
ππππ
Malam kian semakin melarut. Joko yang melihat Yulian sudah tertidur dengan begitu pulasnya, dia pun memilih untuk tidur di bagian kursi ruang tunggu.
1 Tahun Kemudian...
Dengan seiringnya waktu yang sudah berlalu sampai 1 tahun sudah terlewati, kini bu Widia sudah di perbolehkan pulang. Berkat dukungan keluarga terdekat, bu Widia alhamdulillah sudah jauh lebih baik.
"Kamu dimana?" Tanya Joko melali telfon.
"Aku masih di rumah sakit, sedang menunggu ibu dan yang lain datang." Jawab Yulian.
"Ok. Kalau sudah segeralah meluncur pulang." Ucap Joko meminta Yulian.
"Baiklah." Balas Yulian.
Ya...mereka ingin menyiapkan penyambutan kepulangan mama mereka atau lebih jelas nya kepulangan dan kesembuhan bu Widia.
ππππ
"Sayang, ma'af kalau hari ini aku lagi-lagi harus meninggalkan kamu. Tapi, aku akan selalu ada buat kamu kapan pun kamu membutuhkan aku, suamimu." Ucap Yulian.
Ya...Selama 1 tahun yang sudah berlalu sampai sekarang, Aisyah belum juga sadarkan diri. Namun, Yulian tetap setia menemani Aisyah ya.. Walaupun dia bakal pergi juga untuk bekerja. Tapi, dia tidak pernah lupa selalu memberi Aisyah hadiah-hadiah kecil dan tak lupa juga kecupan manis dari suami yang selalu romantis.
Kapan sih, Aisyah nya sadar? Hohoho... Kasihan Yulian. π’
"Assalamu'alaikum!" Ucap Maryam sambil membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam. Kak Maryam?" Balas Yulian.
"Iya, aku sengaja berangkat pagi-pagi sekali. Soalnya ada sift pagi dan nanti siang juga ada jadwal operasi penting." Ucap Maryam menjelaskan.
"Kamu sudah rapi banget pagi ini? Sudah mau berangkat?" Tanya Maryam.
"Emm... Belum sih kak kalau berangkat bekerja. Tapi, ada acara di rumah. Karena mama saya sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit jiwa. Jadi, ada pesta kecil untuk memberi sambutan atas pulangnya mama." Jawab Yulian menjelaskan.
"Ya sudah, kamu pergi saja. Biarkan Aisyah aku yang jaga dulu." Ucap Maryam.
Ya...berhubung keluarga besar Aisyah sudah tahu kalau mama Yulian pernah berada di rumah sakit jiwa, jadi Maryam tidak terkejut atas jawaban Yulian.
"Memangnya tidak apa-apa kak?" Tanya Yulian memastikan.
"Tidak lah. Lagian Aisyah kan juga adik kakak." Jawab Maryam.
"Baiklah kalau begitu, aku titip Aisyah ya kak. Assalamu'alaikum!" Ucap Yulian berpamitan.
__ADS_1
Ternyata dan ternyata, saat percakapan Yulian dan Maryam berlangsung mereka tidak saling menatapnsatu sama lain. Karena Maryam akan tetap menjaga pandangannya dan Yulian akan tetap menghargai itu.
πΏπΏπΏπΏ
"Yulian...Yulian. Ternyata kamu bisa membagi waktu untuk Aisyah, bekerja, dan keluarga. Termasuk dengan anak-anak juga, kamu bisa mengajak mereka bermain." Ucap Maryam sambil tersenyum manis.
Selama 1 tahun, Yulian harus sering tinggal di rumah mertuanya. Karena, itu kemauan keluarga Aisyah mungkin, hanya beberapa kali dia ke rumah papanya dan di rumahnya sendiri.
"Assalamu'alaikum!" Ucap salam dari seseorang.
"Wa'alaikumsalam. Eh ibu." Balas Maryam sambil mendekati ibu mertua nya dan mencium tangannya.
"Iya sayang, dimana Yulian?" Tanya bu Laila.
"Dia sibuk hati ini bu, makanya dia berangkat pagi..." Jawab Maryam menjelaskan secara detail dan di balas dengan anggukan pelan oleh bu Laila.
Setelah bu Laila dan yang lain sudah datang, kini saat nya Maryam menjalankan tugas nya. Dan dia harus kembali ke ruangannya.
π¦π¦π¦π¦
"Halo Assalamu'alaikum!" Ucap Yulian memberi salam.
"Wa'alaikumsalam! Kamu dimana?" Tanya Joko.
"Sebentar lagi mas sampai." Jawab Joko.
"Baiklah , kami tunggu." Ucap Yulian.
Ya...selama 1 tahun silam, Yulian berusaha memanggil Joko dengan awalan kakak. Mungkin itu sulit untuk di ucapkan, namun bagi Yulian itu harus. Karena agar Yulian bisa menjalin hubungan dengan Joko seperti kakak dan adik.
Tidak lama kemudian, muncul lah mobil sedan berwarna hitam masuk ke dalam ruangan parkir rumah Yulian atau rumah pak Nugraha.
πΉπΉπΉπΉ
"Awas pelan-pelan Ma." Ucap Joko sambil membuka pintu mobil yang di kendarai nya.
"Iya sayang, Mama itu sudah tidak apa-apa. Memangnya Mama sudah nenek-nenek atau sakit parah begitu, terus harus di tuntun sama putra Mama." Ucap bu Widia sambil bercanda.
"Iya Ma Joko tahu. Tapi kan, ini tanda sayangnya Joko sama Mama." Balas Joko sambil tersenyum.
Saat berjalan menuju ke dalam rumah, hanya percakapan sederhana yang menjadi candaan bu Widia dan Joko. Mereka berdua terlihat begitu dekat , bukan hanya dengan Joko saja melainkan dengan pak Nugraha dan Yulian.
"Suprise....!" Ucap pak Nugraha, Yulian dan pembantu rumah tangga mereka memberi kejutan.
"Ah, kalian semua!" Ucap bu Widia terkejut.
__ADS_1
"Bagaimana sayang, apakah kamu suka dengan kejutan kami?" Tanya pak Nugraha.
"Iya sayang, suka sekali malahan." Jawab bu Widia dengan senyumnya.
"Ya sudah, mama duduk saja dulu. Ada kejutan lain dati kita." Sambung Yulian.
"Yulian...!" Ucap bu Widia dan belum sempat berlanjut, kalimat itu terpotong oleh Yulian.
"Tara... Ini dia. Ada makanan spesial untuk Mama. Makanan ini adalah kesukaan mMma." Ucap Yulian sambil menyodorkan sebuah makanan kesukaan mama nya itu.
"Sayang, bagaimana bisa kamu terlihat bahagia seperti ini demi Mama. Sedangkan hati kamu merasakan sakit dan bersedih dengan istri kamu." Ucap bu Widia sambil memegang tangan Yulian.
"Ma... Yulian akan terus bersabar menanti keajaiban dari Allah, insyaallah istri Yulian akan segera sadar. Seperti mama yang di berikan kesembuhan secepat itu sama Allah." Balas Yulian sambil memandang lekat wajah mamanya.
Bu Widia sudah tahu semua tentang Yulian dan istrinya melalui Joko. Ya... karena Joko tidak mau adik nya itu bersedih atas belum sadarnya Aisyah.
ππππ
"Assalamu'alaikum sayangnya ibu. " Lihat lah putri ibu, dia menjadi seorang ratu hari ini. Karena selalu di rawat oleh sang raja nya. Andai kamu tahu sayang, suamimu sudah menunggu kehadiranmu sejak lama. Segeralah sadarkan diri. " Ucap bu Laila berbisik kepada Aisyah.
Saat bu Laila membisikkan kalimat itu, tak lama kemudian Aisyah menggerakkan jari nya secara perlahan.
"Sayang, kamu menggerakkan jari kamu? Apa itu pertanda hal baik untukmu nak?" Tanya bu Laila dalam batinnya.
"Dokter... Dokter...!" Teriak bu Laila setelah membuka pintu ruangan itu.
"Kenapa bu, ada apa memangnya?" Tanya pak Muchtar terkejut.
Ya jelas lah kalau pak Muchtar terkejut, habis nya bu Laila teriak memanggil dokter dengan menangis sih. Hohoho...
"Itu ayah, Aisyah ayah..." Belum terlanjut kalimat yang di ucapkan bu Laila namun, sudah terpotong oleh yang lain.
"Kenapa dengan Aisyah bu?" Tanya bu Maria.
"Iya kenapa dengan Aisyah?" Tanya pak Brian.
"Iya bu, ada apa dengan Aisyah? Apa yang terjadi dengannya?" Tanya pak Muchtar.
Lagi-lagi mereka di landa ke khawatiran karena, bu Laila yang tetap belum menjawab pertanyaan mereka.
BERSAMBUNG...
SEKIAN DULU YA...LANJUT NANTI...
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA...
__ADS_1