Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 48 # Haunting


__ADS_3

Kediaman Kaviandra, 06.00 PM.


"Aku pulaaang!"


Seperti biasa, saat berada di kediaman besar Farah memang manja luar biasa. Dia berteriak seenaknya, tidak akan ada orang yang menginterupsi tingkahnya. Sekalipun itu tuan dan nyonya besar. Pelayan mendekat dan menyambut kedatangannya. Farah berhenti di tengah kediaman, dia mengedarkan pandangan mencari bibinya. "Bibi mana?"


"Nyonya sedang pergi memeriksa butik miliknya sedari siang. Mungkin sebentar lagi beliau pulang!" sahut pelayan sopan menjawab pertanyaannya.


"Ck!" Farah kesal, dia selalu ditinggalkan sendirian.


Dia kembali berjalan gontai menuju kamarnya. Dia melempar tas sembarang dan segera menjatuhkan dirinya di atas ranjang yang nyaman.


"Hey, jerk!" Farah menatap langit-langit kamarnya. "Sudah beberapa hari kamu tidak mencariku!" Farah mengejek kakak sepupunya yang hilang tanpa kabar setelah kepergiannya. "Awas ya, saat kita bertemu jangan harap aku mau memberikan tubuhku padamu!" Farah tersipu malu saat dia mengingat sudah sejauh apa hubungan dia dan pria pujaan hatinya.


"Apa kamu tidak bisa merasakan aku begitu merindukanmu?" Farah berubah sendu, dia menutupi wajahnya dengan bantal. Dia tidak menyadari seseorang datang memasuki kamarnya dengan perlahan tanpa menimbulkan suara.


"Do you miss me, Baby?" bisik seseorang yang baru saja dibayangkan oleh Farah, kini berada di samping tubuhnya.


Deg!


"Kakaaak!" Farah segera membuka bantalnya dan memastikan yang berbisik adalah manusia normal, bukan makhluk astral jelmaannya.


"Ya!"


Dengan cepat Keenan menarik tubuh Farah kedalam dekapannya. Tanpa Farah ketahui, pria itu juga sama rindunya. Mereka berpagutan tanpa basa-basi, rasanya rindu benar-benar membuat keduanya gila dan menyatukan perasaan mereka.


"Kak! Nanti Bibi bisa kesini dan memergoki kita!!"


Sekuat tenaga Farah mendorong tubuh Keenan, pria itu tentu saja ingin menyalurkan hasratnya yang sudah ia tahan beberapa hari tidak bertemu kekasih hatinya. Keenan menyeringai, dia tidak percaya bisa segila ini pada Farah. "Kita main sebentar ya? Aku sungguh tidak tahan lagi, Sayang!"


Tanpa persetujuan Farah, pria itu kembali mengeksekusi wanita kesayangannya. Lenguhan keduanya kembali terdengar seirama. Farah tersipu memalingkan wajahnya sejenak kemudian menatap lekat prianya yang masih bergerak mencari kepuasan masing-masing.


"Aku merindukanmu Sayang, sangat merindukanmu! Syukurlah Kakak pulang dengan selamat..." Di tengah rintihannya Farah mengutarakan isi hatinya. Keenan menghentikan gerakan tubuhnya sejenak.


"Kamu menyebalkan Farah Lee!" bisik Keenan kesal, perasaannya semakin menjadi pada adik sepupunya. "I love you..."


Saking bahagianya Farah mendengar kata cinta kakak sepupunya, dia meneteskan air matanya. "Love you too Keenan, as always!"


Seperti yang diprediksi Keenan, tidak ada yang mengganggu hajatnya. Dia sudah kembali dengan energi full power-nya setelah sebelumnya tubuhnya melemah. Selama di SF Keenan sudah menghabiskan nyawa di beberapa organisasi jaringan hitam yang tidak sependapat dengannya. Keadaan tubuhnya sudah tidak bisa dijelaskan oleh kata. Saat pergumulan panas keduanya, dia kembali menghisap darah Farah. Benar saja, seperti dugaan sebelumnya, darah kekasihnya memiliki daya sembuh luar biasa. Satu jam kemudian Keenan dan Farah sudah berada di meja makan bersama dengan kedua orang tuannya.


"Bagaimana bisnismu?" tanya tuan Kaviandra tersenyum bangga.


"Besar dan menguntungkan!"


"Hahaha!"


Nyonya Lyn yang tak lain ibunya merasa sedikit ganjal dengan tingkah putra sulungnya. 'Tumben dia mau duduk di samping Farah?'


'Aarghh, apa-apaan ini?!' Farah membuka matanya lebar. Dia  merasakan sentuhan tangan besar prianya berada di pahanya.


Farah sungguh tidak memiliki kata untuk sikap cabul kekasihnya yang tidak bisa melihat waktu dan tempat. Farah juga mengacungi seribu jempol pada kekasihnya yang berani melakukan di saat ada kedua orang tuanya. 'Bagaimana jika ketahuan? Bukannya Kakak tidak ingin hubungan kami terekspos?'


Farah mengatupkan bibirnya erat, semakin lama gerakan tangan itu semakin menjadi dan naik ke atas pusat tubuhnya. Sialnya respon alami tubuh Farah saat ini justru mendukung tindakan Keenan. Kedua kaki Farah dia buka lebar memuluskan jalan Keenan. 'Ini tidak benar!'


Braaak!


Farah bangkit seketika. "Aku sudah selesai!"

__ADS_1


Keenan terkejut, dia berbalik menatap Farah dingin.


"Paman, Bibi, Kakak, aku istirahat duluan. Selamat malam!!"


Dengan cepat Farah berlari menuju kamarnya menyisakan banyak kecurigaan di benak nyonya Lyn. "Ada apa dengan dia?"


Keenan kembali acuh dan menyelesaikan menyesap segelas jus milik gadisnya. "Aku juga istirahat dulu!"


"Hah? Mereka kenapa?" Nyonya Lyn bertanya pada suaminya dengan raut wajah kebingungan.


"Mereka kan bilang ingin istirahat, emang Mama mikirnya apa?" Tuan Kaviandra memang tidak pernah banyak berpikir. Dia kembali dengan makanannya, sedangkan nyonya Lyn masih merasa gelisah pada perubahan sikap anak-anaknya.


Keenan tidak benar-benar istirahat di kamarnya, dia berbelok dan kembali memasuki kamar adik sepupunya. Walau Farah mengunci pintu, tentu saja Keenan dengan mudah bisa membukanya.


"Kamu sungguh berani meninggalkanku disana!"


Deg!


"Kakak!"


Farah terperanjat dan bangkit segera setelah sebelumnya membenamkan diri di ranjang. "Mengapa Kakak bisa masuk kemari?!"


"Apa yang tidak bisa aku lakukan, Baby?!" jawab Keenan menciumi tubuh Farah dan mulai mencoba melepaskan kancing-kancing piyama gadisnya kembali.


Farah mendengus sebal, dia lupa siapa prianya. "Apa Kakak berubah pikiran dan ingin hubungan kita ketahuan?"


Keenan menghentikan aksinya, dia menatap dengan seringai mengejeknya. "Siapa yang berani membocorkan hubungan kita, Baby?"


"Jika bukan kamu yang dengan sengaja mengatakan pada keluargaku, tidak ada pelayan istana yang mampu mengeluarkan suaranya!"


"Heh!" Farah sudah tidak lagi memiliki keinginan melanjutkan kemesraaan mereka.


Farah melayangkan senyuman manisnya, dia seperti boneka yang tidak bisa memperjuangkan haknya. Farah kembali melayani hak kekasihnya sampai pagi menyapa gadis itu baru tersadar prianya tidak ada di sampingnya.


Keesokan harinya...


"Pagi Bi!" Farah mencium dan memeluk bibinya dari belakang seperti biasanya.


"Pagi Sayang! Kamu berangkat kuliah pagi?" Nyonya Lyn menyambut anak angkatnya dengan kasih sayangnya.


"Iya Bi, pagi Paman!" Farah beranjak menyambut pamannya, kemudian dia menarik kursi dan duduk di tempatnya.


"Minggu depan aku diwajibkan mencari perusahaan untuk magang!"


"Kalau begitu kamu bisa mendaftar di salah satu perusahaan KGoup saja!" Tuan Kaviandra langsung memberi solusi.


"Lebih bagus kamu minta Kakakmu itu masuk ke KTech! Kamu bisa langsung belajar padanya." Nyonya Lyn justru menyuruh Farah berdekatan dengan putranya.


"Ah enggak lah Bi, dengan kapasitas otakku yang pas-pasan. Sebelum jadi hal yang memalukan aku lebih baik sadar diri Bi. Belum lagi Kakak itu pemarah, aku bisa kena marah tiap hari!!" cicit Farah tanpa jeda membuat kedua orang tua itu terbahak mendengarkan ocehan putri angkat mereka.


Keenan mengangkat sudut bibirnya mendengar penuturan gadisnya yang menggunjing dirinya. "Pagi Ma!" Keenan mencium pipi ibunya dan duduk di samping Farah.


Gadis itu kembali pucat, dia segera memakan sarapannya dan berencana langsung pamit menuju kampusnya.


"Makanya belajar yang bener!!" tukas Keenan tiba-tiba mengomentari adik sepupunya.


"Belajarnya udah bener, cuma otaknya yang minder!" sahut Farah menghardik sekenanya.

__ADS_1


"Ppfftt!!" Keenan menahan tawa dan menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah selesai!" Farah bangkit segera sebelum Keenan melakukan hal yang tidak-tidak seperti semalam. Keenan menatap tajam ke arah Farah, selalu seperti ini. Setiap Keenan mendekat, gadisnya beranjak!


"Paman, Bibi aku pamit kuliah dulu!" Farah bangkit menyalami satu persatu orang tua angkatnya.


Keenan tidak suka dengan sikap Farah yang seolah menghindarinya.


Bruk!


"Aku juga berangkat sekarang, aku ingat harus menghadiri rapat pagi ini!" Keenan bangkit dan pamit pada kedua orang tuanya.


"Owh, ya sudah kamu sarapan di kantor jangan lupa." ujar ibunya segera. "Eh sekalian antar Farah sana, sama bilang sama Paman Chen suruh Farah ambil surat mengemudinya!" titah nyonya Lyn pada Keenan sebelum putranya menghilang di balik pilar.


"Ya Ma!" Dengan senyum smirk-nya Keenan memiliki alasan terus berdekatan dengan wanitanya.


Di lorong penghubung ruang tengah dan ruang tamu Keenan mendapatkan gadisnya. Seperti biasanya, Farah akan memekik terkejut dengan kedatangan kekasihnya yang bak hantu!


"Apa kamu suka membuat keributan, hm?!" berang Keenan kini menyeret tangan Farah memasuki mobilnya.


"Kak tunggu!! Aku mau ke kampus..." tolak Farah mempertahankan dirinya.


"Aku yang mengantarmu!" pekik Keenan kesal.


Farah tidak bisa berkata lagi, dia dengan patuh memasuki mobil mewah kakak sepupu atau kekasih gelapnya.


"Sayaang! Gimana kalau Paman Chen dan pelayan lain melihat kita di lorong barusan?" ujar Farah takut.


"Jika dia punya keberanian lebih dia boleh membocorkannya!" Keenan kembali berujar dingin.


Farah mencibir lirih membuat Keenan kembali menaikan sudut bibirnya. "Sore nanti aku jemput! Kita akan ke Beverly sebentar." Keenan menciumi bibir Farah yang manis dan sedikit menggigitnya tanpa melukai bibir kekasihnya.


Keduanya sudah berada di pelataran kampus Farah, sebelum gadis kecil itu pamit keluar Keenan menahannya sedikit lebih lama.


"Ajukan proposal ke KTech!"


"Hah? No, thanks!" sahut Farah yakin membuat Keenan menegaskan rahangnya.


"Dengar Baby, kamu tidak akan diterima di perusahaan manapun tanpa ada izin dariku!" Ancaman Keenan sukses membuat Farah semakin kesal.


"Kakaaak jahat!"


"Maka patuhlah!"


"Tapi kalau aku bawa teman boleh?! Ini kan project tugas kelompok." Farah merengek menggelayut manja di lengan prianya.


"Ya Baby, asal kamu beritahu mereka batasan apa saja yang tidak boleh dilanggar!"


"Emang apa aja? Aku aja gak tahu!!"


"Buat saja dulu proposalnya, besok pagi serahkan pada sekretarisku!"


"Kenapa gak dibawa sama kakak aja sih kan lebih cepet!"


"Jangan mengada-ngada Farah Lee. Keluar!!"


"Hah?!"

__ADS_1


Farah membuka mulutnya tercengang dengan sikap Keenan yang kembali pada settingan awal. Tanpa ingin berlama-lama Farah keluar mobil. Namun, sejenak Farah kembali berbalik dan mengecup pipi kekasihnya. "Saranghae Oppa!"


--- To be continue ---


__ADS_2