Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 126 # Baby don't cry...


__ADS_3

----


[ Annyeonghaseyo 안녕하세요 yorobuuun... Permintaan maaf othor di penghujung bulan Ramadhan ini, update Novel ini semacam Tak mampu kehilangan tapi lelah berjuang.... wkwkwkkw Kelar satu bab mewek mulu othornya dan review juga sedikit lambat dibanding yang lainnya butuh sekitar 1x24jam seperti EPS sebelumnya jadi keesokan harinya baru bisa muncul di buku kita kesayangan. Mohon maaf lahir bathin ya gaes... Terima kasih bagi kalian yang terus setia menunggu update cerita ini dan terus memberikan apresiasi besar pada jerih payah othor dalam menuang kehaluan yang HQQ ini. Saranghaeyooo pokonya mah ya... ]


[ Seperti biasa, saat membaca buku ini kedepannya bagusnya pake backsound sedih dan tegang biar semakin kentara seperti di CS othor kasih backsoundnya Naruto Shippuden pasti hasil akhirnya kalian butuh lembaran tissue untuk menangis. Atau kalian langsung cus Spotify cari T-Ara judulnya CRY CRY Ballad version dijamin dah hihi ]


----


Apa yang di katakan Sam benar adanya, setelah Keenan mengeluarkan energi Chi-nya, salah satu detektor bom terdekat dengannya aktif dan meledek dalam waktu singkat. Di waktu bersamaan yang sudah di perhitungkan sebelumnya Ben dan Ken telah meluncur dengan jet ski menggunakan kecepatan maksimal, saat ledakan tercipta Ben dan Ken melempar Shield mereka yang berbentuk bola magnet menempel di badan kontainner.


Ben juga melemparkan jutaan Microbots yang sudah di kumpulkan menjadi satu menyebar memasuki kontainer melalui celah bersamaan dengan air laut yang mulai membanjiri kontainer. Ben dan Ken kembali ke posisi mereka karena sangat berbahaya jika sampai detektor lainnya membaca radar mereka.


"Kamu sudah bisa melakukannya sekarang! Ingat waktumu 235 detik lagi..." tukas Sam memberikan peringatan.


Keenan sudah merentangkan kedua tangan di hadapannya, dengan berkonsentrasi penuh dia menutup celah dengan beberapa microbots agar tidak semakin banyak air membanjiri mereka. Peluh Keenan bercucuran sebesar biji jagung saat dia menyempurnakan bentuk microbotsnya sebagai tungku alkemis.Dengan bantuan daya magnetik yang ada di tangan Keenan dia mengendalikan apapun hanya menggunakan tangannya maka benda itu melayang menghampiri dan melayaninya.


Keenan menyayat pergelangan tangannya menggunakan sebagian microbots yang di bentuk menjadi sebilah pisau tajam demi mengeluarkan darahnya. Darah mulai mengalir dengan cepat Keenan mengontrol tungku itu mendekat dan seketika mulai mengekstrak darah miliknya menjadi sebual pil obat antisera.


"100!"


"99!"


"98!"


Sam terus mengingatkan denagn menghitung waktu mundur pada tuannya agar dia segera menyelesaikan urusannya. Tepat di hadapan Keenan yang tengah berkonsentrasi penuh ada Farah yang super menganga atas apa yang dia lihat saat ini.


"Impossible..." gumam Farah lirih menutup mulutnya.


'Apa mungkin senyunyurnya Keenan adalah reinkarnasi dari salah satu Team Avenger?' batin Farah terkesima. 'Jika saat ini Mei di sampingku, dia akan melakukan steaming IGS, jika yang lain hanya sekedar menonton di televisi, aku loh LIVE DEPAN MATA BAYANGKAN!!'


Otak nista Farah memang tidak mengenal waktu menunjukkan dirinya, bagaimana bisa dia melupakan kesedihannya berganti dengan takjub atas hal yang tidak bisa ia percaya tentang apa yang terjadi di hadapannya.


"50!"


"49!"


"CEPATLAH BERIKAN PIL ITU PADA FARAH!!" bentak Sam bingung dengan Keenan yang tak kunjung selesai dalam melakukan proses ekstraksi.


Dengan bercucuran keringat dinginnya Keenan masih mengendalikan semua hal yang ada di dalam Kontainer dengan kedua tangan yang masih terangkat di depan layaknya Magneto saat mengendalikan benda bermagnetik di hadapannya.


"Not YET!"


"45!"


"44!"

__ADS_1


"WHY!! HURRY UP KEENAN BAJINGAN!!"


"Masih berada di level 3!" Keringat menetes dari pelipis menuju mata bercampur dengan air matanya.


"WE HAVE NOT MANY TIME KEENAN!" maki Sam geram Keenan selalu mengintrupsi rencananya.


"Three second!"


Keenan resmi melanggar kesepakatan, dia terus mengupayakan pil yang di hasilkan minimal berada di level lima. Walau sebenarnya Keenan sendiri tidak bisa memastikan apa hal ini akan berhasil pada tubuh Farah.


"29!"


"28!"


"BABY BUKA MULUTMU!" pekik Keenan segera melayangkan pil antisera menuju mulut Farah.


Dengan susah payah Farah menelan tanpa bantuan air, setelah mengetahui Farah menelan pilnya senyuman lebar terpetakan jelas di wajah Keenan membuat wajah Farah tersipu.


"LUNCURKAN SEKARANG!!" pekik Keenan memberikan perintah.


DDDUUUAAAARRR!!


Keenan dan Sam terbelalak dengan ledakan tambahan yang tidak ada dalam perencanaan mereka.


[ Warning ]


[ Warning ]


[ Warning ]


Microbots yang di fungsikan menutupi celah pecah membuat kerusakan tambah parah dan air masuk dengan derasnya. Secepatnya Keenan menarik Farah dalam dekapannya.


Bruukk!


"KAAAAKK AKU TAKUUUTT!!" jerit Farah memeluk erat kekasihnya. Keduanya telah basah oleh semburan air laut.


Dengan hanya menggunakan salah satu tangannya Keenan mengendalikan kembali microbots miliknya untuk menutup celah menghentikan air yang terus mengaliri kontainer saat ini.


"Kaaak, aku tidak bisa merasakan kakiku..." lirih Farah sungguh merasa takut.


DEG!


Keenan menutup matanya erat, hatinya sungguh teramat sakit. "Kau akan baik-baik saja sayang..." bisik Keenan menyemangati kekasihnya.


BRAAAKK!

__ADS_1


"Robot IMPh.02 sudah ada di atas kalian, kamu sudah bisa mengsinkronkan dengan Farah!" pekik Sam sama frustasinya di sebrang sana. Dia tidak bisa melakukan apapun hanya berdiri dan memastikan seluruh perhitungan EYES tepat sasaran.


"Seluruh detektor Bom akan meledak sebentar lagi. Shield Ben dan Ken juga akan mati." Sam menjeda kalimatnya rasanya ini sungguh menyesesakan. "Lakukan dengan cepat sebelum ledakan besar terjadi dalam waktu 120 detik dari sekarang!" Sam meneteskan air matanya. Rasanya baru kali ini dia menerima misi hidup dan mati, tapi buka atas dirinya. Melainkan tuannya...


"Give me a moment..." Keenan menatap Farah lembut gadis itu menggelengkan kepala dengan isak tangis yang semakin terdenagr pilu. Keenan tidak menyangka pertama dan terakhir dia melihat Farah dalam keadaan gadis itu tengah menangis.


"ONLY TWENTY SECOND!" umpat Sam merutuk gelisah.


"Aku sangat mencintaimu Farah Lee..." Dengan sisa air matanya Keenan berkata menaikan sudut bibirnya, tersenyum lebar di depan wajah calon istrinya.


"Tidaaak! Aku hanya akan pergi jika kakak ikut denganku... Huhu!" Farah semakin mengeratkan pelukannya tidak ingin terlepas.


"Sayaang, patuhlah padaku... Kamu mencintaiku bukan? Robot IM adalah baju zirah muat satu orang je..." kekeh Keenan menyemangati Farah.


"Berjanjilah padaku Kakak akan menyusulku segera?!"


Keenan terdiam tanpa bisa menjawabnya. "Tentu saja, aku akan berusaha mengendalikan keadaan disini. Akan sangat berbahaya jika aku tidak membawa benda ini ke dasar maka kalian sama saja akan mati. Aku harus pastikan kamu berada dalam jarak aman."


"Ti daak... Ka u pem bo hong... hu hu.."


"Terima kasih sayang, kamu adalah satu-satunya alasanku ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Kamu jugalah alasan aku mengembangkan KTech dengan teknologi ini. Kamu juga yang membuatku mengenal apa itu cinta dan berkorban. I love you, very much... I can close my eyes without regrets, just for you... Hidup dan matiku..." [Aku sangat mencintaimu... Aku bisa memejamkan mata tanpa penyesalan, hanya untukmu...]


"NOOOO!!"


BRRAAAKKK!!


Traaak... Traaak... Syuuutt~


Dengan sangat cepat robot milik Ktech sudah membungkus tubuh Farah dan membawanya terbang meninggalkan Keenan seorang.


"YOU JUST HAVE TWO MINUTES! DO IT VERY WELL AND GET OUT!!" jerit Sam tidak tahan ingin rasanya menggantikan posisi Keenan saat ini juga.


Keenan menyeringai dengan tatapan nyalang kedepan. "Heh, I won't to say goodbye early with you Baby, I'm Keenan what can't I do with this game!"


[Heh, aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal lebih awal denganmu Sayang, aku Keenan apa yang tidak bisa kulakukan dengan permainan ini!]


-----


Baby can't you see that look at my eyes... Seulpeum-e ppajin nae dunun-eul bwa Uh Uh...Bulg-eun taeyangboda deo tteugeobge... Salanghaessdeon naleul ullijima...


Sayang tidak bisakah melihat tatapan itu di mataku? Lihatlah kedua mataku yang terjatuh dalam kesedihan uh uh. Melebihi panasnya matahari yang merah, jangan membuatku yang mencintaimu menangis.


[ credit song : CRY-CRY Ballad version by T-Ara. Lirik by koreanindolirik(.)blog spot(.)com ]


--- To be continued ---

__ADS_1


Note : Btw kedepannya bakalan kek drama musikal loh, kalian bakalan di suruh buka spotify terus semoga vibes-nya berbeda dari novel lainnya hihi... Siapa bilang menikmati KPop tanpa perlu arti, karena saat mengerti we'll cry so loud! 


__ADS_2