
ππππ
Bu Laila masih mencoba mengatur nafasnya untuk memberikan jawaban kepada pak Brian, bu Maryam dan lainnya.
"Tadi Aisyah seperti menggerakkan jari-jari nya. Ibu pikir mungkin saja Aisyah akan segera sadarkan diri." Ungkap bu Laila kemudian.
"Apa?" Ucap pak Muchtar, bu Maria dan pak Brian bersamaan.
Mereka semua terkejut dengan apa yang di ungkapkan sama bu Laila. Mereka serasa tidak percaya tapi, mereka benar-benar berharap itu semua akan terjadi.
"Dokter... Dokter...!" Teriak pak Muchtar dan pak Brian bersamaan.
ππππ
Saat ini keluarga Yulian sedang berkumpul bersama di ruang keluarga. Etsss... Tapi bukan berarti Yulian sedang bersenang-senang sendiri loh ya! Raga Yulian memang berada di ruangan itu, tapi pikirannya tetap ke Aisyah.
"Ma...!" Panggil Yulian pelan.
"Emmm...!" Balas bu Widia dengan deheman.
"Mau apa tuh!" Sambung Joko melirik ke arah Yulian.
"Ada apa sayang?" Tanya bu Widia sambil memandang wajah putranya itu.
"Boleh kah Yulian tidur di pangkuan Mama?" Ungkap Yulian sedikit ragu.
"Tentu boleh dong sayang! Kemarilah!" Jawab bu Widia.
"Yah..manja..manja...!" Ucap Joko meledek adiknya.
"Biarin, apaan sih. Bilang saja kalau ngiri, iya kan?" Sambung Yulian membalas ledekan kakaknya.
"Sorry, tidaklah. Ngapain juga mas ngiri sama kamu? Kalau mas kan cukup cium dan peluk Mama." Balas Joko yang kemudian memeluk dan mencium bu Widia.
"Hmmm ... Sudah-sudah kalian ini ya, sudah pada besar juga tetap ribut saja." Sambung bu Widia dengan senyum.
"Kalian ini ya, seperti anak kecil saja. Lihat ini sudah jam berapa? Ayo kalian ikut Papa ke kantor sekarang juga. Jangan manja terus sama Mama kalian." Ucap pak Nugraha tiba-tiba.
"Bilang saja kalau Papa cemburu sama kita berdua. Karena, Mama lebih sayang sama kita, iya kan Pa?" Ledek Yulian dan Joko.
"Kalian!" Ucap pak Nugraha sambil melihat ke arah kedua putranya, lalu melangkahkan kaki ke luar.
"Baik bos!" Balas Yulian dan Joko bersamaa.
__ADS_1
"Bagaimana Ma, Yulian kerenkan pakai jas begini?" Tanya Yulian dengan memperlihatkan apa yang di pakainya.
"Iya sayang, kalian berdua memang putra-putra Mama yang keren dan tampan." Jawab bu Widia dengan senyum.
"Ya sudah ayo kita berangkat, nanti pak bos besar akan marah kalau kita tidak segera keluar." Sambung Joko kemudian.
Akhirnya Joko dan Yulian pun keluar bersama-sama, tapi sebelum mereka pergi meninggalkan mamanya mereka tidak lupa mencium tangan dan pipi mama nya itu. Ya...mungkin saja mereka merindukan sosok ibu yang bisa memanjakan mereka.
ππππ
Suasana keluarga Aisyah di rumah sakit masih terlihat tegang dan khawatir. Mereka menunggu kedatangan seorang dokter yang akan memeriksa keadaan Aisyah. Dan pak Brian serta pak Muchtar di sibukkan dengan ponsel mereka untuk menelfon Fadli dan Yilian, karena kebetulan mereka tidak sedang berada di rumah sakit.
"Dokter, tolong periksa putri saya dok! Tadi dia seperti menggerakkan jari-jarinya." Ucap bu Laila saat dokter yang mereka tunggu telah tiba.
"Baik bu, sebentar saya akan periksa dulu putri ibu. Dan ibu bisa tunggu di sini sebentar." Balas dokter itu dengan lembut.
Dokter itu pun masuk dan memeriksa keadaan Aisyah. Pasti kalian ikut penasaran kan bagaimana kelanjutan Aisyah, apakah dia akan segera sadarkan diri? Ok lanjut saja yuk!
ππππ
Saat perjalanan menuju kantor pak Nugraha hanya terdiam, berbeda dengan ke dua putranya. Yulian dan Joko terus membicarakan masalah kantor yang akan mereka bahas pada rapat nanti.
"Mas Joko, coba lihat ke arah Papa tuh! Kenapa Papa hanya diam saja?" Tanya Yulian berbisik kepada Joko.
"Iya sih, kamu betul juga. Sepertinya ada yang aneh sama Papa." Jawab Joko berbisik.
"Iya sih, betul juga. Tapi kenapa ya?" Ucap Yulian merasa aneh.
Ya jelas aneh lah, pak Nugraha memang hanya diam saja selama perjalanan tapi, ekspresi wajah nya itu loh yang terlihat senyum-senyum sendiri. Hayoo, ada apa ya kira-kira dengan pak Nugraha? Hohoho...!
πΊπΊπΊπΊ
"Halo assalamu'alaikum ayah!" Jawab Fadli saat mengangkat telfonnya.
"Wa'alaikumsalam Fadli. Nak, cepatlah kamu sekarang juga datang ke rumah sakit ." Ucap pak Muchtar .
"Ke rumah sakit? Tapi, sepertinya kalau sekarang Fadli belum bisa ayah. Fadli harus berkumpul sama dosen yang lain untuk membicarakan sesuatu hal tentang kegiatan murid-murid besok ayah." Balas Fadli menjelaskan.
"Oh seperti itu, ya sudah kalau begitu nak. Kamu hati-hati." Tutur pak Muchtar.
"Memangnya ada apa ayah?" Tanya Fadli.
"Tidak apa-apa nak! Kamu tidak usah berpikiran yang aneh-aneh. Tidak terjadi apa-apa kok." Jawab pak Muchtar.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu nak!" Sambung pak Muchtar kembali dan setelah itu menutup telfonnya dengan ucapan salam.
Pak Muchtar memang tidak menceritakan yang sebenarnya kepada Fadli, karena lebih baik Fadli tidak tahu apa yang belum pasti akan terjadi.
Setelah menerima telfon dari ayahnya, Fadli merasa penasaran dan berpikir bahwa terjadi sesuatu di rumah sakit, tapi entah itu apa.
π¦π¦π¦π¦
"Pa....apa Papa baik-baik saja?" Tanya Yulian pada akhirnya.
"Ah...iya... Papa baik-baik saja kok. Ada apa memangnya? Kenapa kamu bertanya seperti itu kepada Papa?" Jawab pak Nugraha yang berujung berbalik bertanya kepada Yulian.
"Tapi kita berdua merasa bahwa Papa tidak sedang baik-baik saja. Aneh saja menurut kami." Ucap Yulian sambil menyatukan ke dua alisnya.
"Aneh bagaimana memangnya? Kalian salah melihat kali." Ucap pak Nugraha mengelak.
"Eeee.... Mungkin seperti itu." Balas Yulian dengan nyengir.
Haha... pasti lucu ekspresi Yulian dan sedangkan Joko hanya terdiam mendengar percakapan papanya dan adiknya itu.
Setelah beberapa menit kemudian, sampailah mereka di lokasi kantor. Dan menuju ke ruangan masing-masing. Saat berjalan menuju ke ruangan mereka masing-masing, banyak kariawan lain menyambut dan menyapa kedatangan mereka. Ya jelas lah... Mereka itu kan bos. Hihi...!
"Ok, semua sudah di periksa. Sekarang saat nya menuju ke ruang rapat. Bismillahirrohmanirrokhim, Aisyah do'a kan aku semoga lancar dalam rapat ini dan segera menjumpaimu kembali. I always miss you Aisyah." Ucap Yulian dengan semangatnya.
Ya... Acara rapat pun akan segera di mulai. Kini persiapan sudah 100% untuk memulai rapat itu, karena semua orang penting sudah hadir dalam satu ruangan.
πΏπΏπΏπΏ
"Kenapa dokternya lama sekali ya?" Ungkap bu Laila tidak sabaran.
"Sabar ya bu...!" Balas bu Maria.
Bu Laila merasakan khawatir dan sesekali melihat ke dalam ruangan di balik kaca.
"Kenapa Yulian sulit sekali di hubungi? Ada apa dengannya?" Tanya pak Brian dalam batinnya.
Pak Brian sudah beberapa kali menghubungi Yulian , namun tidak ada jawaban sama sekali. Mungkin saja karena ada rapat penting di kantor, Yulian sengaja mematikan handphonenya.
Dokter pun juga belum kunjung keluar. Ada apa sebenarnya? Bagaimana keadaan Aisyah saat ini?
ππππ
Jari Aisyah kembali di gerakkan. Dan secara perlahan, Aisyah mengerdip kan kedua matanya. Dan sesekali dia membuka kedua matanya secara perlahan. Ke ajaiban itu pun ada, alhamdulillah kini Aisyah di nyatakan telah sadarkan diri.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
SAMOAI DI SINI DULU YA..LANJUT LAGI BESOK ...! JANGAN LUPA LIKE , KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA..! TERIMAKASIH. BOM LIKE DARI KALIAN SELALU AI TUNGGU.