
Dia yang pertama membuatku cinta, dia juga yang pertama membuatku kecewa...
Kamu yang pertama menyembuhkan luka, tak ingin lagi ku mengulang keliru akan cinta...
Jadi kisah yang sempurna...
"Uugh!" Farah terbangun, dia menggeliat sejenak.
Senyum bahagianya terbit saat melihat pria yang paling dicintainya masih terlelap di samping tubuhnya.
"Morning Sayang..." Farah mencium perlahan pipi kekasihnya. "Aku tidak pernah menyangka, aku bisa merasakan perasaan bahagia di setiap pagi menyapa, aku bisa melihat pria paling aku cinta."
Keenan tidak tahan, dia tersenyum dan membuka matanya. "Sepagi ini kamu senang menggoda!"
Farah tersenyum menangkupkan kedua tangan di wajah kekasihnya. "I love you..."
"Love you too, Baby!"
Keenan bangkit dan kembali menindih gadisnya. Farah memutar matanya jengah, selalu seperti ini. "Ternyata otak Kakak sembilan puluh persen isinya kecabulan. Sebal!"
"Hahaha, kamu yang cabul!" Keenan menggesekkan hidungnya dengan hidung Farah.
"Istirahatlah di rumah, apa tubuhmu masih sakit?" Keenan bangkit dan duduk di samping tubuh gadisnya.
"Iya!" Farah memekik kesal, jika Keenan kembali bertanya kenapa, Farah akan memukul kepala pria itu hingga dia mau mengakuinya.
"Haha, aku akan memanggil Dokter Vero!" Keenan beranjak menuju kamar mandi dengan tampilan polosnya.
Farah membuka mulut dan matanya selebar mungkin. Melihat pemandangan indah sekaligus mesum di pagi hari sungguh begitu liar. "Nanti Bibi tahu..."
"Dia tidak akan berani bersuara pada keluargaku!"
Farah merengut kesal, prianya mendominasi segalanya. Farah menghembuskan nafasnya perlahan. Dia menerawang ke luar jendela. Rasanya semakin hari hidupnya semakin terlihat seperti benang kusut. "Sampai kapan kami seperti ini?"
"Aarghh!" Farah merintih saat mencoba bangkit dan menuju kamar mandi. "Si Beruang liar ini, tiap kali memakanku, dia lupa diri! Hiks..."
Pada akhirnya Keenan kembali membantu Farah membersihkan dirinya. Pria itu juga tanpa mengeluh menggendong dan membantu Farah merapikan dirinya. Farah merasa dirinya tidak nyaman, saat Sam mempersiapkan sarapan gadis itu untuk pertama kalinya tidak berselera. Keenan semakin gelisah saat Farah tiba-tiba pingsan saat dirinya pamit untuk bekerja.
"Bagaimana kondisinya?" Keenan bertanya pada dokter pribadi keluarganya.
__ADS_1
"Ehm.." Sang dokter terlihat gelisah. "Farah hanya kelelahan, dia juga kurang asupan nutrisi. Dia harus istirahat..." Dokter kembali menjelaskan apa yang terjadi dengan tubuh Farah.
Dokter pribadi keluarga besar Kaviandra merupakan sepupu dari nyonya Lyn. Bernama dokter Vero, tante Keenan dan Farah itu sangat mengenal keduanya. Dia tidak menyangka, Keenan dan Farah terlibat skandal besar seperti sekarang. Dokter yang masih terlihat awet muda di usia memasuki kepala empat itu lebih tidak menduga. Farah sudah melakukah hubungan badan dengan kakak sepupunya sendiri.
"Keenan!" Terlihat dokter Vera menatap tidak percaya pada keponakannya. "Apa kamu yang melakukan semua ini pada Farah?"
"Apa Tante begitu senggang ingin mengurusi masalah pribadi kami?" Keenan menatap nyalang dengan nada angkuhnya.
"Huh, organ intim Farah lecet. Hal itu lumayan membuatnya akan merasa nyeri setiap kali berjalan atau beraktivitas!"
Deg!
Mendengar penuturan tantenya, jantung Keenan seperti diremas kencang oleh keadaan. Jika bukan karena Keenan tidak rela tubuh gadisnya di jamah orang lain, mungkin dia lebih baik mencari dokter yang bukan berasal dari keluarganya.
"Tante tidak bodoh, jelas Tante mengetahui apa yang sudah kalian lakukan. Walaupun Farah tidak mengakuinya, Tante tahu pasti. Kamu menggagahinya dengan brutal!!" Dokter Vero sedikit emosi, dia mengenal Farah. Dia sama menyayangi gadis kecil itu. Dia juga tahu bagaimana sifat keponakan tetuanya.
"Ehm! Itu kecelakaan... Aku dijebak!" Keenan gusar, dia menenggak wine segera. Rasanya dadanya sesak saat ini. "Tante tidak perlu mengurusi urusan kami! Kami bisa mengatasinya..."
Keenan menaruh gelas kosong di meja. Dengan seringai iblisnya, Keenan kembali menatap tantenya nyalang. "Tante sangat tahu dengan sifatku bukan?"
Tante Vero menelan ludah, tentu saja dia mengerti apa yang sedang dilakukan keponakannya sekarang. "Keenan, Tante tahu, selalu banyak orang yang ingin menjatuhkanmu. Tapi, bagaimana dengan nasib Farah kedepannya? Apa kamu akan bertanggung-jawab?!"
"Enough!" Keenan bangkit dengan berang, dia berkacak pinggang penuh emosi. "Dengar Tante Vero yang terhormat. Jika sampai keluargaku tahu mengenai hal ini, maka... Jangan salahkan aku yang akan menghentikan aliran dana Rumah Sakit X!"
"Sampai kapanpun, Farah tetap akan berada di bawah naungan Kaviandra... Tante tidak perlu mengurusnya, dia sendiri tidak banyak tingkah seperti Tante!"
Tante Vero membuang wajah dan nafasnya geram. Keenan benar-benar tidak sopan pada orang yang berumur di atasnya. Tentu saja, Keenan tidak ingin peduli! Pria itu meninggalkan dokter yang sudah menolong gadis kecilnya.
"Huh!" Tante Vero menekan dadanya kuat. Dia tidak bisa bayangkan apa respon nyonya besar Kaviandra jika mengetahui putra kebanggaannya berlaku demikian pada salah satu anak angkat kesayangan mereka.
"Apa Farah akan baik-baik saja?" Tante Vero berbalik menatap Sam yang masih setia berdiri disana.
"Tante tenang saja, selama ini Farah baik-baik saja! Kita semua juga tahu, Farah sangat mencintai Tuan Keenan..."
"Selama ini?"
"Ups!"
Sam menutup mulutnya, dia menyesal terlalu banyak bicara. Tante Vero semakin tidak percaya apa yang sudah dilakukan kedua keponakan yang disayanginya. 'Keenan, Tante harap kamu lepaskan Farah...'
__ADS_1
Dokter Vero mengerti, dia memberikan secarik kertas pada Sam. Kertas itu berisi resep obat yang harus diminum Farah. Sam mengerti, tidak hanya itu, Sam juga kembali mengingatkan dokter Vero akan isi ancaman tuan muda mereka sebelumnya.
Farah tidak menyadari keberadaan prianya, dia tengah sibuk membaca pesan di aplikasi chat ponselnya.
[ FarahLee : Guys, gue absen! ]
Tring!
[ CeiLyn_Cute : Astaga, lu kemana aja baru nongol! Berita lu udah kesebar sekampus!! Lu baek-baek aja kan? ]
[ Beauty_Meishya : Bener, lu harus liat portal berita kampus. Nama lu jadi top line disana! ]
Keenan begitu kesal, dia tidak suka diabaikan. Keenan mencium kening Farah membuyarkan konsentrasi Farah yang sedang membuka website kampusnya.
"Kakak!" Farah terkejut dan menjauhkan ponselnya.
"Kamu tidak pernah mengerti dengan kata jera, hm?" Keenan duduk di samping tubuh Farah. Wajah pria itu sudah tenggelam dalam ceruk leher gadisnya.
"Apa yang membuatmu berani mengabaikanku?!"
Farah menelan salivannya. "T-tidak Kak, aku hanya sedang meminta tolong melakukan izin absensi!"
"Aarkk!" Farah terkejut ponselnya sudah direbut paksa oleh prianya.
Dengan cepat jemari Keenan melakukan apa yang diinstruksikan teman Farah, sudut bibirnya terangkat. Hatinya kembali dibuat dongkol. Keenan melempar ponsel Farah, dengan cepat gadis itu menangkapnya.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan beritanya, sebentar lagi semua berita itu lenyap!" Keenan menatap tajam Farah yang masih terlihat kebingungan. Keenan kembali bergegas keluar kamar, dia juga tidak mengatakan akan keluar rumah sekarang.
Farah mengerutkan keningnya, dia segera memeriksa kebenaran akan berita yang dimaksudkan temannya sendiri. Mata Farah membulat sempurna saat melihat judul besar yang menjadi berita paling populer di kampusnya saat ini.
TERCIDUK! Farah Lee yang merupakan anak angkat keluarga ternama melakukan asusila di toilet kampus!!
Farah menatap takjub pada foto dia dan Axcel dari belakang yang tengah saling berpelukan.
Farah Lee ternyata simpanan sugar daddy!! Setelah melakukan asusila dengan salah satu mahasiswa populer, dia kembali dijemput oleh SUGAR DADDY!!
Farah menggigit kuku ibu jarinya, jantungnya seperti diremas kencang. Rasanya dia selalu mendapatkan hal buruk setelah dia dekat dengan kakak sepupunya itu. Selama setahun lebih hidupnya aman jaya abadi sentosa, kali ini justru sebaliknya!
"Inikah yang Kakak baca barusan? Ck... Mereka sungguh berani membangunkan singa tidur... Yah, aku cuma bisa berdoa kampus tidak kena senjata nuklir sekarang!"
__ADS_1
Farah mencoba abai, salah pihak kampus yang begitu berani memberitakan dirinya. "Tunggu, siapa yang berani membawa nama Kaviandra pada masalah kali ini? Bukankah mereka tahu, jangan pernah mengganggu tiga keluarga besar di Negara S?"
--- to be continue ---