
Mansion Beverly, 10.00 PM.
"Aarrrghh... Aarrrghh... Aarrrghh..."
Terdengar suara lenguhan seorang wanita yang terus menerus dalam interval yang berdekatan. Ya, gadis itu tengah menepati janjinya melayani tuannya. Keenan membawa Farah kembali menuju Beverly, pria itu tentu tidak ingin kehilangan kesempatan kembali merasakan surga dunia tanpa ada yang berani menginterupsi keduanya.
Setelah berada di mansion Keenan kembali mengaktifkan mode memburu wanitanya. Farah merasa dirinya bagai biskuit oreo yang dimakan oleh Keenan dengan cara diputar, diji-lat, terus dice-lu-pin deh!
Farah sudah tidak bisa mengungkapkan lewat kata bagaimana Keenan sungguh perkasa sebagai pria. Selama hampir dua jam pria itu sudah melakukan sesi percintaan di setiap penjuru mansion. Di atas meja dapur, di atas meja bar, di atas meja makan, di sofa tengah rumah, bahkan berdiri di balkon.
*Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, seven days a week... Every hour, every minute, every second. You know night aftеr night, I'll be fu-ckin' you right!! *Seven days a week~
[ Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, tujuh hari seminggu... Setiap jam, setiap menit, setiap detik. Kau tahu malam demi malam, aku akan bercinta denganmu!! Tujuh hari seminggu~ ]
Keenan begitu senang merealisasikan fantasi liarnya selama ini bersama Farah. Gadisnya sudah terkulai lemas di atas ranjang yang seperti tengah diterjang badai. Keenan merebahkan diri di samping gadisnya, dia terkekeh dengan aksi cabulnya yang sungguh di luar prediksi NASA!
"Uuughh!" Farah merintih dan berbalik badan menatap kekasihnya.
Terlihat Keenan menyambut tersenyum manis padanya. "Thank's Honey... Apa kamu kesakitan?"
'Tentu saja Jerk!!' Farah terdiam mengumpat sejenak dalam batinnya. "Aku tidak menyangka Keenan Kaviandra, Si Pria Jenius adalah pria paling cabul yang tidak terpikirkan olehku!!"
"Hehehe..." Keenan terkekeh menarik tubuh Farah ke dalam dekapan tubuhnya. "Semua salahmu!"
"Aku pula!!"
"Iya lah, kamu juga mende-sah keenakan, sok pura-pura!!"
Farah membuka mulutnya lebar, dia segera menepuk dada bidang kekasihnya dengan kesal. Keenan menggenggam tangan Farah dan menciumnya. Semburat rona merah terpancarkan di wajah lelah Farah.
"Sayang, ingat janjinya buat terus pake cincin kita ya..." Farah menatap penuh harap pada kekasihnya.
"Kamu semakin tahu menjeratku!" bisik Keenan menggigit telinga Farah. "Orang akan mengira aku sudah menikah!"
"Heh," Farah terkekeh mengejek. "Apa maksud Kakak, Kakak tidak bisa mencari wanita lain jika memakai cincin ini?"
__ADS_1
Keenan menggosok keningnya dengan kepala Farah. "Kamu cemburu?"
"Aku tidak cemburu, aku marah..." Farah berucap lirih namun menekan. "Sungguh tidak tahu diri wanita yang berani mengambil priaku!"
Keenan menahan diri untuk tidak tertawa melihat ekspresi Farah saat ini. Farah kembali memukul tubuh Keenan kesal. "Aku sudah berkali-kali ditiduri, disiksa, dibuat tidak tenang hidup. Apa dia cukup kuat seperti aku, hah?!!"
Keenan terdiam menatap nanar wanitanya yang sedang mencurahkan segala kekesalannya. "Sayangku, Farah Lee..."
Deg!!
Mendengar seruan Keenan barusan, hati Farah merasa tersayat. Keenan mengusap lembut wajah sayu gadisnya, pria itu juga mengecup perlahan keningnya. "Kamu tenang saja, hanya ada satu wanita yang aku ijinkan berada disampingku sepanjang waktu. Hanya kamu, Sayangku..."
Farah terlalu cengeng, sedikit-sedikit dia akan mengeluarkan air matanya. Dia menyeka dengan cepat dan kembali bersikap seperti biasanya. "Jika begitu, bisakah kita menganggap hubungan kita kedepannya sama seperti pasangan suami dan istri? Meski tanpa akta pernikahan, setidaknya aku─"
Farah tidak berani melanjutkan kalimatnya, rasanya dia tidak ingin kembali memaksa Keenan seperti sebelumnya. Semua hal yang terjadi saat ini, tentu saja sudah di luar ekspektasinya.
Here we are under the moonlight, I'm the one without a dry eye... 'Cause you look amazing... I'm sorry for whatever I've caused, before today I knew I felt lost, but now you're my lady...
[ Di sinilah kita, berada di bawah sinar rembulan, Mataku selalu berkaca-kaca, karena kau terlihat luar biasa. Aku minta maaf atas segala yang aku perbuat, sebelum hari ini kau bukan milik siapa-siapa. Namun, kini kau adalah milikku... ]
So take my hand now, see me... 'Cause you've made me into this man. I promise I'll treasure you, girl... You're all that I've needed, completing my world...
[ Genggamlah tanganku, tatap aku... Karena kau lah yang membuatku menjadi seperti ini. Aku berjanji akan menghargaimu sayang, hanya kau yang aku butuhkan. Untuk melengkapi duniaku... ]
"Farah..." Keenan bangkit, dia menarik kedua tangan Farah agar keduanya duduk berhadapan sekarang. Keenan menggenggam erat kedua tangan gadisnya. "I'll promise, Aku─"
"Sssttt!" Farah menarik salah satu tangannya, dia menyadari kegelisahan hati kekasihnya yang tengah kesulitan mengungkapkan perasaannya. "I love you Keenan, dengan atau tanpa kamu balas sekalipun perasaanku, semua ini sudah cukup membuat mimpiku memilikimu menjadi nyata!"
You... You're my love, my life, my beginning... And I'm just so stoked I got you... Girl, you are the piece I've been missing... Remembering now...
[ Kau, kau adalah cintaku, hidupku, permulaanku, dan aku masih bingung kenapa bisa mendapatkanmu. Sayang, kaulah bagian diriku yang hilang, sekarang aku teringat... ]
Keenan menarik tubuh Farah, perasaan pria itu semakin membuncah. Dia mencium gadisnya dengan lembut, berharap Farah bisa merasakan perasaannya yang mengalir dengan hasratnya saat ini. 'I love you too Farah Lee, so much... Bersabarlah sebentar lagi... Aku mohon... Semoga kamu bisa merasakan perasaan cintaku sekarang!'
All the times I've been alone, showed me the way... Led me here, led me home, right through that door straight to you... You're my love, my life, my beginning... It's you!
__ADS_1
[ Setiap kali aku merasa sendiri, tunjukkan aku jalannya. Aku akan mendengar dan menggenggammu, menuju pintu yang ada di depanmu. Kau adalah cintaku, hidupku, permulaanku, itu kamu! ]
Keenan melepaskan tautannya, dia menatap haru kekasihnya. Kedua tangannya menopang wajah cantik Farah yang tersenyum dengan begitu tulus, dia benar-benar sudah merasa puas walau kenyataannya dia merasa hanya sebatas menjadi wanita simpanan kakak sepupunya.
"Love you so much, Farah Lee!" ucap Keenan lirih. "Puaskan aku lagi, mungkin saja aku akan mengeluarkan sertifikat pernikahan kita!"
"fu-ck!" umpat Farah lirih menahan kesal membuat keduanya tertawa dan kembali melakukan adegan panas mereka entah jilid keberapa.
Farah sudah terlelap saat Keenan melolong mengeluarkan hasratnya. Tiba-tiba saja ponsel Farah berdering nyaring membuat Keenan terbelalak. Dengan enggan Keenan mencabut miliknya dan berjalan menuju asal suara. "Mama!"
Wajah Keenan berubah pucat, dia menatap gadisnya yang tertidur. "Shiiit!" Pria itu melupakan alat pengubah suaranya. Terpaksa dia beranjak dan membangunkan gadisnya. Farah mengulat dan ikut tersentak saat melihat layar ponselnya bertuliskan my beloved aunty...
"Ehm, iya Bi..." Dengan gemetaran Farah menjawab panggilan.
"Kamu dimana sayang? Bibi tungguin kamu di Condo loh ini!!" Terdengar suara nyonya Lyn memekik khawatir juga kesal pada putri angkat kesayangannya.
Farah semakin memucat, dia menatap kekasihnya yang terlihat berwajah datar menyesap rokoknya. "A-aku, maafkan Faraaah!"
"Kamu kenapa Sayang?!" Nyonya Lyn semakin khawatir mendengar suara Farah yang sendu.
"Aku ketiduran di rumah teman... Maaf Bi, sehabis pulang dari KTech, Farah mengerjakan tugas di rumah Meishya!" Debar jantung Farah berdetak tidak karuan, setelah ini dia harus membungkam mulut temannya. Farah semakin menunduk kesal, kebohongannya semakin tersebar luas saat ini.
"Oalaah, Bibi kira kenapa!" Nyonya Lyn kembali terdengar tenang dengan bualan Farah.
"Bi, boleh minta tolong Kakak jemput aku? Tadi aku diantar Kakak soalnya!" Farah menyeringai membawa kekasihnya ikut dalam permainannya.
Keenan terbelalak dan menegaskan rahangnya, ternyata Farah juga cukup pintar untuk mencari cara agar mereka terlihat baik-baik saja sekarang. Farah mengerlingkan matanya menggoda di hadapan Keenan, pria itu menunduk dan menahan kekehannya.
"Ya udah, kamu telepon Kakakmu, dia juga sebenarnya belum pulang!"
Farah menjulurkan lidah sedangkan Keenan menunjukkan jari tengahnya pada Farah.
--- to be continued ---
Credit of song : Seven by Jung Kook dan It's you by Sezairi. lirik by detikcom.
__ADS_1