
The Wedding day,
[ A Thousand Years by Christina Perri ]
Heart beats fast, colors and promises...
How to be brave?
How can I love when I'm afraid to fall?
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer─
**
Farah tengah berhias di bantu oleh beberapa maid yang tengah mempersiapkan tuannya menjadi ratu semalam. Farah tengah mengatur pernafasan dan debaran jantungnya, rasanya campur aduk membuat dia terus menjatuhkan air matanya. "Finally!"
"Anda baik-baik saja Nyonya?" tanya si perias khawatir dengan keadaan kliennya yang tidak berhenti menangis.
"I'm sorry... I promise this is the last!" Farah segera menyeka air matanya, dia kembali menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Farah..." Nyonya Marry atau ibu Farah menghampiri putrinya.
"Ibu!" Farah tersipu malu, ibunya segera mendekat dan memeluknya erat. "Are you happy?"
"Yes, off course. It's my dream..."
Nyonya Marry menyeka kembali air mata Farah dengan senyuman menyejukkannya. "Seandainya saja Papa masih hidup, dia pasti orang yang paling bahagia dengan hari ini."
Farah kembali menjatuhkan air matanya, siapa yang tidak mengetahui bagaimana tuan Lee mencintai putrinya.
"Bagi Papa, bagi kami kamu adalah bintang yang paling terang di antara ribuan bintang lainnya. Berbahagialah, karena kamu pantas mendapatkannya."
Keduanya kembali saling berpelukan erat sampai nyonya Marry menyudahinya dan melepaskan pelukan. "Jangan biarkan Tuan Keenan menunggu terlalu lama," ujar ibu Farah lembut mengusap wajah cantik putrinya.
Farah hanya merespon dengan anggukan dan senyuman kebahagiaannya.
"Anak itik maen odong-odong, hey cantik godain kita dong!"
"Come here, Baby!"
Daniel memeluk erat kakak satu-satunya yang dia cinta dan sayangi. "Kamu sudah jadi istri Tuan Keenan sekarang, I'm happy for you sis..."
"Oh, thank you bro!"
"Sungguh keberkahan luar biasa Kakak bida merealisasikan seluruh mimpimu menjadi kenyataan!" Daniel menatap sendu kakaknya. Dia teringat bagaimana raut wajah kakaknya setiap kali menceritakan kak Keenan di setiap waktu berkunjungnya.
"Believe me, no pain, no gain!"
[Percayalah, tidak ada rasa sakit maka tidak ada keuntungan!]
"Tidak ada hasil yang akan mengkhianati usaha."
"Yeah... Cepatlah, aku akan membawamu ke hadapan suamimu."
Farah tersenyum lebar, dia kembali bersiap dengan pakaian dan riasannya. Ini adalah hari dimana awal kehidupannya akan bermula. Dia akan kembali berjuang bersama dengan suami dan putranya. Berjuang bertahan dalam setiap keadaan untuk menjadi keluarga yang utuh.
Tanpa diketahui Farah, di bilik lain di tempat dimana Keenan mempersiapkan dirinya. Pria itu gelisah luar biasa, dia berjalan mondar-mandir mencoba merilekskan tubuh dan perasaannya.
"Tegang ya bro?" Sam membuyarkan pikiran Keenan.
"Ya, aku tidak pernah merasa setegang ini!" Keenan kembali berjalan gelisah. "Ini jauh lebih menegangkan dari dikerumuni ratusan musuh bersenapan!"
Sam terkekeh dengan penuturan atasan sekaligus sahabat yang sudah dia anggap saudara sendiri. Sangat wajar jika Farah benar-benar menjadi kelemahan terbesar sahabatnya. 'Doaku selalu sama bro, berbahagialah...'
__ADS_1
"Tenang aja sih, kamu tegang gitu nanti salah ucap ikrar ga jadi dah!"
Braak!
"Aaaww!" Sam memekik terkejut, tuannya tengah melempar sepatu ke arahnya.
"Balikin cepet! Pakein juga!"
"Hih!"
Sam merutuk namun tidak juga menampik apa yang di perintahkan tuannya dia kerjakan sepenuh hati.
***
Braaak!
Pintu aula terbuka, terlihat Farah tengah di gandeng oleh Daniel, mereka perlahan memasuki ruangan yang sudah di sulap sedemikian rupa seperti yang diinginkan Farah bertabur dengan banyak bunga hidup beraneka warna didominasi warna putih tentu saja.
Time stands still, beauty in all she is...
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath, every hour has come to this
One step closer
Jantung Keenan berdebar kencang saat kedua netranya sudah begitu jelas memetakan tampilan istrinya dalam balutan gaun yang membuatnya ribuan kali terlihat sangat cantik bak bidadari. Pria besar itu sudah tidak bisa lagi menahan harunya, dia ingat bagaimana dia membawa Farah kecil ke kediamannya, dia ingat bagaimana Farah tumbuh semakin dewasa, dia kembali ingat bagaimana dia merenggut mahkota Farah, dia juga ingat berapa kali mematahkan harapan Farah selama ini.
Tak terasa air mata Keenan lolos keluar dari sarangnya, Sam mendelik dan terkekeh lirih. Dengan cepat Keenan menghapusnya jangan sampai orang lain menyadarinya. Beberapa wartawan tengah menyiarkan secara langsung acara sakral yang di bintangi oleh pria nomor satu di negara mereka tercinta. Ketenaran Keenan bahkan mengalahkan ketenaran presiden mereka rasanya.
Daniel dan Farah sudah berada di hadapan Keenan. "Saya mewakili keluarga Lee, atas nama Lee Choi, dengan ini menyerahkan putri serta kakak kami tercinta."
"Kami mohon jaga dia seperti kami menjaganya dengan penuh cinta." Daniel menatap kakaknya dengan mata yang berkaca.
"Aku bersumpah, aku Keenan Kaviandra, hidupku hanya akan aku berikan untuk Farah Lee seorang. Aku akan menjaga sebaik-baiknya." Keenan berujar lantang membuat semua orang sudah merasa haru walau ikrar janji suci mereka belum terucap.
"Kami sangat tahu, tanpa perlu anda katakan kami sudah mempercayai segalanya, anda tidak pernah mengecewakan kami." Daniel menyerahkan Farah pada Keenan.
Keenan melemparkan senyuman bahagianya, semua terpana akan ratu dan raja semalam itu.
Tanpa membuang waktu pendeta memberikan kata sambutan dan sebagainya, dan tibalah waktu keduanya untuk mengikrarkan janji suci mereka berdua. Keduanya saling berhadapan, Keenan menggenggam erat kedua tangan Farah, menarik nafas panjang dan dalam kemudian perlahan menghembuskannya.
"Farah Lee, aku mengambil engkau menjadi seorang istri,"
"Untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya."
Farah menunjukan senyuman harunya, tubuhnya mulai bereaksi berlebihan saking bahagianya.
"Di saat susah maupun senang, di saat kelimpahan ataupun kekurangan, di waktu sehat maupun sakit."
"Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut yang memisahkan kita, inilah janji setiaku yang sangat tulus. Aku juga bersumpah atas nama Tuhan, atas nyawaku, atas nama cintaku, aku hanya akan mencintai dan setia hanya pada satu-satunya wanitaku."
Keenan menatap tajam kearah Farah dan mencium kedua tangan wanitanya segera. "Farah Lee, hanya kamulah satu-satunya wanitaku di dunia ini!"
Rasa haru membuncah diri Farah dan seluruh tamu undangan, nyonya Lyn sendiri sudah menyapu air matanya. Pandangan mata Keenan tidak pernah lepas menatap kecantikan Farah dengan kelembutannya. Keenan tengah menunggu bagian wanitanya untuk mengucap ikrar.
Farah tengah bersiap, dia tak kalah menatap penuh cinta kearah suaminya. "Keenan Kaviandra, aku mengambil engkau menjadi suamiku..."
"Untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya." Tubuh Farah kembali bergetar dan tak kuasa membendung air matanya.
"Di waktu su-sah, maupun se-nang─" Farah tiba-tiba menjeda kalimatnya, dia menatap Keenan sendu. Dengan cepat Keenan mengerti istrinya dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dengan tenang dan perlahan Keenan mengusap kedua tangan Farah membantu wanitanya untuk rileks dan kembali menyelesaikan semua kalimat yang harus diucapkan Farah.
Semua orang tengah menunggu cemas di belakang sana, Farah kembali berusaha menyelesaikan janjinya segera.
__ADS_1
"Pada saat kelimpahan ataupun kekurangan, di waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut yang memisahkan kita."
Keenan tersenyum lebar mendengar Farah kembali mengucapkan ikrarnya dengan lancar.
"Aku bersumpah, aku Farah Lee hanya akan dan hanya bisa mencintai satu-satunya pria di muka bumi ini. Sedari aku berusia 10 tahun sampai saat ini memasuki usia 25 tahunku, bahkan untuk sekian tahun kedepan dan seterusnya."
"Hanya ada Keenan Kaviandra di kepala dan hatiku!"
Dengan cepat Keenan menarik tubuh Farah dan menciumnya mesra, Karen menutup wajah Jimmy, sedangkan Daniel berusaha menutupi wajah Keano.
"Percuma Uncle, aku bahkan sudah melihat mereka melakukan kuda-kudaan!" sungut Keano dingin dan datar.
"Aarrhh bocah biadap!" pekik Daniel lirih tidak percaya apa yang dia dengar dari bocah lima tahun. Nyonya Lee sendiri menatap Keano dengan wajah syoknya sekarang.
Semua berdiri dan bersorak bahagia pada pasangan paling sensasional dan paling serasi saat ini. Namun demikian, ada beberapa wajah yang dengan berat hati merelakan keduanya bahagia bersama, dia adalah Axcel Luciano yang ikut menghadiri pesta pernikahan Farah. Selain itu ada satu wajah yang sama tidak menyukai dengan kebahagian yang tercipta hari ini. Pria itu bangkit segera dan keluar dari ruangan.
I have died every day waiting for you...
Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more...
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more...
"You happy, I'm happy..." gumam Axcel lirih.
"Ehm, gue mau nyanyi ah~" Meishya mencoba menggoda Axcel saat ini.
"Beri aku nadanya maka aku akan teriakan lagunya!" Ceillyn ikut menimpali tak mau kalah menindas sahabatnya.
"Kenapa juga Farah mau berteman dengan kalian!" rutuk Axcel sebal.
"Karena kami apa adanyaaa~" cicit keduanya bersamaan dengan gelak tawa setelahnya.
"Hih!" Axcel bangkit meningkir bersiap mendatangi wanita pujaan yang sudah menjadi istri sah pria lain.
Sedangkan di tempat dimana Keenan dan Farah masih berdiri, Keenan menangkupkan tangan di wajah cantik istrinya.
"I've never happier before, but after I met you... It's come to me," ucap Keenan lembut membuat Farah mengatupkan bibirnya erat. "We'll become a fire, and we're lovely, two of us all night become one harmony..."
[ Aku tidak pernah bahagia sebelumnya, tapi setelah aku bertemu denganmu... Itu datang padaku, kita akan menjadi api, dan kita cantik, kita berdua sepanjang malam menjadi satu harmoni...]
"I'll love you for a thousand more... Keenan," Farah tidak tahu harus membalas seperti apa atas semua kata manis yang di ucapkan Keenan.
Bagi Keenan semua tentang Farah adalah keindahan itu sendiri.
--- The End ---
Credit of song : A Thousand Years by Christina Perri
Picture by Pinterest.
───────────────
Thank you very much to all of you, my reader :))
For being enjoyed with this book,
I know, it's not perfect... But, I'm pretty sure, I created with all my heart...
Best regards,
__ADS_1
Othor Sayang Aku Gak?
---------- ♡♡♡ ----------