HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
2 Hukuman


__ADS_3

" Dev apa gak keterlaluan Hukuman mereka? " Tanya Reihan


" menurut Gue masih wajar kok, gue cuma suruh mereka lari kan bukan gue suruh loncat dari gedung " Ucap Devan terkekeh


" Gue serius Dev " Ucap Reihan


" Gak usah terlalu serius gitu, kita masih muda nikmatilah hidup ini " Ucap Devan santai


" lo itu gak pernah serius kalau di ajak ngomong, masalahnya hukuman lo itu terlalu berat buat mereka " Ucap Reihan


" Emang yang bilang hukuman mereka ringan, siapa? " Tanya Balik Devan


Reihan merasa kesal dengan jawaban Devan.


" mereka itu cewek Dev, kalau terjadi apa-apa gimana? "Ucap Reihan


" Santai aja broo, Kalau terjadi sesuatu sama mereka gue sendiri yang akan tanggung jawab " Ucap Devan


" Terserah lo " Ucap Kesal Reihan


" Mending sekarang kita lihat tuhh dua cewek " Ajak Devan


Devan pun bangkit dari duduk nya dan langsung pergi ke lapangan yang di ikuti oleh Reihan.


Di tempat lain...


" Duhhh ber...henti du..lu Nia a..ku udah gak kuat lari lagi " Ucap Zahra dengan napas yang tidak teratur


" sa... sama Ra ak.. gue ju ga gak kuat la..gi " Ucap Kania dengan napas yang tidak teratur


Sekarang Zahra dan Kania sedang menjalankan hukumannya di lapangan.


" Benar-benar itu senior tega banget sama kita " Ucap Zahra


" Benar Ra, berat banget hukumanya masa cuma gara-gara kesiangan kita di suruh lari 20 putaran " Ucap kesal Kania


" kenapa kalian berhenti? " Tanya Revan yang sedari tadi mengawasi mereka


" kak udah ya Lari nya! " mohon Kania


" kalian kan baru 15 putaran masih ada 5 putaran lagi, selesaikan sekarang! " Ucap Revan


" tapi kan kak kaki saya sudah merasa pegal karena terus lari " Ucap Kania


" kalau terjadi apa-apa dengan kami bagaimana kak?, siapa yang akan tanggung jawab? " Tanya Zahra


" Gue " Ucap seseorang yang tiba-tiba datang di hadapan Zahra


" ohhh jadi kak Dev yang akan tanggung jawab sama kami? " Tanya Zahra


" sama lo, nanti kalau gue udah lulus, gue temuin Bokap lo " Ucap Devan santai


" Maksud nya lo mau nikah sama Cewek ini? " Tanya Revan penasaran


" Kita lihat aja nanti " Ucap Devan santai


Sedangkan Zahra hanya diam dan menunduk mendengar perkataan Devan.


" Sekarang Kalian selesaikan hukuman kalian " Ucap Devan


" Tapi kak kami udah lelah " Keluh Kania


" Pokoknya selesaikan dulu Hukuman kalian " Ucap Tegas Devan

__ADS_1


" berat banget hukumannya kak, masa kakak hukum kami seberat ini cuma gara-gara kesiangan " Protes Zahra


" Asal kalian tahu disiplin itu penting, jadi jangan menganggap itu biasa saja" Ucap Reihan


" Kesalahan tetap kesalahan, ini negara Hukum, orang yang salah harus di hukum bukan? " Ucap Devan


" tapi kan kak ini semua bukan sepenuhnya salah kami " Ucap Kania


" Lalu? " Tanya Revan


" Gini kak, kita kan butuh tenaga untuk beraktivitas nah kita harus memberi asupan gizi pada tubuh kita jadi tadi pagi kita makan dulu makanya deh kita telat " Ucap Kania


" Memangnya cuma kalian aja di sini yang manusia kita juga perlu makan tapi kita gak telat tuhh " Ucap Revan


Zahra dan Kania kesal mendengar jawaban Revan.


" enggak hanya itu juga kita kan ke sini itu naik angkot mungkin kakak juga tahu kan kadang-kadang angkot juga selalu telat, karena itu juga kami telat " ucap Zahra


" kenapa gak naik ojeg aja? " Tanya Devan


" kebetulan pangkalan ojeg juga lumayan jauh dari kontrakan kami, kalau kita naik ojek makin telat dong " Ucap Kania


" Terus kenapa gak naik taxi atau ojeg online aja? " Tanya Revan


" emmm emmmm kalau naik taxi atau ojeg online ya kemahalan lah kak buat anak perantau kayak kami " Ucap Zahra


kemahalan? bohong dikit gak papa kali ya. batin Zahra


" Udah ya kak! " Mohon Zahra dan Kania


" Ya udah sekarang kalian boleh ke Aula! tapi kalau besok kalian telat lagi gue jamin hukumannya akan lebih berat dari ini " Ucap tegas Devan


" Terima kasih kak " Ucap senang Zahra dan Kania


" Dev lo beneran suka sama Zahra? " Tanya Revan


" Zahra? " Tanya Devan kebingungan


" Itu cewek tadi yang lo mau tanggung jawab, namanya Zahra dan temannya namanya Kania


" ohhh namanya Zahra, Ya enggak lah gue cuma bercanda" Ucap Devan santai


" lo kayak gak tahu Devan aja, enggak pernah serius dia kalau biacara " Ucap Reihan


" Ya kali aja si Devan kepincut sama cewek berhijab " Ucap Revan terkekeh


" Udahlah sekarang kita ke ruang rapat aja " Ucap Devan yang langsung pergi yang di ikuti oleh Reihan dan Revan


Devan dan kedua temannya sampai di Ruang rapat.


" Dir agenda sekarang apa? " Tanya Devan pada Dira selaku sekertarisnya.


" Seharusnya sih sekarang kita perkenalan dan setelah nya ada kuis, Tapi..." Ucap Dira


"Tapi apa? Apa ada masalah? " Tanya Devan


" Masalahnya kita belum buat soal nya Dev " Ucap Dira


" kenapa belum buat? padahal sususnan agenda sudah jadi minggu lalu seharusnya kalian sudah mempersiapkannya " Ucap Tegas


Semua yang di sana hanya menunduk dan mendengarkan ucapan Devan.


" Maaf Dev " Ucap Dira

__ADS_1


" ini nih yang paling gue gak suka, gak bertanggung jawab padahal kalian sudah di beri tugas masing-masing " Ucap Devan tegas


semua yang ada di sana semakin menunduk karena merasa takut melihat Devan yang semakin marah


" Tenang Broo " Bisik Revan pada Devan


" emmm boleh saya kasih saran Dev ?" Tanya seseorang yang di ketahui namanya adalah sifa yang berjabat sebagai Bendahara


Devan hanya mangangguk untuk merespon pertanyaan sifa


" Bagaimana kalau agenda hari ini kita ganti dengan materi seputar kampus ini aja? " tanya Sifa


Semua yang di sana yang mendengarkan hanya mengangguk saja


" Tapi kan kita perlu catatan tentang kampus ini, sedangkan kita gak banyak waktu " Ucap seseorang di antara mereka


" emmm gini nih kita di sini hanya menyampaikan apa yang kita tahu saja, aku yakin di sini pasti banyak yang ikutan seperti basket, dance atau yang lainnya" Ucap Sifa


" Gue setuju dengan pendapat sifa" Ucap Reihan


" Gue juga setuju, tapi ingat gue gak mau tahu besok soal kuis itu udah siap " Ucap Devan


Devan pun langsung pergi menunju Aula yang di ikuti oleh semuanya.


Di Tempat lain...


" Untungnya Kita sekelompok Ra, gue gak mau pisah sama lo " Ucap Kania


" Gak usah lebay dehh " Ucap Zahra


Tak lama Zahra dan Kania mendengar suara ricuh anak-anak lain.


*duhhhh senior-senior nya ganteng bangett


ingin dehhh jadi pacarnya*


itulah yangmereka dengar anak-anak lain.


" Tuuhhh itu yang lebay Ra " Bisik Kania pada Zahra


Zahra hanya mengangguk menananggapi perkataan Kania.


" Untuk agenda sekarang kita akan perkenalan panitia dan membahas seputar kampus ini " Ucap Devan sang ketua


Anak-anak hanya mengangguk-mengangguk.


" kenalkan nama saya Devan saya di sini menjabat sebagai Ketua di sini " Ucap Devan


" Pantesan dia seenaknya sama kita ternyata dia sang ketua " Ucap Zahra


" Iya pantesan semua orang nurut sama dia " Ucap Kania


" kenalkan saya Adira Nehra, di sini saya menjabat sebagai Sekertaris " Ucap Dira dengan nada sombongnya


" Itukan cewek yang tadi " tunjuk Zahra


" Iya Ra, jadi sekertaris aja udah sombong bagaimana kalau jadi presiden" Ucap Kania


" Kenalkan nama saya Sifa Almeera, di sini saya menjabat sebagai Bendahara " Ucap sifa dengan senyum ramah nya


Akhirnya perkenalan sudah selesai di mana semua panitia sudah memperkenalkan dirinya beserta jabatannya.


Acara demi acarapun sudah di laksanakan samapai sore dan anak-anak pun di suruh pulang ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2