
Bruuukk!
Keduanya langsung bersimpuh di hadapan Farah. "Maafkan kami Nonaaa, kami sungguh lancang tidak mengetahui siapa anda!"
Ceillyn dan Meishya mengulumkan senyum sinis mereka. 'Rasakan, jadi orang kelewat sombong sih!'
Farah berdiam diri, dia membuang wajahnya sejenak. Keenan menaikan sudut bibirnya, ternyata gadis kecilnya cukup tahu bersenang-senang. "Kamu ingin aku menghukum mereka seperti apa?" tanya Keenan menatap serius Farah.
"Huh," Farah tidak sampai hati membuat orang berada dalam bahaya jika sudah dijatuhi hukuman oleh kekasihnya. "Kak... Aku tahu, mereka hanya sedang menjalankan tugas mereka dengan baik... Aku memang tidak mengatakan aku adik kesayanganmu... Jadi, tidak perlu menghukumnya! Justru mereka harusnya diberi apresiasi atas kinerja yang sesuai dengan aturan bahwa tidak sembarang orang bisa masuk ke KTech!"
Keenan semakin mengembangkan senyuman lebar, membuat semua pasang mata berusaha tidak berkedip kali ini. Pria itu menarik tubuh gadis kecilnya dan mencium kening Farah mesra. "Kamu memang Adik kesayanganku... Kamu sungguh baik hati... Melempar kapas pada seseorang yang melempar batu!"
Farah terpaku sulit berucap, dia menelan ludah sejenak. "Aku kan belajar dari ahlinya!" Farah segera menggelayut manja di lengan kekasihnya. Keenan menggeleng atas tingkah manja gadis kesayangannya. Semua mata masih tidak ingin berkedip, mereka tidak percaya, tidak bisa di percaya. Keenan Kaviandra memperlakukan adiknya bak wanitanya.
'Pantas saja Kakaknya mengamuk di kampus. Farah benar-benar jadi anak emas di Kaviandra kingdom!' Meishya membatin, dia sedikit aneh dengan kedekatan keduanya. Inginnya menyangka keduanya pasangan, tapi dia ingat Farah pernah berkata bahwa di Kaviandra kemesraan seperti itu lumrah.
"Berterima kasihlah pada Adikku, kalian bukannya menerima hukuman malah mendapat bonus!"
"Terima kasih banyak Nona Muda! Maafkan saya... Terima kasih... Terima kasih..." Keduanya masih bersujud di lantai memohon ampunan pada raja di KTech dan gadis kecilnya.
"Sam, urus mereka!" pekik Keenan kembali memerintahkan asisten khususnya.
"Baik Tuan..." Sam kembali mendekat dan menjentikan jari, kedua tersangka bangkit dan menunduk patuh pada Sam.
"Ini?" Farah menunjukkan berkas magang pada Keenan.
"Sam!"
"Baik Tuan!"
Sam kembali setelah mengisyaratkan kedua tersangka menyingkir. Walau menerima bonus tambahan, keduanya dipastikan mendapatkan sanksi lebih dulu. "Mari Nona, saya akan menyerahkannya pada Sandra!" Sam dengan ramah meminta berkas yang ada di tangan Farah.
"Tunggu, aku juga membawa teman... Boleh kan Kakakku Zyeyeeeng~" Farah mengerling dan berlalu mendekati temannya.
"Haissh!" Keenan menahan tangannya untuk tidak memukul gadisnya, sekuat tenaga anak buahnya tidak tertawa.
"Terima kasih Sam!" seru Farah riang gembira.
"Lamban, cepat kemari!!" Keenan kembali di serang migrain tiap kali gadisnya berulah menjengkelkan.
"Mau ngapain? Aku mau pulang sama temen aku... Kan cuma ngasih berkas?" Farah justru menggoda kekasihnya, wajah Keenan berubah merah padam.
"Samuel!!"
"Siap laksanakan!" Sam berdiri tegak menghormat layaknya ajudan pemerintahan. Semua rekannya berusaha tidak cekikikan, mereka sadar diri jika di depan mereka masih ada raja alam baka.
"Nona-nona... Mari saya akan mengantar kalian pulang. Nona Muda harus─"
"Samuel!!"
'Aku juga yang kena amuk... Nasip-nasip...' jerit batin asisten khusus yang selalu ngenes.
"Pppfft!" Farah menahan tawanya. "Kakak ini, sadis bener ama asisten sendiri... Nanti Sam kabur loh!" Farah menggoda kekasihnya mendekatkan diri dalam tubuh Keenan.
"Heh, dia kabur? Coba saja jika berani!" bisik Keenan mendekati wajah adiknya, dia bahkan sudah tidak tahan ingin memagut bibir tipis gadisnya yang terus menggoda imannya.
"T-tentu saja saya tidak berani Nona Muda!" sahut Sam membuyarkan rencana Keenan mencium gadisnya.
__ADS_1
"Kamu masih berani menyelaku?!" Keenan berbalik kembali menatap nyalang asistennya.
"Oh no! Ayo ladies cepat, sebelum api kamehameha menyerang!" Sam bergegas membawa kedua teman kekasih tuannya. Ben dan Ken sudah tidak tahan ingin terbahak. 'Sialan Sam semakin kesini semakin kesana! Hahaha...'
"Hiissh! Kamu cepat!!" Keenan segera menarik paksa tangan kekasihnya menuju lift.
"Aaarghh! Sakiiit..." pekik Farah membuat kepala Keenan kembali terasa ingin pecah.
Semua orang telah selesai menonton pertunjukan yang melibatkan tuan mereka sendiri. Semua orang jelas takjub, ternyata tuan mereka begitu memanjakan adik sepupu angkatnya. Mereka bahkan tidak menyangka Keenan memperlakukan adiknya terlihat seperti wanitanya.
Tring!
Lift telah terbuka Farah kembali mengejar langkah lebar kaki kekasihnya. Keenan menghentikan langkah kakinya saat sekretarisnya menundukan tubuh menyambut kedatangan tuannya. "Sandra panggil Mr. Huang ke ruanganku!"
"Baik Tuan!" Sandra menundukkan tubuhnya.
Keenan kembali memasuki ruangan, dia mengerutkan keningnya. Farah begitu lamban! "Farah Lee!!"
Farah mendengus sebal, dia segera mendekati kakak sepupunya. "Kaki kakak panjang!"
Keenan menyeringai, pria itu sudah duduk di kursi kebesarannya. Tak lama mengisyaratkan Farah untuk duduk di pangkuannya. 'Kakakku gila!' rutuk Farah dalam benaknya. Farah menggelengkan kepala dan menunjuk ke arah Sandra dengan isyarat tubuhnya.
"Hiish! Apa jadwalku selanjutnya?"
"Sudah selesai semua Tuan!" Sandra mengembangkan senyumnya, semenjak terjerat dengan adik sepupunya, Sandra menyadari Tuannya akan bekerja extra keras untuk mendapatkan waktu libur.
Farah menyelidik tampilan Sandra, dia tiba-tiba saja mengagumi sosok wanita mandiri, cerdas dan cantik itu. 'Aku tidak percaya, Kakak tidak menyukai wanita hampir sempurna ini... Bisa tahan dengannya bertahun-tahun sudah dipastikan Nona Sandra memiliki mental baja!'
"Bagus, sekarang keluarlah!" Keenan mengusir sekretarisnya dengan mengibaskan tangan. Sandra menundukkan tubuhnya mengerti dan lekas keluar menutup pintu ruangan.
"Sini Sayang!" Keenan menggerakan jari telunjuk di hadapan Farah, dengan malu-malu Farah mendekat.
"Kenapa lama sekali!" keluh Keenan menatap lembut gadisnya.
"Aku kan kuliah dulu, Sayang!" Farah memagut bibir penuh kekasihnya dan keduanya menutup netra mereka hanya untuk melepaskan kerinduan mereka yang memuncak.
Keenan semakin intens mengabsen rongga mulut kekasihnya, keduanya kembali bertukar saliva dan hasrat Keenan yang setipis tissue itu kembali memuncak. Dia butuh penyatuan!
"I want you, Baby!"
"Ini di kantor Kak, aaarhh!" Farah berusaha menolak dan menghardik gerakan tangan kakaknya.
"Kenapa memangnya? Ini kantorku, suka-suka aku!"
Keduanya kembali bertautan mesra, salah satu tangan Keenan membuka kancing-kancing kemeja Farah untuk mengabsen bukit indah kesukaannya. Tak lama wajahnya semakin turun menginginkan permainan yang lebih menantang. "Sayang, boleh ya..."
Farah terkekeh dalam lenguhannya, ternyata si jenius putra Kaviandra cabulnya tidak ada duanya. Keduanya semakin menjadi membuat ruang presdir berubah fungsi menjadi kamar memadu kasih. Lenguhan Farah bahkan sudah melengking terdengar hingga membuat Sandra bergidik ngeri di luar sana.
Tok... Tok... Tok...
"Shiiit!" Keenan menghentikan aksinya saat seseorang mengetuk pintu ruangan.
Farah terengah, kekasihnya sudah berhasil membuatnya menuju puncak lebih cepat. Dengan cepat Farah merapikan kembali pakaiannya yang sudah terbuka sepenuhnya.
"Masuk!"
"M-Maaf Tuan saya terlambat!" Mr. Huang menundukan tubuhnya memberi salam.
__ADS_1
DEG!!
'What the he-ll! Tuan yang anti wanita mendudukkan wanita di atas tubuhnya? Bahkan posisi itu bukan kah mereka sedang─' Mr. Huang tersentak saat mendongakkan wajahnya dan melihat pemandangan di depan netranya.
"Kak, aku turun..." bisik Farah tidak nyaman.
"Tidak perlu, Baby!" sahut Keenan mencium bibir gadisnya sekilas.
Jantung Farah seolah lepas dari tempatnya, di depan umum Keenan mencium bibirnya. Begitu pula dengan keadaan Mr. Huang. Pria itu sudah berkeringat dingin dengan kelakuan tuannya yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Kamu tahu bukan, aku menyuruhmu kemari untuk apa?!" Keenan kembali dingin saat berbincang pada bawahannya.
"Iya Tuan, seperti yang anda inginkan dua hari yang lalu kami sudah selesai memproduksi jam tangan khusus untuk Nona Muda." Mr. Huang mendekat dan menyerahkan jam tangan khusus yang dibuat oleh KTech. Keenan menerimanya dengan seringai puas. Mr. Huang kembali ke tempatnya berdiri tegap menunggu perintah tuannya.
"Baby, berputarlah aku ingin melakukan proses verifikasi data tubuhmu!" titah Keenan pada Farah yang masih tertunduk malu.
"Apa ini Kak?!" tanya Farah kemudian tertarik pada jam tangan yang dari tampilan luar terlihat seperti smartwatch biasa yang tengah marak dipasaran.
"Jam ini akan menjadi alat untuk melindungimu saat aku jauh!" sahut Keenan berbisik di belakang telinga kekasihnya. Jemarinya lincah terus mengotak-ngatik keyboard di hadapannya.
Terpampang jelas di layar monitor beberapa panel khusus yang merupakan aplikasi keamanan yang hanya bisa di akses oleh Keenan seorang. Keenan menghidupkan jam tangan dengan cepat terpancar sinar inframerah yang tengah meminta aktivasi dengan menggunakan face scanner.
"Baby, tunjukkan wajahmu, alat ini butuh memindainya!"
Farah mengikuti semua instruksi yang diperintahkan Keenan padanya, di mulai dari face scanner, fingerprint, bahkan voice activation. Semua telah dilakukan Farah dengan patuh tanpa kesalahan. Keenan kembali dengan lihai menggerakkan kedua jemari tangannya lincah menginputkan data yang diperlukan.
[**Access Granted!]**
Seluruh rangkaian prosedur yang dibutuhkan telah selesai, Keenan menautkan jam tangan di pergelangan tangan Farah. Keenan lantas menekan tombol power membuat serangkaian verifikasi di awal kembali diaktifkan. Tubuhnya sedikit beringsut memberikan jarak agar pemindai bekerja sempurna.
Welcome, voice activation required!
Farah terbelalak saat melihat hologram seperti seseorang tiba-tiba muncul dari dalam layar smartwatch miliknya. Farah menatap sekilas ke arah kekasihnya, Keenan menganggukkan kepalanya dan dengan lantang Farah mengeluarkan suaranya.
"Farah Lee!"
*Welcome Mrs. Keenan, you**beautiful** as always, love you!*
Mulut Farah dan juga Mr, Huang terbuka berjamaah. Dia tidak pernah bermimpi atau sejenisnya mendengar seseorang mengatakan dirinya nyonya Keenan, apalagi kalimat setelahnya. Jantung Farah dirasa seperti akan meledak saat ini juga. Keenan hanya menunjukan senyuman sekilas kemudian dia kembali menutup serangkaian aktifasi jam pintar yang dikenakan Farah.
"Bagus Mr. Huang, aku sudah memeriksa apa saja yang sudah kamu tanam didalamnya barusan." puji Keenan kembali menampilkan raut wajah datar dan dinginnya.
"B-baik Tuan..." gugup Mr. Huang tetap di tempatnya.
"Kamu boleh mengambil bonus tambahanmu pada Sandra, bilang padanya untuk mengirimkannya padamu segera atas instruksiku sekarang!" lanjut Keenan menatap penuh kepuasan.
"T-terima kasih banyak Tuan, anda sungguh murah hati!" Mr. Huang tak henti menundukkan tubuhnya beberapa kali sebagai penghormatan dan rasa terima kasihnya.
"Hmm!" Keenan mulai kembali menatap tajam ke arah pria paruh baya itu. "Kau sangat mengetahui sifatku bukan? Apa yang kamu lihat saat ini, hubungan aku dan adikku, jika sampai aku tahu kamu membuka mulutmu dan menyebarkan berita tentang hal ini, kamu tahu apa yang bisa aku lakukan padamu!"
DEG!
Debar jantung Mr. Huang kembali berpacu lebih cepat setelah sebelumnya dia merasa tersanjung atas perhatian luar biasa tuannya. Farah sendiri terpaku rasanya berada di samping kekasihnya hidupnya tidak akan lagi mengenal apa itu kedamaian.
"Tidak hanya berakibat pada dirimu, tapi juga seluruh keluargamu! Camkan itu, sekarang pergilah!!"
Mr. Huang mengerti dia menundukan kembali tubuhnya sembilan puluh derajat sebelum dia benar-benar keluar dari ruangan tuannya.
__ADS_1
--- to be continue ---