suho Enterprise milik adik iparnya itu.
“Paman,” seru Farah mencari keberadaan pengurus rumah. “Aku akan menemui Karen di area pertokoan sektor K!” gegas Farah membuat wajah teduh pria paruh baya di depannya mengerti akan keinginan nona mereka.
“Oke, Paman antar… Sekarang?”
“Tidak!” Secepatnya Farah menahan paman Tang. “Aku akan pergi menggunakan taksi!”
“Tidak bisa!” Paman Tang tidak mau kalah, pengalaman pahit beberapa waktu lalu membuat pria tua itu tidak lagi ingin mengundang murka tuannya. “Kamu jangan lupa Farah, statusmu saat ini adalah kekasih Tuan Muda… Kamu juga jangan lupa apa pesan Tuan Muda sebelum dia pergi barusan?” Paman Tang menatap serius ke arah majikan degilnya.
“Ya elah Paman, cuma kesitu doang, mana ketemu sama Karen, masa Paman gak percaya sih!” sungut Farah juga tidak mau kalah.
Baginya, kapan lagi dia memiliki waktu sendiri seperti ini. Kepergian kekasihnya membuat dia bisa sejenak lepas dari pengawasan dan akan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan pemeriksaan pada kandungannya saat ini.
“No!” Paman Tang tetap bersikukuh agar Farah mau mendengarkan dan patuh pada aturan tuan muda mereka.
“Huh!” Farah mendengus kasar, mau tak mau dia hanya bisa menerima tawaran paman Tang untuk mengantarkannya ke area sektor K. Farah kembali dibawa berpikir, setidaknya dia bisa keluar dari kediaman sebelum janji temu dengan adik iparnya. Farah benar-benar berani melakukan permainan kotor ini. Jika saja Keenan mengetahuinya, dia tidak yakin Keenan tidak akan melepaskan bahkan mungkin berujung mencelakainya seperti yang sudah-sudah.
–
Farah sudah sampai di lokasi dimana Karen akan membuka kantor usahanya sendiri.
“Ingat, aktifkan selalu ponselmu… Jika sudah selesai, kamu bisa langsung menghubungi Paman segera!” Paman Tang kembali mengingatkan Farah apa yang harus diperhatikan Farah selama berada di luar kediaman mereka.
“Aku mengerti Paman!” Farah menjawab dengan mengerucutkan bibirnya menggemaskan. Paman Tang terkekeh sejenak, semua orang tahu betapa menggemaskannya Farah selama ini. Mungkin, itu juga alasan Keenan begitu tergila-gila pada gadis tengil yang sulit diatur oleh kediaman besar.
“Ingat, jangan membuat hal yang aneh-aneh!” Paman Tang selalu merasa waspada semenjak seluruh dunia tahu bahwa Farah adalah calon istri tuan muda mereka yang selalu menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan.
“Astoge!!” Farah merasa cukup emosi, dia memekik berang pada pengurus rumah yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. “Paman tenang aja kenapa sih?! Aku kan udah lama juga hidup disini, bukannya baru kemarin sore. Paman gituin aku malah aku merasa horor sendiri, kayak bakalan ada penculikan nantinya!”
__ADS_1
“Hussh!!”
Paman Tang menoyor kepala Farah sama gemasnya. “Jangan ngomong sembarangan, ini anak susah kalo dibilangin!!”
Farah cekikikan dengan respon paman Tang yang sepertinya begitu takut mengemban tugas menjaga dirinya di hadapan Keenan sebelumnya. “Paman tenang aja, toh anak buah Kakak pasti sekarang juga lagi awasin dan jagain aku, kan? Farah menoleh menatap menggoda pria paruh baya yang ada disebelahnya.
“Haish…” Paman Tang menghela nafas pasrah pada putri bontot kediaman.
Farah keluar dari Maybach kediaman dan berlari kecil meninggalkan pelataran parkir menuju pusat bisnis link dan pertokoan Sektor K di Negara S.
Dalam janji temu dengan adik iparnya, Karen akan datang tengah hari saat mendekati jam makan siang. Farah tentu saja tidak mengatakannya kepada pengurus Tang bahkan Keenan sendiri. Ada hal penting yang sedang dikejarnya saat ini, dia sudah membuat janji dengan dokter kandungan yang praktek di area tempat dia pijak saat ini.
Di sisi lain, tanpa Farah sadari bahwa dia sudah menjadi target para musuh Keenan. Mereka sudah mengintai keberadaan Farah dari keluar kediaman. "Lapor! Target sudah terlihat, kabar baiknya tidak ada pengawal satu pun di sampingnya..."
"Noted!"
Sepasang mata tengah mengawasi gerak-gerik Farah. Si pria yang tengah mengintai memberikan gerakan tangan pada seluruh anak buahnya yang tersebar menjadi warga sipil menghindari kecurigaan dan menghindari dari anak buah Keenan yang bisa jadi ikut serta seperti mereka.
Klinik bersalin Ibu & Anak Sektor K.
"Silahkan ada yang bisa saya bantu, Nona?” sambut dokter kandungan ramah mempersilahkan Farah masuk.
Tak berapa lama keduanya terlibat obrolan yang merujuk pada kehamilan Farah saat ini.
"Jadi apa ada keluhan selama ini?!" tanya dokter itu lagi memastikan apa yang harus diperiksa pada tubuh Farah.
Gadis itu sudah berbaring di ranjang pemeriksaan, ada rasa gugup menjalar di dadanya. Sungguh berat menjalani hari menjadi kekasih seorang Keenan Kaviandra. Bersembunyi seperti ini sungguh menaikan hormon adrenalin.
“Tidak ada sih, Dok!” jawab Farah takut-takut. “Aku hanya ingin memastikan apa bayiku baik-baik saja?”
__ADS_1
Sang dokter tersenyum mengerti dan mulai menaruh gel dingin di atas perut bagian bawah nona muda Kaviandra itu. “Awalnya saya mengira anda tidak sedang mengandung, tubuh anda cukup lansing untuk kehamilan yang suda memasuki usia lima belas minggu ini…” Tangan Dokter mulai aktif menggerakkan transducer yang membantu dokter dalam melakukan USG perut Farah.
"Ini detak jantungnya... Begitu sehat sempurna tidak ada yang perlu dikhawatirkan..."
Deg... Deg... Deg!
Selama dokter berbincang dengannya, Farah tidak fokus mendengarkan. Dia justru tengah begitu takjub melihat wujud yang samar sudah terbentuk seperti seorang bayi yang selalu dia lihat di salah satu iklan susu ibu hamil di dalam perut ibunya. Walau kenyataan wujudnya terlihat masih sebesar buah lemon. Apalagi saat diperdengarkan detak jantung bayinya, Farah sudah meneteskan air mata menutup mulutnya. Dia tidak menyangka ada seorang bayi di dalam perutnya.
Sang dokter merasa ikut terharu dengan melihat respon Farah yang bahkan tengah menangis. "Jika boleh tahu apa anda kemari sendiri? Dimana suami Nona?!" tanya dokter telah selesai melakukan perekaman dan mencetaknya dalam sebuah foto USG.
"Ehm... Kebetulan saat ini suami saya sedang dinas keluar kota!" jawab Farah terbata, setidaknya dia tidak begitu berbohong, Keenan memang tengah keluar Negara.
"Owh begitu, baiklah... Ini foto USG barusan.” Dokter memperlihatkan cetakan foto USG milik Farah. Dokter kembali duduk di tempatnya dan tengah menuliskan sesuatu pada buku dan meresepkan beberapa vitamin penguat kandungan.
Farah mengucapkan terima kasih banyaknya dan segera melesat menuju klinik untuk menebus setengah dari keseluruhan obat yang diresepkan. Akan sangat berbahaya jika dia mengantongi banyak obat dan akan sangat menyulitkan untuk menyembunyikannya.
"Sayaaang…” Farah menatap sendu kearah perutnya, dia terus mengusap dan membuat gerakan melingkar di perutnya dan bertingkah seolah tengah berkomunikasi dengan bayinya. “Baik-baik di perut ibu ya, Nak... Ibu sudah tidak sabar melihatmu membuka mata dan terlahir kedunia."
Farah tengah menatap foto hasil USG barusan. Dia begitu takjub pada keajaiban Tuhan menghadirkan buah hati hasil percintaannya dengan pria yang paling dicintainya di dunia ini.
Dulu, Farah sempat berpikir, seandainya dia tidak bisa menikahi kakak sepupunya karena mungkin kakaknya memiliki wanita lain, dia pernah membuat sumpah untuk tidak perlu menikahi pria lain dan tidak ingin hamil oleh pria lain. Tubuhnya hanya akan dia berikan pada Keenan, dan anaknya tentu harus berasal dari bibit unggul milik kakak sepupunya.
Farah merasa sungguh konyol saat itu, kabar baiknya semua hal yang dipegang teguh membuahkan hasil yang baik. Dia benar-benar menjadi nyonya Keenan bahkan dia akan menjadi ibu dari anak kecebong yang diberikan oleh papa cebong Keenan Kaviandra.
"Jangan bersedih ya, Nak. Kelak ibu mungkin memilih untuk lari dari Papamu... Ibu memang sangat mencintainya. Tapi, Ibu jauh mencintaimu dan berani berkorban apapun demi kamu bisa hadir di hidup Ibu!" gumam Farah lirih terus bermonolog dalam dirinya sampai petugas farmasi memanggil namanya dan menyerahkan resep yang dibutuhkan Farah.
Farah bergegas memasukan satu kantung obat ke dalam tas yang disembunyikan di bagian terdalam. Setelahnya dia segera kembali menuju sektor K karena hari sudah mulai terik dan bayinya protes meminta asupan makan saat ini.
"Target sudah terkunci, mohon perintah untuk menangkapnya sekarang juga!"
__ADS_1
--- To be continue ---