
Negara S...
Akhirnya Farah menginjakan kakinya kembali ke negara di mana kisah hidupnya bermula. Ada rasa sesak di dadanya saat ini. Sudah lima tahun berlalu, ada beberapa tempat yang sudah berubah saat dia melewatinya. Di bandara dia di jemput oleh orang tuan Akeno dan Axcel tentu saja.
Limousin berjalan menuju salah satu pulau kediaman Luciano yang menjadi markas Klan Naga yang tidak di ketahui banyak orang. Farah terus menatap sekitar dari balik jendela mobil dengan senyuman yang mengembang, bahkan saat logo KTech besar sudah bisa di lihatnya dadanya seolah di tabuh dengan begitu cepatnya.
'Apa kita akan benar akan bertemu? Lalu bagaimana denganmu? Apa ada wanita lain di sampingmu sekarang?' batin Farah mulai berkecamuk memikirkan kemungkinan pertemuan dengan kakak sepupu atau mantan kekasihnya itu.
Kediaman Luciano, Pulau J Barat Daya Negara S.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Besar..."
Semua maid menunduk menyambut kedatangan mereka. Farah mengembangkan senyuman menanggapi sambutan hangat mereka. Axcel menggenggam erat jemari mungil putra sambungnya.
"Kalian sudah membersihkan kamar yang akan mereka pakai?" tanya Axcel pada salah satu pelayan disana.
"Sudah semuanya Tuan." sahut salah satu maid menunduk hormat.
"Terima kasih..." lirih Farah mendongak menatap Axcel.
Brukk!
"Aarg!"
Dengan cepat Axcel menarik tubuh Farah ke dalam dekapannya. "Aku tidak butuh kata-kata Nyonya, aku ingin ini..."
Axcel mendekatkan wajahnya dan berharap bisa mencuri sebuah ciuman mesra seperti biasanya.
Plaaak!
"Shut up..." pekik Farah menolak memukul bahu sahabat terbaiknya. "Di sini masih ada Keano!"
Keano terlihat memutar bola matanya malas, dia mengetahui akan seperti apa keduanya. "Baiklah, aku tidak mengganggu. Di mana kamarku?"
Keano berlari dan bertanya pada salah satu pelayan yang masih berdiri disana. Farah tercengang dengan sikap putranya yang mendorongnya pada kebatilan. Axcel terkekeh lirih, beruntung putra sambungnya itu berpihak padanya.
"Lihat Sayang, Keano sendiri merestui hubungan kita?" Axcel kembali merengkuh tubuh Farah ke dalam dekapannya. "Sebentar lagi aku akan meresmikan status ayah sambungnya dan menikah denganmu..."
"MATAMU!!" Farah mendorong kembali tubuh Axcel yang selalu menempel bak plester. "Kau lupa? Kita kesini untuk mempertemukan dia dan ayah cebongnya!" sungut Farah tersulutkan emosi.
"Ckk..." decak Axcel kesal. "Hanya bertemu saja bukan?" Axcel menatap tajam manik wanita di hadapannya. "Kau lupa, siapa yang selama ini selalu berada di sisi kalian? AKU!" tukas Axcel menunjuk dirinya dengan nada tinggi dan menekan.
"Dia hanya menanam benih saja, tidak juga berniat menikahimu. Pria macam apa dia?!"
Farah takjub dengan keberanian Axcel kali ini. Dia terkekeh mengejek di depan Axcel. "Bukankah kita sudah sepakat selama ini? Apa kamu lupa tujuan aku menghindarinya karena apa?"
Farah terdiam sejenak, menatap wajah Axcel sendu. "Maafkan aku, bukan inginku seperti ini... Tapi kamu sangat tahu sendiri bukan? Hatiku yang menginginkannya."
Axcel kembali mengepalkan kedua tangannya, dia menunjukan sorot mata yang tidak pernah berubah dalam memandang wanitanya. Penuh cinta!
"Heh, aku tahu Farah Lee... Kamu juga lupa bagaimana dalamnya cintaku padamu." Axcel menangkup tangannya perlahan di pipi Farah. "Aku akan senantiasa sabar menunggumu sayang. Di saat kamu kembali terluka aku akan membuka lebar kedua tanganku menyambutmu ke dalam dekapanku dengan sendirinya."
Farah kembali meneteskan air matanya, lama-lama dia tidak bisa bertahan dengan serangan Axcel.
"Lihat aku Farah? Sudah beberapa tahun ini aku menerima dengan sabar bagaimana kamu memperlakukanku. Bagaimana kamu selalu menolak cintaku, tapi aku tidak akan pernah menyerah..." Axcel mengusap wajah basah pujaan hatinya.
"Kau mengatakan padaku, cinta itu serakah... Semakin kamu mencintai seseorang semakin kamu ingin memilikinya. Dan aku akan mencoba serakah padamu setelah bersabar selama lima tahun ini!"
Farah tidak bisa menghindar saat bibir penuh Axcel mencoba menerobos membuka mulutnya. Sekuat tenaga Farah berontak dan melepaskan tautan mereka.
"AXCEL!!" pekik Farah merasa terhina di hadapan seluruh pelayan di sana.
"Heh, aku benci mengakui bahwa tubuhmu memang terasa seperti opium Sayang, wajar jika Kakak Sepupumu itu bisa dengan tega membuahi adik angkatnya sendiri!" ejek Axcel menyeringai.
***
Kamar Farah di Kediaman Kaviandra, 09.00 AM
"FARAAAAH!!"
Setiap hari Keenan akan terbangun dengan perasaan lelah, dia selalu bermimpi buruk setelah kehilangan calon istrinya itu. Dalam mimpinya Keenan tengah mengejar gadisnya, tapi setiap selangkah lagi dia mendapatkan Farah maka gadisnya menghilang begitu saja.
Setelah merasa lebih baik dengan perasaannya, Keenan memutuskan untuk berpindah kamar. Dia menggunakan kamar Farah agar dia bisa menghirup aroma istrinya itu. Dengan begitu, dia merasa bahwa Farah berada di sampingnya.
Karena depresi yang berlebihan Keenan juga hampir gila, terkadang dia terlihat seperti berbincang dengan hantu. Dia juga sudah beberapa kali mencoba melakukan aksi bunuh diri. Tapi sialnya, setiap kali dia melakukan aksi nekatnya itu tubuhnya justru merespon lain. Semakin kuat dia menginginkan kematian menghampirinya, tubuhnya justru semakin gencar menyembuhkan dan semakin membuat dirinya kembali kuat.
Setelah itu dia lelah sendiri dan tidak ingin lagi membuang waktunya, dia mencoba hidup dan kembali mencari Farah ke setiap penjuru dunia. Hal yang Keenan lewatkan adalah keberadaan Klan Naga yang memang memiliki kekuatan tak jauh berbeda dengannya. Axcel selalu bisa menghapus jejak Farah dan Keano setiap kali Keenan hampir mendapatkan mereka. Ini adalah bentuk pembalasan dendamnya membuat Keenan memilih mati dibanding hidup melalui hilangnya Farah.
__ADS_1
"Hah..." Keenan terengah mengusap wajahnya dengan kasar. Dia menganggap semua hal ini kutukan gadisnya.
"Baby, sudah lima tahun berlalu... Apa ini belum cukup kamu menghukumku Sayang? Kembalilah..." Keenan mendongak menahan laju air matanya dan kembaali membuang nafasnya kasar.
[ Ehmm... Tesst... Othor mo bikin audi musikal dulu ah... Wkwkwkwk Yang mau denger boleh cuss ke Spotify Untitled:2014 by G-Dragon. Gak dengerin juga gak papa sih, liriknya lumayan menusuk pas banget wkwkwk...
Pliss jangan di timpuk pake bata, pake dollar aja... Atau mudahnya timpuk pake bunga, kopi, atau vote biar othor semangat up nya :)) kalau vote minggu ini nambah dari minggu lalu othor bakalan crazy up sehari 3 bab :D ]
Naege doraogiga.. Eoryeobgo himdeun geol ara..
Ije deoneun sangcheobatgiga..
Duryeobgo shireun geol ara..
Aku tahu itu berat dan sulit, untuk datang kepadaku
Aku tahu kau takut dan tidak ingin tersakiti lagi.
Nega tteona beorin geunaredo, mojin mallo neol ulligo
Dwidora seoseo huhoehae mianhae..
Bahkan pada hari saat aku meninggalkanmu
Aku membuatmu menangis dengan kata-kata kejam
Tapi aku menyesalinya dan segera berbalik, aku minta maaf...
Keenan bangkit, dia menuju kamar mandi membersihkan dirinya. "Morning Baby..."
Keenan mencium potret gadisnya dan berendam di dalam bak mandinya. Dia tak lupa membawa wine yang selalu menemani hari-hari beratnya.
Jebal dan han beonirado, neoreul *** su itdamyeon
Nae modeun geol da ireodo gwaenchana
Kkumeseorado neoreul manna, dashi saranghagireul
Uri idaero...
Aku tidak peduli jika aku kehilangan segalanya
Kuharap aku bisa bertemu denganmu dalam mimpiku
Dan mencintaimu lagi.. Sama seperti ini..
Keenan menenggelamkan dirinya, berharap saat dia bangkit semua hanya mimpi buruknya semata dan dia tidak sedang kehilangan wanitanya.
Neoege yongseobatgi boda, jukneun ge deo swiulji molla
I noraereul bulleobojiman, nae jinshimi daheulji molla
Mungkin lebih mudah mati daripada menerima pengampunanmu
Aku menyanyikan lagu ini, tapi aku tak tahu apakah perasaanku yang sesungguhnya akan sampai padamu.
Nega haengbokhagireul barae
Geu heunhan geojitmaldo mothago
Doraogiman gidohae mianhae
Kuharap kau akan bahagia
Aku bahkan tidak bisa mengatakan kebohongan yang sama
Aku hanya berdoa agar kau kembali, maafkan aku...
Keenan telah selesai bersiap, dia menghirup oksigen lekat dan menghembuskannya perlahan. Dia sedang tidak bermimpi. Dia kehilangan gadisnya, sudah lima tahun berlalu tapi perasaannya selalu sama. Menunggu kepulangan wanita yang paling di cintainya di dunia ini.
Ijeneun kkeuchiraneun majimagiraneun
Neoye geu mameul nan mideul su eopseo
I can’t let go, cause you never know
Naegen neo gateun neoegen na gateun
__ADS_1
Geureon sarangeun du beon dashineun eopseo
Nobody knows..
We always know..
Sekarang sudah berakhir, ini terakhir kalinya
Aku tidak percaya, aku tidak bisa melepaskannya
Karena kau tidak pernah tahu
Seseorang menyukaimu untukku, seseorang seperti aku untukmu
Tidak akan pernah ada cinta seperti itu lagi
Tidak ada yang tahu
Kita selalu tahu
Keenan menyambar laptopnya, membuka portal Jaringan Hitamnya. Matanya membulat sempurna, di sertai tubuhnya yang bergetar setelahnya.
Tuut!
Pria itu langsung melakukan sambungan telpon dengan Asistennya.
"SAMUEL PARK!!" pekik Keenan hanya bisa memaki lebih dulu.
Di sebrang sana Sam sudah mengira apa yang akan di utarakan bosnya yang semakin hari semakin mengacuhkannya.
"Aku juga baru menerimanya, data itu rilis di Negara B." sahut Sam cepat.
"Farah..."
Sam tertegun saat mendengar tuannya mengucap nama gadisnya dengan begitu lirih.
'Huh, bos gue lebih cengeng dari anak tetangga gue!!' rutuk Sam mengejek tuannya sendiri.
"Aku tidak mau tahu, berikan lokasi di mana Farah berada saat ini!!"
Tut!
Keenan bergegas keluar kamar dan mulai mencari wanitanya yang kembali menghiasi jagat jaringan hitam. Potret wanitanya yang turun dari sebuah jet pribadi di Negara B, membuncah perasaan Keenan. Dia sampai bingung harus melakukan apa lebih dahulu.
"Keenaaaan!" pekik nyonya Lyn mencoba menghentikan langkah kaki putranya yang terburu-buru menuju keluar kediaman.
Keenan tidak peduli akan seruan ibunya, dia bergegas memasuki mobil canggihnya. Dia bertekad sebelum menemukan Farah dia tidak akan pulang ke rumah.
Ceekiiit!
Keenan menghentikan mobilnya mendadak, beruntungnya tidak ada mobil lain yang berada di belakang mobilnya.
"Huh!" Keenan mnunduk menjatuhkan air matanya, dia merogoh saku celana membuka ponselnya. "Sayang..."
Keenan mengusap potret wanitanya yang baru dia unduh dari pencarian di jaringan hitam. "Finally... You coming back Baby... Hiks"
Keenan memperhatikan lamat potret itu. "Mengapa kamu terlihat sendiri Sayang? Di mana putra kita? Apa dia tidak selamat? Siapa yang membawamu pergi selama ini..."
Keenan mengeratkan genggaman tangan di kemudinya, dia yang berniat untuk mencari sendiri memutuskan untuk menuju markas KTech dan mengumpulkan seluruh anak buahnya.
Jigeum i shigani jinagago, da ijeul su itdamyeon
Geu gieokdo haengbokhaetdeon chueokdo
Ani daeum saeng edo neoreul
Manna dashi saranghagireul, yejeon geudaero...
Setelah waktu ini berlalu dan aku hanya bisa melupakan semuanya
Kenangan itu, kenangan indah itu
Atau di kehidupan selanjutnya
Kuharap aku bisa bertemu denganmu dan mencintaimu lagi, seperti sebelumnya...
---To be continued---
__ADS_1