Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 37 # I Believe in Love


__ADS_3

Keenan masih terus menggagahi gadis kecil yang kini membuatnya candu. Berkali-kali Keenan meracau menikmati permainan mereka. Sedangkan gadisnya, dia tengah merintih kesakitan. Berkali-kali juga dia meminta dilepaskan oleh prianya. Namun, Keenan seolah tidak ingin peduli, dia harus menuntaskas hasrat liarnya. Tubuh Farah terasa seperti remahan rempeyek kacang, tapi Keenan yang perkasa tetap menerbitkan senyuman kepuasannya. Energinya seolah tidak ada habisnya!


"Aku sungguh tidak bisa menyangka, rasamu sungguh tidak terbayangkan oleh kata, Farah Lee!" Keenan menghentikan pergerakan sejenak, menikmati tatapan wajah sayu kekasihnya yang sudah basah oleh peluhnya. Farah tersipu malu, diantara kesakitannya, perlakuan Keenan justru menjadi penawarnya.


Keenan kembali mengeksekusi tubuh gadis kecilnya hingga lolongan panjang terdengar. Keenan telah menuju puncaknya. Farah semakin mengeratkan cengkraman tangan di bahu kekasihnya, tubuh mereka ambruk bersamaan. Selain mendapatkan kepuasan untuk hipotelamusnya, energi chi Keenan seolah terisi penuh saat ini. Dia tidak akan menyangka, jika Farah adalah seseorang dengan fisik Yin murni yang memiliki daya sembuh luar biasa. Apalagi bagi Keenan yang memang salah satu orang yang selalu mengendalikan tenaga dalam. Kurang beruntung apalagi lagi sebenarnya Keenan mendapatkan Farah? Dengan mengetahui kenyataan ini, kelak bisa dipastikan Keenan tidak akan pernah mau melepaskan adik sepupunya. Sayangnya, pria itu masih angkuh untuk mengakui secepat ini.


"You're the best, Baby!" Keenan memuji Farah berbisik di ceruk leher gadisnya. "Kamu benar-benar membuatku puas malam ini. I love you!"


Farah mengulumkan senyuman cantiknya di tengah deru nafasnya yang terengah, Farah mencoba bertanya pada kekasihnya. "Aku tidak salah dengar?"


"Apa telingamu tuli sekarang?"


Farah terkekeh, Keenan tetaplah Keenan. Pria itu tidak memiliki stok kata yang ramah, dia mencoba mengerti bahwa memang prianya edisi keluaran terbatas. Mengharapkan Keenan berkata manis padanya, bagaikan berharap memeluk bulan!


"Apa cinta Kakak bisa sebesar cintaku?" Farah tidak kehabisan akal, justru dia berpikir ini kesempatan bagus untuk kembali melancarkan kutukan cintanya.


"Heh, kamu jangan berharap lebih padaku!" Keenan mendekatkan wajahnya dengan wajah gadisnya. "Aku hanya memuji caramu melayaniku!"


Sakit rasanya hati Farah saat mendengarkan ucapan Keenan barusan. "Aku tahu, aku juga sadar diri... Tapi, aku tidak akan menyerah... Ini permulaan yang bagus, semua harus mengambil langkah pertama untuk meraih apa yang diperjuangkannya!"


Keenan menaikan sudut bibirnya. "Sudah cukup mengguruiku, sekarang kembali puaskan aku!"


Mata Farah terbelalak lebar saat tangan besar kakak sepupunya kembali melancarkan aksinya. Farah melenguh tertahan, Keenan mulai menciumi permukaan kulitnya. Dalam pergumulan panas mereka, Farah sempat berpikir tentang kondisi tubuhnya kelak. 'Apa ada kemungkinan aku hamil? Bagaimana jika Kakak benar-benar menghamiliku kelak?'


"Bukannya Kakak bilang udah puas?!" Farah merutuk, dia tidak terima, dia teramat sangat lelah.

__ADS_1


"Ehm..." Keenan mengiyakan pernyataan gadisnya. "Kamu harus ingat, aku adalah manusia yang tidak pernah merasa puas! Terlebih dengan tubuhmu ini, tentu aku tidak akan pernah merasa puas!"


'Terkutuklah kamu Keenan Kaviandra!' Farah hanya bisa merutuk dalam dirinya, meskipun lelah. Tidak ada cara lain bagi dirinya untuk melihat sisi Keenan yang seolah benar-benar menginginkannya seperti saat mereka melakuan ritual penyatuan saat ini!


"Aku tidak akan menghentikannya, aku mencintaimu Keenan Kaviandra... Aku sudah menyerahkan segalanya untukmu! Jadi, jangan pernah mencoba untuk meninggalkanku!!"


Keenan menyeringai, pernyataan cinta adik sepupunya ternyata mampu memberikan respon yang cukup membuat wajahnya merona. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Baby... Ini sumpahku!"


Sudah cukup bagi Farah mendengar semuanya, dia sudah tidak peduli apakah kata itu sebuah kebenaran atau kebohongan. Baginya, Keenan adalah pria paling bertanggung jawab membuat keluarga Lee bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Tidak ada lagi yang mampu melakukannya jika bukan seorang pria bernama Keenan Kaviandra.


***


You could've had it all but you broke my heart, and now I gotta do what I do...


You know you always bring out the best in me, but you played me for a fool.


Waktu terasa berjalan lebih cepat, jam dinding menunjukan pukul empat dini hari. Keenan terengah, dia merebahkan dirinya di samping tubuh Farah yang sudah tertidur pulas beberapa menit sebelumnya. Gadisnya sudah tidak bisa lagi menahan kebrutalan aksi panas kekasih hatinya. Keenan membuang nafas berat, tak terasa dia justru merasa tidak nyaman sekarang. "Maafkan aku Farah, aku merenggut segalanya..."


And your eyes, nose, lips... It haunts my memory, I can't forget you if I tried...


I wanna believe in your lies...


Keenan berbalik kembali menatap gadis kecilnya. "Apa yang harus aku katakan pada keluargaku? Bagaimana jika mereka tahu aku melakukan hal ini padamu?"


And your eyes, nose, lips... It haunts my memory, I can't forget you if I died...

__ADS_1


Feels like I'm losing my mind...


Keenan kembali menjatuhkan dirinya, kedua matanya tertutup rapat sejenak. Keenan kembali memeluk erat Farah, pikirannya melayang dan membuka portal masa lalu dan juga hari naas itu. Dia kembali mengingat suara nyaring dan riang seorang anak kecil yang selalu mengganggu harinya saat masih berada di kediaman besar.


Flashback...


"Kak!" pekik Farah kecil nyaring mendekati kakak sepupu angkatnya.


"Ya?" Keenan berbalik dengan senyuman terbaiknya. Farah kecil sudah berada di meja makan sepagi buta ini.


"Jangan pergi terlalu lama ya! Kakak janji pulang kembali?!" Farah merengek manja di samping Keenan yang sudah duduk di kursinya.


"Hahaha! Kamu manja sekali Sayang... Ada Karen yang akan menemanimu bermain..." Keenan mengusap kepala gadisnya perlahan.


Farah menunjukkan duck face di wajah mungilnya membuat Keenan tertawa lepas. Gadis itu selalu memberikan keceriaan pada seluruh keluarga besar Kaviandra. Tak heran, jika Farah memang anak kesayangan, tidak ada yang tidak menyayangi gadis kecil itu. Namun, sekarang... Masa depan sang gadis terenggut oleh kakak yang begitu dicintainya.


Flashback off...


Keenan menatap nanar ke atas plafon kamar. Dia kembali dibawa mengingat saat kendali tubuhnya dirusak racun yang diberikan musuhnya. "Tidak boleh ada yang tahu kedekatanmu denganku... Kedepannya bisa sangat berbahaya untukmu!"


Keenan tersenyum menatap Farah sekali lagi sebelum dia ikut merajut mimpi. "Kamu benar-benar tumbuh dengan cepat. Aku sungguh takut Farah... Mantramu terlalu mengerikkan untukku!"


Keenan mencium perlahan bibir Farah, setelahnya dia kembali memeluk tubuh polos adik sepupunya dan memejamkan kedua matanya yang sudah terasa berat. Dia tidak pernah berpikir bahkan bermimpi pun tidak, dia ternyata bisa merasakan menjadi seorang pria sejati. Keenan sempat berpikir dia akan menjadi pria jomblo yang melajang seumur hidupnya.


--- To be continued ---

__ADS_1


Credit of Song - Lydia Paek - Eyes, Nose, Lips... [ Original version punya Taeyang ya guys! ]


__ADS_2