
" Dev apa gak keterlaluan Hukuman mereka? " Tanya Reihan
" menurut Gue masih wajar kok, gue cuma suruh mereka lari kan bukan gue suruh loncat dari gedung " Ucap Devan terkekeh
" Gue serius Dev " Ucap Reihan
" Gak usah terlalu serius gitu, kita masih muda nikmatilah hidup ini " Ucap Devan santai
" lo itu gak pernah serius kalau di ajak ngomong, masalahnya hukuman lo itu terlalu berat buat mereka " Ucap Reihan
" Emang yang bilang hukuman mereka ringan, siapa? " Tanya Balik Devan
Reihan merasa kesal dengan jawaban Devan.
" mereka itu cewek Dev, kalau terjadi apa-apa gimana? "Ucap Reihan
" Santai aja broo, Kalau terjadi sesuatu sama mereka gue sendiri yang akan tanggung jawab " Ucap Devan
" Terserah lo " Ucap Kesal Reihan
" Mending sekarang kita lihat tuhh dua cewek " Ajak Devan
Devan pun bangkit dari duduk nya dan langsung pergi ke lapangan yang di ikuti oleh Reihan.
Di tempat lain...
" Duhhh ber...henti du..lu Nia a..ku udah gak kuat lari lagi " Ucap Zahra dengan napas yang tidak teratur
" sa... sama Ra ak.. gue ju ga gak kuat la..gi " Ucap Kania dengan napas yang tidak teratur
Sekarang Zahra dan Kania sedang menjalankan hukumannya di lapangan.
" Benar-benar itu senior tega banget sama kita " Ucap Zahra
" Benar Ra, berat banget hukumanya masa cuma gara-gara kesiangan kita di suruh lari 20 putaran " Ucap kesal Kania
" kenapa kalian berhenti? " Tanya Revan yang sedari tadi mengawasi mereka
" kak udah ya Lari nya! " mohon Kania
" kalian kan baru 15 putaran masih ada 5 putaran lagi, selesaikan sekarang! " Ucap Revan
" tapi kan kak kaki saya sudah merasa pegal karena terus lari " Ucap Kania
" kalau terjadi apa-apa dengan kami bagaimana kak?, siapa yang akan tanggung jawab? " Tanya Zahra
" Gue " Ucap seseorang yang tiba-tiba datang di hadapan Zahra
" ohhh jadi kak Dev yang akan tanggung jawab sama kami? " Tanya Zahra
" sama lo, nanti kalau gue udah lulus, gue temuin Bokap lo " Ucap Devan santai
" Maksud nya lo mau nikah sama Cewek ini? " Tanya Revan penasaran
" Kita lihat aja nanti " Ucap Devan santai
Sedangkan Zahra hanya diam dan menunduk mendengar perkataan Devan.
" Sekarang Kalian selesaikan hukuman kalian " Ucap Devan
" Tapi kak kami udah lelah " Keluh Kania
" Pokoknya selesaikan dulu Hukuman kalian " Ucap Tegas Devan
__ADS_1
" berat banget hukumannya kak, masa kakak hukum kami seberat ini cuma gara-gara kesiangan " Protes Zahra
" Asal kalian tahu disiplin itu penting, jadi jangan menganggap itu biasa saja" Ucap Reihan
" Kesalahan tetap kesalahan, ini negara Hukum, orang yang salah harus di hukum bukan? " Ucap Devan
" tapi kan kak ini semua bukan sepenuhnya salah kami " Ucap Kania
" Lalu? " Tanya Revan
" Gini kak, kita kan butuh tenaga untuk beraktivitas nah kita harus memberi asupan gizi pada tubuh kita jadi tadi pagi kita makan dulu makanya deh kita telat " Ucap Kania
" Memangnya cuma kalian aja di sini yang manusia kita juga perlu makan tapi kita gak telat tuhh " Ucap Revan
Zahra dan Kania kesal mendengar jawaban Revan.
" enggak hanya itu juga kita kan ke sini itu naik angkot mungkin kakak juga tahu kan kadang-kadang angkot juga selalu telat, karena itu juga kami telat " ucap Zahra
" kenapa gak naik ojeg aja? " Tanya Devan
" kebetulan pangkalan ojeg juga lumayan jauh dari kontrakan kami, kalau kita naik ojek makin telat dong " Ucap Kania
" Terus kenapa gak naik taxi atau ojeg online aja? " Tanya Revan
" emmm emmmm kalau naik taxi atau ojeg online ya kemahalan lah kak buat anak perantau kayak kami " Ucap Zahra
kemahalan? bohong dikit gak papa kali ya. batin Zahra
" Udah ya kak! " Mohon Zahra dan Kania
" Ya udah sekarang kalian boleh ke Aula! tapi kalau besok kalian telat lagi gue jamin hukumannya akan lebih berat dari ini " Ucap tegas Devan
" Terima kasih kak " Ucap senang Zahra dan Kania
" Dev lo beneran suka sama Zahra? " Tanya Revan
" Zahra? " Tanya Devan kebingungan
" Itu cewek tadi yang lo mau tanggung jawab, namanya Zahra dan temannya namanya Kania
" ohhh namanya Zahra, Ya enggak lah gue cuma bercanda" Ucap Devan santai
" lo kayak gak tahu Devan aja, enggak pernah serius dia kalau biacara " Ucap Reihan
" Ya kali aja si Devan kepincut sama cewek berhijab " Ucap Revan terkekeh
" Udahlah sekarang kita ke ruang rapat aja " Ucap Devan yang langsung pergi yang di ikuti oleh Reihan dan Revan
Devan dan kedua temannya sampai di Ruang rapat.
" Dir agenda sekarang apa? " Tanya Devan pada Dira selaku sekertarisnya.
" Seharusnya sih sekarang kita perkenalan dan setelah nya ada kuis, Tapi..." Ucap Dira
"Tapi apa? Apa ada masalah? " Tanya Devan
" Masalahnya kita belum buat soal nya Dev " Ucap Dira
" kenapa belum buat? padahal sususnan agenda sudah jadi minggu lalu seharusnya kalian sudah mempersiapkannya " Ucap Tegas
Semua yang di sana hanya menunduk dan mendengarkan ucapan Devan.
" Maaf Dev " Ucap Dira
__ADS_1
" ini nih yang paling gue gak suka, gak bertanggung jawab padahal kalian sudah di beri tugas masing-masing " Ucap Devan tegas
semua yang ada di sana semakin menunduk karena merasa takut melihat Devan yang semakin marah
" Tenang Broo " Bisik Revan pada Devan
" emmm boleh saya kasih saran Dev ?" Tanya seseorang yang di ketahui namanya adalah sifa yang berjabat sebagai Bendahara
Devan hanya mangangguk untuk merespon pertanyaan sifa
" Bagaimana kalau agenda hari ini kita ganti dengan materi seputar kampus ini aja? " tanya Sifa
Semua yang di sana yang mendengarkan hanya mengangguk saja
" Tapi kan kita perlu catatan tentang kampus ini, sedangkan kita gak banyak waktu " Ucap seseorang di antara mereka
" emmm gini nih kita di sini hanya menyampaikan apa yang kita tahu saja, aku yakin di sini pasti banyak yang ikutan seperti basket, dance atau yang lainnya" Ucap Sifa
" Gue setuju dengan pendapat sifa" Ucap Reihan
" Gue juga setuju, tapi ingat gue gak mau tahu besok soal kuis itu udah siap " Ucap Devan
Devan pun langsung pergi menunju Aula yang di ikuti oleh semuanya.
Di Tempat lain...
" Untungnya Kita sekelompok Ra, gue gak mau pisah sama lo " Ucap Kania
" Gak usah lebay dehh " Ucap Zahra
Tak lama Zahra dan Kania mendengar suara ricuh anak-anak lain.
*duhhhh senior-senior nya ganteng bangett
ingin dehhh jadi pacarnya*
itulah yangmereka dengar anak-anak lain.
" Tuuhhh itu yang lebay Ra " Bisik Kania pada Zahra
Zahra hanya mengangguk menananggapi perkataan Kania.
" Untuk agenda sekarang kita akan perkenalan panitia dan membahas seputar kampus ini " Ucap Devan sang ketua
Anak-anak hanya mengangguk-mengangguk.
" kenalkan nama saya Devan saya di sini menjabat sebagai Ketua di sini " Ucap Devan
" Pantesan dia seenaknya sama kita ternyata dia sang ketua " Ucap Zahra
" Iya pantesan semua orang nurut sama dia " Ucap Kania
" kenalkan saya Adira Nehra, di sini saya menjabat sebagai Sekertaris " Ucap Dira dengan nada sombongnya
" Itukan cewek yang tadi " tunjuk Zahra
" Iya Ra, jadi sekertaris aja udah sombong bagaimana kalau jadi presiden" Ucap Kania
" Kenalkan nama saya Sifa Almeera, di sini saya menjabat sebagai Bendahara " Ucap sifa dengan senyum ramah nya
Akhirnya perkenalan sudah selesai di mana semua panitia sudah memperkenalkan dirinya beserta jabatannya.
Acara demi acarapun sudah di laksanakan samapai sore dan anak-anak pun di suruh pulang ke rumahnya masing-masing.
__ADS_1