Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 36 # Can't Say No!


__ADS_3

Seharian tadi ponsel Farah sengaja dia non-aktifkan. Jika tidak, maka sudah bisa dipastikan kakak sepupu moody-nya itu akan membuat perkara sepele menjadi malapetaka. Farah memeriksa beberapa pesan yang masuk di aplikasi chat miliknya. Sudah bisa di tebak bahwa seluruh teman terbaiknya tidak percaya bahwa dirinya membolos karena sakit.


Baru saja Farah mengaktifkan ponselnya, dia sudah menerima panggilan masuk dari seseorang yang dia beri nama Axcelerasi. "Dia gercep banget dah!"


"Halo!"


"Ayaaang! Finally ponsel kamu aktif! Kamu kenapa Ay? Kamu beneran bikin gue frustasi gilaaa!" Axcel terus meracau tanpa henti setelah suara Farah bisa didengar di telinganya.


"Ck, gue bolos sehari aja pada sewot bener dah!" lirih Farah menaikan sudut bibirnya. Dia kembali mengunyah keripik kentangnya.


"Issh, lu tuh ya... Buruan keluar, gue ada di depan gerbang pulau H!"


"What's?!" Farah terlonjak, dia membulatkan matanya saat teman jadi-jadiannya dengan santai mengatakan berada di kediaman besar Kaviandra. "Ngapain lu ke rumah?"


"Jenguk lah Ay!" rutuk Axcel sebal, gadis incarannya selalu berpura-pura bodoh.


"Idih, gue gak di rumah!"


"Lah? Terus elu di rumah sakit Ay?"


Terdengar Axcel begitu mengkhawatirkan keadaan Farah, gadis itu sedikit merasa iba. Sampai detik ini Axcel masih pantang menyerah mengejarnya. 'Bagaimana jika kamu tahu aku adalah wanita yang kotor sekarang? Apa kamu masih akan mengejarku, Cel?'


"Ayaaang!"


"Hiiish!"


Teriakan Axcel membuyarkan kesedihan gadis pujaannya, Farah menghela nafas sesaat. "Gue baik-baik aja Cel, cuma sedang tidak bersemangat dan butuh healing sejenak!"


"Apa? Sejak kapan you butuh healing? Lu sakit jiwa ampe butuh healing? Lu jujur ama gue, lu kenapa Farah?!"


Di seberang sana Axcel semakin tidak nyaman dengan kekhawatiran berlebihannya. Pria itu tidak bisa memasuki kawasan yang sudah dijaga ketat oleh beberapa kelompok yang hampir mirip dengan anggota keamanan negara. Memasuki kediaman Kaviandra seperti memasuki sebuah negara. Harus memiliki paspor dan izin khusus, seluruh warga sipil mengetahui pasti kekuatan militer dan bisnis rraksasa dari tiga keluarga besar di negara mereka.


"Cel!" Farah seolah mengerti bagaimana keadaan pria itu saat ini. "Gue baik-baik aja, healing untukku bukan berarti gue sakit jiwa, gue hanya sedang ikut berkontribusi menghabiskan kekayaan keluarga angkat gue!" Sakit rasanya Farah harus membual seperti sekarang, kenyataannya dia memang tengah menyembuhkan luka batin dan fisiknya.


Oh mengapa, tak bisa dirimu, yang mencintaiku tulus dan apa adanya...


Aku memang bukan manusia sempurna, tapi ku layak dicinta kar'na ketulusan


Kini biarlah waktu yang jawab semua


Tanya hatiku...


"Lu tega bener healing gak ajak gue! Gue ngambek gak mau tahu, cepet bujuk gue!"


Farah terkekeh, dia tidak menyangka Axcel selalu bisa menghibur dikala hatinya terluka. Bukan Farah tidak mengetahui betapa tulus Axcel mencintainya. Namun, semua terasa tidak mungkin sekarang. 'Maafkan aku Cel, sayangnya, hati gue udah terpaut pada pria brengsek yang hanya ada satu di dunia. Naasnya pria itu adalah kakak sepupuku sendiri...'


Farah menekan tombol merah dengan perasaan yang berat, tak berselang lama Farah kembali mengerutkan keningnya. "Siapa ini?"


"Halo?"


"Akhirnya aku bisa menghubungimu!" sahut pria dewasa di seberang sana segera. Farah sudah bisa menebak siapa yang menghubunginya saat ini. Siapa lagi jika bukan dosen yang karenanya Farah mengalami kesialan semalam.


"Farah, apa kamu benar sakit? Apa yang terjadi?" Dosen Victor terdengar sama mengkhawatirkan dirinya, seperti Axcel barusan.

__ADS_1


"Iya Pak, aku baik-baik saja. Aku hanya keracunan makanan!" Farah menjawab asal, ada sedikit sesal di diri Farah saat menerima kerja sama dengan dosennya. Jika saja semalam dia tidak mengiyakan permintaan dosennya mungkin sekarang dia tidak sesial sekarang.


"Astaga! Apa karena semalam makanannya tidak higienis?"


Farah menatap nanar ke depan, dia menjawab pertanyaan dosennya datar, dingin dan asal. Bagaimana mungkin dia jujur pasal keadaannya. Farah tidak tahu apa yang akan dilakukan bibi Lyn, seandainya pihak kampus mengatakan dirinya absen sepekan karena sakit.


Farah membuang ponselnya asal, beruntungnya tidak menyebabkan kerusakan. Dia mendongak lelah, memang benar, hari sial itu tidak pernah menunjukan dirinya, selayaknya esok yang masih menjadi misteri di kehidupan kita.


"Tapi, kenapa harus aku?!"


A few moments later...


Cup!


Farah tersentak, dia bangun segera dari tidur ayamnya. Semenjak kejadian semalam, kali ini Farah tidak bisa lagi tidur pulas seperti biasanya. Gerakan perlahan saja bisa mampu membuatnya awas dan kembali terjaga.


"Kakak!"


"Apa kamu menunggu kedatanganku sampai tidur disini?"


Keenan memutar tubuhnya setelah mengecup mesra kening adik sepupunya dari belakang. Keenan merengkuh tubuh Farah dan menciumi ceruk leher gadisnya segera. "Apa kamu begitu merindukanku, Baby?"


Farah menelan salivanya, ternyata selain cabul, kakak sepupunya juga narsis luar biasa. Jika Farah jujur mengatakan alasan sesungguhnya tentu saja Keenan akan murka seketika.


"Tentu saja, aku selalu merindukan Kakak setiap detiknya!" Farah menggoda dan merayu pria angkuh yang terlihat lelah di kedua matanya yang sayu.


"Mulutmu manis sekali!" Keenan menjatuhkan Farah dan segera mencium bibir adik sepupunya. Dia bisa merasakan rasa manis dari es krim yang sebelumnya Farah makan. 'Aku tidak menyangka, rasa lelahku hilang hanya bertemu denganmu seperti ini!'


"Aaarghh, Kak!" Farah melenguh, dia tidak kuasa mendapatkan serangan sensualitas yang terus diberikan oleh kakak sepupunya.


Gleeek!


Farah menelan saliva berat, ingin rasanya dia pura-pura mati saja. "Apa Kakak tidak ingin membersihkan diri dulu? Atau makan malam terlebih dahulu?"


"Ide bagus Sayang, kamu bisa membantuku mandi dan aku akan memakanmu sebagai hidangan pembuka!"


Keenan tidak sabar dan langsung menggendong gadis tengilnya. Bukan Keenan tidak tahu bahwa adik sepupunya tengah mencari alasan agar mereka kembali gagal melakukan aktivitas ranjang yang sekarang membuat Keenan tergoda untuk melakukannya lagi.


Keduanya sudah berada di dalam kamar utama mansion yang kelak menjadi kamar Farah. Gelora hasrat Keenan semakin menjadi, dia menanggalkan seluruh pakaian mereka. Farah hanya bisa pasrah, walau hatinya menolak tapi dia tidak mungkin bisa lepas dari penguasa hidupnya sekarang.


"Baby, puaskan aku sekarang!" Keenan menyeringai dan bersiap memperlihatkan pemukul baseballnya yang besar dan tegak menantang keadilan.


Berkali-kali Farah menelan ludah, dia menggelengkan kepala. Rasanya tidak mungkin benda sebesar itu bisa masuk menuju pusat tubuhnya. Memikirkannya saja tubuh Farah sudah bergetar hebat, apalagi kembali merasakannya.


"Wajahmu benar-benar tahu caranya menggodaku, Sayang!"


"Aaarrrgh, aku tidak percaya ternyata Kakak bisa secabul ini!"


"Cabul?"


Keenan terkekeh, sekuat tenaga dia tidak termakan jebakan Farah yang terus mengulur waktu penyatuan mereka. "Aku memang cabul Sayang, semua karena ulah tubuhmu yang seharum ini!"


"Aaarrrghh!"

__ADS_1


Farah menjerit kencang saat Keenan mendekat dan membuka kedua kakinya.


"Tunggu!!" Farah kembali menginterupsi prianya yang sudah hampir meledak karena gairah. "Aku belum siap!"


Keenan menegaskan rahang dengan sorot mata yang kembali nyalang. Farah meringis, dia kembali menunjukan sederet gigi rapinya. Dia lupa, dia berhadapan dengan siapa.


"Hehe, silahkan... Selamat menikmati Tuan!" Farah cengengesan dan kembali berinisiatif membuka kakinya.


Ingin rasanya Farah muntah mendengar kalimat menjijikkan yang ia lontarkan barusan. Keenan menyeringai senang, dia tidak menyangka akan dikalahkan dengan mudah oleh sepupu tengilnya. "Aku janji, aku akan melakukannya dengan perlahan dan lembut. Setelah itu, aku pastikan kamu yang akan meminta kembali untuk penyatuan kita!"


Farah terbelalak, Keenan begitu senang melihat respon adik sepupunya. Dengan cepat dia memagut bibir gadisnya, tanpa waktu lama keduanya saling menjerit bersahutan dan seirama di tengah suhu yang semakin memanas. Berkali-kali juga Farah mencapai puncak permainan mereka, berkali-kali juga Keenan menyatakan kepuasannya. "Tubuhmu hanya milikku Farah Lee, camkan itu!!"


--- To be continue ---


[ Othor Speaking ]


Hallo reader terSayang Aku Gak?


Actually ini sapaan yang kedua kalinya, hehe...


Mengingat buku ini sedang dalam masa revisi agar jalan cerita dan kerapihan bacaan jauh lebih baik.


Mohon maaf bagi yang baru membaca dan menemukan buku ini, kedepannya mungkin sedikit rancuh tetapi alur tetap sama saja. Bagi yang datang karena baca ulang check, semoga kalian bisa merasakan vibes yang berbeda dari sebelumnya.


By the way, pembaca lawas pasti sudah sangat hapal gaya penulisan othor kacang ini, kedepannya othor akan selipin beberapa lirik lagu agar terkesan seperti drama musikal. Hanya saja, beberapa kali sempat kasih credit of nya selalunya tidak lolos review editor. So, maafkan jika sumbernya tidak tercantum tapi tetap othor berusaha memasukkan karena berkenaan copyright ya :)


Support terus othor dengan ulasan bintang lima beserta turunannya, like, komentar, vote dan juga hadiah. Semoga karya ini menghibur semua pembaca yang mau sudi mampir dan menjadikan buku ini teman anda bersantai...


Saranghae ♡


(*´︶`*)♡ Thank You! ♡ヾ(´︶`♡)ノ


─────────────────



Keenan Kaviandra, 28 Tahun, Founder dan CEO KTech.


Putra sulung keluarga Kaviandra dari negara S. Memiliki watak yang keras, dingin, angkuh dan juga tidak berbelas kasih. Keenan juga terkenal dengan nama Mr. K di jaringan hitam. Dia adalah pembunuh bayaran termahal saat ini, baginya berhubungan dengan seorang wanita hanya akan membebaninya.



Axcel Luciano, 21 Tahun, calon penerus Lucifer Group dan cucu dari Klan Naga.


Putra semata wayang dari keluarga besar Luciano. Memiliki watak yang riang dan setia. Sudah hampir tiga tahun dia mencintai Farah Lee, pewaris Luciano itu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan anak angkat Kaviandra. Sayangnya, cintanya bertepuk sebelah tangan. Walaupun demikian, Axcel pemuda yang pantang menyerah selama janur kuning belum melengkung dia tidak masalah menjadi pebinor!



Farah Lee, 20 Tahun, anak angkat keluarga Kaviandra.


Putri sulung dari keluarga Lee di negara B. Farah Lee di angkat anak oleh keluarga Kaviandra karena kemalangan yang di alami keluarga besarnya. Memiliki sifat yang periang dan juga tengil, dia begitu mencintai Keenan sampai mati. Membuat Keenan jatuh cinta dengannya adalah jalan ninjanya!


Please, enjoy this book!

__ADS_1


(*´︶`*)♡ Thank You! ♡ヾ(´︶`♡)ノ


__ADS_2