Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 110 # Khawatir


__ADS_3

Di luar ruangan presdir, Farah tengah gelisah, tidak tahu karena hal apa. “Kira-kira mereka lagi ngomongin apa? Apa ada aku didalamnya?” Farah bergumam lirih membuat Sandra mendelik merasa Farah bertanya padanya.


“Ehm, maaf Nona, apa anda bertanya sesuatu?”


Pertanyaan Sandra sontak membuat Farah tersadar, dia hanya menggeleng dengan senyuman menggemaskan di wajah cantiknya. “Ah, tidak ada kok…”


Tiba-tiba pintu terbuka membuat Farah kembali memusatkan perhatiannya ke depan. Tak lama pamannya kembali memanggil namanya. Dengan riang gembira Farah bangkit dan menghambur mendekat.


“Farah, baik-baik belajar pada Kakakmu ya…” pesan tuan besar pada putri angkat kesayangannya.


Farah mengembangkan senyuman dengan anggukan. “Aku akan berusaha… Kelak, aku akan bersama Karen mengembangkan diri biar bisa kayak Kakak dan Sam!”


“Hahaha…” Tuan besar merangkul Farah mengacak rambutnya dengan bahagia. “Jika Kakakmu ini mengusikmu, segera beritahu Paman dan Bibi… Oke?”


“Ashiaaap!” Farah semakin senang dengan penuturan ayah angkat yang bisa menyelamatkan harinya dari penindasan yang selalu dilakukan prianya.


“Ck!” Keenan berdecak kesal, dia berdehem agar ayahnya segera pergi bahkan segera melepaskan gadisnya. Farah tidak percaya bahwa pada tetua Kaviandra saja prianya begitu cemburu.


Tawa kembali pecah dari mulut tuan besar, diikuti Sam yang menunduk menunjukkan jalan, tuan besar keluar dari gedung KTech setelah pamit pada putri kesayangan mereka.


Keenan menarik tangan Farah dan merangkulnya erat setelah tuan besar dan Sam menghilang di balik pintu lift yang akan mengantarkan keduanya turun dari ruangan Keenan.


“Kamu sungguh terlihat sangat menikmatinya!” kesal Keenan di samping telinga Farah.


“Apa aku terlihat seperti itu?” Farah berbalik menunjukkan senyuman menggodanya.


“Kamu sangat dimanja!”


“Apa Kakak tidak suka aku jadi pusat perhatian seluruh keluarga Kaviandra?”


Farah kembali menggoda prianya, dengan cepat Keenan membalikkan tubuh Farah menghadap dengannya. “Sangat suka!”


Tanpa waktu lama, tanpa meminta izin wanitanya, atau tanpa memikirkan perasaan Sandra yang masih dalam radius jarak pandang mereka. Keenan memagut bibir gadisnya mesra. Farah hanya bisa menerimanya, siapa suruh prianya adalah pria nomor satu disana. Apapun yang diinginkan Keenan, tentu tidak bisa ditangguhkan.


“Kak… Bolehkan aku makan siang dengan temanku?” Farah melonggarkan pelukan dan melepaskan ciuman hangat keduanya.


“Belum jam makan siang kamu sudah memintanya?” cibir Keenan sedikit kesal.


“Boleh ya…” Farah kembali mengaktifkan mode merengek seperti biasanya. Dia sangat yakin kayak sepupunya itu paling tidak bisa menahan rengekan kekasihnya.


“Lihat nanti! Sekarang kamu harus kerja…”


“Aku? Kerja apa?” Farah mengerutkan keningnya, selama ini pekerjaan dia tentu saja hanya menghangatkan ranjang kekasihnya!


Keenan terkekeh, dia menarik tangan gadisnya kembali menuju ruangannya. Sandra kembali menunjukan raut wajah datarnya. Farah sempat merasa butuh memberikan piala oscar bagi sekretaris kakak sepupunya itu. Sandra adalah wanita yang pandai mengendalikan ekspresi wajahnya. Jika itu dia, Farah rasa tidak bisa menyembunyikan raut wajah meronanya melihat tingkah cabul atasannya. Tapi, Sandra justru terlihat biasa saja dengan sedikit lebih dingin.


‘Emang gak bosnya, gak anak buahnya… Mereka sama-sama terbuat dari bongkahan es yang dingin dan keras! Haha…’


Waktu bergulir dengan cepat, Farah merentangkan tangannya ke atas. Seperti biasa, hasil akhirnya dia tidak melakukan pekerjaan apapun selain memperhatikan kekasihnya berkutat dengan berkas dan laptop di hadapannya.


“Kak…” Farah mendekat dan bersiap melancarkan aksi menggoda demi bisa dilepaskan barang sejenak saja.


“Hm…” Keenan masih fokus pada keyboard laptopnya. “Apa kamu sedang menggodaku, Baby?” Keenan beralih menatap gadisnya yang sudah duduk di pangkuan tubuh Keenan.

__ADS_1


“Tadi Kakak janji ijinkan aku makan bersama temanku di kantin bawah. Boleh kan?” Farah kembali bertanya pasal keinginan sebelumnya.


“Ck… Apa untungnya makan dengan mereka?” Keenan merasa tidak senang. Baginya, Farah hanya boleh bersamanya 24/7 in 365 days!


“Ayolah Kak… Jika kita terus bersama, percayalah Kakak akan bosan denganku…” Farah terus memutar otaknya agar bisa dilepaskan oleh pria posesifnya.


Keenan bersiap memaki, sayangnya Sam datang untuk mengingatkan tuannya.


“Maaf Tuan menyela, pihak kontraktor proyek x sudah menunggu anda di Resto S!” Sam membuka pintu dan segera mengutarakan berita yang dibawanya.


Farah berbinar dengan pernyataan Sam. “Tuh kan, Kakak juga sibuk! Aku janji aku akan menjaga diriku disini!!


“Cih!” Keenan tidak bisa menyela kali ini. “Ingat, jangan macam-macam! Aku bisa mengetahuinya segera…”


“Aku bisa macam-macam gimana sama temanku? Mereka kan cewek semua?” tanya Farah polos.


“Meskipun mereka perempuan, adakalanya mereka bisa saja menyimpang. Kamu cantik begini!”


Farah dan Sam membuka mulut mereka lebar bersamaan. ‘Wtf!’


“Sudahlah… Pergi sana, aku kesal!” usir Keenan pada Farah. Gadis itu semakin takjub dengan perubahan sikap kakaknya yang semakin dijelaskan makin runyam.


Sam menatap nanar kearah tuannya. ‘Keenan, semakin lama kelemahanmu semakin jelas terbaca siapapun kali ini! Aku sungguh tidak enak perasaan… Semoga bukan hal yang buruk!’


***


Dengan riang Farah bergegas menuju kantin KTech, dia sudah membagikan via chat pada kedua sahabatnya bahwa saat ini mereka akan makan siang bersama.


“Faraaah!” Dengan nyaring Ceillyn memekik memanggil sahabatnya. Dia sudah tidak sabar untuk mengghibah!


“Husssh! You pikir ini di lapak jualan!!” Meishya lantan menghardik mengingatkan sahabatnya yang kadang otaknya turun ke dengkul. Ceillyn membalas dengan cekikikan, gegas dia menyambar memeluk sahabatnya.


“Aku rinduuu!!” serunya kemudian membuat Farah semakin melebarkan senyumannya.


Tidak ada lagi kehidupan sebaik miliknya saat ini. Memiliki keluarga yang sangat peduli dan menyayanginya, pria yang ikut serta memanjakannya, kemudian sahabat yang sangat mengerti dirinya!


“Me too!!”


Ketiganya berpelukan tidak peduli lagi sekitar. Meishya menoyor kepala Farah perlahan membuyarkan atmosfer keharuan mereka. “Lu tega anjir, tunangan diam-diam!!”


Farah menunjukan sederet gigi putih rapinya. “Sorry… Lagian kalian kan udah tahu juga hasil akhirnya aku memang memilih Kakak sepupu angkatku!”


“Congratulations Bestie, we must go to a party!!” seru Ceillyn kemudian.


“Ye lah…” Farah mengibaskan tangan tanda setuju. Ketiganya cekikikan dan bersiap memesan makan siang mengantri di stand makanan siap saji itu.


“Nona Farah, silahkan anda menunggu saja biar kami yang siapkan…” Salah satu staf menghampiri Farah dan kedua temannya dengan sopan saat mengantri.


“Wah, paling enak emang jalur dalaaam!” pekik Ceillyn yang langsung adu jotos dengan temannya Meishya.


“Yoi!”


Farah mengulumkan senyuman, dia mengangguk dan berbalik badan mencari tempat duduk. Salah satu anak buah yang ditempatkan Keenan untuk menjaga Farah terlihat sibuk menghubungi seseorang. “Lapor Tuan, Nona memang memesan makanan fast foodnya… Mereka bertiga makan di–”

__ADS_1


Walau bagaimanapun Keenan tidak pernah ingin terputus dari mengintai kekasihnya. Oleh karenanya, seluruh anak buahnya menjadi mata untuknya mengamati gadis kecil yang akan menjadi nyonya Keenan sebentar lagi. Sedangkan Farah sudah mendapatkan posisi tempat duduk yang cocok bagi mereka bertiga yang notabenenya sedikit berisik.


“Btw… Gue kok dah lama gak denger kabar Axcel… Kemarin gua chat dia, malah centang satu… Ada yang bisa ngabarin dia gak?” Dengan cepat Farah bertanya pada kedua temannya mengenai pria yang diam-diam menjadi bahan pikiran lain di benaknya. Kedua temannya saling tatap heran dengan kekhawatiran Farah.


“Tumben lu nanya dia? Jangan bilang lu ada rasa setelah–” Meishya yang memang paling seneng rusuh mulai berasumsi yang tidak-tidak.


“Apa sih lu!!” Farah mengacak wajah Meishya menutupi kegelisahan hatinya.


“Weeei!!” pekik Meishya tidak terima.


“Entah, semalam gue juga iseng chat dia, biasa gue mau mancing masalah lu tunangan ama Kakak lu… Eh, boro-boro di respon, abis centang satu gak aktif juga nomornya!”


Deg!


Jantung Farah seperti dipompa jauh lebih cepat sekarang, pernyataan datar Ceillyn terasa membuat dada Farah sesak apalagi setelah Meishya menambahkannya.


“Oh iya, kapan hari gue dapet kabar penerus Luciano kecelakaan di distrik utara. Kayaknya dia, penerus Luciano kan cuma Axcel ya?” Meishya menatap serius kedua temannya.


“Oh ya?” Wajah Farah berubah pucat, sekuat tenaga dia tidak menjatuhkan air matanya. Walau bagaimanapun kecelakaan yang dialami Axcel karena ulahnya membuat Axcel terlibat saat ingin melarikan diri dari pria yang dicintainya.


“Hm!” Meishya mengangguk mantap, Ceillyn sendiri belum mengetahui pasal beritanya dia hanya ikut menyimak kedua temannya. “Gue juga denger isu, Axcel dibawa berobat ke luar negeri!”


Farah menelan saliva, mendadak nafsu makannya berkurang drastis walau perutnya terasa perih sekali saat ini. “Lu tau dari mana Axcel dibawa ke luar Negeri?”


“Papa… Papa sempat berbincang dengan Papa Axcel saat mereka melakukan kerja sama bisnis di rumah!”


Deg!


“Apa kita bisa menjenguknya? Dia kan teman kita juga…” Tubuh Farah lemas rasanya, dia tahu luka yang diberikan Keenan cukup membuat Axcel mengalami patah tulang di beberapa bagian. Farah ingin memastikan kondisi sahabatnya benar-benar baik-baik saja sekarang.


“Dih, lu aja yang dia anggap, kita mana mungkin dianggap kalau bukan karena kita deket ama you!” sanggah Meishya direspon anggukan setuju dari Ceillyn.


“Mei, coba lu telpon dia… Siapa tahu sekarang udah aktif!” Farah tidak peduli dengan pernyataan Meishya sebelumnya.


Meishya menatap tajam sahabatnya. ‘Kenapa sikapnya berubah khawatir begini? Apa jangan-jangan…’


“Ck!” Meishya berdecak kesal. Namun, dia mengikuti perintah Farah menghubungi ponsel Axcel.


Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan─


Farah termangu saat mendengar suara operator dari ponsel rekannya yang melakukan panggilan dan mengaktifkan loudspeakernya.


Farah dibawa berpikir dalam benaknya, selama ini Axcel tidak pernah menonaktifkan ponselnya. Jika sampai terjadi, pasti hal buruk sedang terjadi padanya. Farah sempat mendengar kasus yang dialami perusahaan Lanchester. Perusahan besar keluarga tunangan Axcel yang mencelakai dirinya pekan lalu. Mereka dituding melakukan manipulasi bahan baku saat proses kerja sama dengan KTech. Ingatan Farah terus berterbangan menunjukan panel kehidupan sebelumnya, bagaimana Leo dan keempat temannya berakhir tragis dibawah tangan Keenan. Farah semakin takut prianya sedang menyulutkan kebencian dari berbagai pihak, yang berdampak mencelakai prianya.


‘Cel, aku sungguh minta maaf… Seandainya saja aku tidak menyeretmu dalam masalahku… Semua sudah terjadi, aku selalu berdoa untuk keselamatanmu… Kamu harus baik-baik saja!’


“Farah!!”


“Oh iya, hehe…”


Meishya geram, panggilannya diabaikan Farah sebelumnya. Farah meminta maaf bahwa dia terlalu banyak berpikir masalah pernikahannya. Dia memang sedang membual, dia tidak mungkin mengatakan hal yang sedang mengganjal pikirannya saat ini. Untungnya, keduanya tidak lagi mempersoalkannya. Mereka kembali berbincang hal random lainnya, bahkan Meishya tidak sabar menjadi bridesmaid sahabatnya itu. Farah menundukkan wajah malu saat kedua temannya terus memojokkannya pasal pernikahan mewah keluarga ternama Kaviandra.


--- To be continue ---

__ADS_1


__ADS_2