
Di tempat Keano saat ini, dia bergegas mencari posisi untuk berlindung sementara di belakang bangunan tua yang di jadikan tempat penculikan.
"Untung aku masih membawa masker cadangan!" Keano segera mengenakan masker dan membuat tampilan dirinya sedikit berbeda dari sebelumnya.
Akan sangat berbahaya jika identitasnya terkuak saat ini. Dengan cepat dan peralatan yang seadanya Keano memindai tempat yang dia sendiri tidak yakin berada dimana. Keano memang di bekali dengan gadget canggih sebagai perlindungan diri setiap kali mereka keluar dari kediaman.
Keano juga telah di bekali pelatihan yang cukup untuk menghindari musuh dan menyelamatkan diri jika dirasa musuhnya jauh lebih pintar dan kuat darinya. Keano bahkan sudah menguasai teknik akupuntur warisan Klan Naga sebagai teknik pengobatan terbaik di negeri sakura itu.
Keano sudah sangat tahu bagian vital mana saja dari seluruh jaringan tubuh manusia. Atau bagaimana mengatasi saat dia terluka. Dengan sangat mudah seperti sebelumnya dia bisa melumpuhkan orang dewasa tanpa perlu bersusah payah melawan mereka yang jelas lebih besar ukuran dan kemampuan bertarung dengannya.
Keano sudah mendapatkan koordinat yang menunjukan keberdaan mereka di arah selatan dari Zoo sebelumnya. Keano mengirimkan lokasi itu pada ponsel papa kecilnya untuk segera menjemputnya. Akan sangat berbahaya jika dia memaksa melakukan tindakan berbahaya ini sendirian.
Meanwhile di tempat Keenan...
Mereka kehilangan jejak Jimmy, setelah sebelumnya mereka di tipu dengan GPS yang di bawa oleh salah satu komplotan untuk mengecoh mereka. Tentu saja Black Swan sangat tahu kemungkinan Keenan menyelipkan GPS pada putranya. Benar saja, mereka mencurigai kalung yang di kenakan oleh Jimmy dan membawanya ke arah yang berlawanan dengan tempat yang akan mereka datangi saat ini.
Tuut...
Keenan mendapatkan panggilan dengan nomor yang tidak di kenal. Keenan merasa bahwa itu adalah penculiknya, dengan cepat dia menjawab dan menunggu respon dari pihak musuhnya.
"Halooo..." Keano menggunakan alat pengubah suara, dia memilih menjadi seorang pria paruh baya saat menghubungi ayahnya.
"Hm.."
"Putramu bersamaku, serahkan sejumlah uang tunai yang harus kau bawa sendiri ke tempatku." tukas Keano lantang.
"Heh..." Keenan mengejek si penculik yang dia tidak ketahui bahwa dia tengah berbincang dengan putranya sendiri. "Kau sungguh berani menyentuh batas kesabaranku. Apa kamu tidak tahu konsekuensi apa yang akan kamu dapatkan berani berurusan denganku?" ancam Keenan dingin dan angkuh pada putranya.
Keano merasa sungguh miris, dia bertarung dengan ayahnya sendiri seperti ini.
"Itu tergantung padamu, mudahnya ada uang dia selamat. Jika berbasa-basi aku tinggal membunuhnya sekarang juga!" Keano membalas tak kalah angkuh dan menantang ayahnya.
"Kau berani menyentuhnya?" Sorot mata Keenan berubah nyalang sepenuhnya. Terlihat olehnya Sam menganggukkan kepala menandakan mereka sudah berhasil meretas keberadaan si penelpon saat ini.
Beberapa anak buah Keenan segera bergerak menuju titik koordinat yang mereka temukan.
"Tentu saja! Apa kau pikir aku membawa pria kecil lemah ini dengan menyeretnya?" tutur Keano yang sedari kecil sudah tumbuh benih kekejamannya.
"Hah!" Keenan sungguh dibuat emosi setengah mati oleh pria arogan di balik saluran telepon. "Berapa yang kamu inginkan?"
"Satu juta." Keano berkata asal namun menekan datar.
"Hah, aku pikir berapa!!"
"Dollar..." Keano meneruskannya dengan tenang.
"Baik, aku sendiri yang akan mendatangimu dan setelahnya jangan harap kamu bisa hidup dengan tenang!" tukas Keenan terus mengancam pihak musuhnya.
Hati Keano semakin nyeri, demi putra haramnya Keenan melakukan segala cara.
"Kau pikir aku bodoh? Kamu sudah menggerakkan anak buahmu menyergapku sekarang. Di saat itu terjadi aku pastikan nyawa putra tak bergunamu ini mati di tanganku!" Keano berujar penuh kebencian pada ayahnya.
DEG!
Mendengar kata putranya dan mati membuat hati Keenan mencelos, dia dibawa kembali ingat kondisi Farah dan bayi dalam kandungannya yang terus mengalirkan darah.
"Dengar bedebah, sedikit saja kamu menyakiti anak itu aku pastikan I'll find you and I'll kill you..." ancam Keenan untuk terakhir kalinya.
Keano mematikan sambungan menyakitkannya, tak terasa Keano kecil menangis mendengar ayahnya ingin membunuhnya. "Sungguh ironis bukan? Kau tak layak menjadi ayahku... Untuk apa aku membantumu menyelamatkan putra lemahmu ini?"
Keano bangkit dia bersiap pergi tidak lagi ingin peduli pada Jimmy yang sebelumnya menyita perhatiannya. Hanya saja hati kecilnya sungguh tidak rela. Dia diajarkan ibunya untuk memanusiakan manusia, Keano terkekeh. "Dengar Keenan Kaviandra, aku jauh lebih baik darimu bukan?"
Keano bersiap kembali mempersiapkan senjata yang berupa jarum bius. Satu kali tembakan maka musuhmu akan tertidur dalam jangka waktu beberapa jam.
Di waktu yang bersamaan setelah sambungan Keano mati Keenan mendapatkan panggilan lain dari nomor yang tidak keluar di layar. Jika sudah seperti ini, itu artinya adalah kontak Jaringan Hitam.
"Dengar Mr. K, putramu ada di tanganku..." sahut suara bariton di sebrang sana.
__ADS_1
"Apa kamu berubah pikiran dan kita berdamai?" tanya Keenan mengerutkan keningnya.
"HAHAHA!" terdengar gelak tawa yang terasa tidak asing di indra pendengaran Keenan. "Kau pikir aku tengah bermain-main, hah?" tekan si penelpon dingin.
"Bawa serum inti antisera XY dan aku pastikan putramu aman." timpal si pria membuat debar jantung Keenan berpacu tidak beraturan.
'Heh, mereka semua tengah mengolokku kah?' batin Keenan emosi teramat sangat emosi.
"Aku sudah mengirimkan titik pertemuan kita. Setelahnya aku akan mengembalikan putramu!"
Tuut!
Keenan mengepalkan tangannya, dia segera menghubungi Sam yang sudah lebih dulu mengejar keberadaan Jimmy.
"Kamu pastikan bahwa Jimmy pulang dengan selamat, sepertinya mereka ada dua orang!" titah Keenan pada Sam. "Aku akan menuju salah satu bagian dari mereka."
Sam mengerti dan keduanya melakukan tugas masing-masing mulai saat ini. Keenan tentu mengejar komplotan pemburu antisera miliknya. Hal yang dia bingungkan penculik sebelumnya hanya meminta sejumlah kecil uang untuk menembus Jimmy.
***
Gedung Tua Ex-Huateng Group.
Keano mengendap dan dia baru bisa masuk ke dalam setelah beberapa orang keluar kawasan. Dia bisa melihat tempat yang di gunakan BS dalam menyekap Jimmy.
Keano memperhatikan tidak ada pergerakan dari Jimmy, itu artinya bocah itu tengah di bius.
Syuuuttt!!
Keano melayangkan tembakan jarum bius pada tiga orang penjaga di depan pintu masuk.
Bruuk!!
Keano menembak beberapa orang yang ada di ruangan. Hal itu memicu komplotan yang lain menyadari keberadaan Keano.
"Shiiittt!!" umpat Keano kesal.
Mereka menyerang Keano dengan tembakan senjata api mereka. Tentu saja Keano akan kalah telak jika seperti ini. Jarum biusnya hanya tinggal satu kali tembakan lagi saja.
Keano berusaha menghindar dan mencari tempat persembunyian. Sayangnya dia terkepung kali ini.
"HAH!!" pekik ketua kelompok sebelumnya. "Anak ini lagii!! Habisi dia..."
DOORR!!
DOORR!!
DOORR!!
BRUK... BRUK... BRUK...
Keano terpaku, tanpa tahu siapa yang menembak mereka semua dalam satu kali tembakan sudah melumpuhkan ke seluruhan komplotan penjahat.
"Angkat tanganmu!!" seru Sam pada Keano.
'Mampus aku!! Ibu maafkan akuuu...' batin Keano tidak bisa bergerak.
Sam dan anak buahnya tentu saja menggunakan EYES melumpuhkan kesemua penjahat yang tidak ada nilainya bagi mereka.
"Aku sudah membawa Jimmy!" seru Ben kemudian berlalu keluar.
"Siapa kamu?!" tanya Sam membalik tubuh kaku Keano.
"Kaauu!!" Sam menyalah artikan keberadaan Keano, dia masih hafal dengan pria kecil yang menjebak mereka sebelumnya di markas.
"Bawa dia ke markas!!" titah Sam pada Ken.
"Bocil ini?!" tanya Ken sangsi.
__ADS_1
"Ya, dia bukan sembarang bocil... Lucuti peralatan di tubuhnya!" Sam memindai Keano lebih dulu dan mendapati seluruh senjata yang di pakai Keano sebelumnya.
'Mati akuuu!! Papiiii...'
Ken memborgol tangan Keano, dia juga telah melucuti seluruh peralatan keselamatan Keano. Team Sam telah selesai dan kembali ke markas secepat yang mereka bisa.
Ben dan beberapa anak buahnya membawa Jimmy langsung ke kediaman Kaviandra baru setelahnya kembali ke markas.
CEKIIIITTT!!
Axcel baru sampai setelah Sam keluar kawasan lebih dulu.
"Kosong Tuan!!" pekik anak buah Axcel.
"SHIIITTT!!" umpat Axcel berang. "Kerahkan seluruh anak buah!!"
"Baik Tuan..."
"Keano... Kamu harus baik-baik saja Nak!!" Axcel memukul angin setelahnya mengusap wajahnya kasar dan kembali mencari putranya.
***
Kantor pusat KTech...
Keenan telah menyelesaikan bagiannya, memang tidak ada yang bisa menandinginya. Tanpa basa-basi dia membunuh komplotan BS tanpa usaha keras. Terlebih sebelumnya emosi Keenan seolah dipermainkan.
"MANA DIAA?!" berang Keenan mendekati Sam.
"Dia ternyata anak kecil!!" sahut Sam menggebu. "Aku sudah curiga pada anak ini sedari dari Mall!!" Sam terus mengoceh menjelaskan namun tubuh Keenan terpaku hebat.
Dia menatap Keano yang duduk di kursi dengan tangan terikat di belakang tubuhnya. Seperti biasa, Keenan dan kelompoknya memang tidak memandang siapa musuh mereka. Bahkan untuk anak kecil saja diperlakukan seperti penjahat.
Tiba-tiba saja hati Keenan senang bukan kepalang. Dia mengabaikan rutukan Sam yang menggebu tentang pria kecil di hadapan mereka.
"Aku bukannya tidak sanggup membuka kedoknya." timpal Sam masih menggebu. "Tapi bocah sialan ini mengancam hanya boleh kamu yang membukanya!" Sam merutuk bagai anak kecil. "Aku bukan tidak berperikemanusiaan juga..." lirihnya.
'Dih dikacangin!!' umpat Sam dalam hatinya.
Keano menatap tajam penuh kebencian ke arah Keenan yang sudah berkaca-kaca.
"Akhirnya kita bertemu lagi..." lirih Keenan senang.
Jarak mereka hanya sisa satu jengkal saja. "Siapa namamu?" tanya Keenan ramah membuat kesemua anak buahkan mengorek kuping mereka.
Di balik masker yang menutupi setengah wajahnya, Keano menaikan sudut bibirnya. "Kau akan menyesal saat membukanya. Kakekku akan menyerangmu sebentar lagi!"
"Heh..." Keenan terkekeh, ternyata pria kecil di hadapannya begitu pandai mengintimidasi dirinya.
Tanpa menunggu lama Keenan menarik keras masker yang dikenakan Keano.
[ Bagusnya masuk backsound T-ara : Don't Leave 🤭 ]
Semua orang terpaku dengan apa yang mereka lihat.
"Keenan kecil!" pekik Sam lirih tidak percaya.
Keano tidak bisa melakukan apapun, kedua tangannya terikat. Dia merasa harga dirinya hancur saat ini juga.
Bruuk!!
Tubuh Keenan bergetar hebat, dia juga merasa tubuhnya hanya seonggok daging tanpa tulang saat ini. Keenan terjatuh bersimpuh di hadapan pria yang sudah seharian menyita perhatiannya.
"Kamu masih hidup!"
Keenan memeluk erat putranya, dia juga menumpahkan seluruh air mata yang sudah ia tahan selama lima tahun lamanya. Keano hanya bisa terdiam tanpa ingin terburu-buru menyela.
--- To be continue ---
__ADS_1