
Aku dan kak Fadli saling menatap untuk mencari tahu apa maksud dari perkataan kak Maryam. Ada apa dengan 2 tahun lalu? Apa yang sudah terjadi 2 tahun lalu?
🌹🌹🌹🌹
"Kak, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Aisyah tidak mengerti dengan apa yang kakak maksud." Kataku secara perlahan dan berusaha menenangkan hati kak Maryam.
Tak ada jawaban yang pasti dari kak Maryam, hanya tangisan yang semakin menjadi-jadi dan itu membuat aku dan kak Fadli semakin tidak mengerti.
"Kak, tatap mata Aisyah dan ceritakan semuanya. Aisyah tidak mengerti dan harus bagaimana. Kakak tenang dulu dan setelah itu kakak ceritakan semuanya." Pintaku yang membuat kak Maryam seketika berhenti menangis.
Kami semua terdiam. Hanya keheningan yang menemani kami dalam ruangan itu. Dan menanti penjelasan dari kak Maryam.
🕊🕊🕊🕊
"Mungkin dengan ini kamu akan mengerti Aisyah." Kak Maryam menyodorkan selembar kertas kepadaku yang tidak tahu pasti apa isinya.
"Apa ini kak?" Tanyaku tidak mengerti apa maksud dari kak Maryam.
"Buka dan bacalah!" Jawab kak Maryam yang masih sedikit menangis.
Aku semakin penasaran dengan isi lembaran kertas itu. Ku buka secara perlahan sesuai apa yang kak Maryam perintahkan. Ku baca pelan dan ku pahami setiap kata demi kata yang telah tertulis.
" Assalamu'alaikum Aisyah sahabatku.
Di pagi yang cerah ini aku begitu berharap mendapatkan kebahagiaan yang abadi dalam hidupku sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya.
Aisyah... Sebelum aku pergi untuk selamanya, aku ingin meminta ma'af kepadamu tentang hubungan yang tidak seharusnya terjadi diantara kita bertiga.
*Jujur, aku merasa bersalah dan serakah dalam hubungan ini. Aku tidak seharusnya me***minta Yulian untuk menikahiku** dan berharap memiliki kebahagiaan bersama Yulian. Namun, yang seharusnya terjadi adalah kamu menikah dengan Yulian dan hidup bahagia. Sekali lagi aku meminta ma'af Aisyah.
Aisyah... Aku beruntung memiliki sahabat seperti kamu. Kamu sudah merelakan apa yang sangat berharga bagimu, untukku. Walau itu sudah menyakiti hatimu. Seharusnya kamu mempertahankan cintamu. Tapi, demi aku kamu memberikan dan merelakan orang yang sangat kamu cintai itu. Terimakasih Aisyah, kamu memberikan ketulusan hati kamu untukku dan aku cukup merasa bahagia.
*Mungkin, inilah saat**nya aku harus pergi dan membawa kebahagiaan itu. Bahagia atas ketulusan hatimu. Terimakasih kamu sudah mema'afkan semua kesalahanku di masa dulu. Sekarang, aku bisa pergi dengan tenang*.
Sebelum aku pergi, aku mohon kepadamu Aisyah. Temuilah Yulian dan jelaskan hubunganmu dengan lelaki yang bersamamu di rumah sakit waktu itu. Karena, aku melihat rasa kecewa dalam diri Yulian. Katakan kepadanya, bahwa kamu mencintainya. Dan kamu tidak menghianatinya. Karena aku yakin, kamu tidak ada hubungan apapun dengan lelaki itu.
Berjanjilah kepadaku Aisyah, bahwa kamu akan menikah dengan Yulian dan hidup sampai akhir nanti. Aku akan selalu mendo'akan kebahagiaan kalian.
Selamat tinggal Aisyah...
Sahabatmu Kamila...
Air mata kepedihan telah jatuh membasahi pipiku setelah membaca surat itu. Surat menyisakkan luka dalam hatiku.
__ADS_1
"Kak, apa arti dari semua surat ini?" Tanyaku kepada kak Maryam yang terdiam.
"Ma'afkan kakak Aisyah. Kakak terlambat... mengetahui... kepergian Kamila." Jawab kak Maryam terbata-bata.
"Maksud kakak, Kamila meninggalkan kita semua untuk selamanya?" Tanyaku dengan sedikit emosi dan dibalas dengan anggukan perlahan oleh kak Maryam.
"Kenapa baru sekarang aku mengetahui semua ini kak? Dan... La... Lalu...bagaimana dengan pernikahan mereka?" Tanyaku kembali dengan penasaran dan dengan nada yang terbata-bata.
"Pernikahan... Pernikahan mereka tidak sesuai dengan yang kamu dan keluarga Kamila harapkan Aisyah. Pernikahan itu tidak terjadi. Kamila meninggal sebelum penghulunya datang." Jawab kak Maryam menjelaskan dengan tangisan yang masih terisak.
"Apa...?" Aku terkejut dan hancur.
"BRUKKKK...!"
Aku ambruk terjatuh. Seperti tidak ada tenaga lagi dalam diriku. Aku merasa sesak seakan tidak bisa bernapas lega. Dan ada rasa penyesalan dalam diriku, karena aku tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dua tahun lalu.
"Kenapa kamu meninggalkan aku Kamila?"
"Kenapa baru saat ini aku mengetahui kepergianmu?"
"Kenapa Kamila?"
"Kenapa Ya Allah?"
"Aisyah... Ma'afkan kakak. Seharusnya kakak waktu itu tidak melupakan pasien kakak. Kakak hanya mendengar berita bohong dari pihak rumah sakit tentang bahagia mereka." Ucap kak Maryam memberi penjelasan atas sesalnya.
💖💖💖💖
"Bagaimana kabarnya hari ini?" Tanya seseorang dari sebrang.
"Tadinya baik-baik saja pak. Tapi, saat perjalanan menuju ke rumah kakaknya seperti ada raut wajah yang gelisah dan khawatir. Entahlah pak apa yang terjadi, saya sendiri juga kurang tahu. Saya akan terus selalu memantaunya pak." Jawab dari sebrang.
Entahlah siapa yang berbicara melalui telfon dan siapa yang sedang mereka bicarakan. Dan siapa juga yang akan mereka pantau. Penuh dengan teka-teki.
...****************...
"Apa sih yang sebenarnya terjadi? Rahasia apa yang selama ini kalian berdua sembunyikan dariku? Kenapa kalian bisa menangis seperti ini? Pernikahan... Dan pernikahan siapa yang kalian maksud?" Tanya Fadli merasa geram dengan tingkah Aisyah adiknya dan Maryam istri yang di cintainya.
Aisyah dan Maryam hanya diam. Mereka masih dahantui dengan rasa penyesalan. Sehingga membuat Fadli semakin emosi.
"Aisyah harus pergi." Ucapku setelah memiliki tenagaku kembali untuk berdiri.
"Kamu mau kemana Aisyah?" Tanya kak Maryam penasaran.
__ADS_1
"Kakak tidak perlu tahu. Aisyah harus pergi. Jaga diri kalian." Jawabku dengan berlalu meninggalkan kak Maryam dan kak Fadli. Tak lupa juga aku melakukan rutinitasku sebelum aku pergi yaitu, mencium kedua tangan kakakku dan mengucapkan salam.
"Aisyah...jangan pergi!"
"Aisyah...! Kamu masih terlalu emosi untuk pergi dan menyetir sendiri."
"Aisyah....!"
Teriak Maryam yang merasa khawatir dengan keadaan adik perempuannya itu, tapi sayangnya tidak dihiraukan oleh Aisyah.
"Bagaimana ini?" Ungkap Maryam dalam hati.
🕊🕊🕊🕊
"Mas Fadli, tolong kejar Aisyah!" Rintih Maryam kepada Fadli.
Fadli hanya terdiam tidak menghiraukan apa yang diucapkan oleh istrinya itu dan dia juga membiarkan adiknya pergi meningglkannya yang entah akan kemana.
"Mas... Mas Fadli. Kenapa kamu diam saja?" Tanya Maryam sedikit marah dan kecewa.
"Kenapa Maryam? Aku harus bagaimana? Kenapa aku harus mengejar Aisyah? Aku saja tidak tahu apa yang kalian rahasiakan dariku." Ketus Fadli.
Maryam hanya terdiam dan mendengarkan setiap pertanyaan dari suaminya. Maryam terasa sesak kembali.
"A... A... Aku sebenarnya tidak ada rahasia apapun yang di sembunyikan dari kamu mas. Tapi... Rasanya begitu sesak ketika aku ingin menceritakan semuanya kepadamu, mas. " Jawab Maryam akhirnya.
Tiba-tiba Fadli menghampiri Maryam dan memeluknya. Fadli berusaha menenangkan orang yang sangat dia cintai. Fadli tidak ingin air mata membasahi pipi Matyam lagi.
"Tatap mata Mas Maryam." Ucap Fadli dengan memegang ke dua pipi Maryam dan menatap lekat ke dua mata Maryam.
"Mas... Ma'afkan aku. Aku bersalah dengan Aisyah." Ucap Maryam dengan penyedalannya.
Maryam masih menatap lekat ke dua mata suaminya. Dia berusaha tenang dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi 2 tahun lalu. Di mana masa itu sulit untuk Aisyah melupakan kekasihnya. Dan sekarang di saat Aisyah sudah mulai lupa dan mengikhlaskan kebahagiannya, tiba-tiba muncul kembali kepedihan yang harus dia lalui kembali.
BERSAMBUNG...
CUKUP SEKIAN DULU YA KALI INI...
SEMOGA KALIAN MASIH SETIA DAN SEMAKIN PENASARAN DENGAN CERITANYA...
JANGAN LUPA BERIKAN LIKE DAN KOMENTAR KALIAN YA...
TERIMAKASIH... AUTHOR SAYANG KALIAN..!
__ADS_1