
ππππ
Yulian begitu bersemangat saat akan kembali ke rumah sakit untuk menemui Aisyah, istrinya. Dengan seikat bunga kesuakaan Aisyah yang ia bawa, ia berharap bahwa Aisyah menyukai bunga itu.
"Semoga saja dengan ini Aisyah suka. Aisyah, aku mencintai mu." Ucap Yulian saat memasuki rumah sakit.
Disaat Yulian akan melangkahkan kakinya secara perlahan untuk menuju ke ruangan Aisyah, disaat itu pula Aisyah memiliki rasa penasaran yang besar terhadap sosok lelaki yang sudah menikahinya.
"Kenapa kehadirannya lama sekali?" Ucap Aisyah serasa tidak sabar.
Perjalanan Yulian pun semakin dekat dengan tujuannya, yaitu ruangan Aisyah. Namun, saat perjalanan menuju ke ruangan Aisyah yang sedikit lagi hampir sampai, tiba-tiba Yulian harus menerima telfon dari seseorang. Entahlah siapa dia.
"Halo, assalamu'alaikum pa!" Ucap Yulian menyapa.
"Wa'alaikumsalam. Kamu dimana sekarang?" Tanya pak Brian kepada Yulian.
"Sekarang Yulian sudah di rumah sakit pa, kenapa memangnya pa? Ma'af tadi ada rapat di kantor, jadi Yulian sengaja mematikan handphonenya." Jawab Yulian menjelaskan.
"Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa. Segeralah datang ke sini." Ucap pak Brian lagi, lalu menutup telfon nya dengan ucapan salam.
"Kok aneh ya, memangnya ada apa?" Tanya Yulian dalam batinnya.
Inilah kejutan untuk Yulian. Begitu pun dengan Aisyah, dia juga penasaran dengan sosok lelaki yang menjadi suaminya.
ππππ
"Assalamu'alaikum mas Fadli." Ucap Maryam menelfon Fadli.
"Wa'alaikumsalam sayang. Tumben jam segini telfon, ada apa nih?" Tanya Fadli kepada istrinya.
"Emm... Bunda lagi seneng banget deh ayah. Bunda punya kejutan buat ayah." Jawab Maryam penuh dengan teka-teki bagi Fadli.
"Kejutan apa sih bun? Ayah kok jadi penasaran ya!" Ungkap Fadli menerka-nerka.
"Rahasia dong ayah, masak kejutan harus di kasih tahu. Makanya sekarang ayah ke rumah sakit saja. Soal nya, kejutannya ada di sini." Balas Maryam yang masih dengan teka-teki.
Karena merasa penasaran dengan apa yang di maksud oleh Maryam, akhirnya Fadli segera bergegas datang ke rumah sakit setelah menyelesaikan pertemuannya dengan para dosen.
πΉπΉπΉπΉ
"Apa kamu yakin nak dengan tujuan kamu?" Tanya Pak Ilham meyakinkan.
"Iya pak, saya benar-benar yakin." Jawab Joko dengan keyakinan lnya.
"Baiklah, kalau begitu bapak tidak bisa menjawab keinginan kamu. Sekarang, bapak serahkan kepada kamu Humaira. Bagaimana keputusan kamu?" Tanya pak Ilham kepada putri semata wayang nya.
"Ayah, Humaira... Humaira mau ayah." Jawab Humaira gugup.
"Sekarang, kamu sudah mendengar jawaban anak saya nak. Bapak dan juga ibu pun menyetujui keputusan Humaira." Ucap pak Ilham.
"Alhamdulillah, tetinakasih pak. Kalau begitu, besok lusa saya akan mengajak kedua orang tua saya untuk datang kemari dan menentukan tanggal pernikahannya." Balas Joko meyakinkan.
Setelah niat Joko di setujui dan lamaran nya di terima, akhirnya Joko pun berpamitan kepada kedua orang tua Humaira dan meninggalkan rumah itu dengan mobil sedan hitam miliknya.
__ADS_1
ππππ
"Assalamu'alaikum, Ma!" Pak Nugraha mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam pa!" Balas bu Widia dari dalam.
"Lho kok, Papa sudah pulang?" Tanya bu Widia merasa heran.
"Emm... Papa memang sengaja pulang lebih awal Ma. Papa punya kejutan buat Mama. Sekarang Mama ikut Papa makan di luar." Jawab pak Nugraha menjelaskan.
"Kejutan apa sih Pa? Lha Joko kemana sama Yulian, kenapa tidak ikut pulang? Terus, kalau Mama ikut Papa bagaimana dengan makanan anak-anak nanti Pa, kasihan kalau mereka pulang tidak ada makanan." Ucap bu Widia.
"Kan ada bibik Ma, lagian mereka pasti makan di luar juga. Sudah lah, Mama tidak usah mengkhawatirkan mereka. Mereka kan sudah besar semuanya Ma." Balas pak Nugraha dengan sikap yang manja kepada bu Widia.
"Ih, Papa ini ya!" Ucap bu Widia saat dirinya di peluk oleh pak Nuggraha.
Setelah ke pulangan bu Widia, pak Nugraha menjadi orang yang manja dan romantis. Dan sering kali bu Widia dan pak Nugraha bercanda seperti itu. Seperti layaknya pengantin baru. Hohoho...!
ππππ
"Akh sudahlah, tanya sama Papa nanti saja." Ujar Yulian pada akhirnya.
Karena merasa penasaran, Yulian pun segera menuju ke ruangan Aisyah dan menemui papa mertuanya.
"Assalamu'alaikum Pa, Ayah, Ma!" Ucap salam Yulian sambil mencium tangan mertuanya..
"Wa'alaikumsalam!" Balas pak Brian, pak Muchtar dan bu Maria beergantian.
"Ma'af Pa, kalau boleh tahu kenapa ya Papa tadi menelfon Yulian? Apakah ada hal yang penting?" Tanya Yulian memulai percakapan di antara mereka semua.
"Masuk ke dalam Pa? Memangnya ada apa Pa?" Tanya Yulian penasaran.
"Sudah lah, kamu masuk saja dulu." Jawab pak Brian dengan senyum.
Karena merasa semakin penasaran, Yulian pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan secara perlahan.
πΊπΊπΊπΊ
"Assalamu'alaikum semuanya!" Ucap salam Fadli.
"Wa'alaikumsalam. Akhirnya kamu sampai juga ke sini nak." Balas pak Muchtar.
"Iya ayah, alhamdulillah pertemuannya tadi lancar. Jadi, Fadli langsung datang ke sini setelah menerima telfon dari Maryam." Ujar Fadli menjelaskan.
"Maryam? Apakah Maryam sudah memberitahukan kamu sesuatu hal?" Tanya pak Muchtar memastikan.
"Sesuatu hal apa Ayah? Sebenarnya sih, Maryam hanya bilang dia memiliki sebuah kejutan untuk Fadli. " Jawab Fadli dengan polosnya.
"Ya sudah, kamu tunggu Maryam di sini saja dulu." Ucap pak Muchtar yang meminta Fadli.
"Baiklah! Kalau begitu Fadli mau ke toilet saja dulu." Balas Fadli mengiyakan.
Haduh Fadli, masak gitu saja tidak bisa nebak sih. Hohoho!
__ADS_1
ππππ
"Insyaallah, aku ingin hidup bersamamu Humaira. Aku yakin, kamu adalah wanita yang di pilihkan Allah SWT untukku." Ungkap Joko dalam batinnya.
Iya... Joko sangat menggila saat pertama kali melihat Humaira di sebuah masjid besar. Di mana Joko sedang singgah sebentar di masjid itu. Dan kebetulan, masjid itu dekat dengan rumah sakit jiwa. Di mana itu adalah tempat bu Widia pernah di rawat.
"Halo assalamu'alaikum pa. Ada apa pa?" Ucap Joko saat menerima telfon.
"Wa'alaikumsalam. Kamu sekarang dimana nak?" Tanya pak Nugraha.
"Sekarang Joko lagi di perjalanan menuju ke kantor lagi pa. Ada apa memangnya papa menelfon?" Joko berbalik bertanya.
"Tidak apa-apa nak. Papa cuma mau bilang nanti kamu makan malam sendiri ya, soalnya papa lagi keluar sama mama." Jawab pak Nugraha menjelaskan.
"Oh begitu rupa nya. Baiklah pa, siap. Tapi, Joko mau membicarakan sesuatu hal yang penting kepada papa dan mama." Balas Joko dengan penjelasannya.
"Akh iya, nanti papa dan mama tidak akan larut kok pulangnya. Kamu tunggu saja di rumah. Ya sudah kalau begitu, papa harus menutup telfon nya dulu. " Ucap pak Nugraha.
Setelah percakapan sebentar antara pak Nugraha dengan putra sulungnya, kini pak Nugraha memulai memadu kasih kembali bersama bu Widia istri nya. Sedangkan Joko, dia memilih kembali ke kantor.
πΉπΉπΉπΉ
"Assalamu'alaikum!" Ucap salam Yulian memasuki ruangan Aisyah.
"Wa'alaikumsalam!" Serentak Maryam, bu Laila dan Aisyah menjawab salam.
"Yulian?" Ucapku dalam batin.
"Aisyah?" Panggil Yulian pelan.
"Ya sudah, kini waktunya untuk kalian saling bertemu dan berbicara." Ucap bu Laila lalu pergi meninggalkan mereka.
"Iya, saat nya kalian mengobrol. Tapi ingat, jangan terlalu lama. Karena Aisyah masih harus memulihkan tenaganya." Tutur Maryam kepada adik ipar nya, Yulian.
Setelah bu Laila dan Maryam meninggalkan Aisyah dan Yulian sendiri, kini suasana menjadi terasa kikuk untuk saling berbicara di antara mereka berdua.
"Hai Aisyah, apa kamu baik-baik saja? Aku sangat mengkhawatirkan keadaan kamu." Ucap Yulian berbasa-basi.
Haduh Yulian, masak sama istri sendiri harus pake basa-basi semacam itu sih! Hohoho...!
"Pasti kamu tahu jawabannya. Tapi, aku tidak memakai cadarku untuk menutupi auratku. Kenapa kamu berani menemuiku? Seharusnya kamu bisa menjaga kehormatanku." Ucap Aisyah dengan pertanyaannya.
"Aku selalu menjaga kehormatan istriku, Aisyah. Aku sudah menjadi suamimu yang sah di negara maupun agama selama satu tahun dan untuk selamanya. Aku selalu berusaha untuk menemanimu setiap waktu ku. Aku menantikan waktu seperti ini, di mana kamu sadarkan diri dari koma mu. Ma'afkan aku Aisyah!" Jawab Yulian dengan penjelasannya dan setelah itu mencium kening Aisyah dengan penuh cinta.
Saat mendengar penjelasan dari Yulian, Aisyah hanya terdiam. Mencoba mencerna setiap perkataan Yulian. Namun, dalam batin nya masih penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang siap meluncur di waktu yang tepat, karena Aisyah masih harus menjaga kondisinya.
"Aisyah, kenapa kamu menangis sayang? Apa kamu merasakan sakit? Dimana yang sakit sayang? Ma'af, jika kamu tidak menyukai aku atau tidak menginginkan pernikahan ini dalam hidupmu. Aku hanya ingin merasakan bahagia bersamamu dan aku hanya ingin menikah dengan mu." Tanya Yulian kepada Aisyah dengan kelembutan.
Saat ciuman mesra itu mendarat di kening Aisyah, entah kenapa Aisyah malah menangis? Menitihkan air mata nya secara perlahan. Dan itu membuat Yulian menjadi merasa bersalah. Entah ada apa dengan Aisyah.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN.
__ADS_1
SEKALIAN YA , BACA NOVEL AKU YANG SATU NYA LAGI . HANAN DAN HANUM . OK ! TERIMAKASIH ! ππππ