Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 131 # Kacau


__ADS_3

Ruang kerja Tuan Besar Kaviandra.


Tuan Kaviandra menyuruh Sam untuk mengikutinya ke ruang kerjanya di kediaman. Dia akan membahas hal penting berkenaan dengan kecelakaan yang di alami putra sulung dan putri angkatnya.


"Apa ini ulah Wei Long?" tanya tuan Kaviandra serius menatap tajam Sam.


"Benar Tuan." sahut Sam cepat, jelas terlihat sorot mata Sam memerah menahan dendam dan amarah disana.


"Bagaimana keadaan KTech saat ini?" Tuan Kaviandra melihat di portal berita tentang kisruhnya dunia bisnis saat berita putranya mengalami kecelakaan dan muncul rumor negatif mengenai aktivitas ilegal putranya yang di kecam masyarakat luas saat ini.


"Saham kita menurun tajam Tuan." Sam menunduk pasrah.


"Ck!" Tuan besar berdecak kesal. "Lantas peluncuran unit baru apa ada kabar lanjutan?" sambung tuan Kaviandra kembali memastikan perusahaan yang di bangun susah payah oleh putranya tidak hancur begitu saja setelah menerima rumor yang membuat mereka terlihat kriminal saat ini.


"Kami sudah memperhitungkan keseluruhan waktu peluncuran sebelumnya." Sam membuka gadget pintarnya dan mendemonstrasikan di hadapan tuan besar. "Dalam jadwal yang sudah di tetapkan, minggu depan seharusnya seluruh pemesanan Pre-Order rampung serentak dan akan langsung di distribusikan pada User pemesan. Hanya saja─" Sam menggantung kalimatnya membuat tuan Kaviandra mendelik menyelidik penasaran.


"Setengah User yang melakukan pembelian tiba-tiba saja melakukan pembatalan sepihak dan menuntut dana refund!"


"Huh!"


Terdengar hembusan nafas besar dan kasar dari dalam diri tuan Kaviandra, itu artinya masalah mereka benar-benar pelik saat ini.


"Aku tidak menyangka, KTech bisa kacau seperti ini hanya dalam semalam. Ini pasti ada orang yang sengaja melakukan manipulasi data dan berita." selidik tuan Kaviandra tidak ingin salah mengambil keputusan.


"Maaf Tuan jika saya menyela, menurut data analis sepertinya kita hanya butuh Tuan Muda menyelesaikannya sendiri. Dia tinggal melakukan konferensi pers mengatakan tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan ilegal yang di rumorkan oleh orang tak bertanggung jawab." Sam kembali menampilkan gambaran hologram di hadapan tuan Kaviandra.


"Wei Long sungguh berani menyentuh kita!" tukas tuan Kaviandra geram.


"Mudah saja bagiku untuk melenyapkan mereka saat ini juga. Dengan dekrit yang aku punya aku bisa mengendalikan aparat negara, maka Huateng dan Klan Long akan sirna dari Negara S!!"


Sam terpaku diam tidak bisa juga memutuskan hal sekruasial ini.


"Tapi aku sendiri menghargai putraku!" sambungnya bangkit dari kursi menuju jendela besar ruangan yang langsung mengarah pada taman di luar kediaman. "Ini masalah pribadi Keenan bukan?" tanya Tuan Kaviandra berbalik badan memastikan anasisnya.


"Benar Tuan..." lirih Sam tercekat.


"Jika aku mengambil alih dan melakukan semauku maka sama saja dengan aku menjatuhkan harga diri putraku sendiri."


"Kita tunggu selama tiga hari kedepan... Jika Keenan masih belum juga bangun dalam sepekan atau dua minggu mendatang. Maka kamu sudah tahu pasti harus melakukan apa pada Huateng Group!" titah tuan besar pada salah satu anak buah paling setia dan berprestasi Samuel Park.

__ADS_1


"Sekarang, kita bisa mencoba juga membalikkan keadaan. Buat saham mereka anjlok dan beberapa kerja sama dengan beberapa unit bisnis satu payung dengan KGroup batalkan sepihak dan buat mereka terlihat melakukan wanprestasi."


*) wanprestasi adalah sebuah tindakan dimana seseorang ingkar janji terhadap janji yang sudah dibuatnya dengan pihak lain.


"Di mengerti Tuan." sahut Sam menganggukan kepala menerima titah tuannya. "Ehm... Apa dalam pelaksanaannya kami boleh melakukan tindak kekerasan?" tanya Sam memastikan.


Kondisi mereka tengah tidak menguntungkan di mata publik, oleh karenanya melakukan pencitraan adalah poin utama saat ini membangun image KTech seperti sedia kala.


"Selama mereka yang memulai, maka kamu dan anak buahmu bebas melakukan apapun pada mereka!" jawab tuan Kaviandra tegas.


"Aku yakin, saat Keenan terbangun dan menyadari Farah menghilang. Maka hal pertama yang akan dia lakukan adalah─" Tuan Kaviandra menujukan senyum culas yang di mengerti maknanya oleh Sam.


Bukan jadi rahasia lagi, saat Keenan terbangun dari komanya tentu saja hal yang mungkin dia lakukan saat mengetahui Farah menghilang adalah Membumi hanguskan Huateng Group dan juga seluruh klan Long!


***


Seminggu kemudian...


Setelah kedatangan Karen yang memaki Keenan, tak lama pria hebat itu benar-benar terbangun dari komanya. Setelah membuka mata hal yang di cari Keenan tentu saja wanitanya. Dengan berderai air mata nyonya Lyn dan juga Karen menceritakan bahwa Farah menghilang.


Dalam kondisi tubuh yang masih sangat lemah Keenan hanya mampu mengepalkan tangan dengan erat. Hatinya sungguh hancur, hal yang sudah ia usahakan ternyata tidak membuat gadisnya selamat.


"Apa yang harus aku katakan pada Paman Lee Sayang... Aku tidak menjagamu dengan baik!" Keenan menutup erat kedua matanya. Menggenggam erat ponselnya dan terus mengalirkan air mata penyesalannya. "Aku yakin, kamu dan putra kita selamat Sayang. Aku sangat yakin... I'll find you Farah Lee..."


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan pintu membuyarkan keadaan sendu Keenan saat ini. Dengan cepat dia menyapu air matanya dan kembali dingin seperti sebelumnya.


Ceklek...


"Maaf Tuan, semua persiapan press conference telah selesai. Anda sudah bisa naik podium sekarang." tukas Sam memberi tahukan jadwal Keenan seperti biasanya.


Tanpa kata yang berarti atau sekedar menyahut asistennya Keenan tidak bersuara sama sekali. Pria itu bangkit dengan dingin dan wajah yang datar melewati Sam kemudian keluar ruangan yang di sambut beberapa anak buah inti KTech yang sudah menundukan tubuh mereka.


Keenan kembali melewati mereka begitu saja tanpa ingin menyapa atau sekedar menatap netra mereka. Semua anak buahnya tentu merasakan perubahan besar pada atasannya ini. Setelah terbangun dari komanya Keenan hanya mau berbicara pada ibu dan adiknya saja. Dia akan bungkam seribu bahasa pada siapapun termasuk tuan besar dan juga asisten pribadinya Samuel.


Sam sangat mengerti jika Keenan membencinya, dia juga menerima konsekuensinya. Hal yang tengah Sam lakukan saat ini adalah mengabdi dengan tulus pada tuannya. Walau sejujurnya hati Sam amat sangat terpukul dengan keadaan mereka saat ini, dia menatap nanar ke arah punggung Keenan yang terus melaju menuju podium.


'Maafkan aku Keenan, aku benar-benar lalai menjaga perintahmu mengawasi dan menjaga Farah. Tapi aku bersumpah, nafasku sekalipun akan aku tukar jika kamu menginginkannya.' batin Sam merasa dadanya terhimpit dua benda keras saat ini.

__ADS_1


Tidak ada orang yang jauh mengerti Keenan dari pada Samuel Park. Pria itu terlahir untuk bersama selamanya rasanya. Keenan berubah, tidak juga bertranspormasi menjadi Mr. K atau Keenan pria yang mencintai adik angkatnya. Pria itu bisa lebih di katakan seperti mayat hidup saat ini. Sam berharap konferensi akan berjalan lancar demi kembali membalikkan keadaan mereka.


Akhirnya semua acara telah rampung terlaksana dengan sukses tanpa cela. Semua Audience menerima dengan lapang dada dan mengerti. Akhirnya masalah mengenai rumor bisnis ilegal KTech sudah terselesaikan. Tanpa memberikan perintah apapun Keenan justru pergi begitu saja meninggalkan kawasan KTech.


"Aku jauh lebih menyukai Tuan memaki dan mengajakku bertarung bertatuh nyawa dibanding harus merasakan hal ini!" umpat Ben menahan pilu.


Sam terdiam, dia sendiri tidak tahu lagi harus melakukan apalagi untuk membujuk Keenan dan membangkitkan semangat pria itu.


"Sam..." seru Ken mendekat dengan wajah serius dan tegangnya. "Kita mendapatkan ini." Ken menyerahkan selembar surat pemberitahuan.


Sam menerimanya dengan perlahan, tercetak jelas logo Team SAR negaranya di dalam kop surat itu. Sam membaca dengan seksama isi laporan yang berisi satu lembar dokument. Sam menjatuhkan air matanya dan meremas kencang tangannya yang lain.


"Kami turut berduka, aku harap seluruh keluarga Kaviandra bisa merelakan Nona Farah." tutur Ken sendu.


"KALIAN PIKIR DIA AKAN MENERIMA INFORMASI INI HAH?" pekik Sam frustasi.


Ben dan Ken berdiam diri, menelan saliva mereka berat. Bahkan untuk sekedar menghirup udara rasanya begitu sesak.


"Sebentar lagi pria itu akan meruntuhkan Huateng. Kalian bersiaplah..." Sam kembali memasukkan kertas ke dalam map-nya kembali.


"Ben, apa bagian farmasi telah selesai dengan Endorfin yang aku minta?" tanya Sam merubah seketika mimik wajahnya.


"Dalam tahap uji coba pada hewan." sahut Ben segera.


"Cepat lakukan dengan segera tahap akhir. Aku menginginkannya esok, paling lambat lusa!" sahut Sam terlihat menerawang dengan tatapan tajamnya.


"Apa ini permintaan Tuan?" selidik Ken merasa tingkah Sam sedikit tidak wajar.


Sam menaikan sudut bibirnya membuat kedua temannya saling bertatapan curiga ada yang di rencanakan oleh Samuel. "Semakin kamu sedikit mengetahui kebenarannya, maka akan semakin bagus!"


"SAMUEL!!" pekik Ben tidak terima.


Ben dan Ken menarik kesimpulan bahwa Sam tengah menjadikan tuannya objek obat senjata biologis lanjutan.


"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KEENAN SEPERTI MAYAT HIDUP SEPERTI SEKARANG!!" pekiknya penuh emosi.


"kau mengerikan..." lirih Ken tidak percaya.


"Ini lebih baik bukan? Semakin cepat kekuatan Keenan kembali maka semakin cepat juga dia bertindak dan memastikan bahwa Farah Lee benar-benar masih hidup." terang Sam membuka pikiran kedua temannya. "Si Idiot ini kadang berubah bego saat telah mengenal apa itu cinta!!" berang Sam meninggalkan KTech dan mengejar tuannya.

__ADS_1


---To be continued---


__ADS_2