Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 141 # Salah


__ADS_3

Farah sudah berada di dalam kediaman Luciano, dia segera mencari keberadaan putranya.


"Keanoo..." panggil Farah sejenak, biasanya tanpa lama putranya akan menyahutinya segera.


"Di sini ibuu~"


Farah melengkungkan senyuman saat mendengar suara putranya yang melengking dari ruang tengah. Dengan segera Farah melebarkan kakinya menemui putranya.


"Loh Kakek sudah pulang?" Farah terkejut saat melihat Kakek Akeno menemani Keano bermain dengan mainan barunya.


"IBUUU LIHAAAT!!" Keano dengan antusias mendekati Farah menunjukan mainan barunya. "Kakek memberikan mainan ini Ibu." Keano mengangkat robot yang sepintas memiliki bentuk dan rupa seperti bola, namun saat di oprasikan dan dalam mode perintah maka robot itu akan melakukan apapun dengan bentuk apapun yang di perintahkan. Termasuk dengan merubah dirinya, yang mana di tiap sisi bagian robot akan muncul kaki dan tangan jika di perlukan.


"Wuah... Bukankah kamu sudah mendapat transformer terbarumu kemarin dari papa kecil?" Farah menunduk mensejajarkan dirinya dengan putra kesayangan satu-satunya belahan jiwa yang ia miliki saat ini.


"Wah, Papa boleh mencobanya?!"


Tiba-tiba saja Axcel sudah kembali bergabung dengan mimik wajah yang sudah berubah kembali seketika. Farah mendongak menatap haru ke arah pria yang memiliki hati yang besar bagi Farah.


"No~" lirih Keano menggoda. "Look at this... 'KEY' Roll over!"


Dengan cepat robot itu melakukan loading data menyaring perintah. Tak lama bola robot menggelinding mengitari kesemua orang disana. Farah bangkit ikut menyelidik robot mainan putranya. Axcel mendekati Farah merengkuh pinggangnya. Bagi Axcel membaca situasi dan mengambil kesempatan adalah kemampuannya. Orang awam yang sekilas melihat kedekatan mereka akan menyangka bahwa ketiganya adalah keluarga yang harmonis.


"Key? Apa kamu memberikan nama pada robotmu?" tanya Farah menatap Keano takjub.


"Ya... Aku beri nama robotku yang ini dengan sebutan Key... Kakek bilang penciptanya bernama Mr. K sedangkan inisial namaku juga K jadi lah~~"


DEEEG!!


Farah seolah mengerti apa yang di maksudkan kali ini, dia menatap sendu kakek Akeno. Kakek itu hanya melengkungkan senyuman seolah tidak terjadi apapun dan memang tujuan utama dari robot itu hanya untuk kembali menyadarkan Farah akan prianya.


'Apa maksud Kakek seperti ini, dia ini tidak tahu apa kalau saa Keano tahu itu ayahnya maka cucunya ini tidak akan mendapatkan apapun!!' batin Axcel mendadak suram menatap Kakeknya tajam.


Kakek Akeno terkekeh dalam benaknya, melihat kedua cucunya mengintimidasi dengan tatapan tajam mereka.


"Robot ini sedang nge-trend di sana, kebetulan saja Kakek mengetahui dan langsung membelinya. Apalagi Keano memang hobi mengkoleksi beberapa jenis robot." tukas tuan Akeno menjawab keresahan kedua cucunya.


"Bukan cuma itu Bu, dia bahkan bisa mengerti perintahku dan dia melakukan apapun yang aku katakan!!" Keano kembali antusias dan menyuruh robotnya kembali mendekatinya.


"Oh ya?" lirih Farah menekan dadanya, menatap robot bulat itu seketika tampilan wajah Keenan menari di benaknya saat ini juga.


"Ya!! Hei Key I want you to be like kittie, mengeong~"

__ADS_1


Treeeet (Bunyi khas robot)


"Meeooong~"


Dalam hitungan detik tampilan bola kecil itu merubah wujudnya seperti kucing dan mengeong di kaki Keano.


"Wuuaaa!!" Farah membuka mulutnya takjub.


"Cih gitu doang..." gumam Axcel cemburu.


"Jadi selama ini kamu sebenarnya ingin kucing hm?" tanya Farah menatap serius Keano.


"Ehm... Ehm... Ehmm..." Keano menunjukan jari telunjuk dan menggelengkan kepalanya.


"Key be like Lion King!!" seru Keano kembali memberi perintah pada robotnya.


Kembali robot miliknya bermanuver mengganti tampilannya kini seperti seekor singa.


"Aaaarrm!!"


Robot itu bahkan bisa mengaum, Farah semakin di buat terbelalak.


"Dih Ibu norak, kayak gini aja kayak lihat malaikat!!" ejek Keano menyuruh robotnya mendekat.


'Mengapa sifat dan rupanya justru bagai membelah sel Keenan Kaviandra huhu... Padahal aku yang mengandungnya susah payah selama tujuh bulan lamanya... Hiks nasssiiiipp...' Farah merutuk dalam dirinya. Setiap kali ada kesempatan Keano selalu menggoda dirinya dengan bersikap dingin bahkan menyebalkan persis dengan ayahnya.


Hal itu Keano lakukan murni tidak di buat-buat, seolah dia sudah menemukan jati dirinya sedari dia bayi. Keano memang tahu pasti kehidupan berat dia dan ibunya. Farah tidak pernah menutupi apapun di depan Keano kecuali identitas Keenan. Bahkan Keano sempat tidak menerima bahwa Axcel ternyata bukan ayah kandungnya.


"Hahaha..." Tuan Akeno terbahak dengan tingkah keduanya yang benar-benar membuat semarak kediamannya semenjak kedatangan Farah dan kelahiran Keano yang akan di tetapkan menjadi penerus Klan Naga kedepannya.


"Axcel, bawa Keano bermain ke kamarnya. Kakek ingin berbicara serius dengan Farah."


Farah berubah menjadi sendu saat ini, sedangkan Axcel mulai bertingkah.


"Memang apa yang ingin Kakek bahas dengan Farah? Aku juga harus tahu..."


"Axcel!" pekik tuan Akeno segera menghardik cucunya.


Terdengar dengusan kasar keluar dari mulut pria di samping Farah. Farah berbalik menatap ke arah Axcel dengan senyuman menenangkannya. Padahal hatinya juga butuh di tenangkan saat ini juga. "Nanti aku menyusul kesana ya Sayang..." bisik Farah menggoda.


"Haaiisshh!! Ayo Keano... Kita push rank di kamar!" Axcel merentangkan kedua tangan meminta pelukan hangat dari putra sambungnya.

__ADS_1


Keano menyambut pelukan Axcel, pria kecil itu bahkan memekik terkejut saat Axcel menggendongnya tanpa permisi.


"Papaaaa... Turunkan aku!! Aku bukan bayi~" protes Keano saat meninggalkan ibunya yang masih berdiri di ruang tengah.


"Hi ilih kamu tuh bocil... Bagi Papa kamu tetap bayi Papa!!"


"Aaarhh tidaaak... Turunkan aku!!"


Farah menatap kepergian dua pria yang selalu menghiasi hidupnya dengan suka cita selama lebih dari lima tahun kebelakang. Hatinya seperti terhimpit benda keras, sejauh ini dia berusaha menemukan kebahagian disana. Keano memang menjadi alasan dia terus hidup sampai saat ini, Keano jugalah sumber kebahagiaannya. Tapi dalam lubuk hatinya tentu saja Farah kesepian...


"Ayo Farah kita berbincang di ruang baca Kakek." Tuan Akeno bangkit dan berlalu menuju ruang kerja pendiri dan pimpinan Klan Naga, Klan terbesar di Negara J dan salah satu anggota tiga besar Klan terbesar di Asia Pasific.


Farah menunduk mengerti dan mengekor di belakan langkah tegap pria tua yang mulai menggunakan tongkat jalannya. Setelah berada di dalam ruang kerja, Farah di persilahkan duduk mereka akan terlibat obrolan yang serius untuk menentukan langkah hidup mereka kedepannya.


"Time so fast right?" tutur tuan Akeno membuka sesi percakapannya dengan senyuman.


"Ya Kek, sekali lagi Farah berterima kasih banyak. Jika bukan jasa Klan Naga dan Axcel aku mungkin─" Farah menunduk sendu, bahkan satu butir air matanya telah lolos terjatuh di pipi mulusnya. Dengan cepat Farah menyeka air matanya dan kembali menatap Kakek Akeno.


"Sudah sewajarnya, kamu sudah Kakek anggap seperti cucu sendiri." tutur tuan Akeno membesarkan hati Farah.


"So─" Tuan Akeno menautkan kedua tangan di atas mejanya menatap lekat cucu angkatnya. "Sudah lima tahun berlalu, setiap tahun kamu sudah mengerti aku akan kembali menanyakan hal ini."


Farah kembali menunduk menelan saliva dengan susah payah mengontrol debaran jantungnya yang tidak beraturan.


"Apa perasaanmu masih sama? Apa kamu sudah bisa menerima keberadaan Axcel dan menjadi pasangannya?" tanya tuan Akeno langsung ke intinya seperti tahun-tahun sebelumnya yang jawabannya selalu di tolak Farah.


Farah meremas ujus terusan bajunya, dia mengatupkan bibirnya erat. Bagi hatinya jawabannya tetap sama─


Keenan masih bertahta di hatinya, dia juga tidak mungkin mengingkari sumpahnya bahwa hanya boleh Keenan yang mempersunting dirinya.


"Aku─" Farah tercekat dia mulai kembali terengah dengan wajah pucatnya.


"Kakek mengerti... Begitu besarnya cintamu pada Keenan, lalu mengapa kamu masih terus sembunyi darinya?"


Ingin rasanya Farah melarikan dirinya setiap kali Kakek Akeno membahas hal serupa di tiap tahunnya.


"Sampai kapan kamu menyembunyikan identitas ayah Keano?" Tuan Akeno menatap lekat Farah. "Cicit kecil kebanggaanku itu mulai mencari tahu keberadaan ayahnya. Walaupun kamu selalu menceritakan kebaikan pria itu tapi di dalam lubuk hati Keano bahkan sorot matanya jelas bahwa dia justru mengisyaratkan membenci ayahnya yang menelantarkan ibu dan dirinya."


JEDEEEEEER!!


Farah terbelalak dengan kenyataan yang baru dia dengar setelah sebelumnya Axcel juga menggiring hal yang serupa.

__ADS_1


"Kakek mendengar bahwa KGroup tengah ribut soal pewaris lanjutan Kaviandra ketiga, apa kamu tidak ingin menuntut hakmu?" Senyum culas terbit dari kakek tua yang memiliki seribu pemikiran yang tidak di bayangkan orang lain akan tindakannya.


---To be continued---


__ADS_2