
ππππ
"Assalamu'alaikum!" Ucap salam dari pak Brian dan lainnya.
"Wa'alaikumsalam!" Balas bu Maria dan yang lainnya.
"Lho, kok kalian ada di sini juga?" Tanya Maryam kepada Fahri dan Aida.
"Iya kak, kita tidak sengaja bertemu Yulian dan om Brian serta om Muchtar, jadi kita sudah tahu semua tentang Aisyah melalui mereka." Jawab Aida menjelaskan.
"Oh iya, kita bawa kabar gembira untuk kalian semua." Sela pak Brian.
"Kabar gembira apa pa?" Tanya bu Maria penasaran.
"Acara pernikahan Aisyah dengan Yulian akan di laksanakan pada hari jum'at besok lusa." Jawab pak Muchtar menimpali.
Semua orang terkejut dengan kabar yang mereka dengar. Seketika pula mereka merasakan bahagia dan terharu. Mereka berharap acara itu lancar dan Aisyah segera kembali sadar.
ππππ
"Tuan, apa kabar kamu sekarang?" Tanya Joko dalam batinnya.
"Kenapa kamu masih ada di sini?" Tanya Papa nya Yulian.
"Ma'af, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan saya untuk selalu berada di samping anda dan menjaga anda." Jawab Joko dengan tegas.
"Sepeduli apa Tuan mu kepada saya?" Tanya pak Nugraha dengan ke angkuhannya.
"Ma'af kalau saya lancang bos besar. Tapi yang saya tahu , Tuan saya sangat peduli dengan anda dan dia begitu menyayangi anda." Jawab Joko menjelaskan.
"Itu hanya sebuah kebohongan bukan. Buktinya, tuan mu lebih memilih perempuan itu daripada saya." Ucap pak Nugraha mengelak.
"Anda salah besar bos. Bukan kah tuan saya lebih memilih anda dan mengorbankan masa depan nya dengan perempuan itu saat dua tahun lalu? Dan sekarang , Tuan saya hanya memilih menikah dengan tubuh perempuan itu yang kita sendiri tidak tahu bagaimana masa depan nya nanti. Apakah perempuan itu mampu melewati koma nya atau malah pergi meninggalkan Tuan saya untuk selama-lamanya. Dan jika itu terjadi, Tuan saya akan terluka untuk yang kesekian kali." Balas Joko dengan tegas.
"Coba bos bayangkan dan pikir kan, dimana kesalahan Tuan saya." Sambung Joko kembali.
Pak Nugraha hanya terdiam tidak berkata satu kata patah pun untuk membalas ucapan Joko. Semoga saja hati pak Nugraha terketuk untuk menerima Yulian kembali.
πΉπΉπΉπΉ
"Selamat, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang suami untuk adik kesayanganku." Ucap Fadli sambil menepuk pundak Yulian dengan pelan.
__ADS_1
"Terimakasih kak. Ma'af, bolehkah aku memanggil kamu dengan kakak?" Tanya Yulian dengan keraguannya.
"Boleh. Kamu boleh memanggilku dan istri ku dengan sebutan kakak. Dan kamu juga boleh memanggil mereka dengan Ayah, Ibu, Mama dan Papa. Panggil lah kami selayaknya Aisyah memanggil kami." Jawab Fadli dengan senyum.
"Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua yang sudah medukung saya dan menerima saya menjadi keluarga kalian." Ucap Yulian sambil memandangi mereka satu persatu.
"Iya sama-sama." Balas Fadli sambil memeluk Yulian dan Yulian pun membalas pelukan itu.
"Oh iya kak Maryam, saya mau minta tolong pakai kan ini di tubuh Aisyah saat pernikahan nanti." Ucap Yulian sambil menyodorkan bingkisan kepada Maryam.
"Apa ini?" Tanya Maryam.
"Itu gaun pernikahan yang sudah di rancang Aisyah." Jawab Yulian menjelaskan secara singkat.
Semua terdiam. Mencoba mencerna apa yang di ucapkan Yulian. Dan membuka bingkisan itu secara perlahan.
ππππ
"Semoga saja hati beliau terketuk, sehingga mau merestui pernikahan Yulian ." Ucap Joko berharap.
"Ma'af Tuan, saya harus berkata sedikit kasar kepada bos besar. Dan ini semua saya lakukan untuk anda Tuanku. Semoga Tuan mendapatkan kebahagiaan yang sempat hilang." Do'a Joko untuk Tuannya, Yilian.
Pak Nugraha masih terdiam. Namun, tiba-tiba dia menitihkan air mata secara perlahan dan membasahi pipinya.
"Hihi..hihi.. Tidak ada apa-apa Joko. Mungkin kamu memang benar. Putraku lebih memilih diriku daripada masa depannya sendiri. Ini seharusnya tidak terjadi kepadanya." Jawab pak Nugraha sambil menangis tersedu-sedu.
"Syukur lah kalau anda menyadari itu." Ucap Joko dalam batinnya.
ππππ
"Yulian, apa ini maksudnya? Memang benar ini gaun yang di desain Aisyah. Tapi, ini untuk klien nya yang berada di luar negeri. Dan bagaimana bisa Aisyah memakai itu?" Tanya Fadli tidak mengerti.
"Memang benar ini milik klien Aisyah. Dan klien itu memberikan gaun ini untuk pengantin perempuan nya." Jawab Yulian dengan santai.
"Maksud kamu? Kamu klien itu?" Tanya Maryam menyambungi.
"Iya kak benar. Meskipun aku berada jauh dari Aisyah, tapi aku selalu meminta Joko pesuruhku untuk selalu menjaga Aisyah. Jadi, aku tahu apa saja yang menjadi kegiatan Aisyah. Dan aku juga tahu kecelakaan itu, karena Joko juga ada di sana waktu itu. Setelah itu, aku pesan tiket untuk segera mendarat ke Indonesia." Jawab Yulian menjelaskan.
"Yulian, om tidak menyangka sebesar itu cinta kamu kepada putri om." Sambung pak Muchtar.
Mereka sangat-sangat bersyukur mendapatkan Yulian sebagai calon imam Aisyah. Mereka percaya, hijrah cinta yang mereka lalui akan mendapatkan balasan kebahagiaan kelak.
__ADS_1
ππππ
Hari yang di nantikan pun sudah tiba. Aisyah memakai gaun pengantin yang sudah di sediakan. Biarpun dia tidak sadarkan diri, dia tetap terlihat anggun dan menawan. Begitupun dengan Yulian, dia terlihat begitu gagah saat memakai jas yang berwarna sama dengan gaun Aisyah.
"Apakah kamu sudah siap?" Tanya pak Muchtar.
"Insyaallah saya siap om." Jawab Yulian tegas.
"Ya sudah, kita bisa mulai acara akad nikah nya ." Sambung pak penghulu.
Acara akad nikah pun akan berlangsung. Semua orang yang hadir seakan merasakan tegang, haru dan bahagia. Walaupun hanya kerabatnya Aisyah sendiri yang hadir, tapi suasana bahagia mengiringi acara pernikahan itu.
πΏπΏπΏπΏ
"Ma'af bos, saya mendengar bahwa hari ini tuan Yulian akan melangsungkan pernikahannya." Ucap Joko kepada pak Nugraha.
"Baiklah, siapkan mobil. Kita akan menghadiri acara itu." Balas pak Nugraha.
"Siap bos." Ucap Joko singkat.
Joko pun menyiapkan mobil yang akan mereka kendarai. Begitu pun dengan pak Nugraha, beliau bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan itu.
ππππ
"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Fadilah binti Muchtar dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut di bayar tunai." Yulian menjawab nya dengan lantang dalam satu nafas.
Setelah semua mengatakan kata sah, acara pun berlangsung dengan baca an do'a-do'a, termasuk juga Yulian yang membacakan do'a untuk Aisyah dengan meletakkan telapak tangannya di atas ubun-ubun Aisyah. Namun, saat kebahagiaan sedang menghiasi mereka, tiba-tiba ada seseorang memanggil Yulian.
"Yulian?" Panggil orang itu.
Semua orang menoleh ke arah orang itu dan begitu melihat nya mereka merasa terkejut. Entah lah, siapa yang datang. Mengapa mereka semua seketika menjadi khawatir saat orang itu mendatangi acara akad nikah itu.
"Mau apa anda datang kesini?" Tanya Yulian dengan tegas.
"Apakah begini cara kamu menyambut kami?" Orang itu berbalik bertanya.
"Maksud anda apa? Jika anda datang kemari hanya akan mengganggu acara kami, silahkan anda pergi." Ucap Yulian dengan kemarahannya.
Entah siapa yang datang? Mengapa Yulian semarah itu kepada orang baru saja hadir dalam acaranya? Namun, kemarahannya bukan lah yang sesungguh nya berada dalam diri Yulian. Entah kenapa Yulian juga merasakan kesedihan mengatakan kata-kata kasar itu sehingga dia juga menitihkan air mata. Tapi, Yulian bukan lelaki yang cengeng loh ya...! Hohoho...!
BERSAMBUNG...
__ADS_1
SAMPAI DISINI DULU YA..JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN. MA'AF BUAT YANG KOMENTAR, SAYA TIDAK BISA MEMBALAS SATU PERSATU. SAYA SANGAT BERTERIMAKASIH DENGAN KALIAN. INSYAALLAH, SAYA AKAN MEMBACA CERITA KALIAN SEMUANYA DAN MENINGGALKAN JEJAK .DI CERITA ITU.