Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 117 # Sial


__ADS_3

Beberapa jam kemudian…


Keenan dan kelompoknya sudah berada di negara S, dengan secepat kilat Keenan melajukan kendaraannya tanpa memberi perintah lebih dulu pada anak buahnya. Hal yang ingin ia lakukan saat ini juga adalah menyelamatkan Farah.


Setelah mengarungi badai, dengan mengandalkan teknologinya dan pastinya bantuan tangan Tuhan dia bisa melihat langit beralaskan kota kelahirannya. Di saat itu juga rentetan sinyal SOS diterima Keenan dari jam tangan pintar yang digunakan Farah. Tak hanya itu, sinyal pelacak robot pelacak dengan ID kepemilikan Ron bergerak menuju suatu tempat terpencil di pinggiran kota S. Hatinya sudah tidak karuan rasanya, ada rasa menyesal dia terburu-buru meninggalkan kota dan bertindak bodoh kembali terlibat dalam jaringan hitam.


“Bertahanlah, Sayang! Aku datang… Aku akan menyelamatkanmu!” Keenan semakin menekan pedal gas di roda besinya.


Setelah melaju beberapa ratus meter menuju kawasan yang mungkin jadi tempat dimana Farah dibawa oleh musuhnya. Keenan menerima panggilan dari asisten khususnya, keduanya terhubung dengan teknologi EYES mereka saat ini.


"Lapor, Tuan..." Suara Sam terdengar menahan emosinya. Keenan tidak mengatakan apapun membuat Sam langsung mengutarakan informasi apa yang akan diberikan pada tuannya tanpa membuang waktu tuannya.


"Ron meninggal, Tuan," lirih Sam membuat Keenan menjatuhkan air matanya saat ini juga.


Jantung Keenan semakin di pacu bekerja tiga kali lipatnya. Dia dia kehilangan salah satu anak buah terbaiknya. Tenggorokan Keenan tercekat, jika sampai Ron meninggal siapa yang menculik Farah? Dan bagaimana keadaan Farah setelah ini? Kekuatan Ron setara dua puluh anak buah pion caturnya. Orang seperti apa yang bisa melumpuhkannya sampai pria itu meninggal.


"Mereka ditemukan di kawasan dermaga bongkar muat barang bagian selatan, disini ada mobil M4 milik Nona Muda Karen. Saya sudah mengirimkan video kamera pengawas di drive anda." imbuh Sam menambahkan informasi. "Sebagai catatan Nona Karen ada di kediaman!"


Keenan semakin mengeratkan cengkraman tangan di kemudinya, jika sampai keduanya juga mengalami penculikan dia tidak bisa membayangkannya. Kelemahannya sungguh jelas terbaca dan dimanfaatkan dengan baik oleh musuhnya.


Tuuut!


Sam memutuskan kontaknya, tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut tuannya. Asisten khusus itu sungguh mengerti keadaan tuan mereka. Keenan bergegas membuka kamera pengawas di dalam mobilnya. Selain konsentrasi mengendarai kendaraannya, sudut matanya masih bisa menyimak dengan baik video yang sedang diputar di layar


Duar!


"Aaarrgh!"


"Nonaaa... Bertahanlah!”


Suara pekikan Farah membuat netra Keenan semakin memanas, hatinya seperti diremas-remas dan di beri percikan air asam yang membuatnya semakin perih terasa hingga tulangnya. Keenan bisa dengan jelas melihat bagaimana wanitanya di keroyok oleh puluhan anak buah black shadow, bahkan beberapa anak buah Ron sendiri sudah terkapar tidak berdaya menolong wanita tuannya.


“Aku akan menjadikan tubuh pria itu makanan peliharaanku!” Keenan bersumpah menandai pra yang dengan berani memukul kekasihnya hingga pingsan dan menggotong tubuh indah Farah dengan kasar.


Tuuut!


Sam kembali dalam saluran panggilan dengan Keenan, pria itu sudah hampir mendekati lokasi Farah.


"Aku sudah mengumpulkan anak buah menuju tempatmu." ucap Sam sama tengah melaju kencang bersama seluruh anak buah terbaik Keenan.


"Tidak perlu!" sahut Keenan dingin tanpa ekspresi. Keenan sudah sepenuhnya bertransformasi kembali menjadi malaikat pencabut nyawa saat ini.

__ADS_1


"Ini urusanku, aku akan menyeret siapapun yang menyakiti Farah ke dalam Neraka." ketusnya menekan pedal gas semakin dalam membuat kendaraannya terlihat seperti terbang.


"Keenan!” Sam memekik mencoba menghentikan pikiran sempit atasannya. “Kamu jangan gegabah. Kamu adalah pimpinan di kelompok kita!" hardik Sam. "Jika sesuatu terjadi padamu lantas bagaimana?"


"Selama itu bisa membawa Farah pulang dengan selamat, I dead with no regret!"


Keenan menyela ucapan Sam dan dengan lantang dia menerima apapun konsekuensi yang mungkin terjadi dengan dirinya. Bagi Keenan, keselamatan Farah adalah prioritas utamanya.


“Keenan!!” Sam memekik tidak terima, Keenan memutus sambungan sepihak dan kembali fokus pada misinya.


***


Gedung Ex-Laboratorium Huateng Group.


"Apa dia masih belum terbangun juga?"


Tuan Wei begitu geram, mereka hampir menunggu beberapa menit wanita di depan mereka terbangun dengan sendirinya. Sebelumnya, mereka menahan diri karena asisten Lee tengah mengambil sampel darah pada kelinci percobaan mereka.


"Mungkin perlu aku kejutkan!" Azlan menyeringai dan mendekati posisi Farah yang tengah terikat di kursi usang.


Tuan Wei kembali terkekeh dengan antusias Azlan yang semakin ingin membuat Keenan mati lemas saat ini. Azlan mendekat dan bersiap dengan alat kejutan listrik arus pendeknya. Dia menggesekkan kedua kabel bersamaan membuat bunyi deceit peraduan dua arus berbeda itu membangunkan Farah dari pingsan palsunya.


“Aku bangun!”


Plaaak!


Kali ini tuan Wei membiarkan tindakan kasar anak buahnya pada gadis kecil yang memang sangat berani memprovokasi mereka.


"Sungguh besar nyalimu Nyonya Muda Kaviandra!" cibir Azlan puas menampar wajah cantik Farah hingga berbalik ke samping tubuhnya.


Seketika tubuh Farah bergetar hebat karena rasa takutnya, belum lagi rasa panas mendera pipi mulusnya yang kini terlihat memerah.


Tuan Wei bangkit dan mendekati gadis yang jadi kekasih musuh bebuyutannya itu. Farah kembali menegakkan wajahnya, dia menyadari bahaya mulai mendatanginya.


Dengan aura dan kharisma yang kuat membuat Farah sejenak tidak berkedip pada musuh kekasihnya. Tuan Wei mengapit kencang wajah cantik Farah. Tumpah sudah air mata Farah dengan kondisinya saat ini. Berbagai pikiran buruk bermunculan di benaknya.


“Jangan sentuh aku, aku mohon!” rintih Farah berusaha bersuara walau jelas pipinya nyeri saat ini.


"Kenapa?" cibir tuan Wei dengan seringai menakutkannya. "Apa kau takut priamu jijik padamu setelah ini?" Pria separuh baya itu kembali membolak-balikkan wajah Farah menyelidik tiap incinya.


“Kamu penjahat, aku tidak ingin disentuh oleh tangan kotormu!” Farah mengumpat sarkas membuat emosi tuan Wei dan anak buahnya meledak.

__ADS_1


Plaaak!


Farah kembali menerima tamparan keras dari pria lainnya, telinganya sampai berdengung keras atas tamparan yang jauh lebih sakit dari sebelumnya. Tak lama, Farah menyadari raa amis dari sudut bibirnya yang pecah. Gadis itu meringis dan kembali menjatuhkan air matanya.


“Kamu hanya sekedar umpan bagiku! Jika ingin selamat maka patuhi saja cara bermain kita!” Tuan Wei membasuh tangannya dengan lap tangan yang diberikan anak buahnya.


Pria besar itu kembali duduk dengan memancarkan aura pemimpin yang berkelas. Farah pikir, pria yang menjadi musuh kekasihnya adalah pria jelek dan menyeramkan. Nyatanya, kumpulan pria yang serba berjas hitam rapi itu semuanya good looking, apalagi pemimpinnya. Walau terlihat jelas garis usia, tapi auranya sungguh luar biasa membuat Farah bergidik ketakutan.


“Apa kamu tahu siapa yang ingin aku pancing keluar?” Tuan Wei menatap tajam kedua mata Farah yang masih melelehkan air matanya.


Farah merespon dengan menggelengkan kepalanya, dia tentu tahu siapa yang mereka maksudkan. Namun, mengakui hubungan mereka itu artinya membuat kekasihnya semakin terancam.


“Aku sangat yakin, gadis kecilnya ini adalah orang yang bisa membunuh musuhku dengan mudah! Hahaha…” Tawa ejekan tuan Wei di hadapan Farah membuat gadis itu kembali mengalirkan air matanya lebih deras dari sebelumnya.


“Aku tidak mengerti maksud anda, Tuan! Aku yakin, kamu salah mengambil orang… Aku akan menuntut pada pihak kepolisian!” Farah mencoba untuk bisa membantu Keenan agar bisa melepaskan dirinya dan tidak berakhir membebani kekasihnya.


“Hahaha, kamu memang wanita yang bodoh!” Azlan tidak tahan ingin ikut serta mengolok wanita pria yang paling dibencinya.


Denyut jantung Farah semakin berpacu tidak karuan, dia dalam keadaan panik yang berlebihan membuat kontraksi di perut bagian bawah terulang kembali. ‘Oh, tidak! Sayangnya Ibu… Bertahanlah…’


Farah kembali ingat, ada nyawa lain di tubuhnya. Dia melakukan teknik pernafasan agar dirinya rileks saat ini.


Semua orang sempat kebingungan atas apa yang sedang Farah lakukan saat ini. Azlan kembali mendekat dan menepuk pipi Farah perlahan membuat gadis itu kembali dilanda rasa ketakutan yang luar biasa.


“Percuma kamu membohongi kami!” Azlan menunjukkan jam tangan pintar milik Farah di hadapan wajah gadis yang sedang mempertaruhkan segalanya saat ini.


“Heh,” Tuan Wei menyeringai culas. “Terima kasih, kamu telah mengantarkan teknologi yang aku inginkan di dalam pergelangan tanganmu!" tukasnya mengejek di sambut gelak tawa seluruh anak buah Black Shadow membuat Farah seperti tengah di lucuti dan di permalukan saat ini.


Azlan menekan tombol power di jam pintar itu saat ini.


Face activation required...


Azlan melakukan scan pada wajah Farah dengan cepat.


Access granted, welcome back Mrs. Keenan have a good day...


Ingin rasanya Farah memiliki kekuatan untuk memukul pria arogan di depannya.


Semua orang disana bergelak tawa menggelegar menertawakan Farah yang sudah tidak berdaya.


"Kau tahu, teknologi ini hanya Mr. K produksi di bawah KTech dalam jumlah terbatas. Bahkan, tidak semua orang kaya sekalipun bisa mendapatkan jam tangan ini! Dan kamu mengantarkannya padaku? Oh, thank you so much… Haha!"

__ADS_1


Farah sudah kehabisan akal, dia merasa tidak berguna sebagai pasangan. Dia hanya bisa membuat kekasihnya itu mendapatkan masalah.


--- To be continue ---


__ADS_2