HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 71


__ADS_3

🕊🕊🕊🕊


"Aisyah?" Panggil dokter pelan.


Saat dokter berusaha memanggil Aisyah, secara perlahan Aisyah menggerak kan kembali jarinya dan membuka pelan kedua matanya.


"Dokter...!" Ucap Aisyah lirih.


"Iya, pelan-pelan saja ya." Balas dokter itu dan lalu pergi meninggalkan Aisyah sendiri di dalam ruangan.


"Dok, bagaimana keadaan putri saya dok?" Tanya bu Laila dengan sergap nya setwlah dokter itu keluar.


"Alhamdulillah, ini di luar dugaan kami. Atas kehendak Allah SWT, Aisyah sadarkan diri dan kalian bisa menemui nya. Tapi, jangan terlalu di ajak bicara." Tutur dokter.


"Alhamdulillah, terimakasih dok!" Ucap pak Muchtar.


"Alhamdulillah!" Ucap pak Brian, bu Maria dan bu Laila bersamaan.


"Ya sudah, saya permisi dulu!" Ucap dokter itu.


"Iya dok, sekali lagi terimakasih!" Balas pak Muchtar.


Setelah mendengar penuturan dokter, mereka orang tua-orang tua Aisyah masuk ke dalam ruangan untuk menemui Aisyah.


💦💦💦💦


"Wah... Pak Yulian memang hebat ya! Dia selalu bagus dalam presentasinya. Apalagi di bantu sama pak Joko yang super keren itu." Puji kariawan-kariawan yang saat itu melihat bos mereka sedang rapat.


Ya... Begitulah kakak adik itu di kantor. Banyak pujian dari kariwan-kariawan mereka. Dan mereka berdua cukup berbakat dalam menarik klien untuk bekerja sama. Kompaknya mereka mampu mengembangkan kantor Nugraha dengan pesat.


"Keren, kerja bagus hari ini." Ucap Yulian kepada Joko, namun Joko hanya membalasnya dengan kecuekan.


"Tuh kan, kebiasaannya muncul. Selalu saja di tinggalin." Gerutu Yulian.


Saat selesai rapat, Joko meninggalkan kantor dengan buru-buru dan itu membuat adik lelakinya menggerutu sendirian. Namun, setelah itu Yulian pun juga ikut meninggalkan kantor.


🌹🌹🌹🌹


"Aisyah!" Panggil bu Laila pelan.


"Aisyah!" Panggil pak Brian. pak Muchtar dan bu Maria bersamaan.


Saat semuanya memanggil namaku, aku tidak bisa menjawabnya satu persatu karena tubuhku yang masih terasa lemas. Tapi, aku memberikan senyumanku sebagai tanda bahwa aku merespon mereka. Sungguh, aku merasakan rindu.... Rindu yang amat berat kepada mereka semua.


"Alhamdulillah, kamu akhirnya sadar lkan diri juga. Kami merindukan kamu nak!" Ucap bu Laila sambil menitihkan air mata bahagia.


"Iya sayang, kami sangat merindukan kamu." Sambung bu Maria dan yang lain nya.


Saat mereka mengucapkan rasa rindu mereka kepadaku, lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum untuk membalas ucapan mereka.

__ADS_1


"Ma, bu Laila, tolong di ingat apa kata dokter tadi." Ucap pak Brian pelan.


"Baik Pa, Mama mengerti. Tapi, Mama terlalu bahagia Pa." Balas bu Maria yang ikut menitihkan air mata karena merasa terharu.


"Ya sudah, biarkan bu Laila yang berada di dalam. Kita harus tunggu di luar saja." Tutur pak Brian.


Saat mendengar penuturan pak Brian, pak Muchtar dan bu Maria keluar ruangan dan meninggalkan bu Laila dan Aisyah di dalam ruangan.


💞💞💞💞


"Assalamu'alaikum!" Ucap salam seseorang.


"Wa'alaikumsalam!" Balas seorang perempuan dari dalam rumah yang sederhana.


"Kamu?" Ucap perempuan itu saat melihat Joko.


"Hai, boleh kah aku menemui kedua orang tua kamu?" Tanya Joko dengan senyuman.


"Buata apa kamu ingin menemui kedua orang tuaku?" Tanya gadis itu dengan sinis.


"Ada hal yang oenting yang perlu aku sampaikan kepada kedua orang tua kamu." Jawab Joko dengan sikap yang tenang.


"Baiklah, silahkan masuk." Ucap gadis itu dengan singkat.


Joko pun masuk ke dalam rumah itu. Tapi, entah lah siapa mereka? Siapa perempuan itu? Apa mereka keluarga Joko?


Berhentilah Yulian di sebuah toko. Toko yang tidak asing bagi dirinya. Karena hampir setiap hari dia selalu berkunjung di toko itu.


"Assalamu'alaikum!" Yulian mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam! Emm...Kenapa baru datang?" Tanya penjual di toko itu.


"Ya sorry, tadi ada rapat penting di kantor." Jawab Yulian sambil tersenyum tipis.


"Oh begitu. Nih, sudah selalu di siapkan untukmu seorang." Ucap penjual itu.


"Wah, memang kamu itu sahabat yang baik ya Aida." Balas Yulian dengan pujiannya.


"Ihh.... Kalau ada maunya gitu, selalu muji-muji." Gerutu Aida.


Ya.. Ternyata toko yang selalu di kunjungi Yulian adalah toko bunga milik Aida. Karena, Yulian selalu membeli bunga ke sukaan Aisyah di toko itu. Dan itu pun di lakukan oleh Yulian hampir setiap hari dan setiap pagi nya. Begitu romantis ya Yulian!


"Thanks ya Da, oh iya aku punya sesuatu buat jagoan kecil kamu. ini dia!" Ucap Yulian kepada Aida sambil menyodorkan sebuah mainan mobil-mobil an terkini. Waw... Baik banget yah Yulian.


Ya.... Yulian hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada sahabat nya itu. Karena, hanya Aida lah yang mengerti perasaan Yulian saat kehilangan Aisyah. Kalian tahu sendiri kan, bagaimana dekatnya Aida dengan Aisyah, sehingga Aida tahu persis hubungan kisah pilu mereka.


🕊🕊🕊🕊


"Sayang, kamu masih ingat dengan kami semua kan?" Tanya bu Laila kepada Aisyah.

__ADS_1


"I...Iya bu." Jawabku dengan masih lemas.


"Terimakasih... Terimakasih Ya Allah Engkau telah mengabulkan do'a-do'a kami." Ucap bu Laila sambil mengecup kening Aisyah.


Secara perlahan, aku mampu mengumpul kan kekuatanku untuk berucap satu demi satu kata. Tapi, aku masih belum bisa mengingat apa yang sudah terjadi dengan diriku. Entah mengapa rasa nya sulit untuk mengingat semua nya.


"Selamat dok, adik dokter sudah sadarkan diri." Ucap seorang suster kepada Maryam.


"Apa? Apa suster tidak salah berucap?" Tanya Maryam memastikan.


"Iya dok, keluarga dokter sangat bahagia." Jawab suster itu dengan senyum.


Tak butuh waktu yang lama, Maryam pun langsung berlari menuju ke ruangan Aisyah saat mendengar bahwa Aisyah sudah sadarkan diri.


💦💦💦💦


"Iya, ada apa ya anda ingin menemui kami?" Tanya seorang lelaki paruh baya.


"Ma'af sebelumnya, jika kedatangan saya sudah mengganggu bapak dan ibu. Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya kepada bapak dan ibu. Saya Joko. Dan maksud kedatangan saya kemari adalah ingin mengkhitbah putri bapak." Jawab Joko dengan keyakinannya.


"Apa kamu bersungguh-sungguh dengan apa yang kamu ucapkan nak?" Tanya pak Ilham meyakinkan.


"Iya pak, saya yakin dengan apa yang sudah saya ucapkan." Jawab Joko dengan tegas.


Setelah ucapan lamaran itu tersampaikan kepada kedua orang tua Humaira, alhamdulillah hubungan itu telah di restui.


💞💞💞💞


"Aisyah!" Panggil Maryam pelan.


"Kak Maryam!" Balasku dengan menyembut nama kakak perempuanku.


"Alhamdulillah Ya Allah!" Ucap Syukur Maryam sambil mengelus pipi adiknya.


"Kak... Jangan lah menangis. Kenapa kalian malah menangis saat melihatku?" Ucapku dengan lirih.


"Kami bahagia. Kami terlalu bahagia sayang. Kami sangat merindukan kamu. Apalagi dengan suamimu, dia tidak pernah mengeluh atau memiliki rasa kejenuhan saat menunggu kesadaran kamu kembali." Ucap Kak Maryam kepadaku dan itu membuatku tidak mengerti. Suami? Siapa suami aku? Kapan aku menikah?


"Suami?" Tanyaku kepada kak Maryam untuk memastikan.


"Iya, suami kamu. Tapi saat ini dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin, sebentar lagi dia akan datang." Ucap kak Maryam yang penuh dengan teka-taki bagi ku.


Aku berusaha bersabar untuk menanti kan kedatangan suamiku. Aku juga penasaran dengan lelaki yang menjadi imamku. Siapa dia sebenarnya? Apa aku mengenalnya?


BERSAMBUNG...


SEKIAN DULU YA! BAGAIMANA YA KIRA-KIRA EKPRESI AISYAH SAAT TAHU SIAPA SUAMINYA? TETAP NANTIKAN UP SELANJUTNYA.


JANGAN LUPA BOM LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA!

__ADS_1


__ADS_2