Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 151 # Tak Rela


__ADS_3

Axcel menghampiri Farah yang terlihat tengah gelisah. Wanita itu mondar-mandir mengepalkan tangan di dadanya gelisah.


"Sayaaang..." Axcel segera mendekat, Farah langsung menghambur memeluk pria di hadapannya.


Sejenak Axcel sangat menikmati perannya seperti ini, walaupun dia tidak memiliki status jelas akan hubungannya dengan Farah tapi publik justru bisa berpikiran mereka adalah keluarga bahagia.


"Keano Cel... Huhu" Farah terisak dalam pelukan Axcel. "Dia pamit ke toilet, kok gak ada balik lagi. Biasanya dia bakalan nyaut kalau aku panggil namanya. Ini enggak... Huhu!" tutur Farah masih terisak dengan tubuh yang bergetar.


"Kamu tenang ya Sayang, Keano bukan anak sembarangan. Dia tidak mungkin tersesat gitu aja." bujuk Axcel melepaskan sejenak pelukan wanita pujaannya setelah sebelumnya mengusap perlahan punggung wanitanya.


"Tuan Muda," Salah satu anak buah Axcel sudah menghampirinya.


"Bawa Nyonya ke mobil di bawah, sisanya ikuti aku mencari Tuan Kecil!" titah Axcel pada bawahannya.


"Sayang tunggu di mobil ya. Akan sangat berbahaya jika kamu ikut mencari dan terpencar. Biar aku dan anak buahku yang mencari Keano. Oke?" Axcel memberikan pengertian pada calon istri masa depannya.


Axcel menyadari sepertinya Keano tengah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuannya. Pria pintar itu tidak akan mungkin tersesat atau hilang jika bukan karena memang berniat menghilangkan dirinya sendiri. Farah mengangguk mengerti, dia di temani asisten kepercayaan Axcel menuju mobilnya yang terparkir di luar.


Setelah kepergian Farah, dengan cepat Axcel memeriksa ponsel yang sebelumnya sudah meminta data keberadaan Keano dari sinyal di jam tangan bocah ciliknya. "Kamu sedang menguji ayahmu ya?"


Axcel sudah bisa menangkap keberadaan pria kecilnya, ia segera mencari seperangkat alat penyamaran, dengan membeli sebuah masker menutupi sebagian wajahnya untuk menjemput putra sambungnya. Ini memang tujuan Keano, dia berharap Papa Kecil mencarinya di saat Keenan tengah bersamanya. Jika sudah seperti itu skor mereka sama dalam hal menyakiti perasaan satu sama lain di pertemuan pertama keduanya.


Sedangkan di tempat Keenan, dia dengan sabar menggenggam tangan mungil yang dia rasa begitu hangat dan membuat perasaannya bahagia hanya berdekatan seperti itu saja. Keano mengarahkan mereka untuk mencari ibunya. Keano membawa Keenan berputar-putar tidak jelas kemana tujuannya. Keenan tidak mengeluh sama sekali dia justru begitu senang. Sesekali menunjukan raut wajah yang ceria penuh senyuman. Sam sempat bergidig melihatnya.


"Enough!!" pekik Sam menghentikan Keano yang kembali berputar di area yang sama. "Aku merasa curiga dengan bocil satu ini!!" Sam menyelidik tampilan Keano.


"Samuel!" Keenan menghardik segera dengan sorot mata tajam menghentikan tingkah Sam yang mencurigakan.


"Tuan... Apa anda tidak curiga? Anak ini hanya membawa kita berputar-putar. Aku yakin dia memiliki niat buruk, kita harus waspada!" tukas Sam menatap kesal pada Keano.

__ADS_1


Keano tak kalah menatap tajam Sam, di tatap demikian sekilas hati Sam berdetak tidak karuan. 'Keenan kecil...'


Sam merasa tatapan Keano barusan adalah tatapan Keenan muda saat tengah tidak suka. 'TIdak mungkin, mereka sudah hilang. Ini sudah lima tahun berlalu... Aku pasti terlalu banyak berpikir.'


Sam yang tiba-tiba termenung membuat Keenan semakin tidak ingin peduli. Dia berbalik menatap Keano, dengan cepat pria kecil itu merubah kembali raut wajahnya selucu mungkin.


"Tidak usah pedulikan Paman itu, kita lanjut cari Ibumu?" ucap Keenan menatap hangat ke arah Keano, tak lupa senyum lebar Keenan terbit di wajah tampannya.


"Keano!" Sebuah pekikan pria muda membuyarkan keadaan mereka. "Di sini kamu rupanya, Papa sampai berputar beberapa kali mencarimu." Axcel mendekati Keenan dan Keano yang masih berada dalam genggamannya.


'Papa? Mengapa dadaku sakit mengetahui dia memiliki Papa.' batin Keenan menyelidik ke arah kedatangan pria yang tidak di kenalinya.


"Papaaaa!" Keano sengaja memekik kencang mengatakan Axcel adalah ayahnya di depan Keenan. Keano juga dengan cepat melepaskan genggaman Keenan berlari menghambur ke arah Axcel.


'Bocah pintar, ternyata kamu ingin memainkan sebuah drama. Mari Papa bantu kamu kali ini...' batin Axcel menahan tawanya.


Axcel tambah menjadi merentangkan tangan meminta sebuah pelukan. Keano melebarkan senyuman, dia tahu papa kecil memang yang terbaik. Keano memeluk erat dan tanpa aba-aba Axcel menggendong putranya, ini kesempatan langka. Dia memutar tubuh Keano dengan rona penuh kebahagiaan yang terpancar dari keduanya seolah baru bertemu dari berapa abad lamanya.


Tubuh Keenan dalam keadaan freeze melihat pemandangan kebahagian ayah dan anak di hadapannya. Jantungnya seperti di remas kencang, dia ingin menjatuhkan air matanya. Dia kembali mengingat putranya yang sampai saat ini tidak tahu dimana keberadaannya. Sam menyelidik keadaan tuannya yang menyedihkan, dia sungguh merasa iba untuknya sekarang.


"Apa benar dia putramu?" Entah apa yang ada di pikiran Keenan sekarang menanyakan pertanyaan seperti itu. Dia tidak rela pria kecil yang dia temani beberapa menit sebelumnya sudah bertemu dengan keluarganya dan bersiap meninggalkan dirinya.


"Sorry?" Axcel menghentikan tingkahnya dan menatap Keenan tajam.


"Papa, tadi aku tersesat dan Paman ini yang menemaniku." cicit Keano manja membuat Axcel melirik sangsi dan menahan tawanya.


'HAHAHAHA, demi apa kamu bisa manja begini Keano... Mengusili ayahmu sepertinya sangat menyenangkan.'


"Oh ya? Terima kasih Tuan..." Axcel menundukan setengah tubuhnya di hadapan Keenan. "Putraku memang senang sekali berlari kesana kemari sampai dia terpisah dari kami. Maaf sudah merepotkan anda..."

__ADS_1


"It doesn't matter." ujar Keenan kembali dingin di depan Axcel, namun tatapannya menghangat saat melihat Keano.


"Bagaimana jika lain kali Paman mengajakmu melihat produk KTech terbaru?" Keenan enggan berpisah dengan Keano dia mencoba menarik perhatian pria kecil yang sukses mencuri hatinya.


"Thanks, kami akan pulang hari ini juga tidak sempat pergi ke lain tempat." hardik Axcel segera dengan nada dinginnya.


Sam seolah melihat kilatan cahaya yang beradu saat kedua netra pria di hadapannya saling pandang dengan sinis.


"Ayo Sayang, Ibumu sudah menunggu. Dia terus menangis, sebentar lagi dia akan merusak mobil Papa!!" Axcel semakin memanasi keadaan Keenan saat ini.


"Oh, I'm sorry... I'll get some trouble..." lirih Keano dibuat tengah menyesal dan menggemaskan. Sam sampai berbinar melihat kegemoyan pria di hadapannya.


Keenan semakin ingin merebut pria kecil itu dari Axcel, tapi kenapa?


Keenan terpaku melihat kepergian Keano yang masih setia dalam pelukan papanya. Keano berbalik menatap Keenan dan melakukan serangan bonus untuk menjerat ayahnya. Keano mengecilkan matanya dan melambaikan tangan sebagai perpisahan seolah tengah tersenyum pada pria di hadapannya. Refleks Keenan membalas melambaikan tangannya sejenak kemudian mengepalkan tangannya erat.


"Kenapa aku tidak rela anak itu pergi..." lirihnya pedih.


"Iya Tuan?" Sam mendekat untuk memastikan apa yang di bicarakan tuannya.


"Cepat kita menuju bandara." tukas Keenan kembali dingin berbalik badan dan meninggalkan asisten khususnya.


Sam tertegun sejenak dan berbalik kembali menyelidik memastikan pandangannya kearah Keano dan ayahnya. 'Mengapa pria itu terasa familiar? Dia seperti─'


Di tempat Keano dan Axcel saat ini...


"Papa turunkan aku." ujar Keano dingin seperti biasanya.


"Hahaha, gak Ibu gak anak, habis manis sepah di buang~" rutuk Axcel sebal.

__ADS_1


---To be continued---


__ADS_2