
Imperium KBuilding, 07.00 PM.
Keenan dan rombongan keluarganya sudah berada di salah satu hotel bintang lima milik keluarga besar Kaviandra. Dengan penuh perhatian Keenan menjulurkan tangannya menyambut gadisnya. “Hati-hati Sayang!”
Farah sungguh seperti merasa bermimpi, kekasihnya sudah diluar batasan normal seorang Keenan Kaviandra. Karen memperhatikan tingkah keduanya, dia segera mendatangi Farah dan melupakan kekasihnya yang kembali merasa tidak dianggap.
“Seneng lu ya!” gerutu Karen mendekat.
Keenan tersenyum mengacak rambut Karen. “Jangan bikin ribut, ini di luar kediaman!”
“Ck,” decak Karen sebal menarik tubuh Farah mendekat padanya. “Gila ya, dia berani kissmark adek gue!!” sungut Karen tersadar dan mencerca Keenan yang mendahului mereka
Farah terbelalak, segera dia menutupi lehernya yang memang tidak luput dari kebrutalan Keenan saat di perjalanan kesana. “Aark!”
“Percuma! Gue udah liat malaikat saksinya!” Farah mendorong bahu Karen, keduanya kembali seperti tom and jerry.
Keenan mendengus kesal, dengan cepat dia kembali berbalik dan menarik tangan Farah, kemudian dia menggandeng kekasihnya memasuki gedung. Karen semakin geram rasanya, Erick ikut serta mengamankan kekasihnya.
“Dia yang mulai!” cibir Farah memajukan bibirnya.
Keenan terkekeh. “Iya, Sayang… Tenangkan dirimu! Sebentar lagi dia jadi adik iparmu, kamu bebas menyiksanya.”
Seketika tanduk iblis Farah muncul di dalam khayalannya. Dia menyeringai menatap Karen dan menjulurkan lidahnya. Karen tak mau kalah, dia memicingkan kedua matanya dan menunjuk kedua tangan menatap tajam Farah.
Kedua orang tua mereka menggelengkan kepala dan kembali menunjukkan raut wajah serius saat pembawa acara sudah mempersilahkan keluarganya memasuki aula.
Di mulai dari kepala keluarga tuan besar Kaviandra yang menggandeng istrinya Xiao Lyn atau nyonya Lyn. Disusul Keenan yang menggandeng tangan gadis kecilnya. Terakhir ada putri bungsu mereka yaitu Karennina yang merangkul mesra kekasihnya Erick Shin. Pria yang jadi pacar Karen itu begitu bangga bisa mengikuti moment penting seperti saat ini.
"Eh, kamu udah denger belum?” Salah satu tamu undangan saling bisik memperhatikan kedatangan tuan rumah. “Gosipnya Tuan Muda Kaviandra ada affair sama adik angkatnya! Liat mereka?!!"
“Oh, ya? Iya sih… Gue juga denger dari temen yang di KTech mereka selalu tampil sangat mesra gak kayak adek kakak!”
“Eh jangan salah, mereka kan adek kakak ketemu gede!”
“Hihihi…”
Farah dan Keenan tentu bisa mendengarnya, Keenan sudah merasakan Farah mengeratkan genggaman tangan. Belum saatnya pria itu bertindak, hari ini adalah acara keluarga besarnya.
“Gue malah denger, adeknya yang kecentilan itu godain Tuan Muda kita terus!” Salah satu tamu yang lain ikut serta dalam barisan orang-orang yang senang mengurusi orang lain.
“Ya, jelas! Tuan Muda kita tidak mungkin merendahkan diri menggoda adiknya duluan yang iwwhh…”
“Ya kali pria tampan paling kaya sejagad alam semesta cuma dijadiin Kakak? Gue aja rela jadi selirnya yang kesekian apa lagi Farah Lee? Dia pasti menghalalkan segala cara biar naik kelas!”
“Dih amit-amit… Kemaren rumor asusila dia di kampus aja gue udah enek!”
Keenan berhenti, kesabarannya yang setipis tissue itu kembali ingin menyalurkan emosinya. Farah tertegun, dia menatap kekasihnya sendu dan menggelengkan kepalanya.
“Kamu ingin aku menghukum mereka seperti apa?” tukas Keenan tajam menatap sekelompok orang yang tengah asik menggunjingnya.
“Abaikan saja, bukankah Kakak sendiri yang mengatakan tidak peduli?”
Keenan berbalik menatap gadis kecilnya. “Huh, yang seperti itu aku memang tidak peduli, tapi wajib dimusnahkan!”
Farah menelan salivanya, dia tentu tahu apa yang ada dipikiran kekasihnya. “Sayang, hari ini hari yang penting… Jangan sampai tanganmu kotor hanya karena sekumpulan lalat yang memang senangnya mengerumuni sampah!”
__ADS_1
Keenan mengembangkan senyumannya, dia mencium pelipis Farah sekilas. Tidak hanya Farah yang tidak percaya apa yang dilakukan Keenan barusan, begitu pula Karen dan pacarnya berikut barisan penggemar yang mengatas namakan Pemuja Mr. K!
‘Haish, jika sudah seperti ini… Bisa apa lagi?’ Karen membatin kemudian tersenyum tipis menatap keduanya.
Keenan dan Farah kembali melanjutkan perjalanan menuju meja yang diperuntukan untuk tuan rumah. Keenan menarik kursi dan mempersilahkan Farah duduk lebih dulu. Farah terlihat seperti wanita bodoh yang syok, Keenan begitu gemas lagi-lagi dia mengecup kening gadisnya. Kali ini, kedua orang tuanya bisa dengan jelas apa yang sudah dilakukan putranya. Mereka marah? Tentu saja tidak, malah sebaliknya, senang bukan kepalang!
“Aaarrkk, aku tidak terima suami masa depanku bermesraan dengan wanita yang tak lain adik angkatnya sendiri… Huhuhu!” Salah satu pemuja Keenan mengumpat tidak senang.
“Ya Tuhan… Mereka begitu serasi… Aku harus mempersiapkan diri menjadi Onty Online sebentar lagi… Tuan Mudanya tidak dapat anaknya pun jadi!!” pekik pemuja lainnya yang justru mendukung keduanya.
Keenan duduk di posisinya dengan wajah datar dan tampan. Ingin rasanya Farah menoyor kepala Keenan sekarang. Aksinya barusan membuat Farah semakin memiliki musuh. Karen duduk di samping Farah, dia mendekat sebentar. “Gimana? Hati aman? Kok gak mimisan?”
“Bicit!” seru Farah membalas ejekan calon adek ipar lucknutnya.
Keenan kembali menggeleng perlahan, tangannya menghentikan tingkah kekasihnya. Farah menegang, tangan Keenan mengusap perlahan bahunya menyalurkan jutaan aliran arus listrik padanya.
“Tebar pesona terus! Kalian pikir gua sirik? Sowry…” cibir Karen menarik lengan Erick dan memeluknya erat.
“Kamu syirik.. Kamu bersyirik-syirik, jelaslaaah~” cicit Farah lirih tidak mau kalah.
Keenan menyerah, duo keong racunnya memang tidak ada obatnya kalo berulah.
“Karen… Farah…” Tuan Kaviandra sampai turun tangan membuat keduanya kompak menutup mulut mereka dengan gerakan mengunci menggunakan tangan mereka.
Nyonya Lyn dan Keenan menunduk tidak tahan untuk tidak terkekeh dengan kelakuan keduanya.
“Haish…” Tuan Kaviandra ikut terkekeh perlahan.
Erick tersenyum melihat sifat asli kekasihnya yang sungguh konyol.
Mari kita bahas mengenai KGroup yang merupakan singkatan dari Kaviandra Group. Tuan besar Kaviandra membentuk KGroup bermula dari sektor konstruksi. Beberapa tahun kemudian, beliau melakukan ekspansi bisnis di berbagai lini usaha. Sampai saat ini tercatat KGroup hampir memonopoli seluruh lini usaha di negara S. Mulai dari sektor perbankan, kesehatan, pusat perbelanjaan, perhotelan dan perumahan, beserta manufaktur yang mencakup usaha barang jadi dari makanan, minuman dan konveksi pakaian jadi. Seluruh anak usaha mereka bernaung dalam perusahaan raksasa bernama KGroup.
Keenan melangkah menuju podium untuk memberikan sepatah dua patah kata.
"Good night, good people!" sambut Keenan membuka obrolannya. "Thanks a lot for your coming here. Saya tidak akan berbicara banyak sebagai pembukaan. Hal yang sangat ingin saya katakan tidak lebih dari─" Keenan menjeda dan menatap Farah sejenak. Semua orang jelas melihat tindakannya.
"Thank you... Thank you so much!" sambung Keenan menatap seluruh audience yang ada di dalam ruangan.
Trak!
Semua lampu padam seluruhnya, ruangan menjadi gelap gulita. Tak sedikit beberapa orang yang tidak mengerti cara kerja Keenan memekik terkejut. Sedetik kemudian muncul beberapa panel hologram, teknologi kebanggaan seorang Keenan Kaviandra.
Semuanya memekik takjub termasuk Farah. Semua hologram itu bergerak mengikuti instruksi pemiliknya. Keenan menggerakkan tangan semaunya, dia menunjukan beberapa tampilan. Dimulai dari grafik penjualan produk, grafik indeks saham dan sejenisnya.
“Terima kasih, berkat kerja keras kita bersama, kita bisa melihat dengan jelas keuntungan yang sudah kita dapatkan selama ini! Rayakan keberhasilan kita dengan suka cita dan terus belajar untuk menjadi semakin terdepan dan teratas!”
Prok… Prok… Prok…
Seluruh orang yang berada di ruangan memberikan apresiasi bertepuk tangan yang meriah pada penuturan pria muda di hadapan mereka. Keenan melenyapkan tampilan hologram dan memunculkan cahaya yang hanya menyoroti dirinya.
“Saya pribadi sebagai founder perusahaan kebanggaan kita, KTech! Mengucapkan ribuan kata terima kasih atas kontribusi semua pihak yang mau bersinergi, bekerja keras meraih pencapaian terbaik di tahun ini!” Keenan menundukan tubuhnya.
Prok... Prok... Prok...
Tanpa diminta atau di komando seluruh jajaran staf dan petinggi perusahaan bangkit dan memberikan tepuk tangan paling keras dan meriah sebagai apresiasi diri dan juga berkat kerasnya Keenan dalam memimpin perusahaan mereka bisa sampai dititik ini.
__ADS_1
Keenan kembali pada posisinya, dia tersenyum sangat manis semanis gula. Farah sampai tidak berkedip terus memperhatikan prianya yang begitu sempurna di atas sana. Keenan ikut membalas menatap kekasihnya, keduanya beradu pandang dan saling melemparkan senyuman. “Heh,” Keenan sempat terkekeh dan tersipu malu.
Semua orang jelas saling pandang melihat sikap tuan mereka yang terkenal dingin tak berbelas kasih tengah menunjukan raut wajah yang cukup manis dan menggemaskan di hadapan mereka.
“Kepuasan itu mudah datang dan pergi! Namun, kita harus terus mengembangkan diri agar di tahun berikutnya bahkan belasan tahun yang akan datang KGTech tetap berdiri tegak!!"
"We'll make the future better with KGTech!”
Ini adalah awal kerajaan bisnis Keenan, menggabungkan KGroup dan KTechnya menjadi KGTech. Kedua orang tuanya menatap penuh haru, mereka begitu bangga memiliki putra secemerlang Keenan.
Pria dewasa itu belum selesai dengan narasinya. Dia kembali menghadirkan hologramnya, dia menunjukkan beberapa jenis produk baik milik KTech maupun KGroup sudah melayang menunjukan dirinya pada para tamu undangan.
"Demand pasar akan teknologi semakin meningkat pesat, saatnya kita mengembangkan dan bebaskan imajinasi kita, membawanya semakin nyata bersama KGTech. Biarkan semua orang tahu hanya bersama KGTech your dream will come true!"
Prok... Prok... Prok...
Kesemua orang kembali bangkit dan bertepuk tangan bersorak penuh kebanggaan bersama. Nyonya Lyn sampai meneteskan air matanya. Betapa bangganya dia memiliki putra yang jenius. Erick Shin belajar banyak dari calon kakak iparnya itu, hanya saja perasaannya menjadi speechless dia berkali-kali menelan salivanya. ‘Sudah jelas, tidak mudah menggeserkan posisinya dari Raja Bisnis Negara S!’
Keenan kembali menggerakkan tangannya, hologram semua produk yang diproduksi KTech mulai bergerak. Dimulai dari Watch+ Keenan membesarkan hologram agar semua orang bisa melihat detailnya. "Tahun ini kita akan mengembangkan Watch+ di tahap kedua. Our motto is never be offline, never lose connection!"
Keenan mendemonstrasikan hasil akhir produk meskipun dalam bentuk hologram seolah jam tangan pintar itu nyata. Dari jam tangannya akan muncul hologram lain yang memiliki menu layaknya ponsel pintar yang muncul di lengan dan pergelangan tangan. Dengan menggunakan transmitter khusus, dia bisa memilih dan menggerakkan menu dalam dengan jemari tangannya. Tidak berhentinya semua orang takjub dengan yang di suguhkan Keenan.
"Saya yakin, KTech+ akan berkontribusi menyeluruh di setiap lini kehidupan manusia. Buat dunia bergantung pada kita. Maka kita akan semakin menduduki piramida teratas sebagai perusahaan terbaik yang tidak akan tergantikan!"
Tak lelahnya mereka terus memberikan dukungan dan apresiasi pada Keenan yang masih bertahan di podiumnya. Keenan kembali menarik vektor sebuah grafis yang kemudian merefleksikan sebuah bangunan dalam bentuk hologram.
"KGTech juga sudah mencanangkan pembangunan sebuah Exhibition Technology di pusat kota sebagai sarana pameran teknologi terbarukan masa depan. Lebih dari itu, KGTech juga menyediakan beasiswa bagi siapa saja yang memiliki bakat luar biasa dalam teknologi. KGTech akan memberikan seluruh fasilitas gratis dan langsung menjadi bagian dari keluarga KGTech."
Semua orang berbinar dengan apa yang ditawarkan presdir mereka. "Bagi kalian yang memiliki putra-putri dengan kriteria terbaik silahkan melakukan submit data seminggu setelah acara ini. Team resource kami akan segera melakukan assessment dalam waktu dekat.” Keenan menghela nafasnya, dia sudah kehabisan energi. Seluruh hologram menghilang, pria itu terlihat terengah. Farah terus memperhatikan prianya tanpa ingin mengalihkan pandangannya.
"The last and the important things you'll be like!" Keenan segera menyudahi sambutannya. Semua orang sudah menatap tidak sabar, setiap tahunnya tuan mereka selalu memberikan kejutan yang tidak pernah terduga.
"Dalam hitungan ketiga seluruh bonus kinerja dan keuntungan perusahaan akan kalian dapatkan langsung masuk dalam rekening masing-masing!"
"Aaarrkk!!"
Ruangan menjadi riuh dengan pekikan seluruh pegawai yang memang menantikan hal ini terjadi secepatnya.
"Wow… Wow… Wow!” Pembawa acara mendatangi Keenan setelah lampu kembali menyala seperti sedia kala. “Siapa lagi yang bisa melakukan hal ini jika bukan Presdir terbaik kita? Tanpa banyak bicara mari kita hitung sama-sama─"
“Satu…”
“Dua…”
“Tiga!”
Tring… Tring… Tring…
Seluruh notifikasi ponsel karyawan saling bersahutan menandakan pemberitahuan bonus mereka telah berada di rekening masing-masing. Farah menatap takjub prianya, di bawah sana dia memberikan senyuman paling manis menunjukan betapa bangganya dia pada kekasihnya. Hal itu membuat wajah Keenan merona saat mereka beradu pandang untuk kesekian kalinya.
'I can't imagine the great man is mine. How lucky I'm?!' batin Farah lagi-lagi merasakan jatuh cinta pada prianya untuk kesekian kalinya.
--- To be continued ---
Note : KTech adalah nama perusahaan, sedangkan KTech+ adalah nama produknya sejenis system operasi di gadget pintar.
__ADS_1