
Setelah satu hari keluarga Kaviandra menghabiskan waktu bersama keluarga Lee di negara B, tiba waktunya mereka kembali ke negara asal mereka. Sesuai kesepakatan sebelumnya, Daniel Lee akan ikut bersama keluarga Kaviandra dan magang di KTech untuk mengejar cita-citanya.
Nyonya Marry sendiri tidak ingin meninggalkan kediamannya, dia membiarkan kesemua putra-putrinya mencari pengalaman hidup mereka dengan mandiri. Lagi pula, tugasnya sebagai orang tua dirasa sudah selesai. Dia hanya ingin menjaga apa yang sudah diwariskan suaminya.
Karena hari masih siang, Keenan membawa Daniel beserta Farah untuk mampir ke KTech lebih dulu sebagai pengenalan lingkungan pertama bagi Daniel. Tuan besar Kaviandra beserta rombongan lainnya tentu saja langsung menuju kediaman mereka untuk beristirahat.
Kantor Pusat KTech, negara S.
"Selamat datang di KTech..." seru Keenan pada adik iparnya yang sudah menganga sedari kedatangannya menatap bangunan mewah lima belas tingkat, sepuluh tingkat menjulang ke atas, dan sisanya lima tingkat berada di dasar sebagai markas organisasi hitamnya.
"Mingkem, lalat noh masuk!" Farah menaikan rahang Daniel yang terbuka lebar.
Tak berapa lama, seluruh staff menundukan tubuhnya menyambut tuan mereka. Dua kaki tangannya mendekat mempersilahkan kedatangan orang baru di wilayah mereka.
"Selamat datang Tuan, Nyonya, dan Tuan Muda..." Sandra dan Sam kompak menunduk menyambut.
Keenan merespon dengan senyuman datar, tak lama Sandra mendekat mengatakan seluruh jadwal pekerjaan Keenan. Tanpa di sadari siapapun disana bahwa Daniel Lee sedang terpesona pada pandangan pertama pada wanita mandiri yang cantik bak mentari di kedua netra Daniel yang kini tengah berbinar.
"Demi Raja Neptunus, apa ini cinta pada pandangan pertama?" gumam Daniel lirih. Sudut matanya terus memperhatikan gerak-gerik sekretaris khusus kakak iparnya itu sampai kembali menghilang menuju tempatnya.
"Kak!" Daniel mulai mendekat dan mencengkram lengan Farah.
"Apa sih?" Farah berbalik memperhatikan tingkah adiknya yang sedikit mencurigakan.
"Aku sepertinya─" Daniel kehilangan kata untuk mendeskripsikan bagaimana keadaan hati bahkan detak jantungnya yang dirasa abnormal.
"Kamu sakit?" Farah mulai gelisah dan memindai tubuh adik kesayangannya.
Keenan dan Sam masih terlibat percakapan mengenai project pekerjaan. Farah dan Daniel sibuk sendiri di belakang keduanya.
"Bukan Kak! Tapi, aku─"
"Ih apa sih gaje!" rutuk Farah kesal.
"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama!" pekiknya lirih segera sebelum kakaknya tambah kesal padanya.
"Hah?" Farah mengernyit, tidak ada wanita lain disana saat ini. Pikiran Farah langsung menerka yang bukan-bukan. Dia hanya bisa menemukan, Sam, Ken, beserta Ben yang ada di sekitar mereka saat ini.
"Kamu jeruk makan jeruk?" tanya Farah tidak percaya.
Daniel tersadar dari lamunan indahnya yang penuh cupcake and rainbow yang seketika sirna saat perkataan kakaknya yang seolah tidak waras itu.
"Bagaimana bisa Kakak berkata demikian?" hardik Daniel cepat. "Apa Kakak tidak bisa melihat wanita cantik yang dewasa dan terlihat sangat pintar barusan?"
Farah cekikikan setelah mendengar penjelasan Daniel, dia lega bahwa adiknya pria normal.
"Owh, Sandra... Dia sekretaris Kakak Iparmu," sahut Farah menjelaskan siapa wanita yang di maksud adiknya.
"Jadi namanya Sandra ya?" gumam Daniel seolah tengah merencanakan sesuatu setelah ini.
Tak lama kemudian, suara Keenan membuyarkan atmosfer keduanya dan kembali mendekat.
__ADS_1
"Daniel, kamu akan ikut Sam untuk verifikasi data yang dibutuhkan. Setelahnya, Ben akan menjelaskan dimana posisimu kelak."
"Siap laksanakan!" Daniel melakukan gerakan seperti seorang prajurit saat menerima perintah dari komandannya.
"Ppftt!" Keenan menahan tawanya melihat kepolosan Daniel.
"Hiishh, di dunia kerja kamu gak usah so cute, yang ada kamu bakalan jadi sasaran penindas!" cicit Farah mengingatkan adiknya.
"Siapa yang berani menindas adik iparku?" timpal Keenan membuat semuanya menelan saliva.
Sam segera mengambil alih dan menyuruh Daniel mengikutinya. Daniel sempat canggung, namun dia memberanikan diri demi menggapai cita-citanya selama ini. Cita-cita yang selalu dia patri di dalam hatinya, dia harus berguna bagi penolong hidupnya. Penolongnya tentu saja Keenan Kaviandra, yang mati-matian berusaha menghidupkannya kembali dengan mendapatkan pendonor jantung yang pas untuknya.
Sepanjang perjalanan dari lobby ke ruangan presdir Keenan tak henti menciumi jemari tangan Farah atau istri sahnya mulai sekarang hingga tutup usianya.
"I'm so happy," tutur Keenan memeluk Farah setelah pintu lift tertutup.
"Apalagi aku." Farah menjawab dengan menangkup tangan di wajah Keenan yang berada di sampingnya.
"I love you very much, My Beloved Wife." bisik Keenan membuat wajah Farah merona.
Tring!
Keenan segera menggendong istrinya ala bridal menuju ruangan. Sandra sudah sigap membukakan pintu mempermudah akses tuannya. Farah masih begitu malu dengan sifat Keenan yang begitu mesum dimana saja, kapan saja, tidak pernah berubah dari dulu sampai saat ini.
"Huh, kapan aku bisa punya pasangan dan menebar ke-uwu-an seperti mereka." Sandra segera kembali menuju meja kerjanya dengan sedikit bergumam.
Baru saja Sandra mendaratkan tubuhnya di kursi kebesarannya, dia kembali mendengar pintu lift terbuka. Terlihat Sam membawa anggota baru, Sandra segera abai dan kembali pada pekerjaannya.
"Tunggu disini sebentar, aku perlu membawa beberapa berkas." Sam memberikan perintah pada Daniel, tepat di hadapannya dia bisa melihat Sandra yang sedang sibuk bekerja.
DEG!
Sam menuju mejanya mencari barang yang akan digunakan. Dia melewati Sandra seperti biasanya, Sandra juga tidak begitu peduli dengan keberadaan Sam seperti yang sudah-sudah selama sepuluh tahun mereka terbiasa bekerja sendiri-sendiri.
"Permisi,"
Sandra tersentak, dia segera menoleh ke arah asal suara dan menunjukan senyuman terbaiknya. "Ya?"
Bagai terkena panah asmara, mata Daniel bahkan seolah berubah bentuk menjadi bentuk hati atau cinta yang di lukiskan para jiwa-jiwa kasmaran. Dia mendadak bego, menatap keindahan Sang Pencipta yang terlihat begitu sempurna di matanya.
"Ehm," Daniel tersadar dan kembali tidak ingin melewatkan kesempatan. "Boleh minta waktunya seumur hidup?" canda Daniel membuat Sandra terkekeh.
Mau tak mau Sam melihat apa yang terjadi di hadapannya saat ini. Rekan kerjanya sedang di rayu oleh adik majikannya. Rasa ada asem-asem pahit gimana gitu saat melihat Sandra terkekeh dan bersikap manis pada lawan jenis yang baru dikenalnya.
"EHHMM!" Sam membuyarkan kesenangan keduanya.
"Oh, i-ya... Maaf!" Daniel menundukan pandangan saat Sam bersuara menginterupsi dan mendekat. "Ada Nona Cantik di depan mata, rasanya dia mampu mengalihkan duniaku seketika."
DEG!
Sandra terpaku dengan kelahiran buaya buntung baru menetas dan baru keluar dari sarangnya. Dia menelan saliva tidak ingin percaya apa yang baru dia dengar. Pernyataan Daniel begitu jelas di telinganya, dia sedang tidak salah mendengar. Sebelum pergi Daniel kembali berbalik dan menunjukan senyuman terbaiknya.
__ADS_1
"See you when I see ya..." ucap Daniel bersemangat membuat Sandra tersipu malu dibuatnya.
Sam yang melihat keduanya, merubah raut wajahnya menjadi seperti tengah berhadapan dengan musuhnya.
---To be continued---
Haloooo...
Gimana nih ceritanya, makin menarik atau udah mulai patut ditinggalin? hiks
Jangan dong ya, kasih dukungan terus ya sama othor remahan oreo ini.
Ini sudah mulai masuk untuk Part II ya...
Karena apa?
Season II ini dulu di desain untuk cinta segitiga Sandra, Daniel dan Sam.
Tapi─
Othor yakin, kisah ini tidak begitu menjual karena─ yang di tunggu-tunggu jelas penerus Keenan kan ya, yang tak lain dan tak bukan Keano.
Nah, selain nilai jual... Othor juga sebenernya gak sanggup. Karena, othor bakalan tega bikin Daniel merenggang nyawa dan ninggalin cerita hiks
Kenapa harus sampai meninggal sih?
Pasti banyak yang kamu nanya, kamu bertanya-tanya... :D
Jadi gini...
Untuk membuat adegan drama itu semakin terasa mendramatisir maka perlu adanya yang berkorban.
Disini othor pengen beneran ciptain karakter Keano yang jenius yang benar-benar anak yang tidak boleh jatuh ke tangan yang salah. Karena, jika salah maka akan tercipta infinity war. Lah opo meneh? Hihi
Salah satu media dia adalah SANDRA!
Naaaaah, pinisirin gak?
Cuma di CS alias outline othor, masalah di Part II ini berkenaan tentang Skandal Dunia Hiburan.
Uniknya, skandal ini bukan tentang Main Karakter alias pemeran utamanya itu tidak ada sangkut pautnya. Mereka justru pihak yang meluruskan dan menyelesaikan masalah saja. Pembuat onarnya bukan mereka, ini berkenaan dengan kasus para artis-artis ya. Diangkat dari beberapa kisah nyata serupa tapi othor modifikasi.
Bakalan panjang, bakalan banyak pemain, bakalan nguras pikiran othor sih. Entah effortnya bakalan setara gak dengan feedback yang akan othor terima.
Hal baiknya, Keano tuh sweet dan unyu banget sama ceweknya. Ampe pas bikin ceritanya othor senyum-senyum kek orang gila rasanya. Keano bakalan di pasangin ama anak Sam dan Sandra, dan mereka tuh bocil sekaliii beda blaaass ama cerita emak bapaknya yang rada erotik.
Wong malam pertama aja gagal gara-gara liat ceweknya nangis sakit Keano auto mundur teratur saking sayangnya. Wkwkwk
Keano anak shaleh, dia gak kek bapanya. Ga pernah mau unboxing ceweknya cuma ***** iya hahahahaha
Di CS sisi gelapnya tidak othor show up, bagaimana Keano menggerakkan pasukan korban senjata XY menjadi tentaranya memusnahkan satu Klan yang mengganggu. Di CS garis besarnya saja, nah pengennya othor juga ngupas sisi teknologi "Cerebro" di film Xmen yang di gunakan prof. Charles buat nemuin mutan. Nah, Keano menciptakan dan menggunakannya untuk menemukan korban XY. Dia bakalan menjadikan korban XY, tentara untuk kepentingan organisasinya. Selain menemukan, Keano juga mampu mengendalikan mereka sesuka hatinya. Keano seolah mutan tapi dia bukan mutan, karena di dunia medis, cerebro adalah berkenaan dengan otak dan pembuluh darah, Keano mempelajarinya di bawah naungan Klan Naga yang merupakan Alkemis handal.
__ADS_1
Jadi kebayang riset othor bukan maen wkwkwkwk
Dah ah, selamat beristirahaaat semuanya :)