
πΊπΊπΊπΊ
Tepat pukul satu malam aku terbangun dari tidurku dan menuju ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka serta mengambil air wudhu. Karena, aku merasa jam satu malam adalah yang tepat untukku melakukan sholat tahajud.
Ku ambil mukenaku dan memakainya. Dengan ke khusu'anku aku melakukan dua rakaat malamku. Setelah selesai tidak lupa juga aku membangunkan suamiku yang tidak lain adalah Yulian untuk melaksanakan sholat malam juga.
Alhamdulillah, sekarang selesai sudah kami melaksanakan sholat sunnah malam. Entah kenapa kami belum biaa tertidur kembali. Sehingga kami memutuskan untuk melakukan sunnah rasul. Hohoho... Begitu syahdu..!
ππππ
Pagi telah menyapa, suara adzan subuh telah di kumandangkan. Tapi, entah kenapa aku merasa lelah sehingga terlalu sulit untuk membuka kedua mataku. Sedangkan Yulian, dia sudah wangi sedari tadi pukul empat.
"Umi, bangun sayang. Sudah subuh loh, kalau tidak cepat bangun nanti keburu kwhabisan waktu sholatnya." Ucap Yulian terdengar samar.
"Iya abi sayang, umi akan bangun." Jawabku pelan dengan suara yang masih sedikit serak.
Setelah beberapa saat kemudian aku berusaha membangunkan tububku dan berjalan menuju kamar mandi untuk mebersihkan diri.
Seperti biasa, tidak butuh waktu lama untukku berada di dalam ruangan itu. Dan setelah itu, aku mengambil baju gamis hijau botol yang aku padukan dengan jilbab dan cadar yang senada.
Setelah usai melaksanakan sholat subuh, aku menemui suamiku untuk menanyakan jadwal hari ini. Tapi yang pasti, kita selama beberapa hari disini akan bersenang-senang dan jalan-jalan di kota Kairo.
Matahari sudah mulai meninggi. Aku dan Yulian menuju ke restoran yang ada dihotel ini. Dan tidak lupa juga kami semua berjanjian untuk sarapan bersama di restoran hotel Fairmont Nile City.
"Sayang, kamu sudah siap hari ini?" Tanya Yulian mendekatiku.
"Tunggu sayang, sebentar lagi." Jawabku yang masih didepan kaca untuk berbenah.
Setelah kurasa sudah siap, aku dan Yulian segera menemui kak Fadli, kak Maryam, mas Joko dan mbak Humaira. Mungkin kurasa lebih cocok memanggil mereka dengan mas dan mbak. Hehe...!
*ππππ
"Kenapa mereka lama sekali sih, tidak tahu apa ya kalau kita sudah menunggu lama disini*." Gerutu Fadli.
Maryam hanya menggelengkan kepalanya pelan karena, merasa suaminya yang seperti anak kecil saja. Sedangkan Joko dan Humaira, mereka hanya tersenyum kecil.
"Assalamu'alaikum semuanya. Ma'af kalau kami sedikit lama." Ucapku menyapa.
"Hah, sedikit lama kata kamu? Kita itu sudah lama banget nungguin kalian datang. Memengnya kalian itu ngapain saja sih?" Ucap Fadli tetap menggerutu.
"Ya Allah kak Fadli ini nih ya, seperti anak kecil saja. Tidak memiliki rasa kesabaran. Untung saja kak Maryam itu orangnya sabar." Balasku mengomentari sikap kakakku.
"Aww... Sakit kak!" Rintihku saat dicubit sama kak Fadli.
"Biarin, biar tahu rasa. Itu tuh kalau melawan kakaknya." Ucap kak Fadli membela diri.
"Mas Fadli, Aisyah... Kalian ini ya! Tidak malu apa ya dengan mereka? Kalian itu sudah berumah tangga, bukan seperti anak kecil seperti ini kelakuannya. Memang ya, kalian itu kalau bersama sering kali seperti ini. Adik sama kakak tidak ada bedanya." Sambung Maryam merasa kesal.
Saat mendengar amarah kak Maryam yang memuncak mungkin, kami semua hanya terdiam. Seketika aku langsung menelan safilahku sendiri.
"Kenapa kak Maryam semarah ini? Apa aku memang melakukan kesalahan yang besar baginya?" Tanyaku dalam batin.
"Baiklah kalau memang Aisyah yang salah di sini, Aisyah akan pergi. Kalian nikmati saja hidangan di sini. Ma'af kalau Aisyah melakukan kesalahan yang besar bagi kak Maryam. Aisyah juga minta ma'af kalau Aisyah sudah membuat kak Maryam marah. dan malu atas kelakuan kami. Assalamu'alaikum!" Ucapku pelan sambil menundukkan kepalaku.
Setelah aku meminta ma'af kepada mereka semua, aku langsung saja berlari seakan tidak bisa menahan rasa malu dan entah kenapa air bening ini seakan mau keluar membasahi cadarku.
π¦π¦π¦π¦
"Aisyah...!" Panggil Fadli, namun tidak dihiraukan oleh Aisyah.
"Lihat, apa yang sudah kamu lakukan. Di sini siapa yang tidak bisa menahan amarah? Kamu tahu apa yang kamu lakukan sekarang? Salahkah Aisyah menurut kamu? Salahkah jika aku dan adik kandungku sendiri melakukan candaan seperti itu? Maryam, mas kecewa sama kamu. Karena, baru kali ini kamu semarah ini." Ucap Fadli dengan amarahnya.
Fadli terlihat begitu marah dengan kelakuan Maryam. Sehingga dia menggeser kursi yang di dudukinya dengan keras, lalu dia pergi dan enyah dari meja makan entah kemana.
__ADS_1
"Ya Allah, astaghfirullah halazim. Ma'afin Maryam mas, ma'afin kak Maryam Aisyah." Ucap Maryam bersedih.
"Ma'af kak Maryam, lebih baik kak Maryam mengejar kak Fadli. Aisyah, biar Yulian yang menemuinya." Ucap Yulian kemudian.
"Baiklah. Kalau hati Aisyah nanti sudah luluh, kamu bawa Aisyah kesini kembali. Begitupun dengan mas Fadli, nanti kita akan berkumpul di sini." Balas Maryam.
Yulian hanya mengangguk pelan. Setelah itu mereka meninggalkan Joko dan Humaira yang masih tetap duduk di restoran itu.
Setelah bujuk rayu yang dilakukan Yulian untuk mengajak kembali Aisyah, kini alhamdulillah hati Aisyah terluluhkan. Begitupun Fadli, dia juga sudah kembali duduk bersama Joko, Humaira dan Maryam. Sekarang Aisyah dan Yulian pun menyusul mereka.
"Aisyah, ma'afin kak Maryam ya! Kak Maryam tidak sengaja mengatakan hal itu. Entah kenapa suasana hati kakak tadi itu seperti kesel bawaannya. Mungkin karena kakak sedang hamil, jadi hati kakak sedikit sensitif. Kamu mau kan ma'afin kakak?" Ucap Maryam dengan lembut.
"Iya kak, Aisyah ma'afin kak Maryam. Dan Aisyqh juga mau minta ma'af kalau perilaku Aisyah masih seperti anak-anak." Balasku dengan lembut pula.
Setelah suasana hati kami sudah membaik, barulah Yulian yang mulai menggerutu. Dia berperilaku seakan dia ingin dimanja olehku.
"Kalau kakak adik ini ma'af-ma'afan melulu kapan kita bisa pesan makannya?" Ucap Yulian sambil menatap ke semua orang.
"Oh iya ma'af, ini semua karena kakak. Oh iya, kakak mau ngasih tahu sama kalian tentang restoran di hotel ini. Ini itu Saigon Restaurant & Lounge yang menyediakan hidangan berjenis masakan tematik. Di sini itu, restoran andalan Fairmont Nile City yang menawarkan beragam hidangan perpaduan kelezatan Asia dengan sentuhan modern, menjamin perjalanan kuliner tertinggi. Area lounge yang rimbun merupakan tempat terbaik untuk menikmati minuman dengan hiburan live terbaik." Ucap kak Maryam menjelaskan.
"Wah, pasti kak Maryam dulu pernah ke sini ya sampai-sampai tahu dan hafal tempat ini." Sambung Humaira.
"Emm... Bisa juga dibilang seperti itu. Soalnya, selama kakak tinggal di Kairo di masa kakak masih kuliah, kakak sering juga datang ke resto ini sama teman-teman kakak." Balas Maryam dengan senyum lebar, sehingga kedua matanya seakan menyerupai bulan sabit.
Akhirnya kami pun memesan beberapa makanan untuk kami sarapan. Upss,,, salah deh. Berhubung sudah siang, jadi bisa dibilang makan siang bukan sarapan lagi. Karena, acara ngambek-ngambekan tadi dan salah paham diantara kita, jadi sekarang perutku sudah terlalu lapar. Sedangkan waktu, cepat sekali berlalu.
"Emm, ma'af saya permisi ke toilet dulu." Ucap Yulian secara tiba-tiba.
Saat kami masih bertahan untuk makan, tiba-tiba saja Yulian malah menghilang meminta ijin ke toilet. Entahlah ada urusan apa, mungkin dia terlalu kenyang atau terlalu banyak minum karena kehausan. Hihihi...!
Saat kami masih tetap bertahan menikmati hidangan makan siang kami, tiba-tiba aku mendengar suara seseorang sedang bernyanyi. Suara itu begitu merdu. Entahlah siapa yang bernyanyi, tapi sepertinya aku mengenal suara itu. Lagunya pun terdengar begitu romantis.
Nafsil Hanin Fil Bode Wizekeroel Ghomilah
Dan Mengingat Kenangan Indah Kami
Ma'a Shortak Kulli Yum Nafsil Kalaam
Sabil Memegang Fotomu Setiap Hari
Mak'dar Sathomin Ruhi Wa La Ghamad Fil Lillah
Aku Tidak Bisa Merasa Nyaman Dan Menutup Mataku Di Malam Hari
Ablamma Fakor Fiikanan Ghaait Manaam
Aku Tidak Bisa Merasa Nyaman Dan Menutup Mataku Di Malam Hari
Waa syuk biibat Ya habibif hudhni sa'at
Saya Merasa Terbebani Oleh Kerinduan Selama berjam-jam
Wasa'at lau zadi syukmainaimniss
Dan Kemudian Kerinduan Mencegah Saya Dari Tidur
Lanhar Wa La Liil, Malaksif Khayaa Li Badill
Siang Dan Malam, Aku Tidak Bisa Menggantikanmu Dalam Pikiranku
Wa La Min Ayyamakki Yum Mabiya Hassniss
Dan Tidak Ada Satu Hari Pun Anda Tidak Terjawap
__ADS_1
Allah Ya Salam
Faaniik Ahla Kalam
Dimatamu, Aku Menemukan Kata-Kata Yang Paling Indah
Arrab Mennib Shwayya Shwayya
Mendekatlah Sedikit Demi Sedikit
Albi Wa Albak Sawa Yetla U
Jadi Hatiku dan Hatimu Bisa Menemukan Satu Sama Lain
Eddon'ya Enta Malet'ha Alayya
Kamu Telah Memenuhi Duniaku
Dal Hubilli Mahaddesh Da U
Inilah Cinta Yang Tak Satu Orang Pun Pernah Rasakan
Arrab Menni Shwayya Shwayya
Mendekat lah Sedikit Demi Sedikit
Edd Ma Te'dar Arrab Tany
Sebisa Mungkin Mendekatlah
Eddon'ya Enta Malet'ha Alayya
Kamu TelahEmenuhi Duniaku
Wekaennak Makhlook Alashani
Dan Itu Seperti Anda Diciptakan Hanya Untuk Saya
Wal Hagabansaha Wa Awad'na Lahna Khadna Haa
Dan Tidak Ada Yang Bisa Menghapus Janji Yang Kita Buat Satu Sama Lain
Hayatna Lanha Issna Ha Alaiha Baa Issh
Fiishkuti Kalaam, Iyah Fii Kulli Ayami Ainik
Fikulli Ahlaami Mabitsibniish
Wal Hagabanshaha Waawad'na Lahna Khadna Ha
Dan Tidak Ada Yang Bisa Menghapus Janji Yang Kita Buat Satu Sama Lain
Hayatna Lahna Issna Ha Alaiha Baa Issh
Fiishkuti Fii Kalaam, Iyash Fii Kulli Ayami Ainiik
Fikulli Ahlaami Mabitsbniish
Terimakasih untuk teman-teman readers yang masih tetap membaca novel ini. Semoga kaliantidak bosan ya dengan ceritanya. Oh iya, bagaimana nih kabar kalian? Sepertinya aku sudah lama ya tidak menyapa. Hehe..! Dan mohon ma'af banget kalau aku belum bisa balas komentar satu persatu. Semoga saja kalian tetap menjadikan novel ini novel favorit kalian.
Dan jangan lupa tinggalkan bom like kalian untum novel ini, komentar kalian selalu aku tunggu serta jangan lupa berikan vote kalian ya!
Oh iya by the wey, lagu di atas itu lagu arabic yang menurutku romantis loh! Kalau kalian penasaran kalian bisa lihat di youtobe yang berjudul Qorib Minni Swaya(Nafsil Hanin)
__ADS_1
Terimakasih by**...