Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 181 # Guiding Lights [2]


__ADS_3

Farah dan Daniel begitu larut dalam kebahagian yang terlihat menyedihkan. Mereka sampai tidak menyadari keberadaan Keenan yang sudah berada di mansion sejak Daniel mengutarakan semuanya. Keenan segera menata hatinya, menyapu cepat bulir bening yang sulit dia kendalikan. Keenan masih kesulitan bergerak dan bergabung dengan keduanya, apalagi saat Daniel bertanya pasal perasaan Farah padanya.


"Sejak kapan Kakak mencintai Tuan Muda?" Daniel mulai melupakan acara termehek-mehek barusan. "Apa sejak Kakak dibawa pertama kalinya?" Daniel menggoda dengan terus menaikan kedua alisnya bersamaan.


"Haha..." Farah menyapu wajahnya yang basah. "Tentu saja pastinya kapan aku tidak tahu." Farah mengembangkan senyuman menatap lampu-lampu yang berasal dari jalanan kota yang gemerlap.


"Dia adalah orang yang mengajarkanku, membenci saja tidak cukup untuk melepaskannya."


Daniel memang sudah mencurigai semenjak insiden tembakan semalam. Kehidupan percintaan kakaknya pasti meninggalkan jejak kelam. Apalagi kakaknya sampai harus menghilang hingga lima tahun lamanya.


"Semakin kamu membencinya, kamu justru semakin mencintainya. Semakin kamu mencintainya, semakin kamu takut kehilangannya. Saat kamu takut, saat itu kamu serakah untuk memiliki seutuhnya." Farah menutup matanya perlahan. Berbagai slide kehidupan yang sudah dialaminya kembali terbuka dan menunjukan dirinya.


"Dia membuat aku yakin bahwa if you’re a lover you’ve gotta be a fighter!"


[jika kamu seorang kekasih, kamu harus menjadi seorang pejuang!]


"Keanu Reeves bilang, If you don’t fight for your love, what kind of love do you have?”


*[*Jika Anda tidak memperjuangkan cinta Anda, cinta seperti apa yang Anda miliki?]


Daniel dan Farah terkekeh bersama, tanpa mereka tahu Keenan sudah menahan diri untuk tidak memeluk Farah di belakang sana. Wajah Keenan memerah, tidak ada orang yang pandai menggombal jika bukan gadis tengilnya.


"Udah tahu cinta mati begitu, kenapa juga harus menghilang?" Daniel merasa belum puas mengorek bagian terpenting yang membuat Keenan gila kehilangan kakaknya. "Apa Kakak berniat menyerah pada awalnya?"


"Aku mana sanggup menyerah!" Farah segera menjawab pertanyaan adiknya yang salah mengira. "Justru karena aku sangat takut kehilangannya, dengan aku menghilang maka aku yakin dia masih bisa bernafas sejenak."


"Hi ilih!" cibir Daniel mengejek. "Bucin kok sebegitunya!"


"It doesn't matter, selalu ada harga yang pantas untuk sesuatu yang jadi tujuan akhir hidupmu." Farah mengacak rambut Daniel penuh kasih sayang. Akhirnya, mereka kembali disatukan dan rasanya sungguh di luar ekspektasi Farah sendiri.


Keenan berencana menginterupsi keduanya, namun, lagi-lagi dia menghentikan langkah kakinya saat mendengar Daniel memanggil Farah dengan sendu.


"Kak," Daniel mencoba menceritakan apa yang terjadi pada jantungnya saat ini.


"Ya?"


"Sudah lama aku tidak mengkonsumsi obat ini. Setelah aku menuju K-Tech kemarin, aku tiba-tiba harus mengkonsumsinya!"


DEG!


Tubuh Farah kembali menegang, dia sangat takut adiknya kembali merasakan kesakitan seperti dahulu.

__ADS_1


"Apa kita ke dokter sekarang?" ajak Farah segera.


"Bukan, awalnya aku berpikir ini karena penyakitku. Lalu─" Daniel menjeda kalimatnya membuat Farah mengernyit. "Aku jatuh pada pandangan pertama dengan Sekretaris Kakak Ipar."


Farah membuka mulutnya lebar.


"I'm so excited and scared at the same time..." Daniel berubah murung.


"Why?" Farah mendekat menyelidik adiknya.


"Dia terlihat seperti berada di puncak, dan aku ada di tangga terbawah!" Daniel mendongak menatap kakaknya. "Aku tidak seperti Kakak Ipar yang akan memasang badan dan bersiap sedia jika wanitanya dalam keadaan bahaya. Dengan kondisi tubuh dan kesehatanku, maka baginya aku adalah pria lemah semata."


Farah kembali menarik Daniel dalam dekapannya. "Seseorang dikatakan kuat, bukan karena fisiknya yang sempurna. Orang juga bisa dikatakan kuat saat mengetahui ketangguhan hatinya untuk terus berusaha mencoba dan pantang menyerah!"


"Hehe, kamu benar kak. Fighting Daniel!"


Keduanya kembali saling melempar candaan dan kemesraan sebagai adik dan kakak. Keenan mencoba mengatur emosinya. Tidak ada yang mampu mengubah persepsi dan emosi sebaik duo combo keturunan Lee. 'Aku sungguh sangat mencintaimu Farah, di balik kepolosanmu tersimpan kekuatan yang mampu membangkitkan seseorang.'


"Apa yang sedang kalian obrolkan? Kedatanganku sampai diabaikan!" canda Keenan menghampiri dua penerus keluarga Lee.


"Eh, Kakak!"


Farah dan Daniel kompak terbelalak dengan kedatangan Keenan. Pria besar itu sudah merangkul mesra istrinya, taklupa kecupan singkat mendarat di kening Farah membuat Daniel harus menundukan wajahnya karena mereka yang bertingkah dia yang tersipu parah!


"Aman itu Kak, semua orang disana sangat baik padaku. Ya, karena bos mereka adalah kakak iparku!"


Ketiganya tertawa sebelum Daniel pamit menyusul Keano di kamarnya dan meninggalkan pasutri yang selalu di mabuk cinta setiap saat.


"Mmmmchh..."


Tanpa perlu waktu lama keduanya telah berpagutan mesra, Farah menautkan kedua tangan di belakang tubuh prianya.


"Miss you, Baby!" bisik Keenan di depan bibir wanitanya.


"Sayang sudah makan?" tanya Farah dengan senyuman.


"Aku ingin memakanmu," sahut Keenan langsung mengangkat tubuh Farah dan menggendongnya ala bridal.


"Aaarghh, Kak!" Farah menjerit terkejut.


"Jangan berisik Sayang, nanti putra kita terbangun."

__ADS_1


Keenan langsung membawa Farah ke kamar mereka, kamar sejuta memory yang sudah tercipta disana. Seperti biasa, Keenan mana bisa menahan hasrat besarnya. Dia menyelesaikan Farah dengan singkat, demi misi barunya menciptakan generasi berikutnya yang akan menjadi adik Keano.


Setelah pergumulan panas keduanya, mereka saling memeluk satu sama lain. Farah menutup matanya, dia memang mudah lelah akhir-akhir ini.


"Apa kamu masih mengkhawatirkan keadaan Daniel?" tanya Keenan ingin mengetahui apa yang sedang dipikirkan istrinya saat ini.


Farah terjaga membuka matanya langsung mengeratkan pelukannya.


"Aku bisa jamin, keberhasilan operasinya akan memperlama umur Daniel hingga beberapa puluh tahun kedepan." Keenan mencoba menenangkan istrinya.


"Terima kasih Sayang, kamu selalu memastikan aku dan keluargaku bahagia. Aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa." cicit Farah kembali di landa kesedihan.


"Heh," Keenan berbalik ingin menatap wanitanya. "Kamu hanya perlu berjanji untuk terus berada di sampingku sepanjang waktu seumur hidup dan selamanya!"


Farah tersipu malu mendengar Keenan yang semakin kesini semakin pandai mengeluarkan kata manisnya. "Tanpa kamu minta aku sudah melakukannya bukan? Hanya ada namamu yang menjadi pilihan teratas prioritas hidupku!"


"Kau tahu, Baby?" Keenan mengangkat dagu istrinya. "Tidak ada lagi wanita yang membuat aku seperti ini selain kamu. Aku akan menjadi pria baik dan jahat di waktu yang bersamaan, aku juga menjadi pria angkuh sekaligus pria cengeng dalam waktu yang bersamaan. Pria ini juga yang tidak bisa melakukan apapun saat dia merasa tidak lagi merasakan nafasmu."


"You're the light every night in my world. I'm sure the moon will never shine as bright as you!"


[Kamu adalah cahaya setiap malam di duniaku. Aku yakin bulan tidak akan pernah bersinar seterang kamu!]


Farah menarik wajah Keenan dan menciumnya dengan begitu liar. Keenan tersenyum penuh kemenangan. dia begitu menikmati apa yang dilakukan istrinya saat ini.


"Apa Kakak masih terlibat dengan Jaringan Hitam kakak?"


Keenan terdiam saat Farah mencoba membahas hal yang tidak ingin dia bahas lagi di hadapan istrinya. Dia tidak mungkin mengatakan tangannya justru semakin bau amis darah setelah kepergiannya.


"Not Really," sahut Keenan lirih dan terlihat gelisah.


Farah berubah sendu, dia pernah membahas ini sebelumnya. Keenan merasa bersalah, dia kembali menarik tubuh Farah dalam dekapan tubuhnya.


"Sayang, aku sudah memikirkannya."


"Aku akan berhenti, aku akan meninggalkan kekuasaan bawah demi kebahagiaan kita kedepannya. Jika kamu ingin meninggalkan tempat ini dan menetap di suatu tempat hanya ada kita dan anak-anak, aku akan segera menyanggupinya."


Farah mendorong tubuhnya. "Kakak serius?"


"Ya, kamu adalah dunia baruku, right?"


Farah kembali memeluk erat suaminya. "Kakak janji ya, aku tidak ingin berakhir seperti Ibuku, ditinggalkan Papa karena pekerjaan berbahayanya."

__ADS_1


"Iya Sayangku, anything for you!"


--- To be continued ---


__ADS_2