Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 152 # Menyerah


__ADS_3

"Keanooo!!"


Farah memekik bahagia saat melihat batang hidung putranya. "You have some trouble young man!!"


Keano memutar bola matanya malas, keduanya membuka seperangkat penutup wajah mereka. Keano bisa melihat jelas wajah sayu dan basah ibunya.


"Kamu kemana tadi HAH?" cerca Farah dengan debar jantung yang sungguh tidak bisa dia kontrol sekarang ini. "Kamu sungguh membuat Ibu merasa sangat takut..." Farah kembali menjatuhkan air matanya.


Dengan cepat Farah bersimpuh dan memeluk erat putranya, sangat erat. "Jangan pernah lepas dari pengawasan Ibu lagi ya... Ibu mohon, Ibu hanya memiliki kamu seorang di dunia ini. Hiks..."


DEG!!


"Maafkan Keano Ibu... Keano janji tidak akan melakukannya lagi." Keano membalas memeluk ibunya dengan begitu erat dan menangis.


Axcel merasakan perasaan yang sulit dia ungkapkan dengan kata. "Sudah, Sayang..."


"Keano tadi membeli sebuah game, jadi dia tertahan lama di toko itu." bual Axcel membantu Keano.


Keano dan Farah mendelik menatap pria dewasa yang sudah membersamai keduanya beberapa tahun kebelakang. Keano menatap haru pada ayah sambungnya sekaligus iba.


"Benarkah?" Farah menatap Keano serius.


"Nih!" Axcel menunjukan satu box besar PS seri terbarunya.


"Tunggu..." hardik Farah menyelidik box yang dia hafal.


Farah bangkit dan mendekat memastikan box yang ada di tangan Axcel. "Bukankah kamu sudah membelinya Keano?"


"Emm..." Keano gelagapan, sejujurnya ini bukan idenya. Dia menatap Axcel meminta sebuah jawaban.


"Sayang, itu kan di rumah sana, sekarang kita masih liburan di sini ya beli buat di sini dong... Udah sih gak apa-apa aku yang belikan." Axcel memberi pengertian pada Farah sembari merangkulnya mesra.


Keano melengkungkan senyuman harunya, dia berujar sangat manis dan menghambur ke arah Axcel riang.


"Terima kasih Papaaaa... You're the best daddy ever after!!" pekik Keano yang tidak di sengaja justru menyayat hati Farah.


'Keano... Maafkan Papamu Nak, Ibu yakin dia memiliki alasan sendiri... Dia pasti mengingatmu... Hanya saja─' batin Farah bermonolog melihat betapa bahagia kedua pria di hadapannya yang tengah saling memeluk dan melempar senyum lebar di wajah keduanya. 'Mungkin, ini saatnya aku menyerah... Kamu ternyata lebih memilih Axcel menjadi ayahmu... Ibu akan mewujudkannya...'


Ya, Farah sudah memikirkannya...


Dia akan menerima tawaran pernikahan dengan Axcel dan membuka lembaran baru dengan pria yang selama ini sudah membantu dia dan putranya. Selama itu yang diinginkan putranya, maka dia berusaha menerima dan mewujudkannya.


'Kak, bukan aku tidak mencintaimu lagi... Tapi─' Farah menatap nanar ke arah gedung tinggi yang berlogokan KTech di pandangannya. 'Kau sendiri telah memilih kebahagian yang lain, I'm happy for you─ And me too...'


Farah berpikir, dia ingin memilih kebahagian lain. Bukan semata untuk dirinya, tetapi untuk putra semata wayangnya.


***


Kediaman Luciano kamar Keano, 07.00 PM.


"Pap..." seru Keano sendu kearah ayah sambungnya yang tengah sibuk memasang permainan yang sebelumnya dia beli.


"Ya Sayang?" sahut Axcel ramah.


"Mengapa Papa lakukan itu..." Keano berusaha tidak cengeng dengan menjatuhkan air matanya.


Axcel tertegun sejenak, dia bangkit meninggalkan aktivitas sebelumnya dan mendekati putranya yang terduduk di pinggir ranjang.


"Papa tahu, kamu tengah merencanakan sesuatu pada Ayahmu bukan?" Axcel merangkul memberi semangat pada pria kecil di sampingnya.


Keano semakin menundukan pandangannya, kedua tangannya mengepal sempurna menunjukan betapa emosinya pria kecil itu. Axcel memindai tubuh putra sambungnya dengan perasaan iba.


"Bukankah kalian seharusnya bertemu di KTech? Apa tidak jadi?" selidik Axcel.


"Niat awal kami memang ke KTech, tapi pria brengsek itu ternyata sudah memiliki keluarga bahagianya."

__ADS_1


DEG!!


Bukan hanya Farah dan Keano yang tersentak dengan kenyataan ini. Axcel sendiri tidak percaya, pasalnya selama ini dia tidak mendapatkan berita apapun tentang Keenan yang sudah memiliki keluarga barunya.


"Maksudmu?" Axcel meminta penjelasan detail pada putranya.


"Kami berencana masuk, tiba-tiba dia keluar menggendong putra kecilnya dengan bahagia dan di sampingnya seorang wanita muda juga tengah tertawa bahagia. Dia benar-benar menganggap kami mati." Keano menjatuhkan air matanya.


Dengan sigap Axcel segera memeluk Keano erat. "Sayang, Papa sudah bilang sebelumnya... Kalian juga kan sudah punya Papa Axcel... Selama ini kita berbahagia juga bukan?"


Keano mengangguk antusias kemudian berbalik badan dan memeluk erat Axcel. Keano terisak di dalam dekapan papa sambungnya. Seperti biasa dengan sabar Axcel menenangkan putranya. 'Siapa anak yang dimaksud Keano? Apa itu Jimmy Kaviandra? Apa mereka tengah salah faham? Jika iya perempuan itu harusnya adalah adik Keenan... Tidak mungkin Farah tidak mengenalnya... Aku harus segera menyelidikinya!'


"Sekarang kamu istirahat okay? Besok Papa akan membawamu ke Zoo gimana?" ajak Axcel membujuk dan memberi semangat pada putranya.


Keano menyeka air matanya kasar, dia melebarkan senyuman. "Aku hanya punya satu Papa, cuma Papa Axcel!"


DEEG!!


Axcel terharu, saking terharunya dia menahan untuk tidak meneteskan air mata. "Tentu saja kamu dan Ibu punya Papa Axcel!"


Axcel mengacak rambut Keano bahagia, akhirnya apa yang dia usahakan selama ini tidak sia-sia. "So, kamu sudah tahu bukan harus gimana bujuk Ibumu agar menikah dengan Papa Axcel? Hm..." Axcel menautkan kedua alisnya meminta bala bantuan.


Keano memutar bola matanya jengah, tapi setelahnya dia melebarkan senyuman. "Aman itu... Cuma aku gak janji Pap. Papa tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Ibu."


"Huh, Ibumu Ratu Tega... Papa udah cinta mati begini ama dia masih aja di anggurin..." keluh Axcel merebahkan dirinya di ranjang. "Apa coba kurangnya Papa di banding Ayahmu yang brengsek itu."


"Ppfft!" Keano menahan tawanya dia ikut merebahkan dirinya di samping Axcel. "Mungkin karena itu Papa memang tidak bisa menggetarkan hati Ibu!" timpal Keano sok menasehati.


"APA?!" Axcel bangkit menatap putranya dengan gelisah. "Maksud kamu?"


"Ya──" Keano memang usil, apalagi mengusili papa kecil adalah jalan ninjanya. "Kamu terlalu baik untukku, aku tidak pantas untukmu~" cicit Keano meniru salah satu naskah yang selalu di jadikan peran bagi si wanita jika ingin menolak pria yang tidak disukainya.


Axcel membuka mulutnya lebar. "Jadi maksudmu Papa harus berlaku brengsek begitu?"


"Sepenglihatanku, Papa terlalu lembut, terlalu menuruti apa maunya Ibu, Papa tidak bisa tegas bahkan sedikit menggertak saja tidak mampu~" Keano bangkit dan duduk berhadapan dengan Axcel. "Papa juga terlalu bawel untuk seukuran pria yang hanya memiliki tujuh ribu kata sehari. Papa sepertinya memiliki ekstra stok kata yang di keluarkan tiap harinya." Wajah Keano kembali mengejek ayah sambungnya.


Axcel seperti tengah di lucuti dan di olok dengan gamblang oleh putranya. Wajah annoying Axcel membuat Keano mati-matian menahan tawanya. 'Ayah sambungku sungguh polos, betapa bodohnya Ibu tidak mau menerima cinta pria yang langka dan mulai punah ini.'


"Jadi, apa kamu mau menjadi penasehat cintaku Tuan Muda Keano?" tanya Axcel mendekat. "Sepertinya kamu cocok menjadi Mak Comblang Paduka yang menyedihkan ini, buatlah hamba bisa menikahi Sang Ratu ya, ya, ya..." rengek Axcel membuat candaan.


"HAHAHAHA!" Keano sudah tidak sanggup menahannya. "Baiklah, serahkan padaku... Tapi ini tidak gratis ya Paduka, aku membutuhkan akses jaringan premium sekarang."


"Bocah pintar, kamu mulai memerasku tapi tidak mengapa semakin kamu jahat semakin aku sukaaa~"


"HAHAHAHAHA!!"


Keduanya terbahak bersama, Farah yang sebelumnya ingin memasuki ruangan menghentikan langkahnya. Dia tersenyum bahagia. Dia pikir Keano akan bersedih, ternyata di bawah asuhan papa sambungnya, pangeran kecilnya baik-baik saja.


"Terima kasih Axcel, mungkin ini waktunya aku membalas semua budi baikmu." gumam Farah lirih meninggalkan kamar Keano.


Setelah puas bersenda gurau dengan papa sambungnya, Keano berpura-pura mengantuk untuk mengusir ayahnya secara halus. Beruntungnya Axcel percaya dan meninggalkan Keano segera.


Cup~


"Tidurlah pangeran kecilku~" bisik Axcel di cuping telinga Keano.


Hati Keano semakin terasa terhimpit dua benda besar dan keras secara bersamaan menekan dadanya kuat. Dia tidak menyangka, dia justru menerima limpahan kasih sayang dari seseorang yang tidak mengalirkan darah yang sama di dalam tubuhnya.


Brak...


Setelah pintu tertutup Keano segera bangkit dan menyambar laptop miliknya yang sangat berharga. Bukan karena harganya tetapi isi di dalam laptop itu yang membuat Keano memiliki julukan Hacker Jenius ter-Muda di Jaringan Hitam.


"Senang bertemu langsung denganmu Mr. K... Ternyata kamu mengejutkanku. Tapi, apa kamu akan terkejut jika mengetahui siapa yang sebentar lagi memporak-porandakan KTech kebanggaanmu?!"


Keano tersenyum culas, jemari kecilnya mulai aktif berselancar di dunia maya. Dia tengah mengotak-atik sebuah bahasa pemrograman.

__ADS_1


"Terima ini Mr. K, aku akan membuatmu sibuk..."


Meanwhile...


Kantor pusat KTech, 09.00 PM.


BRAAAAAK!!


"Maaf Tuan... Sistem keamanan kita benar-benar bisa di bobol dan semua algoritmanya tengah di kacaukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab!" Dengan bercucuran keringat dingin Ken menjelaskan pada tuannya yang sudah berwajah merah menahan amarah.


Ngiiiiiiiiiiing!!


Bunyi melengking yang memekakan telinga tiba-tiba memenuhi seluruh penjuru KTech membuat semua orang yang masih berada di sana menutup telinga dan memusatkan perhatian mereka pada sesuatu yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah laboratorium teknologi KTech.


"Haloooo everyone!!"


Keenan takjub untuk pertama kalinya ada orang yang sangat berani melakukan hal ini di hadapannya.


Semua orang memperhatikan hologram khas anonymous mask yang di kombinasikan dengan hoodie khas milik Keano muncul tiba-tiba di ruangan yang semestinya hanya Keenan yang bisa mengaksesnya.


Suara itu menggelegar seperti kebanyakan para hacker lain menggunakan jenis suara yang serupa.


"Hei Mr. K, aku tidak menyangka loh bisa menembus pertahanan KTech milik orang nomor satu di Jaringan Hitam. Ahaha..." ejek Keano tertawa. "Ternyata kepintaranmu tak seberapa denganku!"


Keenan mengapalkan tangan kesal, harusnya dia sudah berada di Negara B untuk mencari istri dan anaknya. Dia kembali tertahan di tempatnya karena ulah bajingan tengik yang cukup berani mengantarkan nyawa ke hadapannya.


"Apa yang kamu inginkan?!" tanya Keenan dingin dan tenang.


"Hmm... Sejujurnya aku ingin bermain-main... Tapi aku tidak ingin membuang waktuku dengan percuma... Aku ingin menuntut HAKKU!!" Di tempatnya Keano tengah menumpahkan segala emosinya.


"Heh..." Keenan terkekeh mengejek, dia sendiri sudah mengaktifkan EYES dan mencari alamat IP yang tengah di gunakan si peretas. Dia hanya perlu mengulur waktu agar bisa mengetahui keberadaan musuhnya kemudian dengan mudah melakukan pembalasan.


"Hak mu? Apa kamu berhak atas diriku? Siapa kamu HAH?! Tahu diri sedikit..."


Deg!!


Dada Keano semakin nyeri, ayahnya memang patut menerima gelar si tuan angkuh!


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, kau tidak pantas mengetahui identitasku Keenan Kaviandra." balas Keano tak kalah sengit.


"Saat ini aku hanya meminta pembayaran di muka, kedepannya aku akan mengambil hidangan utama!" tekan Keano mengancam.


"Have a nice day Mr. K..."


Bayangan hologram itu menghilang, dan seluruh panel abnormal juga menghilang sendirinya.


PRAAAAANG!!


"APA YANG KALIAN DAPATKAN?! DIMANA POSISINYA?!" Keenan memaki staffnya dengan melempar layar menggunakan kursi.


"Ehm..." Sam menatap penuh kecemasan.


"SAMUEL!!"


"IP yang dia gunakan berasal dari ponselmu..." Sam menatap Keenan dengan gelisah.


"APAAAA?!" pekik Keenan memeriksa ponselnya sendiri.


Sedangkan di kamar Keano, pria kecil itu kesal kesenangannya berakhir saat ibunya tiba-tiba mengunjunginya.


"Kamu belum tidur sayang?!" tanya Farah mendekat.


Keano buru-buru menutup laptopnya dan menampilkan sederet gigi putihnya. "Belum Ibu, tapi aku akan bersiap."


'Beruntung sekali ayahku Sayang, seharusnya aku merusak sistemmu lebih dulu... Tapi tak apa, aku masih punya 999 cara membuatmu mati kesal!'

__ADS_1


--- To be continue ---


__ADS_2