HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 50


__ADS_3

💖💝💖💝💖💝


2 TAHUN KEMUDIAN...


2 tahun sudah berlalu. Di mana aku sudah melupakan semua tentang kisah cintaku yang begitu rumit. Dan sekarang aku tidak tahu dimana keberadaan Yulian dan Kamila. Hanya kenangan cincin dan kalung berlian yang diberikan Yulian untukku, yang masih aku simpan sampai saat ini. Karena itu adalah kenangan berharga dari Yulian untukku.


Alhamdulillah kini aku menjadi seorang desainer dalam pembuatan baju. Pasti kalian bertanya-tanya baju yang bagaimana kan? Lihat saja sendiri yuk! Hehe...


"Ehm...ehm....!" Suara deheman dari seseorang yang mengejutkanku.


"Sibuknya nih orang satu ya!" Ucap kak Fadli kemudian.


"Iya nih kak, aku lagi buat desain baju yang diminta sama klien untuk acara pernikahannya nanti." Balasku yang masih fokus dengan kertas putih dengan coretan gambaran baju.


"Oh gitu, jadi kamu sudah bertemu sama klien itu dan dia meminta baju pernikahannya nanti kamu yang buat begitu ya?" Tanya kak Fadli ya begitulah.


"Belum sih kak. Aisyah malah belum bertemu sama sekali dengan orang yang memesan itu. Tapi kita sering berhubungan melalui handhphone. Soalnya, dia masih ada di luar negeri." Jawabku menjelaskan yang dibalas anggukan pelan oleh kak Fadli.


"Eh tapi, ngomong-ngomong kak Fadli ngapain di rumah Aisyah?" Tanyaku kepada kak Fadli dan menghentikan aktifitasku.


"Oh itu, biasalah kakak kamu yang satu itu minta kakak untuk jemput kamu dan nemenin dia dirumah." Jawab kak Fadli dengan senyuman.


Ya... setelah acara pernikahan antara kak Maryam dan kak Fadli 1 tahun lalu, aku memutuskan untuk mencari kontrakan kecil dan memulai usaha yang aku impikan dari dulu. Dan kontrakan itu lumayan jauh juga dari rumah papa dan ayah. Tapi, mereka menyetujui apa yang aku putuskan.


"Memangnya kenapa dengan kak Maryam? Apa dia tidak sedang bertugas hari ini kak?" Tanyaku penasaran dan sedikit merasa khawatir.


"Tadinya sih dia sudah dari rumah sakit, tapi anehnya saat dia kembali pulang dia malah menangis. Kakak sendiri merasa khawatir, tapi saat kakak bertanya, dia malah meminta kakak untuk menjemput kamu." Ungkap kak Fadli yang membuatku semakin penasaran dan berpikir tentang apa yang sudah terjadi dengan kak Maryam.


"Kenapa ya kak kira-kira?" Tanyaku kepada kak Fadli.

__ADS_1


"Entahlah!" Jawab kak Fadli dengan mengangkat ke dua bahunya .


"Ya sudah kak begini saja, Aisyah selesaikan tugas Aisyah dulu saja. Lagi pula, ini juga kurang sedikit. Kakak balik lagi menemui kak Maryam, nanti Aisyah akan menyusul kakak." Kataku dengan lembut dan tak lepas dari senyuman manis yang aku miliki. Dan dibalas pula dengan anggukan pelan oleh kak Fadli.


🕊🕊🕊🕊


Fadli melangkahkan kaki untuk kembali menemui Maryam istri tercintanya. Dia merasakan ke khawatiran yang seolah tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


"Ada apa ya dengan kak Maryam? Tidak biasanya kak Maryam menangis." Bolak-balik aku berpikir tentang apa yang terjadi saat ini dengan kak Maryam.


Aku benar-benar tidak bisa fokus dengan pekerjaanku kali ini. Tapi, aku harus konsisten untuk segera menyelesaikan gaun ini. Hatiku benar-benar sedang berkecambu .


"Assalamu'alaikum cantik! Bagaimana dengan desain gaunnya apakah sudah jadi?" Tiba-tiba ada pesan dari ponselku dan setelah aku membuka pesan itu, ternyata adalah pelangganku dari jauh yang saat ini gaun pernikahannya sedang aku desain.


"Aduh, aku harus jawab apa ya? Aisyah, kamu itu harus konsisten... Harus fokus!" Ucapku dalam hati.


"Insyaallah akan selesai hari ini cantik, dan setelah selesai desainnya nanti, saya akan segera konfirmasi sama kamu cantik." Ucapku untuk membalas pesannya.


Ya_selama pertama kali aku mengenal dan menerima ajuan permintaan dari perempuan yang memintaku untuk men desain baju pengantinnya itu, dia memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan cantik. Entahlah ada apa dan kenapa? Sampai sekarang aku sendiri juga belum tahu siapa dia, nama aslinya, fotonya, bahkan suaranya pun aku belum pernah mendengarnya. Namun anehnya, dia sudah memberiku bayaran sebelum hasil kerjaku selesai.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga setelah beberapa jam." Ungkapku dengan bahagia.


Entah kenapa hatiku senang melihat desain gaun pernikahannya. Begitu cantik dan anggun, sampai-sampai aku sendiri ingin memakainya. Haha... Dasar Aisyah, calon saja belum ada kok mau menikah.



"Assalamu'alaikum cantik. Alhamdulillah gaunnya sudah selesai di desain nih, bagaimana menurut kamu?" Aku mengirimkan gambar dan pesan kepada si cantik. Begitulah aku memanggilnya dan akrab dengannya.


Setelah aku selesai mengirim pesan itu kepada cantik, aku beranjak dan berlalu dari ruang kerjaku. Selagi cantik belum membalas pesan dariku, aku berpikir lebih baik aku menemui kak Maryam terlebih dahulu.

__ADS_1


💦💦💦💦


"Assalamu'alaikum!" Ucapku sambil mengetuk pintu rumah kak Maryam yang tak lain rumah Mama yang di tempati dulu. Dan sedangkan mama lebih memilih tinggal di rumah papa.


"Wa'alaikumsalam!" Balas dari dalam dengan suara lembut yang kecil dan tak lain itu adalah Karina, malaikat kecil kak Maryam dan kak Fadli yang ber umur kurang lebih hampir 2 tahun.


"Tante Aisyah, ayo masuk tante." Sapanya dan pintanya kepadaku dengan senyuman cerianya.


"Baiklah peri kencil tante. Oh iya, ayah dan bunda kamu dimana sayang?" Tanyaku kepadanya yang dibalas dengan mengarahkan telunjuknya ke arah kamar dan tak lain itu adalah kamar kak Fadli dan kak Maryam.


"Baiklah sayang, nanti kita main lagi. Sekarang tante harus bertemu dengan ayah dan bunda kamu. Ok?" Pintaku secara perlahan kepada Karina dan dibalas dengan anggukan pelan darinya yang seakan dia menyetujui.


Setelah berbicara sedikit dengan Karina, aku berlalu dan menaiki tangga untuk menuju kamar ke dua kakakku. Karena dalam hatiku masih ada rasa penasaran.


"Tok...Tok..Kak...Ini Aisyah !" Kataku dengan mengetuk pintu kamar mereka.


Terkejut. Aku benar-benar terkejut dengan reaksi dari kak Maryam setelah membuka pintu kamarnya. Dia memelukku sambil menangis. Entahlah apa yang terjadi.


"Kak, kenapa kakak menangis? Ayo masuk ke kamar dulu dan jelaskan semuanya apa yang sudah terjadi. Biar Aisyah dan kak Fadli tidak bingung dengan sikap kakak." Pintaku pelan kepada kak Maryam.


Setelah kami, ya kami... Aku, kak Maryam dan kak Fadli berada di ruangan persegi yang sedikit megah itu, akhirnya kak Maryam secara perlahan membuka pembicaraannya.


"Aisyah, kakak benar-benar tidak kuasa menahan tangis ketika mendengar berita 2 tahun lalu. Ma'afkan kakak Aisyah, kakak terlambat mengetahui semua ini." Ungkap kak Maryam dengan tangisannya yang tersedu-sedu.


Aku dan kak Fadli saling menatap untuk mencari tahu apa maksud dari perkataan kak Maryam. Ada apa dengan 2 tahun lalu? Apa yang sudah terjadi 2 tahun lalu?


BERSAMBUNG....


Terimakasih sahabat readers sampai disini dulu ya! Aku akan buat kalian semakin penasaran. Jangan lupa like, komentar dan voye kalian unyuk novel ini. Dan jangan lupa baca ceritaku yang satunya ya, yang berjudul Hanan&Hanum.

__ADS_1


__ADS_2