
"Ma'afkan aku Aisyah, jika aku harus pergi disaat kamu sedang mengandung anak pertama kita." Ucap Yulian dalam batinnya.
Mobil yang dikendarai Joko dan Yulian terus melaju dengan kecepatan sedang. Yulian hanya terdiam dalam setiap perjalanan menuju ke bandara. Kedua matanya fokus memandangi ke setiap jalanan kota. Pikirannya pun dibuyarkan dengan kenangan bersama Aisyah.
******
"Umi, ayo kita tidur saja. Juna sudah mengantuk." Ujar Juna kepadaku.
"Baiklah, ayo kita ke kamar bersama." Balasku sambil memberikan senyum kepada Juna.
Aku menuruti permintaan Juna yang mengajakku untuk tidur, karena malam yang semakin melarut. Ya walaupun, kedua mataku belum bisa untuk terpejamkan dan tubuh ini belum bisa tertidur dengan pulas.
Aku bersama Juna menaiki tangga untuk pergi ke kamar masing-masing. Tapi sebelum aku menuju kamarku sendiri, aku mengantarkan Juna ke kamarnya dan memastikan bahwa ia sudah tidur.
"Selamat malam jagoan umi," ucapku sambil ku layangkan kecupan bibir dikening Juna.
Setelah itu, aku pergi dari kamar Juna dan menuju ke kamarku sendiri. Bagiku malam ini benar-benar sunyi tanpa kehadiran Yulian. Dan aku harus menjalani setiap hari-hari tanpa kehadirannya.
"Andai kamu tahu, aku tidak bisa tanpamu. Aku sungguh merasakan sepi dan sunyi. Apakah kamu juga merasakannya?" Ucapku dalam batin.
Ku coba untuk membaringkan tubuh ini di atas kasur dan ku coba untuk memejamkan kedua mataku. Karena aku harus tidur lebih awal dan aku juga harus menjaga kesehatan tubuhku dan janinku.
*****
"Ma'afin Juna umi, Juna harus berbohong sama umi dan berpura-pura sudah tidur." Ucap Juna dalam batinnya.
Sepertinya Juna tidak bisa tidur seperti malam-malam sebelumnya. Dan dia memandangi foto tampan abinya, Yulian. Dan tak lama kemudian Juna menitihkan air mata dan membasahi pipinya.
"Andai abi tahu, ini terlalu sulit bagi Juna bi. Biasanya kita makan bersama-sama, bercanda dan tertawa bersama. Dan sekarang, abi meninggalkan Juna dan umi selama satu tahun." Ucap Juna.
Begitu dalam kesedihan Juna yang sedang dilandanya. Tugas Yulian yang harus dikerjakaan membuat mereka harus berpisah selama satu tahun lamanya. Hanya rasa sabar yang akan mereka kuatkan di dalam hati.
*****
__ADS_1
"Akhirnya, kita sampai juga dibandara." Ujar Joko.
Mobil pun terparkir dengan rapi. Kini Joko dan Yulian menuju ke dalam bandara yang dipenuhi dengan orang banyak. Setelah pengambilan paspor, Yulian harus memastikan dengan benar-benar tentang barang bawaannya. Dan setelah itu, Yulian mendekati badan pesawat untuk memasukinya.
"Mas joko, aku berangkat dulu. Dan aku juga titip Aisyah dan Juna." Ucap Yulian.
"Baiklah, kamu hati-hati di sana." Balas Joko.
Kini telah terjadi perpisahan di antara dua saudara itu. Dan Yulian pergi meninggalkan Joko untuk masuk ke dalam pesawat. Sedangkan Joko, ia terus memandangi adiknya itu dan memastikan bahwa pesawat yang ditumpangi Yulian sudah di terbangkan.
*****
"Abi berangkat, umi jaga baik-baik kesehatannya." Ucap Yulian mengirim sebuah pesan kepada Aisyah melalui ponselnya.
"Abi berangkat Juna. Juna harus menjaga umi dan dedek bayi. Jangan lupa jaga kesehatan kamu sayang, jagoan abi." Ucap Yulian mengirim sebuah pesan kepada Arjuna melalui ponselnya.
Dan setelah usai mengirim pesan kepada kedua orang yang di cintainya, peringatan dari seorang pramugari pun telah terdengar bahwa penumpang harus memakai sabuk pengaman, karena pesawat akan diterbangkan.
"Bismillahirrohmanirrokhim...
"Artinya... Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga kami."
Lima menit sebelum pesawat di terbangkan Yulian telah membaca do'a dan berserah diri kepada yang Maha Esa. Dan kini, pesawat yang ditumpangi Yulian telah diberangkatkan.
****
Malam ini aku tidak seperti malam biasanya. Aku terbangun dari tidurku dan melihat ponselku yang berada di atas nakas. Ku buka layar slidenya dan ku baca pesan yang dikirim ke ponselku. Dan ternyata itu pesan dari Yulian.
Sedih rasa hati ini bila mengingatnya saat melangkahkan kaki untuk menjalankan tugasnya. Namun, apalah dayaku. Aku hanya bisa berserah diri dan berpasrah kepada Allah SWT.
"Lebih baik, aku melakukannya. Insyaallah, hati ini akan tenang bila melakukannya." Putusku untuk melakukan sholat malam.
****
__ADS_1
"Kenapa rasanya kering sekali tenggorokkanku?" Ucap Juna saat terbangun dari tidurnya.
Karena merasa haus, Juna pun terbangun dari tidurnya dan meminum segelas air putih yang berada dimeja belajarnya. Dan setelah itu, Juna mengambil ponselnya yang tidak jauh dari gelas itu untuk melihat jam.
"Ada pesan dari abi." Ucap Yulian setelah membuka slide ponselnya.
Juna terlihat serius saat membaca pesan dari Yulian. Dan setelah membaca pesan itu, Juna melukiskan senyuman dibibirnya.
"Juna akan berusaha melakukan yang terbaik abi. Dan Juna akan menjaga umi serta dedek bayi. Juna akan selalu merindukan abi." Balas Juna mengirim pesan kepada Yulian.
Pesan singkat pun terkirim ke ponsel Yulian. Dan Juna memilih untuk mengambil air wudhu dan melakukan sholat malam.
Ya, bagi Aisyah dan Juna sholat malam adalah sebagai obat ketenengan hati. Sehingga mereka lebih memilih melakukan sholat sunnah di sepertiga malam.
****
"Ya Allah Ya Robbi, lindungilah suamiku dalam setiap perjalanan dan setiap langkah kakinya selama itu menuju hal kebaikan-Mu. Dan sabarkanlah hati ini dalam menanti kehadirannya kembali ditengah-tengah kami. Amin Ya Robbal Alamin." Do'aku setelah melakukan sholat malamku.
Dan setelah itu, aku merebahkan kembali tubuhku di atas kasur. Dan ku latunkan do'a sebelum tidur. Setelah itu, ku pejamkan kedua mataku dan bersiap untuk tidur kembali.
*******
"Ya Allah, aku berserah hanya kepada-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu, jagalah kedua orang tuaku. Dan jagalah janin yang Engkau titipkan ke dalam rahim ibuku. Dan tuntunlah aku berada di jalan-Mu. Jadikanlah aku putra yang berbakti kepada kedua orang tuaku. Amin Ya Robbal Alamin." Do'a Juna setelah melakukan sholat malamnya.
Setelah melakukan sholat sunnah di sepertiga malam, Juna kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dan meregangkan otot-ototnya yang masih terasa kaku.
"Kenapa masih belum terasa mengantuk lagi ya?" Ucap Juna merasa gelisah.
Ternyata Juna masih memikirkan Yulian. Sehingga ia belum bisa memejamkan kembali kedua matanya dengan lelap.
"Nanti sajalah kalau begitu tidurnya." Putus Juna kemudian.
Karena belum bisa memejamkan kedua matanya, Juna lebih memilih memainkan ponselnya terlebih dahulu. Untung saja besok adalah hari minggu. Di mana setiap hari minggu adalah hari libur. Hehe..! Jadi Juna bisa bangun siangan.
__ADS_1
Saat mengotak-ngatik ponselnya, tiba-tiba Juna teringat dengan gadis yang pernah berkata kasar kepada kakaknya, Karina. Dan ketika masuk sekolah nanti, ia memutuskan untuk menemuinya.
Sudah hampir satu jam Juna memainkan ponselnya, sehingga kini ia mulai mengantuk kembali. Dan secara perlahan Juna memejamkan kedua matanya dan tertidur dengan pulas.