
Syuut!!
Traaang..
Keenan mencoba menembus pertahanan musuh dengan menyebarkan microbots miliknya untuk menembus tubuh tiga pria paruh baya di hadapannya.
"Hahahaha..." pecah tawa Mr. Wei di hadapan Keenan membuat pria muda di depannya tentu saja bertambah berang.
"Kau lucu Keenan... You forget... Teknologi EYES adalah ciptaan aku dan Jie. Kami merancang wadah struktur prototype kacamata dunia!" Mr. Wei telah mengaktifkan teknologi tiruan hasil karyanya.
Keenan terkekeh mengejek, benar memang dia menerima prototype awal dari guru dan Investor terbesarnya. Hanya saja tanpa keahlian Keenan dalam mewujudkan dan mengganti beberapa element dan algoritmanya EYES tidak akan pernah tercipta.
"Kau terlalu banyak omong!" tukas Keenan dingin.
Dia dan bawahan kepercayaan dan terbaiknya Sam dan Ben sudah bertransformasi menjadi pasukan dengan kelengkapan teknologi mereka. Mr. Wei kembali tergelitik, ternyata untuk menyerangnya Keenan sampai mengerahkan seluruh teknologi terbaiknya.
Mr. Wei menggerakkan tangan dan kedua asistennya mengerti. Azlan memblokir jalan Sam, sedangkan Lee menghadang Ben lalu point utamanya Keenan berhadapan langsung dengan Mr. Wei.
[ Othor kasih ilustrasi mereka bertampilan seperti apa sekarang dengan teknologi masing-masing ya. Semua Source seperti biasa berasal dari Pinterest ]
Kita lihat dari Sam yang menyeringai menghadang Azlan. Sebelumnya pria ini tak ubahnya Keenan yang selalu berusaha menciptakan teknologi yang akan berguna baginya maupun kelompoknya.
[ Ivan Vanko ]
Samuel Park, tidak banyak orang yang mengetahui profil pribadinya. Selain berasal dari keluarga biasa saja, posisinya yang selalu berada di belakang Keenan membuat namanya meredup. Dengan keahlian dan kepintaran yang hampir setara dengan Keenan Sam pernah merasa dirinya sepatutnya berada di depan Keenan atau berencana menggulingkan kekuatan dan kekuasaan Keenan. Hanya saja satu kecelakaan yang membuat seluruh keluarga Park di bantai membuat Sam berhutang nyawa pada Keenan. Sahabatnya itu menyelamatkan hidup Samuel. Keenan mempertaruhkan dirinya menghalau tembakan musuh yang menargetkan Sam membuat Keenan mengalami koma selama sebulan lamanya karena peluru bercokol di jantungnya.
Semenjak kejadian itu Sam bersumpah hidupnya hanya akan dia berikan untuk Keenan. Dia juga belajar banyak hal, menjadi pemimpin yang di akui masyarakat bukan semata karena kekuatan dan keahliannya melainkan tanggung jawab. Keenan bertanggung jawab penuh pada kelompoknya, hal itulah yang membuat seluruh anak buahnya patuh dan menghormati Keenan bukan karena pria itu mendapat gelar pria paling kejam melaikan karena tanggung jawabnya pada kehidupan mereka.
Sam dan Keenan memiliki persamaan minat dan bakat. Keduanya adalah korban superhero yang di ciptakan oleh beberapa rumah produksi mancanegara yang sangat terkenal. Bagi keduanya tantangan terbesar dari menguji kemampuan mereka adalah membuat teknologi perfilman itu nyata!
Sam menyukai teknologi The Mark Whiplash Armor teknologi yang pada umumnya mengenal dengan sebutan teknologi Arc Reactor yang merupakan sumber daya yang memberikan kekuatan tak terbatas. Sam membuat Harness atau repulsor telapak tangan yang bisa menciptakan cambuk elektrik yang menyalurkan energi yang di hasilkan oleh reaktor busur. Cambuk ini dapat memotong hampir semua logam, menyalakan zat yang mudah terbakar seperti bahan bakar, dan bahkan digunakan untuk bertahan dengan menangkis ledakan.
Pengalaman kegagalan misi mereka sebelumnya membuatnya bekerja keras mewujudkan teknologi yang jauh lebih baik dan memenangkan setiap misinya.
"Apa kamu takut? Jika iya menyerah pun tidak ada gunanya karena aku yang akan membuatmu masuk Neraka lewat jalur prestasi!!"
Traaaaak!!
Praaang...
Keduanya sudah memulai aksi mempertahankan wilayah dan harga diri mereka sebagai petarung. Sam menunjukan dua cambuk elektrik yang sebelumnya tidak ada kini berada di kiri kanan tangannya. Dengan sorot mata tajam Sam mencambuk apapun yang ada di depannya.
Azlan sempat merasa rendah diri, dia sendiri sudah menyadari ini adalah pertarungan terakhirnya. Dia akan melakukan yang terbaik untuk melindungi dan berguna bagi tuannya.
"Heh, apa teknologimu mampu menyentuh tubuhku!"
Traaaak!!
Tak kalah dari KTech, Huateng diam-diam melakukan terobosan dalam memproduksi senjata peperangan sebagai sarana mempertahankan diri dan bisnis jaringan hitamnya di pasar gelap. Tidak hanya Sam, Azlan telah bertranformasi menggunakan baju jirah untuk melindungi tubuhnya.
[ Iron Man ]
Masing-masing dari mereka tahu sejauh mana kemampuan bertahan teknologi yang mereka gunakan. Iya, mereka bergantung pada energi chi yang ada dalam tubuh masing-masing. Hal yang terpenting adalah strategi yang tepat agar tidak membuang waktu dan tenaga percuma.
__ADS_1
Sam kembali melancarkan aksinya dengan mencambuk ke arah Azlan yang dengan teknologinya tentu bisa menghindar dengan mudah. Bahkan dia sempat membaca gerakan Sam dan mengetahui celah dari cambuk elektriknya yang tidak setiap saat mengalirkan arus listrik. Saat itulah Azlan memanfaatkannya untuk menyerang Sam.
Brukk!!
"****!!"
Azlan menyeringai dia menghilangkan baju jirahnya hanya karena memang energinya telah terkuras. Sam terlempar jauh di depan. Dia juga sudah kehilangan banyak energi chinya.
[ Ini dia pointnya, setinggi-tingginya teknologi dia tetap memiliki kelemahan. Itulah makanya di sebutkan pada akhir zaman kita berperang menggunakan tombak dan batu :) ]
Sam segera bangkit menyeka sudut bibirnya yang pecah, dia menyeringai selama ini tidak ada yang bisa lolos dari tangannya. Azlan memang bukan hisapan jempol semata, Sam mengakui kehebatan pria itu dalam membaca situasi dan membalikannya.
"Heh, aku sungguh angkuh pada mulanya. Senang bisa mendapatkan musuh sepadan sepertimu!"
Traaang!
Traaang!
Traaang!
Keduanya beradu samurai saat ini, tidak akan ada yang berhenti sampai salah satu dari mereka mati!
Di sisi lain Lee sudah berhadapan dengan Ben, Ben sendiri memiliki kekuatan yang bisa di bilang cukup membawahi Sam dua level jika di banding Ken atau Kai bahkan Ron.
[ BTW Asisten Lee ini othor ciptain dengan karakter baik hati. Sebenarnya dia tidak begitu jahat. Hanya dia berada dipihak yang salah, eh tapi aktualnya Mr. Wei gak jahat kok. Joker bilang, orang jahat adalah orang baik yang tersakiti nah seperti itu. Rada sedih bikin alur yang pada akhirnya Asisten Lee mati di tangan Keenan. I cry so loud... I'm so sorry Mr. Lee ]
Jika Sam menggunakan teknologi terbarunya beda dengan Ben yang masih setia dengan teknik Taijutsu-nya. Taijutsu hanya memanfaatkan kekuatan fisik seseorang dan biasanya tak memerlukan chakra atau energi chi, tapi tetap memerlukan stamina yang tinggi untuk bisa menggunakan Taijutsu ini.
"Hiyaaaa!!"
Bruug!!
Bruug!!
Bruug!!
Braaaak!!
"Aaarghh!!"
Ben terlempar jauh ke dinding depan setelah mendapatkan satu kali serangan setelah sebelumnya Mr. Lee hanya menghindar. Sejujurnya dia tidak hanya sekedar menghindar, tapi juga mempelajari gerakan Ben dan menirunya untuk membalasnya di waktu yang tepat saat kekuatan Ben melemah.
"Kalian masih begitu muda, semangat kalian begitu membara aku akui level kekuatan kalian di atas para anak buah terbaik kami sekalipun. Tapi sayangnya─" Mr. Lee menjeda kalimatnya mendekat dan menatap tajam Ben. Dia sendiri tidak berniat menghabisi nyawa musuhnya itu. "Dalam pengalaman membaca teknik dan membaut strategi perang kalian masih kurang pengalaman. Kami sudah berapa puluh tahun di jalur hitam ini sudah banyak hal yang menjadikan kami kuat sampai detik ini!"
Ben tercekat memegang dadanya yang berdenyut kencang di akibatkan tendangan kuat dari kaki Mr. Lee. Sekilas Ben merasa mungkin dia akan kalah saat ini juga, hanya saja melihat Sam yang masih berjuang keras melawan Azlan hingga titik darah penghabisannya membuat dia kembali bangkit dan bertarung.
'Aku akan selalu menjadi pengikut setiamu Keenan. Bahkan aku akan menyerahkan nyawaku tanpa penyesalan!' batin Ben kembali menyerang Mr. Lee.
Di sisi lain...
"Bagaimana rasanya? Kehilangan calon istri dan bayimu... Hehehe" olok Mr. Wei paling senang mengontrol emosi dan mental lawannya.
"Di mana dia?" tanya Keenan dingin masih di tempatnya tanpa melakukan apapun.
"Hahaha... Kau membantai Klan Long untuk mencarinya? Hahaha.." pecah tawa Mr. Wei di tengah kebisingan dari pertempuran anak buah masing-masing.
"Ahh... Aku minta maaf, kamu akan kecewa karena dia ti dak di si ni..." Mr. Wei sengaja berujar terbata semakin membuat Keenan emosi di buatnya.
__ADS_1
Kraaaakk!!
Keenan mengarahkan revolver kesayangan di hadapan wajah Mr. Wei. Pria paruh baya itu menyeringai dengan tenang tanpa menggunakan senjata apapun.
[ Here they are ]
Keenan tidak mengupdate apapun pada teknologi ciptaannya. Dia hanya menambahkan senjata seperti yang dimiliki Wolverine dengan cakar besi yang bisa di ciptakan Keenan dari Microbots yang di tanamnya. Sedangkan Mr. Wei dia justru terlihat seperti Magneto saat ini dengan kemampuan mengendalikan apapun yang memiliki daya tarik magnetik maupun tidak.
"Sungguh tidak seru hanya mengandalkan pistolmu tuan Keenan. Apa mungkin pistol itu memiliki peluru unik lain yang menjadi senjata baru di KTech?''
Doooorrrr!
Trang!
Dengan cepat Mr. Wei menggerakkan tangannya dan menghalau seluruh benda yang akan menghampirinya. Tak lama dia juga menarik benda apapun di sekitaran untuk di kerahkan menyakiti Keenan.
DUAAARRR!
Keenan mengaktifkan EYES dan sama seperti Mr. Wei dia sama-sama mengendalikan beberapa benda itu. Jadi saat ini mereka tengah tarik menarik yang seolah tidak melakukan apapun. Hanya tangan dan pikiran mereka yang sekuat tenaga mereka kerahkan agar menang. SIalnya beberapa material yang melayang itu tidak tahan dengan daya tarik yang kuat membuat meledak di waktu yang singkat menghentikan seluruh aktivitas anak buah lainnya dan memusatkan pandangan pada tuannya.
Sam menarik sudut bibir dan─
Krrraaakkk!!
"Aaarrrkkk!!"
Azlan lengah, Sam sudah mencekik leher pria itu dengan cambuknya. Dengan cepat Azlan berupaya melepaskan diri, sialnya pasokan oksigen benar-benar terhenti membuat dia menghembuskan nafas terakhirnya.
Bruukk!!
Tubuh Azlan tersungkur di lantai dengan mata yang seolah akan keluar dari sarangnya. Sam mendekat sejenak sebelum tubuhnya ikut ambruk. "Itu balasan untuk membunuh anak didikku RON!!"
Brug...
"Huh..." Sam terengah, energinya telah habis saat mengeluarkan cambuk dan arus listrik barusan.
Mr. Lee terperanjat, dia kehilangan rekan terbaiknya. Walau Azlan jauh lebih kejam tapi pria itu menghormati dan menghargainya.
'Beristirahat dengan tenang... Kamu sudah bisa bertemu dengan Hyu!' batin Lee tercekat.
Bruug!!
Dengan cepat Lee menyadari apa yang akan di lakukan Ben. Keduanya kembali terlibat serangan dan mempertahankan posisi mereka. Sedangkan Keenan sudah kembali membersihkan dirinya dari reruntuhan dengan mudahnya begitu pula Mr. Wei.
Keenan menyeringai setelah sudut matanya menangkap kemenangan Sam. "Aku turut berduka, anak buah terbaikmu mati di tangan anak buahku!" olok Keenan senang.
"Kau..."
Trang...
Trang...
Dengan emosi yang meningkat Mr. Wei mengendalikan benda apapun menyerang Keenan. Pria muda itu menggunakan Microbots sebagai perisai menghalau serangan yang di lakukan tuan Wei yang bertubi-tubu tanpa jeda. Bahkaan saat ini pria paruh baya itu sudah mengangkat bongkahan dinding yang hancur seukuran sebuah mobil Van untuk di jatuhkan di atas tubuh Keenan.
BBBRRRRAAAAKK!!
__ADS_1
Terdengar bunyi cukup keras bahkan melontarkan tubuh Ben, Sam dan Mr. Lee beberapa meter ke depan. Kepulan asap tebal mendominasi kediaman yang sudah hampir luluh lantah. Hanya tuan Wei yang berdiri dengan emosi yang sudah meledak melihat anak buah terbaiknya meninggal.
--- To be continued ---